Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Zaman Bapa-bapa Gereja/ Patristik (abad I - V) Alkitab diterima sebagai pedoman utama kekristenan yang berotoritas. Pada masa itu pemikir-pemikir Kristen.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Zaman Bapa-bapa Gereja/ Patristik (abad I - V) Alkitab diterima sebagai pedoman utama kekristenan yang berotoritas. Pada masa itu pemikir-pemikir Kristen."— Transcript presentasi:

1 Zaman Bapa-bapa Gereja/ Patristik (abad I - V) Alkitab diterima sebagai pedoman utama kekristenan yang berotoritas. Pada masa itu pemikir-pemikir Kristen berpendapat bahwa setelah Allah memberikan wahyu kepada manusia, mempelajari filsafat Yunani adalah kesia-siaan bahkan berbahaya

2 Tokoh : Policarpus (69-155), Yustinus Martir (150), Irenaeus ( ) dan Tertulianus ( ). Selanjutnya diikuti oleh Clement dari Alexandria ( ), Athanasius ( ), Gregory dari Nanzianzus ( ) dan Gregory dari Nyssa ( ), yang membuat sintesa ajaran Kristen dengan filsafat Yunani, tanpa mengorbankan kebenaran Alkitab.

3 Bapak gereja yang pemikirannya paling berpengaruh pada abad pertengahan adalah : Aurelius Augustinus ( ). Ajarannya tentang kasih karunia Allah telah mendasari gerakan reformasi Martin Luther di abad pertengahan. Ia menulis ‘Confesiones’ (Pengakuan), ‘De Civitate Dei’ (kota Allah), dan Trinitas. Pemikirannya sangat dipengaruhi oleh ajaran Neo- Platonisme, namun ia tetap berpegang teguh pada Alkitab sebagai Firman Allah.

4 Zaman Bapa-bapa Gereja/ Patristik (abad I - V) Iman Kristen Alkitab sebagai pedoman utama kekristenan yang berotoritas. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Filsafat Yunani dianggap sebagai kesia-siaan Tokoh Policarpus (69-155) Yustinus Martir (150) Irenaeus ( ) Clement dari Alexandria ( ) Tertulianus ( ). Athanasius ( ), Gregory dari Nanzianzus ( ) Gregory dari Nyssa ( ) : sintesa ajaran Kristen dengan filsafat Yunani, tanpa mengorbankan kebenaran Alkitab. Aurelius Augustinus ( ) : Ajaran kasih karunia Allah

5 Zaman Skolastik – Abad Pertengahan (abad V – XV) Sampai abad XII, institusi-institusi pendidikan di Eropa berada di bawah kekuasaan gereja dan biara. Kemudian lambat laun mereka mulai melepaskan diri dari dominasi gereja dan secara perlahan menunjukkan otonominya. Contoh : – Universitas Salerno (dekat Napoli) merupakan universitas pertama yang didirikan untuk studi kedokteran. – Universitas Paris dan Bologne di bidang Hukum. – Di Inggris dibuka universitas Oxford (1170) dan Cambridge (1209). – Di Jerman berdiri juga universitas Vienna (1366) dan Heidelberg (1386).

6 Dengan suasana pendidikan yang lepas dari pengawasan kaum rohaniawan, maka mulailah muncul berbagai persoalan yang menyangkut iman Kristen dan ilmu pengetahuan. Dari universitas-universitas ini muncul tokoh-tokoh dunia yang sangat mempengaruhi zaman.

7 Anselmus (Uskup dari Canterburry) dengan pandangannya yang ortodok dan diikuti gereja waktu itu, ia mencanangkan semboyan ‘Credo ut Inteligam’ artinya “Aku percaya agar aku mengerti”. Melalui semboyan ini, ia menegaskan kepercayaannya kepada pernyataan Tuhan yang diajarkan gereja, dan ia berusaha menjelaskan pasal-pasal kepercayaannya itu, sehingga dapat dimengerti dan diterima kebenarannya secara rasio.

