Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MIKROBA INDUSTRI ISOLASI, SELEKSI & IDENTIFIKASI MIKROBA INDUSTRI ISOLASI, SELEKSI & IDENTIFIKASI m.k Dasar Teknologi Mikrobial TIN 232 2(2-0) Departemen.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MIKROBA INDUSTRI ISOLASI, SELEKSI & IDENTIFIKASI MIKROBA INDUSTRI ISOLASI, SELEKSI & IDENTIFIKASI m.k Dasar Teknologi Mikrobial TIN 232 2(2-0) Departemen."— Transcript presentasi:

1 MIKROBA INDUSTRI ISOLASI, SELEKSI & IDENTIFIKASI MIKROBA INDUSTRI ISOLASI, SELEKSI & IDENTIFIKASI m.k Dasar Teknologi Mikrobial TIN 232 2(2-0) Departemen Teknologi Industri Pertanian FATETA IPB 2012

2 MIKROBA INDUSTRI Mikroba  kunci keberhasilan suatu fermentasi/ kultivasi Kriteria Mikroba Industri : Merupakan galur murni Merupakan galur murni Sifat genetiknya stabil Sifat genetiknya stabil Dapat menghasilkan sel vegetatif, spora atau unit-unit reproduktif lain Dapat menghasilkan sel vegetatif, spora atau unit-unit reproduktif lain Mampu tumbuh dengan cepat setelah diinokulasi Mampu tumbuh dengan cepat setelah diinokulasi Mampu menghasilkan produk yang diinginkan dalam waktu yang pendek & tidak menghasilkan produk sampingan yang toksik Mampu menghasilkan produk yang diinginkan dalam waktu yang pendek & tidak menghasilkan produk sampingan yang toksik Mampu melindungi diri /bertahan thd. pengaruh lingkungan /kontaminan (pH, suhu, inhibitor) Mampu melindungi diri /bertahan thd. pengaruh lingkungan /kontaminan (pH, suhu, inhibitor) Dapat disimpan dalam jangka waktu yang panjang Dapat disimpan dalam jangka waktu yang panjang Galur dapat dikembangkan kualitasnya (mutasi, rekayasa genetika), sehingga produksinya meningkat Galur dapat dikembangkan kualitasnya (mutasi, rekayasa genetika), sehingga produksinya meningkat

3 Sumber Mikroba Sumber alami (tanah, air, tanaman/hewan, limbah dll) atau lembaga koleksi kultur  dan sangat beragam Sumber alami (tanah, air, tanaman/hewan, limbah dll) atau lembaga koleksi kultur  jumlah dan jenis mikroba sangat beragam Seleksi mikroba yang akan digunakan untuk industri : Seleksi mikroba yang akan digunakan untuk industri : Isolasi mikroba, sehingga diperoleh kultur murni (semua sel dlm populasi identik & berasal dari sel induk yang sama  sifat morfologi & fisiologi seragam). Isolasi mikroba, sehingga diperoleh kultur murni (semua sel dlm populasi identik & berasal dari sel induk yang sama  sifat morfologi & fisiologi seragam). Seleksi sehingga diperoleh galur dengan kinerja terbaik Seleksi sehingga diperoleh galur dengan kinerja terbaik Identifikasi dengan menggunakan metode yang sesuai, sehingga diketahui nama (klasifikasi) mikroba tersebut  e.g Bergey's manual panduan membedakan spesies bakteri berdasarkan perbedaan fenotip isolat Identifikasi dengan menggunakan metode yang sesuai, sehingga diketahui nama (klasifikasi) mikroba tersebut  e.g Bergey's manual panduan membedakan spesies bakteri berdasarkan perbedaan fenotip isolat Mikroba yang telah diperoleh harus disimpan dengan teknik penyimpanan waktu yang panjang. Mikroba yang telah diperoleh harus disimpan dengan teknik penyimpanan waktu yang panjang.

