Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Proses Penyusunan Butir – Butir Kegiatan Kajian Pengawasan (Peraturan, Perizinan, Inspeksi) Diklat Inpassing 2013 BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR Jl. Gajah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Proses Penyusunan Butir – Butir Kegiatan Kajian Pengawasan (Peraturan, Perizinan, Inspeksi) Diklat Inpassing 2013 BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR Jl. Gajah."— Transcript presentasi:

1 Proses Penyusunan Butir – Butir Kegiatan Kajian Pengawasan (Peraturan, Perizinan, Inspeksi) Diklat Inpassing 2013 BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR Jl. Gajah Mada No.8 Jakarta 1 30-Mar-15

2 2 FILOSOFI PENGKAJIAN -Menunjang pengembangan peraturan -Menunjang verifikasi hasil evaluasi dokumen perizinan -Menunjang pengembangan metodologi inspeksi -Menunjang pengawasan safety, security, safeguards (IBN)

3 3 30-Mar-15 PENGKAJIAN PERIZINAN PERATURAN INSPEKSI SAFETY SECURITY SAFEGUARDS

4 Tujuan Instruksional Umun (TIU): Peserta Diklat Inpassing Jabatan Fungsional Pengawas Radiasi dapat mengetahui Proses Penyusunan Butir – Butir Kegiatan Kajian Pengawasan (Peraturan, Perizinan, Inspeksi) Tujuan Instruksional (TIK) Peserta Kursus dapat mengidentifikasi Kegiatan Kajian Pengawasan (Peraturan, Perizinan, Inspeksi) yang dapat diajukan dalam Penilaian Jabatan Fungsional Pengawas Radiasi TUJUAN INSTRUKSIONAL

5 - JAFUNG WASRAD PENGKAJIAN IBN - PARAMETER PENILAIAN & AK - DASAR HUKUM - LINGKUP, METODOLOGI, ALUR, DAN CONTOH PENGKAJIAN - BASIS REVISI ANGKA KREDIT PENGKAJIAN IBN - PENGEMBANGAN AK PENGKAJIAN IBN - STRATEGI PENGUSULAN AK (VERSI AK LAMA) ISI

6 Tugas pokok Pengawas Radiasi adalah melaksanakan kegiatan : a)inspeksi, b)perizinan, c)evaluasi norma standar pengawasan ketenaganukliran/perjanjian pengawasan ketenaganukliran atau pengesahan perjanjian internasional, dan d)sertifikasi dan validasi untuk mendukung pengawasan serta pembinaan dalam ketenaganukliran. Ps 4

7 7 JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS RADIASI Pengkajian JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS RADIASI Pengkajian PENGKAJIAN PENGGUNA Unit Pengkajian DIREKTORAT LAIN

8 8 MEMBUAT PARAMETER KEGIATAN YANG DAPAT DINILAIKAN PARAMETER PENILAIAN MENCERMINKAN KEGIATAN PENGGUNA-Unit Pengkajian- DIREKTORAT PENDUKUNG KHUSUSNYA BIDANG PENGKAJIAN

9 DASAR HUKUM (1)‏ 1.UU No.8/1974 ttg Pokok-pokok kepegawaian, diubah dg UU No.4/ KeppresNo. 87/1999 ttg Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil 3.Perka BKN No. 46/2006 ttg Tata Cara Permintaan, Pemberian, dan Penghentian Tunjangan Jabatan Fungsional 4.PermenPan dan RB tentang Jabatan Fungsional pengawas Radiasi dan Angka Kreditnya 5.Perka BAPETEN tentang Inpassing

10 10 Peran Pengkajian dalam Mendukung Penyusunan Peraturan Mengkaji bahan untuk penyusunan peraturan baru mengkaji bahan yang menjadi dasar revisi peraturan yang berlaku Mengkaji kriteria penerimaan dari standar internasional yang berlaku untuk dilakukan justifikasi teknis Metode : kualitatif

11 Alur Kajian dalam penyusunan peraturan Penerjemahan Pengkajian Standar Internasional Justifikasi teknis terhadap parameter yang menjadi kriteria penerimaan di dalam standar tersebut Pertimbangan teknis mengenai keberlakuan standar terhadap kondisi geologis, geografis, tipologis, meteorologis, dll. Laporan hasil kajian