8 Petrus Abaelardus ( ) membalikkannya dengan berkata “Aku mengerti agar aku percaya”. Ia memperkenalkan metode keraguan. Ia mengatakan, “dengan meragukan kita mulai mencari dan dengan mencari kita sampai pada kebenaran”. Dalam bukunya yang terkenal ‘Sic et Non’ (Ya atau Tidak), Abaelardus memadukan beberapa pendapat ajaran Kristen yang bertentangan dengan cara pendekatan dialektika dan logika. Pemikiran ini kemudian berkembang dan diteruskan oleh Petrus Lombardus (1160), yang dikenal sebagai Guru Pemerian.

9 Thomas Aquinas ( ) berusaha memadukan rasio dan iman, serta filsafat Aristoteles dan teologi Agustinus. Ia menulis Summa Theologiae sebagai karyanya yang terbesar, berisi penjelasan iman Kristen secara sistematis.

10 John Wycliffe (1384) dengan semangat reformasi diam-diam menerjemahkan Alkitab dari bahasa Latin (Vulgata) ke dalam bahasa Inggris dan membagikannya, dengan tujuan agar Alkitab dapat dibaca di luar tembok gereja. Teladan Reformasi Wycliffe diikuti oleh …

11 Yohanes Hus (1415) Sebagai dosen dan imam, Hus menentang arogansi dan keduniawian para rohaniawan gereja. Ia menegaskan hanya Kristus sajalah Kepala Gereja, dan hanya Allah yang dapat mengampuni dosa. Ia dituduh menyebarkan ajaran sesat, dan dihukum mati dengan dibakar hidup-hidup.

12 Zaman Skolastik – Abad Pertengahan (abad V – XV) Iman Kristen Institusi-institusi pendidikan di Eropa melepaskan diri dari dominasi gereja Berusaha menggali dan memahami iman Kristen secara sistimatis Penterjemahkan Alkitab dari bahasa Latin (Vulgata) ke dalam bahasa Inggris Perkembangan Ilmu Pengetahuan Penterjemahkan Alkitab dari bahasa Latin (Vulgata) ke dalam bahasa Inggris Tokoh Anselmus (Uskup dari Canterburry) : “Aku percaya agar aku mengerti”. Petrus Abaelardus ( ) : “Aku mengerti agar aku percaya”. Petrus Lombardus (1160) : Guru Pemerian. Thomas Aquinas ( )”Summa Theologiae” : penjelasan iman Kristen secara sistematis. John Wycliffe (1384) : penterjemahkan Alkitab dari bahasa Latin (Vulgata) ke dalam bahasa Inggris Yohanes Hus

13 Kesimpulan : Pada era Skolastik telah terjadi kebangunan besar para mahasiswa/ kaum intelektual yang berusaha mencari dan memahami kebenaran Firman Tuhan dengan akal budi/ nalar mereka. Sebagian mereka tidak lagi mengutamakan iman kepada Kristus sebagai dasar untuk memahami kebenaran, namun ada juga di antara mereka yang masih tetap berpegang teguh pada iman sejati.

14 Jelaskan perbedaan perkembangan iman dan pemikiran Kristen antara Zaman Bapa-bapa Gereja/ Patristik (abad I - V) dengan Zaman Skolastik – Abad Pertengahan (abad V – XV)!

15 Perbedaan perkembangan iman dan pemikiran Kristen antara Zaman Bapa-bapa Gereja/ Patristik (abad I - V) dengan Zaman Skolastik – Abad Pertengahan (abad V – XV Zaman Bapa-bapa Gereja/ Patristik (abad I - V) Alkitab sebagai pedoman utama kekristenan yang berotoritas. Zaman Skolastik – Abad Pertengahan (abad V – XV) Institusi- institusi pendidikan di Eropa melepaskan diri dari dominasi gereja Berusaha menggali dan memahami iman Kristen secara sistimatis Penterjemahkan Alkitab dari bahasa Latin (Vulgata) ke dalam bahasa Inggris

16 Zaman Renaissance – Reformasi (abad XV - XVI) Perhatian terpusat hanya pada manusia, sebagai individu atau makhluk sosial : – Manusia mulai mengembangkan pikiran secara bebas dalam bidang seni, sastra dan ilmu pengetahuan. – Manusia mulai menyelidiki alam semesta dan bebas dari ikatan-ikatan tradisi atau prasangka- prasangka zaman, semboyannya adalah “kembali ke sumbernya”.