4 ISOLASI Isolasi kultur : kegiatan pemisahan suatu kultur mikroba dari campuran biakan mikroba di alam  sel individu terpisah Isolasi kultur : kegiatan pemisahan suatu kultur mikroba dari campuran biakan mikroba di alam  sel individu terpisah Sebelum mengisolasi, harus diketahui : Sebelum mengisolasi, harus diketahui : - mikroba apa yang akan diisolasi - mikroba apa yang akan diisolasi - habitat - habitat  menentukan sampel apa yang akan diambil dari alam, lokasi dan media apa yang akan digunakan  menentukan sampel apa yang akan diambil dari alam, lokasi dan media apa yang akan digunakan

5 Metode Pengambilan Contoh - Contoh berupa padatan (tanah, serpihan batu, kayu dll) :  Diambil dengan menggunakan spatula atau pinset steril  Penyimpanan menggunakan kantong plastik steril - Contoh berupa cairan atau semi cair (air, lumpur dll) :  Diambil menggunakan pipet steril  Penyimpanan contoh menggunakan botol atau tabung polipropilen steril Contoh segera dibawa ke laboratorium (bila jarak jauh, gunakan es batu pada wadah penyimpanan) Sampel biasanya segera dipakai atau disimpan pada suhu dingin (kulkas)

6 Teknik Isolasi Kultur Murni : - 1. Penggoresan (Streak-plate) & Penyebaran - 1. Penggoresan (Streak-plate) & Penyebaran (Spread-plate) (Spread-plate) - 2. Penuangan (Pour-plate) - 2. Penuangan (Pour-plate) - 3. Kultur Yang Diperkaya (Enrichment Culture) - 3. Kultur Yang Diperkaya (Enrichment Culture) - 4. Pengenceran Berseri (Serial-dilution) - 4. Pengenceran Berseri (Serial-dilution) - 5. Isolasi Sel Tunggal - 5. Isolasi Sel Tunggal

7 1. Teknik Penggoresan (Streak-plate) & Penyebaran (Spread-plate) Umumnya digunakan untuk memperoleh kultur murni mikroba yang tidak berhasil ditumbuhkan pada media padat dan hanya dapat tumbuh pada media cair Untuk bakteri paling sesuai  menggunakan agar cawan Untuk bakteri paling sesuai  menggunakan agar cawan Pengenceran berseri dg larutan garam fisiologis (0,85 %) Penggoresan (jarum Ose) atau penyebaran (batang gelas) pada media agar  koloni tumbuh menyebar Penggoresan dilakukan berulang, sehingga Diperoleh kultur murni 1 sel  1 koloni Sampel

8 Goresan Kuadran /streak.gif Cara Penggoresan Kultur pada Agar Cawan ; 1.Goresan Langsung 2.Goresan Kuadran 3.Goresan Radian

9 Metode Penggoresan  Dengan penggoresan terjadi pengenceran sel secara gradien Goresan langsung Unt mengkultur mikroba) Goresan radian (unt mengkultur mikroba) Goresan Kuadran (isolasi koloni tunggal untuk mempelajari mikroba) culture.html

10 Teknik Penyebaran (Spread-plate) culture.html Batang gelas

11 Teknik ini merupakan prosedur rutin untuk isolasi bakteri & menggunakan peralatan yang sederhana Teknik ini merupakan prosedur rutin untuk isolasi bakteri & menggunakan peralatan yang sederhana Kelemahan : hanya sejumlah kecil contoh yang dapat digunakan/disebarkan pada media Kelemahan : hanya sejumlah kecil contoh yang dapat digunakan/disebarkan pada media Dua sel dapat bergabung menjadi membentuk satu koloni Dua sel dapat bergabung menjadi membentuk satu koloni Contoh : bakteri yang menghasilkan lendir & yang tidak Contoh : bakteri yang menghasilkan lendir & yang tidak  pencegahan dengan menambahkan deterjen  pencegahan dengan menambahkan deterjen 2. Teknik Penuangan (Pour-plate) Prinsip : pengenceran contoh dengan media agar cair (+/ C) alam tabung reaksi, sehingga distribusi sampel merata  dituang ke petri dish & dibiarkan mengeras pada suhu ruang, lalu diinokulasi Prinsip : pengenceran contoh dengan media agar cair (+/ C) alam tabung reaksi, sehingga distribusi sampel merata  dituang ke petri dish & dibiarkan mengeras pada suhu ruang, lalu diinokulasi Tidak cocok untuk isolasi mikroba psikrofilik Tidak cocok untuk isolasi mikroba psikrofilik