12 Beberapa Hasil Kajian IBN untuk Mendukung Penyusunan Peraturan 12 TahunKegiatanStatus 2002Penyusunan Draf Pedoman Dekomisioning Reaktor Sudah menjadi Perka 4 / Studi Dukung Konsepsi Peraturan untuk Desain Reaktor Daya Sudah menjadi Perka 2006Kajian Teknis tentang Pertanggungjawaban terhadap Kerugian Nuklir dalam Instalasi Nuklir Sudah menjadi Perpres 2009Kajian Teknis tentang proteksi kebakaran dalam desain PLTN Sudah menjadi Perka 2009Kajian Teknis tentang catu daya darurat Reaktor Daya Sudah menjadi Perka 2012Kajian Teknis Batasan dan Kondisi Operasi Instalasi Nuklir Non Reaktor

13 13 Peran Pengkajian dalam Mendukung Penyelenggaraan Perizinan Metode kualitatif : dilakukan untuk mendukung penyelenggaraan perizinan yang terkait dengan penyusunan sistem atau prosedur perizinan Metode kuantitatif : mengandalkan program komputer yang telah divalidasi dalam menghadapi isu keselamatan maupun atas usulan/permintaan dari unit perizinan terkait dengan evaluasi perizinan terhadap LAK

14 14 Beberapa Hasil Kajian IBN untuk Mendukung Penyelenggaraan Perizinan TahunKegiatanMetodeStatus 1999Pengkajian Keselamatan Teras RSG GA Siwabessy terhadap Modifikasi Bahan Bakar U3Si2Al Kuantitatif (PARET) Digunakan utk mendukung evaluasi LAK RSG GAS 2001Pengkajian Batasan Keselamatan dan Persyaratan Operasi Reaktor Riset TRIGA KualitatifDigunakan utk mendukung evaluasi LAK TRIGA Analisis Keselamatan Sistem Reaktor TRIGA 2000 Kuantitatif (MCNP, PARET, RELAP5 Digunakan utk mendukung evaluasi LAK TRIGA Analisis burnup elemen bakar reaktor GA Siwabessy Kuantitatif (SRAC) Digunakan untuk mendukung perizinan dan inspeksi seifgard 2010Analisis burnup elemen bakar reaktor GA Siwabessy Kuantitatif (ORiGEN) Digunakan untuk mendukung perizinan dan inspeksi seifgard

15 15 Peran Pengkajian dalam Mendukung Pelaksanaan Inspeksi Kegiatan inspeksi yang dapat dikembangkan untuk dilakukan kajian dalam rangka peningkatan sistem inspeksi IBN adalah laporan operasi dari pengusaha instalasi nuklir dan laporan hasil inspeksi (LHI)‏ Hasil pengkajian terhadap laporan operasi maupun LHI dapat dijadikan dasar untuk mengembangkan teknik inspeksi, baik itu teknik inspeksi reaktor, keselamatan radiasi, jaminan mutu maupun lingkungan Metode : kualitatif

16 Beberapa Hasil Kajian IBN untuk Mendukung Pelaksanaan Inspeksi 16 TahunKegiatanStatus 2001Pengumpulan Data Operasi Bahan Bakar, Kegagalan Komponen dan Penukar Panas Reaktor Kartini di P3TM Sudah disampaikan ke unit inspeksi 2003Studi Keandalan Komponen Reaktor RSG - GAS Sudah disampaikan ke unit inspeksi 2009Perhitungan burnup elemen bahan bakar RSG - GAS Sudah disampaikan ke unit inspeksi

17 Pengkajian IBN dalam Jafungwasrad Pengkajian tidak secara eksplisit dinyatkan dalam jafungwasrad, tetapi dikaitkan pada peraturan, perizinan dan inspeksi. - Pengkajian untuk menunjang kegiatan pengaturan - Pengkajian untuk menunjang kegiatan inspeksi - Peraturan untuk menunjang kegiatan perizinan Sesuai dengan misi pusat pengkajian yaitu melakukan pengawasan tenaga nuklir secara profesional

18 18 KEGIATAN PENGKAJIAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL (1)‏ kegiatan Jabatan Fungsional Pengawas radiasi yang dinilai dapat dikelompokkan menjadi pemberian angka kredit unsur utama dan unsur penunjang sekurang-kurangnya 80% angka kredit berasal dari unsur utama, dan sebanyak-banyaknya 20% dari unsur penunjang

19 19 KEGIATAN PENGKAJIAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL (2) Ps 8‏ Unsur utama (3) : pendidikan (3); pengawasan radiasi (4); dan pengembangan profesi (4). unsur penunjang tugas pengawasan radiasi (6): pengajar/pelatih (bid. PR); peran serta dalam seminar; keanggotaan dalam organisasi profesi; keanggotaan dalam Tim penilai Angka kredit Jabatan fungsional Pengawas Radiasi; piagam kehormatan; dan gelar sarjana lainnya.