17 Leonardo da Vinci ( ) dengan kegeniusannya melukis, mematung, meneliti anatomi tubuh manusia, tumbuhan dan binatang, meneliti matematika, sipil, permesinan, bahkan visi untuk merancang kapal terbang, kendaraan lapis baja, kapal selam dan manusia mekanik/ robot. Ia membantu Raphael dan Michaelangeo dalam merancang kapel Sistine di katedral St. Petrus Roma. Mahakaryanya, The Last Supper ( ) dilukis pada dinding biara Santa Maria di Milan. Lukisan terkenal lainnya adalah Mona Lisa yang kini diletakkan di musium Louvre Paris.

18 Nicolaus Copernicus ( ) : menulis buku yang menjelaskan tentang susunan semesta bahwa matahari pusat semesta (heliocentric) dan pandangan ini menjatuhkan pandangan Ptolomeus, yang mengatakan bumi adalah pusat semesta (geocentric) yang pada waktu itu diyakini oleh gereja.

19 Pandangan Copernicus ini diperkuat oleh penyelidikan yang dilakukan oleh : Johanes Keppler ( ) dan

20 Galileo Galilei ( ). Konflik ini ternyata menggoyahkan kepercayaan banyak orang terhadap gereja. Walaupun sebenarnya pandangan gereja waktu itu, bahwa bumi adalah pusat bukanlah berdasarkan penyataan Alkitab tetapi sebenarnya sangat dipengaruhi oleh ajaran filsafat Aristoteles. Namun kesalahan tafsir gereja tersebut telah terlanjur dipercaya oleh banyak orang, sehingga pada akhirnya menimbulkan keraguan terhadap kewibawaan Alkitab.

21 Renaissance bukan hanya memunculkan pemikir-pemikir bebas, tetapi juga melahirkan tokoh-tokoh Kristen di antaranya: Johannes Gutenberg ( ) menemukan mesin cetak, dan pertama kali mencetak 200 salinan Alkitab Vulgata. Selanjutnya Gutenberg dengan cepat menggandakan terjemahan Alkitab dalam bahasa lainnya, sehingga firman Allah dapat dibaca dan dipahami secara bebas, dan Injil dengan cepat dapat diberitakan ke penjuru dunia.

22 Desiderius Erasmus ( ), ia mengadakan pembaharuan gereja melalui penyelidikan Alkitab dalam bahasa Ibrani dan Yunani, dan mempelajari pemikiran Bapa- bapa Gereja terdahulu. Erasmus meletakkan dasar reformasi Protestan.

23 Kemudian dilanjutkan oleh Martin Luther ( ), ia menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman, dan menempelkan 95 dalil di pintu gereja Wittenberg sebagai wujud perlawanan terhadap Surat Penghapus Siksa yang dikeluarkan gereja saat itu. Surat ini dapat dibeli oleh semua orang. Dengan memiliki surat ini, jiwa seseorang yang sudah meninggal dapat dibebaskan dari api penyucian. (Johann Tetzel menyerukannya, “Ketika uang bergemerincing dalam peti, jiwapun melompat dari api penyucian.” Sehingga masyarakat terbiasa percaya bahwa dosa bisa diampuni hanya dengan membeli surat ini.)