12 Sampel +/- 1 g) A B C Suspensi Bakteri 1 ml Agar cair Pengenceran Penuangan Dibiarkan mengeras … Diperiksa Koloni terisolasi Media agar miring Tahap ITahap IITahap III Teknik Penuangan (Pour-plate) A B C Inkubasi

13

14 Metode Penuangan  Pengamatan dapat dilakukan secara kualitatif (morfologi) & kuantitatif (jumlah sel mikroba) Metode Penuangan  Pengamatan dapat dilakukan secara kualitatif (morfologi) & kuantitatif (jumlah sel mikroba) Teknik penggoresan/penyebaran dan penuangan ini lebih efektif dengan menggunakan media selektif/ diferensial atau dengan perlakuan khusus sebelum penanaman pada agar cawan Teknik penggoresan/penyebaran dan penuangan ini lebih efektif dengan menggunakan media selektif/ diferensial atau dengan perlakuan khusus sebelum penanaman pada agar cawan Contoh : Isolasi bakteri pembentuk spora  contoh terlebih dulu Contoh : Isolasi bakteri pembentuk spora  contoh terlebih dulu diberi perlakuan pemanasan s.d 85 0 C selama 5 menit diberi perlakuan pemanasan s.d 85 0 C selama 5 menit Media Selektif : Media Selektif : - Media dg NaCl 7,5 % unt mengisolasi Staphylococcus dari - Media dg NaCl 7,5 % unt mengisolasi Staphylococcus dari faeces faeces - Media BGLBB (brilliant green lactose bile broth) : Salmonellae - Media BGLBB (brilliant green lactose bile broth) : Salmonellae Media Diferensial : Media Diferensial : - Media agar EMB (eosin-methylene blue agar)  terbentuk - Media agar EMB (eosin-methylene blue agar)  terbentuk koloni berbeda & mudah dikenali koloni berbeda & mudah dikenali E. coli : hijau kehitaman/hijau metalik E. coli : hijau kehitaman/hijau metalik Aerobacter aerogenes : tengah ungu tua/coklat, tepi ungu muda Aerobacter aerogenes : tengah ungu tua/coklat, tepi ungu muda

15 3. Kultur Yang Diperkaya Untuk mengisolasi bakteri yang mempunyai sifat fisiologis yang khusus (jumlah kecil & tumbuh lambat) Untuk mengisolasi bakteri yang mempunyai sifat fisiologis yang khusus (jumlah kecil & tumbuh lambat) Prinsip : menggunakan komposisi media dan kondisi inkubasi tertentu, sehingga yang tumbuh hanya bakteri tertentu Prinsip : menggunakan komposisi media dan kondisi inkubasi tertentu, sehingga yang tumbuh hanya bakteri tertentu 1234 (+) (-) Media cair dgn substrat khusus Contoh : bakteri tanah : α-conidendrin Verifikasi

16 4. Teknik Pengenceran Berseri (Serial-dilution) Digunakan jika mikroba dlm kultur campuran terdapat dalam jumlah lebih besar dari pada mikroba lain. Digunakan jika mikroba dlm kultur campuran terdapat dalam jumlah lebih besar dari pada mikroba lain. Contoh : S. lactis dalam susu asam Contoh : S. lactis dalam susu asam Dengan tingkat pengenceran tinggi, sampel hanya mengandung 1 galur mikroba Dengan tingkat pengenceran tinggi, sampel hanya mengandung 1 galur mikroba Perlu dicek kemurnian kultur Perlu dicek kemurnian kultur