20 20 JABATAN FUNGSIONAL – PENGAWAS RADIASI – UNIT PENGKAJIAN Jenis KegiatanCapaian 1.Persiapan/pengumpulan literatur/bahan kajian10 % 2.Penerjemahan/Pembuatan resume bahan kajian20 % 3.Penyusunan draft/konsep kajian awal30 % 4. Enrichment Pengayaan kajian/ Exercise /Studi kasus (banding)/Data lapangan 50 % 5. Benchmarking dengan Peraturan/ Code & Standard / Computer Code/ Dokumen Fasilitas yang relevan 70 % 6.Penyusunan draft/konsep kajian pra final/Tindak lanjut hasil benchmarking 80 % 7.Penyempurnaan kajian90 % 8.Penyusunan kajian akhir/finalisasi95 % 9.Penyusunan Laporan Kajian100 % BAPETEN BATAN PT BATEK INSTANSI LAIN UNIVERSITAS MOSTLY KEGIATAN KOLEKTIF !!! ADA PENUGASAN ! INSTITUTIONALLY ORIENTED

21 Rincian Kegiatan yang dapat dilaksanakan Unit Pengkajian untuk dinilaikan dalam Jabatan Fungsional Pengawas Radiasi Rincian Kegiatan jafung wasrad - baru untuk kegiatan PengkajianPengkajian Rincian Kegiatan jafung wasrad - baru untuk kegiatan PengkajianPengkajian

22 BAB V Pasal 8 UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN

23 KESIMPULAN (1)‏ tugas utama unit pengkajian adalah mendukung kegiatan pengawasan (keselamatan, keamanan, dan safeguards) dalam pemanfaatan tenaga nuklir, dengan memberikan rekomendasi teknis terhadap jalannya penyelenggaraan peraturan, perizinan dan inspeksi unit pengkajian tidak memiliki kegiatan rutin yang dapat dinilaikan sebagai pejabat fungsional pengawas radiasi, namun dapat mengumpulkan angka kreditnya dari kegiatan utama maupun kegiatan penunjang

24 KESIMPULAN (2)‏ kegiatan yang dapat memberikan angka kredit secara signifikan bagi staf pengkajian adalah yang berasal dari unsur pengembangan profesi, yaitu dari laporan teknis yang disusun menjadi suatu karya ilmiah yang dipublikasikan.

25

26 LATIHAN SOAL (1) Kegiatan pengkajian sistem dan teknologi pengawasan instalasi dan bahan nuklir dalam PermenPan No. 46 Tahuin 2012 tentang Tentang Jabatan Fungsional Pengawas Radiasi dan Angka Kreditnya, tercakup dalam kegiatan: a.Evaluasi norma standar pengawasan ketenaganukliran/perjanjian pengawasan ketenaganukliran atau pengesahan perjanjian internasional b.Perizinan pemanfaatan tenaga nuklir,, sertifikasi dan validasi c.Inspeksi keselamatan nuklir d.Sertifikasi dan validasi e.Semua jawaban a, b, c, dan d benar f.Jawaban a, b, dan c benar. g.Jawaban a dan c benar

27 LATIHAN SOAL (2) Metodologi pengkajian sistem dan teknologi pengawasan instalasi dan bahan nuklir dapat menggunakan: a.Studi literatur publikasi IAEA (badan tenaga nuklir internasional), termasuk mengambil referensi dari internet b.Perhitungan batasan keselamatan reaktor nuklir dengan computer code dengan input data dari pustaka maupun pengukuran sendiri. c.Masukan dari narasumber/pakar banjir d.Semua jawaban a, b dan c benar. e.Jawaban a dan b benar f.Jawaban b dan c benar. g.Jawaban a dan c benar