24 Perjuangan ini membuahkan reformasi Protestan dimana- mana : Ulrich Zwingly ( ) : memimpin reformasi di Swiss. John Calvin ( ) : – melanjutkan perjuangan reformasi dengan menerbitkan Institutio: Pengajaran Agama Kristen. – Wibawa moral Calvin sebagai seorang Kristen telah memperbaharui kota Jenewa yang bejat, sehingga kota itu disebut sebagai “kerajaan Allah di atas bumi”. John Knox :( ) : memimpin reformasi di Skotlandia dengan mempengaruhi parlemen. Jacobus Arminius ( ) menolak pandangan reformator Agustinus dan Calvin yang dituangkan dalam tulisannya Declaration of Sentiments. Gerakan dari para tokoh ini melahirkan gereja-gereja Protestan, Lutheran, Anabaptis, Menonit dan Anglikan.

25 Zaman Renaissance – Reformasi (abad XV - XVI) Iman Kristen Manusia, sebagai individu atau makhluk sosial : 1. Mengembangkan pikiran secara bebas dalam bidang seni, sastra dan ilmu pengetahuan menyelidiki alam semesta 2. Bebas dari ikatan-ikatan tradisi atau prasangka-prasangka zaman dengan “kembali ke sumbernya Reformasi kristen : Manusia memperoleh pengampunan dan diselamatkan karena anugerah dan bukan karena surat penghapus dosa Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pelukis IImu Alam Mesin cetak Alkitab Tokoh Pelukis : Leonardo da Vinci ( ), Raphael dan Michaelangeo IImu Alam: Nicolaus Copernicus ( ), Johanes Keppler ( ), Galileo Galilei ( ). Tokoh Kristen : Johannes Gutenberg ( ) : mesin cetak Alkitab Desiderius Erasmus ( ) : penyelidikan Alkitab dalam bahasa Ibrani dan Yunani Reformator : Martin Luther ( ) :reformator Kristen dan penterjemahkan Alkitab ke bahasa Jerman, Ulrich Zwingly ( ) di Swiss, John Calvin ( ) di Jerman dan bukuInstitutio, John Knox :( ) di Skotlandia,Jacobus Arminius ( ) menolak pandangan reformator Agustinus dan Calvin

26 Jelaskan sejarah terjadinya gerakan reformasi kristen di Zaman Renaissance – Reformasi (abad XV - XVI) !

27 Sejarah terjadinya gerakan reformasi kristen di Zaman Renaissance – Reformasi (abad XV - XVI) ! Desiderius Erasmus ( ), penyelidikan Alkitab dalam bahasa Ibrani dan Yunani Martin Luther ( ), ia menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman, dan menempelkan 95 dalil di pintu gereja Wittenberg sebagai wujud perlawanan terhadap Surat Penghapus Siksa yang dikeluarkan gereja saat itu. Ulrich Zwingly ( ) : memimpin reformasi di Swiss. John Calvin ( ) : melanjutkan perjuangan reformasi dengan menerbitkan Institutio: Pengajaran Agama Kristen. Wibawa moral Calvin sebagai seorang Kristen telah memperbaharui kota Jenewa yang bejat, sehingga kota itu disebut sebagai “kerajaan Allah di atas bumi”. John Knox :( ) : memimpin reformasi di Skotlandia dengan mempengaruhi parlemen.

28 Zaman Rasionalisme dan Revolusi Industri (abad XVII- XVIII) Bapak Filsafat Modern : Rene Descartes ( ), ‘Cognito Ergo Sum’ (Aku berpikir maka aku ada) Melepaskan diri dari kungkungan gereja Filsafat mengalahkan peran agama/ iman, karena dengan rasio manusia memperoleh kebenaran

29 Empirisisme : menuntut bukti-bukti pengalaman yang bisa diterima panca indra sebagai kenyataan yang logis Tokoh : John Locke ( ) & David Hume ( ). Pandangan ini menjadi benih munculnya kritik terhadap masalah mujizat di dalam Alkitab

30 G.W.Leibnitz ( ) dan Isaac Newton : menyatakan bahwa struktur alam semesta terdiri dari substansi sederhana yang tak terhingga jumlahnya. Pandangan ini menimbulkan tanda tanya, jikalau begitu apakah Allah itu?

