Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN Cover. Sejarah Kebakaran Hutan di Indonesia  In Indonesia forest fire seems to be a regular phenomenon that could happen every.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN Cover. Sejarah Kebakaran Hutan di Indonesia  In Indonesia forest fire seems to be a regular phenomenon that could happen every."— Transcript presentasi:

1 KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN Cover

2 Sejarah Kebakaran Hutan di Indonesia  In Indonesia forest fire seems to be a regular phenomenon that could happen every year  The 1997 fire episode was the most serious forest fires in the last 15 years.  Official government figures put the 1997 forest fires in Indonesia at 263, hectares and land fires at 119,878 hectares.  Comparison : In , an estimated 3.5 million hectares of forest in East Kalimantan were damage by drought and subsequent fires.

3 FIRE Sejarah Sejarah Api, merupakan alat kehidupan tertua sejak jaman purba. Api dan Tradisi Api dan Tradisi Selain untuk kebutuhan pokok, api digunakan untuk peperangan, acara adat, budaya bahkan kepercayaan tertentu Penggunaan Penggunaan Kebutuhan RT, senjata, industri RT – besar, pembukaan lahan, membakar limbah

4 PERILAKU API (Fire Behaviour) Fire Triangel (Segitiga Api) O2 HEAT FUEL

5 CARA PENYEBARAN PANAS KONDUKSI

6 Tipe Kebakaran Hutan Ground Fire (kebakaran bawah) Ground Fire (kebakaran bawah) Surface Fire (kebakaran permukaan) Surface Fire (kebakaran permukaan) Crown Fire (kebakaran tajuk) Crown Fire (kebakaran tajuk) Spot Fire (kebakaran lompat) Spot Fire (kebakaran lompat)

7 Ground Fire  Terjadi pada lapisan tanah organik/duff  Api berasal dari permukaan kemudian menjalar membentuk kubah bara api.  Api menjalar lambat karena suplai angin (oksigen) terbatas, kecuali bahan bakar terbakar terekspose dengan udara  Penjalaran api cenderung berbentuk lingkaran  Api menjalar dan dapat mengakibatkan suface fire (kebakaran permukaan)  Api secara horisontal/ke samping lebih cepat menjalar dibanding secara vertikal/ke bawah tergantung kecepatan angin  Api sulit terdeteksi dan dipadamkan  Hasil pembakaran didominasi oleh asap yang mengandung uap air, karbon dioksida, karbon monoksida, hidrokarbon, methane.  Tipe kebakaran yang menyebabkan kabut asap

8

9

10

11 ab d c Lahan Terbakar di Pinggir Jalan Kota Palangkaraya (a) dan (b) Lahan disepanjang kiri kanan dari Bandara ke Palangkaraya (c) Papan Peringatan (d) Api Pembakaran di Lahan Gambut Masyarakat

12 Surface Fire Api berasal dari permukaan (surface) Api menjalar lebih cepat karena bahan bakar terekspose langsung dengan angin dan suplai oksigen lebih besar. Penjalaran mengikuti bentuk ellips sesuai arah angin Api menjalar dan mengakibatkan kebakaran bawah (ground fire) dan kebakaran tajuk (crown fire) Api terhenti apabila lantai hutan bersih dari bahan bakar bawah (serasah, anakan kering, alang-alang dan semak belukar kering Kebakaran sangat tidak terkendali pada kebakaran alang-alang karena angin bertiup sangat kencang. Sebagian diterapkan secara terkendali untuk manipulasi ekosistem/habitat, pengendalian hama/penyakit dan mempercepat regenerasi alami

13 KEBAKARAN PERMUKAAN

14 Crown Fire Api berasal dari kebakaran permukaan dan menjalar lewat batang hingga membakar tajuk Penjalaran api berbentuk ellips sangat lonjong karena angin bertiup kencang Menimbulkan turbulensi udara sehingga api cepat menjalar Sangat sulit dipadamkan Bahan bakar yang terbakar beterbangan dan menimbulkan api ditempat lain (Spot Fire) Pemadaman lewat udara lebih tepat

15

16

17 Spot Fire Api berasal dari loncatan bahan bakar terbakar khususnya dari kebakaran tajuk Api menyebar secara tidak terkendali tergantung kecepatan angin yang melontarkan loncatan api. Loncatan bahan bakar terbakar dapat menimbulkan ground fire, surface fire, dan crown fire.