28 LATIHAN SOAL (3) Metodologi pengkajian sistem dan teknologi pengawasan instalasi dan bahan nuklir dapat menggunakan metode kualitatif maupun metode kuantitatif. Yang termasuk metode kualitatif adalah: a.Analisis burnup (fraksi bakar) elemen bakar reaktor GA Siwabessy b.Mengkaji dokumen standar internasional tentang ketentuan kualifikasi operator PLTN c.Analisis keselamatan sistem reaktor TRIGA 2000 dengan computer code MCNP dan Relap5 d.Perhitungan kecukupan air sistem pendingin teras darurat pada kondisi kecelakaan kehilangan air pendingin teras reaktor nuklir e.Jawaban a dan b benar f.Jawaban c dan d benar g.Jawaban b dan c benar

29 LATIHAN SOAL (4) Metodologi pengkajian sistem dan teknologi pengawasan instalasi dan bahan nuklir dapat menggunakan metode kualitatif maupun metode kuantitatif. Yang termasuk metode kuantitatif adalah: a.Mengkaji pengembangan metodologi inspeksi berdasar indikator kinerja keselamatan instalasi nuklir terkait sistem manajemen. b.Pengkajian keselamatan teras RSG GA Siwabessy terhadap modifikasi bahan bakar U3Si2Al dengan computer code PARET. c.Mengkaji bahan/referensi untuk penyusunan peraturan sistem manajemen instalasi nuklir. d.Mengkaji identifikasi ancaman dasar desain untuk keamanan instalasi nuklir. e.Jawaban a dan b benar f.Jawaban c dan d benar g.Jawaban b dan c benar

30 LATIHAN SOAL (5) Kegiatan terkait pengkajian sistem dan teknologi pengawasan instalasi dan bahan nuklir yang bisa diajukan nilai angka kredit (NAK) adalah: a.Membuat masukan análisis bahan kajian untuk dibahas pada rapat pengkajian IBN, secara tertulis (karena tidak bisa hadir), dengan pelaksana pengawas radiasi madya (100%). b.Membuat resume pembahasan dalam rapat pengkajian IBN, meski tidak ditugaskan. c.Mengidentifikasi semua informasi yang terdapat dalam Laporan Analisis Keselamatan Reaktor Serpong sebagai unsur mengambil dan mendokumentasikan data sekunder kajian IBN, dengan pelaksana pengawas radiasi pertama (80%) atau muda (100%) d.Mengukur dimensi bahan nuklir secara langsung untuk perhitungan keselamatan reaktor dari sisi kecukupan pendinginan, dengan pelaksana pengawas radiasi pertama (100%) atau muda (80%). e.Jawaban a dan b benar f.Jawaban c dan d benar g.Jawaban b dan c benar

31 LATIHAN SOAL (6) Kegiatan validasi ataupun benchmarking dalam tahap pengkajian IBN lazim dilakukan. Yang termasuk kegiatan validasi data dan dapat diajukan nilai angka kredit (NAK).: a.Menyusun kesimpulan laporan komparasi studi banding/studi kasus/data lapangan dengan ketentuan/kondisi yang ada/ diharapkan. b.Menyusun merekomendasi hasil studi banding/studi kasus. c.Jawaban a dan b benar. d.Jawaban a dan b salah.

32 LATIHAN SOAL (7) Dalam melaksanakan kegiatan terkait pengkajian IBN dengan menggunakan computer code, yang bisa dinilaikan angka kreditnya: a.Menampilkan input data/informasi dan hasil running komputasi dalam bentuk grafik dengan power point. b.Memperbaiki sarana komputasi/kinerja perangkat lunak/keras, dari yang sebelumnya tidak dapat digunakan, menjadi siap operasi dengan metode outsourcing. c.Jawaban a dan b salah. d.Jawaban a dan b benar.

33 LATIHAN SOAL (8) Dalam suatu rapat pembahasan materi pengkajian IBN, anda ditunjuk sebagai notulis. Maka anda: a.Tidak memperoleh nilai angka kredit (NAK) dari notulis, tapi dianggap sebagai penyaji b.Dapat memperoleh NAK sebagai perumus hasil rapat c.Dapat memperoleh NAK dari unsur menyempurnakan laporan kajian d.Semua jawaban a,b atau c mungkin saja, tergantung kondisi saat pembahasan.