31 Rasionalisme : dikenal sebagai zaman kebangkitan ilmu pengetahuan alam, yang kemudian berlanjut dengan terjadinya Revolusi Industri di mana- mana. Di Inggris digerakkan oleh para inovator/ penemu teknologi, diantaranya :

32 John Kay (1733) : penemu kumparan terbang,

33 Richard Arkwright (1769) : penemu alat tenun yang bekerja secara otomotif,

34 James Hargreaves (1765) : penemu alat pemintal, Edmund Cartwright (1785) : penemu alat tenun dengan tenaga uap, dan

35 James Watt (1796) penemu mesin uap.

36 Di tengah zaman yang menuntut rasionalitas dan pesimis mencurigai Alkitab, muncullah para ilmuwan besar yang mengasihi Tuhan. Diantaranya adalah Blaise Pascal ( ), seorang ahli matematika. Ia berpendapat, “Langkah terakhir akal adalah mengakui bahwa masih sangat banyak hal-hal yang belum terjangkau olehnya. Akal itu lemah jikalau tidak bisa menyadari hal ini.” Ia menyadarkan banyak orang, bahwa kebenaran Alkitab lebih dalam dari pada argumen-argumen logika manusia.

37 Di tengah zaman yang menuntut rasionalitas dan pesimis mencurigai Alkitab, muncullah para ilmuwan besar yang mengasihi Tuhan. Diantaranya adalah : Isaac Newton ( ) juga menyatakan, refleksi rasional terhadap gejala-gejala alam membawa manusia kepada kesimpulan bahwa ada keberadaan yang hidup, yang maha hadir, yang cerdas dan yang esa.

38 Perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan alam pada masa itu juga memberi dampak yang sangat besar pada pergumulan iman Kristen. Ini nampak jelas dalam ajaran Kristen yang diberitakan gereja :  Gerakan reformasi terus berkembang semakin luas  Injil diberitakan dengan berbagai cara yang sama sekali berbeda dari waktu sebelumnya  Formalitas dan kekakuan gereja telah ditinggalkan sedikit demi sedikit

39 Pelukis Rembrant (1662) membuat setiap lukisannya sebagai suatu pengakuan imannya. John Bunyan ( ) mengungkapkan ajaran Firman Tuhan melalui kisah Perjalanan Seorang Musafir. Comenius (1628) sebagai pakar pendidikan, menyatakan bahwa pendidikan yang benar akan meningkatkan perdamaian.

40 Muncul komposer-komposer besar seperti : Johann Sebastian Bach, George Frederic Handel dan Felix Mandelssohn (1685) yang menggubah lagu- lagu dan oratorio kisah-kisah di dalam Alkitab. Isaac Watt (1709) menerbitkan lagu-lagu rohani dan hymn yang sarat berisi ajaran Kristen.

41 Jonathan Edwards ( ) memimpin kebangunan rohani dari kota ke kota, kotbahnya terfokus pada “pembenaran hanya oleh iman.” Ia menulis buku Religious Affections, berisi penolakan terhadap kebangunan rohani yang bersifat rasional. Ia menegaskan, keagamaan yang sesungguhnya tidak hanya terdapat dalam pikiran, tetapi juga di dalam ‘perasaan’, yaitu hati, emosi dan kehendak.

42 John Wesley ( ) dan Charles Wesley ( ) memberitakan Injil dan mengajarkan Firman Tuhan ke seluruh wilayah di Inggris dan Skotlandia, menjangkau orang sederhana dan budak-budak. Mereka membangkitkan kembali semangat Injil dan mendirikan gereja Methodis.

43 Robert Raikes (1780) membangkitkan gereja melalui kelas-kelas sekolah Minggu. Kebenaran Injil diberitakan ke Asia oleh para misionaris di antaranya adalah :  William Carey (1793) ke India,  Adoniram dan Ann Judson (1812) ke Myanmar dan yang lainnya.