17 Serial-dilution Method

18 5. Teknik Isolasi Sel Tunggal a. Metode Mikromanipulator a. Metode Mikromanipulator Menggunakan alat Mikromanipulator yang digabung dengan mikroskop untuk mengambil suatu sel mikroba tunggal dari sampel Menggunakan alat Mikromanipulator yang digabung dengan mikroskop untuk mengambil suatu sel mikroba tunggal dari sampel Dengan Mikromanipulator, operator dapat mengontrol gerakan mikropipet (tabung kapiler) di bawah lensa obyek, sehingga dapat diambil sel tunggal & dipindahkan ke dalam tabung dan selanjutnya dipindahkan ke media yang sesuai Dengan Mikromanipulator, operator dapat mengontrol gerakan mikropipet (tabung kapiler) di bawah lensa obyek, sehingga dapat diambil sel tunggal & dipindahkan ke dalam tabung dan selanjutnya dipindahkan ke media yang sesuai Lebih cepat, namun kelemahannya : Lebih cepat, namun kelemahannya : - alat mahal - alat mahal - operator harus trampil - operator harus trampil

19 Micromanipulator

20 Micromanipulator

21 b. Metode Kapiler untuk mendapatkan sel tunggal mikroba -Beberapa tetes media yang mengandung mikroba, ditempatkan pada penutup gelas obyek steril menggunakan pipet kapiler steril. -Dengan menggunakan mikroskop, cari tetesan yang mengandung hanya 1 mikroba. Tetesan tsb dipindahkan dengan pipet kapiler steril ke media segar  mikroba tunggal yang berada pada tetesan mulai berbiak untuk menghasilkan kultur murni.

22 Pembuktian Kemurnian Kultur Setelah diasumsikan berhasil mengisolasi kultur murni  perlu dilakukan pengujian dengan kriteria sbb. : (Kultur murni : sel-sel mikroba yang ada  sejenis) 1. Mikroba tampak mirip secara mikroskopis dan menunjukkan hasil pewarnaan yang sama 2. Pada saat ditanam pada agar cawan, semua koloni menunjukkan kesamaan. 3. Hasil penggoresan dll seragam 4. Beberapa koloni isolat mempunyai penampakan / karakteristik identik, contoh memfermentasi gula yang sama dll

23 SELEKSI Tujuan : mendapatkan galur dengan kinerja terbaik  - rendemen lebih tinggi  - rendemen lebih tinggi - tidak menghasilkan produk sampingan yang - tidak menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki tidak dikehendaki - peningkatan kemampuan penggunaan sumber C - peningkatan kemampuan penggunaan sumber C dan N yang murah  penurunan biaya prod. dan N yang murah  penurunan biaya prod. - Perubahan morfologi sel menjadi bentuk yang - Perubahan morfologi sel menjadi bentuk yang lebih mudah dipisahkan dari produk lebih mudah dipisahkan dari produk Pendekatan genetika untuk memperbaiki kualitas mikroba : Pendekatan genetika untuk memperbaiki kualitas mikroba : 1. Mutasi 1. Mutasi 2. Rekombinasi 2. Rekombinasi SELEKSI & IDENTIFIKASI

24 Taksonomi (klasifikasi) : Taksonomi (klasifikasi) : penataan teratur unit-unit ke dalam kelompok satuan yang lebih besar penataan teratur unit-unit ke dalam kelompok satuan yang lebih besar  hierarkhi klasifikasi :  hierarkhi klasifikasi : spesies  genus  familia  orde  kelas  filum atau spesies  genus  familia  orde  kelas  filum atau divisi divisi Spesies : satuan atau kelompok dasar dalam semua sistem Spesies : satuan atau kelompok dasar dalam semua sistem klasifikasi organisme klasifikasi organisme Nomenklatur : Nomenklatur : penamaan satuan-satuan yang dicirikan dan dibatasi oleh klasifikasi penamaan satuan-satuan yang dicirikan dan dibatasi oleh klasifikasi  binomial nomenklatur : menggunakan nama kombinasi biner  binomial nomenklatur : menggunakan nama kombinasi biner Latin, misalnya Rhizopus oryzae Latin, misalnya Rhizopus oryzae Identifikasi : Identifikasi : penggunaan kriteria yang ditetapkan untuk klasifikasi dan nomenklatur untuk mengidentifikasi mikroba dengan membandingkan dengan ciri-ciri/ karakteristik yang ada penggunaan kriteria yang ditetapkan untuk klasifikasi dan nomenklatur untuk mengidentifikasi mikroba dengan membandingkan dengan ciri-ciri/ karakteristik yang ada  a.l Menggunakan kunci-kunci identifikasi yang sesuai Contoh : Bakteri : Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology Contoh : Bakteri : Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology

