Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Edisi : XIII/8Juli 2012 HARI MINGGU BIASA XIV “ Tiada nabi yang tidak tidak dihormati kecuali di tempat asalnya sendiri” Bacaan I : Yeh. 2:2-5 II : 2Kor.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Edisi : XIII/8Juli 2012 HARI MINGGU BIASA XIV “ Tiada nabi yang tidak tidak dihormati kecuali di tempat asalnya sendiri” Bacaan I : Yeh. 2:2-5 II : 2Kor."— Transcript presentasi:

1 Edisi : XIII/8Juli 2012 HARI MINGGU BIASA XIV “ Tiada nabi yang tidak tidak dihormati kecuali di tempat asalnya sendiri” Bacaan I : Yeh. 2:2-5 II : 2Kor 12:7-10 Mzm 122:1-4 Bacaan injil : Mrk 6:1-6 Pada suatu ketika Yesus kembali ke tempat asalNya, sedang murid-muridNya mengikuti dia. Pada hari sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperolehNya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepadaNya? Dan mujizat-mujizat yang demikian, bagaimanakah dapat diadakan oleh tanganNya ? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudaraNya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati dimana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, diantara kaum keluarganya dan dirumahnya.” Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tanganNya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidak percayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar. “Seorang Nabi dihormati dimana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri” KATEKESE Pada saat kita mengikuti perayaan Ekaristi Kudus, kapan dan bagaimana kita harus mengambil sikap berdiri ? dan apa makna dari sikap berdiri itu ? 1. Sikap berdiri dilakukan ketika kita akan menyambut Imam dan para pelayan umat yang berarak menuju ruang altar ketika Misa Kudus akan dimulai, demikian juga ketika Misa Kudus telah berakhir. Sikap ini memiliki makna “Penghormatan kepada Allah” yang datang dan hadir di tengah-tengah kita. 2. Sikap berdiri dilakukan juga pada saat akan dilakukan Pemakluman Injil Suci. Sikap ini dilakukan sebagai tanda hormat pada Tuhan Yesus Kristus yang bangkit mulia dan yang hendak memaklumkan sabdaNya. 3. Sikap berdiri dilakukan juga ketika kita akan mengucapkan kalimat Syahadat. Sikap ini memiliki makna untuk memperbarui pengakuan iman sebagai tanda kesediaan menjadi saksi Kristus. 4. Selain itu sikap berdiri dilakukan juga pada saat menyampaikan Doa Umat. Sikap ini memiliki makna sebagai tanda hormat kepada Allah yang tetap setia mendengarkan dan mengabulkan doa-doa kita. 5. Sikap berdiri juga dilakukan ketika kita mengucapkan/menyanyikan Bapa Kami. Sikap ini memiliki makna sebagai tanda pujian dan permohonan kepada Allah. 6. Sikap berdiri dilakukan juga ketika Imam akan mengucapkan Doa Sesudah Komuni. Sikap ini memiliki makna sebagai tanda syukur kepada Allah. Sumber : Dirangkum dari Buku Tata Perayaan Ekaristi, Renungan: Nama besar Yesus yang begitu populer dan dikagumi oleh banyak orang di berbagai tempat ternyata tidak menumbuhkan kekaguman dan rasa hormat dari orang-orang di daerah asalNya. Ketika Ia mengajar, banyak orang memandangNya dengan rasa takjub, tetapi kekaguman itu membuahkan penolakan atas diriNya, karena orang-orang itu mengenalNya sejak kecil. Mereka mungkin tidak ingin menerima kenyataan, bahwa Mesias yang dinanti-nanti itu sesungguhnya tidak lebih dari pada salah seorang dari antara mereka sendiri. Mengapa orang-orang itu menolak Yesus ?. Alasan utama ialah, SEKILAS INFO : Kegiatan putra-putri Sekolah Minggu Stasi St. Petrus Natar, oleh para Suster dari Konggregasi Hati Kudus Yesus (HK). “Biarlah anak-anak datang kepadaKu, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.”