44 Iman Kristen Gerakan reformasi terus berkembang semakin luas Injil diberitakan dengan berbagai cara yang sama sekali berbeda dari waktu sebelumnya Formalitas dan kekakuan gereja telah ditinggalkan sedikit demi sedikit Rembrant (1662) : lukisan sebagai suatu pengakuan imannya John Bunyan ( ) : buku Perjalanan Seorang Musafir sebagai ajaran firman Tuhan Johann Sebastian Bach, George Frederic Handel, Felix Mandelssohn (1685), Isaac Watt (1709) :menggubah lagu-lagu dan oratorio kisah-kisah di dalam Alkitab Jonathan Edwards ( ) :Religious Affections, pengkhotbah John Wesley ( ) dan Charles Wesley ( ) : mendirikan gereja Methodis Robert Raikes (1780) : sekolah minggu Missionaris : William Carey (1793) ke India, Adoniram dan (1812) dan Ann Judson ke Myanmar Perkembangan Ilmu Pengetahuan Melepaskan diri dari kungkungan gereja Filsafat mengalahkan peran agama/ iman, karena dengan rasio manusia memperoleh kebenaran menuntut bukti-bukti pengalaman yang bisa diterima panca indra sebagai kenyataan yang logis sehingga muncul kritik terhadap masalah mujizat di dalam Alkitab Tokoh John Kay (1733) : penemu kumparan terbang Richard Arkwright (1769) : penemu alat tenun yang bekerja secara otomotif James Hargreaves (1765) : penemu alat pemintal Edmund Cartwright (1785) : penemu alat tenun dengan tenaga uap James Watt (1796) penemu mesin uap Blaise Pascal ( ): ahli matematika Isaac Newton ( ) : ilmuwan alam

45 Kekristenan Pada Zaman Modern (abad XIX - XX) Memasuki abad XIX, pengaruh rasionalisme dalam perkembangan ilmu pengetahuan telah merambah semakin luas memasuki era agnostisisme (meragukan keberadaan Allah) dan ateisme (tidak mempercayai Allah ada). Agama dipahami tidak lebih sebagai suatu pilihan pribadi, seperti memilih masuk suatu perkumpulan yang disukai.

46 Era modern ditandai dengan kehadiran : Teori Evolusi : Charles Darwin ( ).

47 Sigmund Freud ( ) “semua tingkah laku manusia merupakan gejala-gejala jiwa saja yang sebenarnya sudah ada dalam bawah sadar jiwa manusia itu sendiri.” Menurut Freud, agama adalah ilusi manusia belaka dan agama merupakan obyek pelarian kejiwaan.

48 Karl Marx ( ) sebagai Bapa Materialisme Modern Ludwig Feurbach ( ) : – adalah orang ateis, mereka menolak keberadaan Allah. – Menurut mereka alam hanya memiliki kekuatan materi saja, hakekat keberadaan roh ditolaknya. – Konsep Allah menjadi konsep alam, dan alam adalah dasar keberadaan manusia. – Feurbach mencetuskan suatu ide tentang Allah, bahwa “God is dead”. Jadi karena tak ada Allah, maka manusia dalam hidupnya harus memutuskan sendiri.

49 Gerakan Liberalisme :merupakan awal penyesuaian ajaran Kristen dengan dunia modern. Kaum Kristen Liberal ini bersedia melepaskan banyak ajaran tradisional iman Kristen dalam usahanya untuk mencari makna kebenaran. Tokohnya yang terkenal adalah : – Friedrich Schleiermacher ( ), ia memisahkan pengalaman percaya dengan fakta-fakta sejarah; – Albrecht Ritschl ( ) memahami Yesus Kristus sebagai manusia yang sempurna; dan – Adolf von Harnack ( ) mengupas inti Injil dari sudut pandang sejarah.