25 Contoh identifikasi bakteri : Contoh identifikasi bakteri : - tidak terdapat bakteroklorofil - tidak terdapat bakteroklorofil - sel tidak berbentuk filamen - sel tidak berbentuk filamen - Gram positif - Gram positif - berbentuk batang - berbentuk batang - menghasilkan endospora - menghasilkan endospora - Katalase positif - Katalase positif - Aerobik - Aerobik - Nitrit negatif - Nitrit negatif - VP (Voges Proskauer) negatif - VP (Voges Proskauer) negatif  Bacillus megaterium  Bacillus megaterium Identifikasi Kapang :  a.l. berdasarkan spora dan miselium  a.l. berdasarkan spora dan miselium Identifikasi khamir :  a.l. berdasarkan spora & kemampuan memfermentasi gula sebagai sumber karbon

26 IDENTIFIKASI Setelah diperoleh kultur murni, dilakukan identifikasi Setelah diperoleh kultur murni, dilakukan identifikasi Metode untuk identifikasi mikroba adalah dengan menggunakan ciri/karakteristik : Metode untuk identifikasi mikroba adalah dengan menggunakan ciri/karakteristik : 1. Morfologis 1. Morfologis Pengamatan ukuran, bentuk dan susunan sel, adanya Pengamatan ukuran, bentuk dan susunan sel, adanya flagela, kapsul atau spora dengan bantuan mikroskop, flagela, kapsul atau spora dengan bantuan mikroskop, baik dengan pewarnaan maupun tidak baik dengan pewarnaan maupun tidak 2. Nutrisional 2. Nutrisional Penentuan senyawa kimia dan kondisi fisik khusus Penentuan senyawa kimia dan kondisi fisik khusus (suhu, cahaya, gas) yang diperlukan untuk (suhu, cahaya, gas) yang diperlukan untuk pertumbuhan mikroba pertumbuhan mikroba 3. Kultural 3. Kultural Penentuan tampilan pertumbuhan pada berbagai Penentuan tampilan pertumbuhan pada berbagai macam media, baik cair maupun padat (bentuk koloni, macam media, baik cair maupun padat (bentuk koloni, permukaan koloni, tepi koloni, warna dll) permukaan koloni, tepi koloni, warna dll)

27 Contoh 1. Karakteristik Morfologis (Pengamatan ukuran, bentuk dan susunan sel, adanya flagela, (Pengamatan ukuran, bentuk dan susunan sel, adanya flagela, kapsul atau spora dengan bantuan mikroskop, baik dengan kapsul atau spora dengan bantuan mikroskop, baik dengan pewarnaan maupun tidak) pewarnaan maupun tidak) Aspergillus E. coli StreptomycesPenicillium

28 Sel Bakteri Contoh 1. Bentuk & Susunan Sel Contoh 1. Bentuk & Susunan Sel

29 Contoh 3. Karakteristik Kultural Contoh 3. Karakteristik Kultural  Tampilan pertumbuhan pada media padat  Tampilan pertumbuhan pada media padat (bentuk koloni, tepi koloni, permukaan koloni dll) (bentuk koloni, tepi koloni, permukaan koloni dll)