18 Faktor Yang Mempengaruhi Nyala Api Bahan Bakar (jenis bahan bakar, kekompakan bahan bakar, kadar air bahan bakar) Cuaca (curah hujan, angin, suhu, kelembaban, radiasi matahari) Topografi (kelerengan, aspect)

19 Penyebab Kebakaran Hutan Alami (petir, gunung meletus, gesekan cabang pohon, batubara) Aktifitas manusia (terkendali dan tidak terkendali) = 99 %

20 Bahan Bakar Jenis Bahan Bakar (berhubungan dengan bentuk, ukuran dan ketersediaan zat yang mudah terbakar) - Bahan Bakar halus (alang-alang, pinus, eukaliptus) - Bahan Bakar kasar (daun lebar: jati, dipterocarpaceae) Kekompakan Bahan Bakar (berhubungan dengan kepadatan bahan bakar, sifat fisik kayu, kerapatan pori, supplai oksigen ke bahan bakar) - padat/kompak (kayu, cabang kayu, pohon tumbang, kayu keras) - halus : alang-alang, semak belukar, daun, kayu lunak) Kadar Air Bahan Bakar (berhubungan dengan kemudahan bahan bakar terbakar, kemampuan menyerap energi pemanasan, pelepasan uap air, asap yang ditimbulkan) - Bahan bakar kering (kadar air rendah) - Bahan bakar basah (kadar air tinggi)

21 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BAHAN BAKAR HUTAN jenis bahan bakar jenis bahan bakar kelembaban bahan bakar kelembaban bahan bakar susunan & ketersinambungan susunan & ketersinambungan bahan bakar bahan bakar volume bahan bakar volume bahan bakar Catatan: uraian rinci lihat hal 6 dlm buku Panduan Penggunaan Materi Pelatihan Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran Hutan (JICA)

22 TIPE BAHAN BAKAR HUTAN

23 SEBARAN VERTIKAL BAHAN BAKAR HUTAN Bahan Bakar Atas Bahan Bakar Permukaan Bahan Bakar Bawah Tajuk pohon dahan-dahan Lumut Snags Vegetasi Bawah Dolok Serasah Humus, gambut akar tumbuhan Tanah Mineral

24 Bahan Bakar Halus (A) dan Bahan Bakar Kasar (B)

25 Alang- alang 2,5 – 12,5 ton/ha Semak 50 – 100 ton/ha Hutan Campuran 100 – ton/ha Hutan Tanaman 250 – ton/ha

26 Limbah Hasil Pembukaan Ladang di Kalteng

27 Hutan Jati Terbakar

28 EukalpiptusSemak belukar GambutAkasia

29 Cuaca dan Iklim Menurut Fuller (1991), karena cuaca sangat mempengaruhi bagaimana, dimana dan kapan kebakaran hutan dapat terjadi, pengendali kebakaran menyebutnya sebagai cuaca kebakaran (fire weather) yaitu sifat-sifat cuaca yang mempengaruhi terjadinya kebakaran. Misalnya cuaca panas yang kering disertai dengan angin kencang, badai dan petir akan menyebabkan kebakaran.

30 Faktor-faktor cuaca seperti suhu, kelembaban, stabilitas udara serta kecepatan dan arah angin secara langsung mempengaruhi terjadinya kebakaran.

31 Suhu, kelembaban relatif, dan curah hujan berpengaruh terhadap kadar air bahan bakar. Angin adalah faktor yang dominan dalam mempengaruhi perilaku api. Angin adalah elemen yang paling penting untuk memprediksi akibat variabilitas kecepatan angin dan arah ngin serta pengaruh- pengaruh dari topografi, vegetasi dan pemanasan dan pendinginan lokal (Pyne, Andrews dan Laven, 1996).

32 Topografi Mempengaruhi penjalaran api Api bergerak lebih cepat dari lembah menuju bukit Api bergerak lebih lambat dari bukit ke lembah Api bergerak mengikuti arah angin dan bahan bakar yang telah kering akibat terekspose api yang menyala.

33 Aktifitas Manusia Penyebab Kebakaran Hutan Pembukaan lahan untuk perladangan Pembukaan lahan untuk perkebunan Pembukaan lahan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI) Pembukaan lahan untuk pembersihan lahan milik (dijual) Kesengajaan (konflik masyarakat dengan pengelola, pencurian kayu, penggembalaan) Kelalaian (api dari perkemahan, puntung rokok, pondok pemburu, peladang)


Download ppt "KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN Cover. Sejarah Kebakaran Hutan di Indonesia  In Indonesia forest fire seems to be a regular phenomenon that could happen every."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google