50 Bapak filsafat Eksistensialisme adalah Søren Kierkegaard ( ). Ia menyerang Kekristenan, baginya iman itu tidak rasional, menerima yang tidak masuk akal dan paradoks. Baginya iman merupakan langkah pertanggungjawaban yang mengandung resiko.

51 Kelompok Injili/ Evangelical : juga berusaha menyesuaikan diri dengan cara tersendiri. Dalam prosesnya mereka menekankan tidak boleh menyimpang dari Injil yang diberitakan Alkitab. Muncullah para tokoh di antaranya : – Charles Finney ( ), ia membakar semangat kebangunan rohani dari kota ke kota. – Dwight L. Moody ( ) menggerakkan para pengusaha untuk melayani Tuhan dengan harta mereka. Moody mengadakan kebangunan rohani dimana-mana, khususnya di kalangan pendidikan dan mahasiswa. – Benjamin Warfield ( ) membuktikan Alkitab tidak dapat salah. – Helmut Thielicke ( ) dalam khotbahnya selalu menghubungkan Injil dengan kenyataan dunia modern saat itu.

52 Setelah Perang Dunia Pertama dan kedua muncul reaksi terhadap Liberalisme yang disebut sebagai gerakan Ortodoksi Baru. Gerakan ini serupa dengan Injili yang mengutamakan penyataan Allah dan Alkitab, namun tidak kembali kepada iman tradisional dari Alkitab. Tokohnya : – Karl Barth ( ), ia berpendapat bahwa Firman Allah bukan suatu pedoman informasi yang statis, tetapi sebagai peristiwa dinamis yang menuntut respon. – Dietrich Bonhoeffer ( ) di dalam bukunya ia membedakan antara kasih karunia dalam Yesus Kristus yang murah dan yang mahal. – Reinhold Niebuhr ( ) berusaha menjelaskan relevansi iman Kristen dengan kehidupan sosial dalam masyarakat modern. – Gustaf Aulén ( ) terkenal dengan ringkasan kuliahnya berjudul Christus Victor (Kristus Sang Pemenang), Kristus mati untuk memenuhi keadilan Allah, membuat manusia berdosa dapat diterima oleh Allah – Kekristenan terus berkembang hingga hari ini dengan pergumulannya menghadapi pergolakan dan kemajuan zaman. Dengan berbagai cara/ upaya dan perjuangan pribadi-pribadi, Injil tetap diberitakan kepada setiap orang yang belum percaya.

53 Dengan mempelajari langkah-langkah sejarah dari gereja mula-mula sampai zaman modern ini, kita dapat menarik beberapa kesimpulan: 1. PERKEMBANGAN IMAN KRISTEN : Timbulnya beberapa pemikiran yang menentang iman kristen berawal dari kegagalan kaum rohaniawan dan pemikir Kristen. Mereka angkuh dengan menganggap gereja mempunyai hak penuh mengatur apa yang baik bagi setiap detail kehidupan manusia. Mereka menjadikan tafsir Alkitab terhadap ilmu alam sebagai pandangan yang mutlak. 2. PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN : Konsep dan hasil penemuan para ilmuwan sangat mempengaruhi dan membentuk pandangan masyarakat. Baik penemuan yang positif (seperti Galileo Galilei dan Johanes Keppler), maupun yang negatif (seperti Charles Darwin) semua berdampak pada pola pikir masyarakat. 3.IMAN KRISTEN DAN ILMU PENGETAHUAN : Dunia membutuhkan ilmuwan yang mengasihi Tuhan dengan hasil karya- karya ilmiah yang berguna bagi masyarakat. Mereka dapat menyatakan kebenaran iman Kristen melalui karyanya, mengoreksi dan memberikan alternatif jawaban terhadap pandangan yang bertentangan dengan iman Kristen.


Download ppt "Zaman Bapa-bapa Gereja/ Patristik (abad I - V) Alkitab diterima sebagai pedoman utama kekristenan yang berotoritas. Pada masa itu pemikir-pemikir Kristen."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google