30 Kultur pada Agar Miring

31 4. Metabolik Identifikasi & pengukuran perubahan kimiawi yang Identifikasi & pengukuran perubahan kimiawi yang dilakukan mikroba (  contoh kemampuan mikroba untuk dilakukan mikroba (  contoh kemampuan mikroba untuk mengubah karbohidrat menjadi asam organik; gula mengubah karbohidrat menjadi asam organik; gula menjadi asam dan gas dll) menjadi asam dan gas dll) Contoh : E. coli dapat memfermentasi laktosa, sedangkan Contoh : E. coli dapat memfermentasi laktosa, sedangkan Salmonella typhi tidak dapat Salmonella typhi tidak dapat 5. Susunan Kimiawi Penentuan susunan kimiawi berbagai komponen sel (dinding sel, nukleus, membran dll) Penentuan susunan kimiawi berbagai komponen sel (dinding sel, nukleus, membran dll) 6. Susunan Antigen (Serologi) Penelaahan sifat antigen – antibodi yang khas Penelaahan sifat antigen – antibodi yang khas * Antigen : substansi (sel mikroba) yang menstimulasi * Antigen : substansi (sel mikroba) yang menstimulasi produksi antibodi saat diinjeksikan ke hewan produksi antibodi saat diinjeksikan ke hewan 7. Patogenik Penentuan potensi suatu mikroba untuk menimbulkan penyakit Penentuan potensi suatu mikroba untuk menimbulkan penyakit 8. Genetik Kajian berdasarkan untaian DNA mikroba menggunakan DNA Probe Kajian berdasarkan untaian DNA mikroba menggunakan DNA Probe

32 Tujuan : Tujuan : menjaga sampai periode tertentu mikroba tetap dalam kondisi hidup (viable), mencegah terjadinya perubahan genetik & tidak terkontaminasi menjaga sampai periode tertentu mikroba tetap dalam kondisi hidup (viable), mencegah terjadinya perubahan genetik & tidak terkontaminasi  harus mampu melestarikan karakteristik spesies mikroba  harus mampu melestarikan karakteristik spesies mikroba selama diawetkan selama diawetkan Cara : 1. Pemindahan Secara Periodik 1. Pemindahan Secara Periodik - Kultur mikroba secara periodik dipindahkan ke - Kultur mikroba secara periodik dipindahkan ke media baru/segar, contoh : media agar miring media baru/segar, contoh : media agar miring - Komposisi media & suhu serta interval waktu - Komposisi media & suhu serta interval waktu pemindahan harus tepat dan disimpan pada suhu pemindahan harus tepat dan disimpan pada suhu dingin (5 0 C) dingin (5 0 C)  murah & mudah, tapi tidak cocok untuk penyimpanan  murah & mudah, tapi tidak cocok untuk penyimpanan jangka panjang jangka panjang  bakteri 2-3 minggu, fungi 3-4 minggu  bakteri 2-3 minggu, fungi 3-4 minggu PEMELIHARAAN & PENGAWETAN KULTUR MURNI

33 2. Pelapisan Kultur dgn Minyak Mineral 2. Pelapisan Kultur dgn Minyak Mineral - Permukaan agar miring atau media cair dilapisi - Permukaan agar miring atau media cair dilapisi dengan minyak mineral steril (parafin) +/- 0,5 inci dengan minyak mineral steril (parafin) +/- 0,5 inci - Keuntungan : dapat memindahkan sebagian mikroba - Keuntungan : dapat memindahkan sebagian mikroba di bawah permukaan minyak mineral dg jarum Ose, di bawah permukaan minyak mineral dg jarum Ose, lalu diinokulasi ke media segar dengan tetap lalu diinokulasi ke media segar dengan tetap mempertahankan kultur awal mempertahankan kultur awal - Lapisan parafin menjadikan kondisi anaerob dan - Lapisan parafin menjadikan kondisi anaerob dan mencegah pengeringan medium mencegah pengeringan medium mikroba dorman  pengawetan dapat beberapa mikroba dorman  pengawetan dapat beberapa tahun tahun