34 LATIHAN SOAL (9) Bahan/Materi/Hasil/Laporan kajian bisa juga diajukan NAK-nya: a.Bila diterjemahkan dalam bahasa Inggris atau bahan presentasi, sesuai tugas. b.Bila dibuat dalam bentuk executive summary untuk keperluan lembaga. c.Dengan syarat Laporan Hasil Kajian (LHK) sudah digunakan oleh unit peraturan, perizinan, atau inspeksi d.Jawaban a dan b benar.

35 LATIHAN SOAL (10) Khusus untuk kegiatan pengkajian, kegiatan yang sangat prospek dilakukan adalah; a.Unsur penunjang tugas pengawasan radiasi, penerjemahan/penyaduran buku dan bahan lainnya di bidang pengawasan radiasi b.Unsur penunjang tugas pengawasan radiasi, pembuatan buku pedoman/ petunjuk pelaksanaan/ petunjuk teknis di bidang pengawasan radiasi c.Unsur utama, pengembangan profesi, melalui pembuatan karya tulis/karya ilmiah di bidang pengawasan radiasi d.Unsur utama, peran serta dalam seminar/ lokakarya di bidang pengawasan radiasi

36

37 SOAL (1) 1. Jelaskan rincian jenis kegiatan pengkajian (~9 tahap) secara umum dan perkiraan pembagian presentasi masing-masing tahap sehingga kegiatan pengkajian tuntas. Jenis KegiatanCapaian 1.Persiapan/pengumpulan literatur/bahan kajian10 % 2.Penerjemahan/Pembuatan resume bahan kajian20 % 3.Penyusunan draft/konsep kajian awal30 % 4. Enrichment Pengayaan kajian/ Exercise /Studi kasus (banding)/Data lapangan 50 % 5. Benchmarking dengan Peraturan/ Code & Standard / Computer Code/ Dokumen Fasilitas yang relevan 70 % 6.Penyusunan draft/konsep kajian pra final/Tindak lanjut hasil benchmarking 80 % 7.Penyempurnaan kajian90 % 8.Penyusunan kajian akhir/finalisasi95 % 9.Penyusunan Laporan Kajian100 %

38 SOAL (2) KASUS : 1.Di lingkungan unit kerja anda, di awal tahun ada kegiatan pengkajian keamanan nuklir nasional dalam rangka penyusunan peraturan perundang- undangan. 2.Sebagai : a) Pengawas Radiasi (PR) Utama, atau b) Pengawas Radiasi (PR) Madya, anda diminta oleh Es. II unit kerja memberikan masukan terkait kegiatan dalam 1 (satu) tahun dengan output laporan kajian. 3. Tim pengkajian yang sudah terbentuk terdiri atas : a. Kepala Pusat Pengkajian (Es. II – 1 orang), b. Kepala Bagian Pengkajian Keamanan Nuklir (Es. III – 1 orang), c. Narasumber Gol IV ke atas (4 orang), d. PR Utama (1 orang), e. PR Madya (1 orang), f. Staf sebagai PR Muda (2 orang), dan g. Staf sebagai PR Pertama (2 orang) 4. Di bulan Agustus, tanpa direncanakan 1 orang PR Muda ditugaskan mengikuti pelatihan di luar negeri dan 1 PR Muda lainnya cuti karena alasan penting sehingga absen secara bersamaan selama 1 (satu bulan). 5. Di bulan Oktober PR Madya absen karena mengikuti workshop.

39 Soal essay : Dalam posisi jabatan fungsional anda (pilih PR Utama atau PR Madya), simulasikan butir-butir angka kredit apa saja yang bisa diajukan penilaiannya sehingga nilai angka kredit (NAK) bisa maksimal dalam 1 (satu) tahun (tidak perlu dengan angka kredit (AK)-nya !! (Petunjuk : 1.Perhatikan kontribusi/persentase kegiatan pengkajian 2.Anda bebas merencanakan kegiatan pengkajian dalam 1 tahun, asal tetap dalam batas wajar., 3.Pertimbangkan kemungkinan mendapat NAK dari 1 jenjang di atas atau di bawah


Download ppt "Proses Penyusunan Butir – Butir Kegiatan Kajian Pengawasan (Peraturan, Perizinan, Inspeksi) Diklat Inpassing 2013 BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR Jl. Gajah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google