34 3. Liofilisasi  Pengeringan beku (freeze-drying) - Sel mikroba dikering-bekukan & aktivitas metabolisme - Sel mikroba dikering-bekukan & aktivitas metabolisme stop (dorman)  efektif untuk bakteri (dapat tetap hidup & stop (dorman)  efektif untuk bakteri (dapat tetap hidup & tidak berubah selama bertahun-tahun tidak berubah selama bertahun-tahun - Cara : - Cara : * media berisi senyawa pelindung/penstabil : susu, serum, * media berisi senyawa pelindung/penstabil : susu, serum, natrium glutamat dll natrium glutamat dll * suspensi mikroba (±0,2 ml) ditempatkan dalam ampul * suspensi mikroba (±0,2 ml) ditempatkan dalam ampul (vial) kaca (vial) kaca * Perendalam dalam es kering + alkohol (-78C)  beku * Perendalam dalam es kering + alkohol (-78 0 C)  beku * Ampul dihubungkan dengan kondensor & pompa vakum * Ampul dihubungkan dengan kondensor & pompa vakum  kering (sublimasi)  kering (sublimasi) * Ampul ditutup dengan melelehkan ampul kaca tsb dlm * Ampul ditutup dengan melelehkan ampul kaca tsb dlm keadaan vakum  penyimpanan pada suhu 4C keadaan vakum  penyimpanan pada suhu 4 0 C - Keuntungan : Cocok untuk penyimpanan jangka panjang, - Keuntungan : Cocok untuk penyimpanan jangka panjang, (tahunan) & kemungkinan perubahan kecil & Wadah (tahunan) & kemungkinan perubahan kecil & Wadah penyimpanan kecil penyimpanan kecil

35 Foto Alat Freeze Dryer Freeze drying Chamber Pompa vakum Sampel Kondensor

36 4. Penyimpanan pada Suhu Sangat Rendah (Cryopreservation) - Menggunakan nitrogen cair (sekitar -156 sampai-196C) - Menggunakan nitrogen cair (sekitar -156 sampai C) - Sel dibekukan dengan diberi bahan pelindung beku - Sel dibekukan dengan diberi bahan pelindung beku (gliserol atau dimetil sulfoksida)  mencegah (gliserol atau dimetil sulfoksida)  mencegah pembentukkan kristal es & meningkatkan ketahanan pembentukkan kristal es & meningkatkan ketahanan hidup sel mikroba hidup sel mikroba - Contoh beku disimpan dalam lemari pendingin nitrogen - Contoh beku disimpan dalam lemari pendingin nitrogen cair cair - Cocok untuk kapang - Cocok untuk kapang - Kelebihan : - Kelebihan : hampir sama dgn liofilisasi & kultur yg tidak dapat hampir sama dgn liofilisasi & kultur yg tidak dapat diawetkan dengan liofilisasi, dapat dengan cara ini diawetkan dengan liofilisasi, dapat dengan cara ini

37 5. Penyimpanan pada Tanah Steril - Diterapkan untuk penyimpanan spora bakteri, - Diterapkan untuk penyimpanan spora bakteri, actinomycetes dan kapang actinomycetes dan kapang - Suspensi 5 ml dimasukkan ke dalam tabung reaksi - Suspensi 5 ml dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi 5 g bubuk tanah steril (campuran pasir halus yang berisi 5 g bubuk tanah steril (campuran pasir halus dan tanah liat 1:1) dan tanah liat 1:1) - Dibiarkan pada suhu kamar selama 10 hari sampai - Dibiarkan pada suhu kamar selama 10 hari sampai kering  disimpan pada lemari es kering  disimpan pada lemari es

38 PEMANTAUAN VIABILITAS DAN KESTABILAN MIKROBA Sebelum dan sesudah penyimpanan, sebaiknya viabilitas mikroba diperiksa, sehingga mikroba yang mati selama penyimpanan dapat diketahui Sebaiknya diperiksa pula morfologi dan karakteristik biokimianya,  Bandingkan dengan referensi

39

40 QUIZ Optimasi media kultivasi merupakan tahap penting dalam pengembangan proses produksi yang ekonomis. Di samping kultivasi memiliki kelebihan-kelebihan yang dimiliki kultivasi, harga juga harus dapat berkompetisi dengan sintesis secara kimia. Usaha- usaha apa yang dapat dilakukan untuk menekan biaya media kultivasi ? Menurut sdr hasil samping atau limbah agroindustri apa di daerah sdr yang berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioproduk ? Produk apa yang prospektif dihasilkan dari hasil samping/ limbah tsb ?


Download ppt "MIKROBA INDUSTRI ISOLASI, SELEKSI & IDENTIFIKASI MIKROBA INDUSTRI ISOLASI, SELEKSI & IDENTIFIKASI m.k Dasar Teknologi Mikrobial TIN 232 2(2-0) Departemen."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google