2 Atas nama-Nya pertobatan dan pengampunan dosa di wartakan kepada segala bangsa “Tiada cinta kasih yang lebih besar dari pada cinta kasih orang yang mengorbankan hidupnya bagi sahabatnya.” PENGUMUMAN GEREJA 1. Petugas liturgi Hari Minggu Biasa XV. 15 Juli 2012 pukul 10:00 WIB :  Lektor: Sdri. Tety Manurung  Mazmur: Ibu Yuli  Dirigen: Ibu Haryanto  Kolektan: Ibu Iin dan Ibu Haryani  Dekorasi: Kel. Ibu Ketut : Kel. Ibu Mujiman mereka terpaku pada konsep tentang Mesias. Sang pembebas itu haruslah seorang yang luar biasa, yang agung dan penuh kuasa, perkasa tidak terkalahkan. Mereka kecewa, karena konsep mereka itu tidak terpenuhi. Yang lebih mengecewakan lagi, Mesias itu tak lebih dari pada saudara mereka sendiri. Yesus heran atas kekecewaan mereka. Biasanya, kalau sesuatu yang lebih besar datang dari lingkungan sendiri, orang merasa bangga dan bahagia. Orang Nasaret tidak demikian. Karena itu Ia tidak mengadakan satu pun mujizat di sana. Ketika iman bisa diungkapkan secara jelas, karunia Tuhan datang sebagai ganjaran. Jikalau orang-orang Nasaret menyatakan imannya, Yesus akan melakukan karya-karya besar untuk membaharui diri mereka. Tapi ternyata yang terjadi sebaliknya, maka Yesus tidak melakukan apapun. Di sini tersirat pesan yang jelas bagi semua orang beriman, yakni bahwa ketika kita tidak dengan rela hati membuat pengakuan iman, kesempatan untuk mengalami karya-karya besar Allah akan tertutup. Tuhan tentu dapat berinisiatip untuk melakukan apapun, namun kerjasama iman dari diri setiap manusia juga sangat penting. Sebagai bahan perenungan hari ini ; “Pernahkah kita meragukan iman kita sebagai pengikut Kristus, dan menolak untuk membuat pengakuan iman dalam setiap karya dan perbuatan kita ?” TATA PERAYAAN EKARISTI HARI MINGGU BIASA, 8 JULI Lagu Pembukaan: Kirye : Gloria: Mazmur : Alleluya: Persembahan: Kudus: Bapa KamI: - 9.Anak Domba Allah : Komuni: Lagu Penutup: Bagi para orang tua yang memiliki putra-putri BALITA yang ingin dibaptis, harap segera mendaftarkan diri pada Ketua Stasi dengan membawa foto copy Surat Nikah dari gereja untuk dilakukan pendataan pembaptisan bayi. 3. Pelajaran “BINA IMAN” bagi adik-adik kelas 5 SD sampai dengan kelas 3 SMP, tetap dilaksanakan di gereja setelah perayaan liturgi. Mohon dukungan dari para orang tua terhadap putra-putrinya. Untuk Sekolah Minggu bagi adik-adik kecil tetap dilaksanakan sebelum perayaan liturgi dimulai, yaitu pada pukul 8.30 WIB. 4. Kolekte Hari Minggu, 1 Juli 2012 : Kolekte : I = Rp ,- Kolekte : II = Rp ,- Sekolah Minggu = Rp ,- Parkir = Rp ,- 5. Ucapan puji dan syukur kepada Allah Bapa di Surga, berkat rahmat keselamatan yang telah diberikan atas kelahiran putri tercinta : keluarga Bpk. Antonius Handoko dan Ibu Magdalena Sri Suparyanti (Lingkungan St. Thomas) Natar, pada hari Senin, 2 Juli INFOKOM mengucapkan terima kasih kepada keluarga Bpk. Sarwoko (Jambon), yang telah membantu penerbitan buletin mingguan ini. Tuhan memberkati. Hari senin, 9 Juli 2012: Pesta St. Agustinus Zhao Rong. Mrt. Cina Hos 2:13,14b– , Mzm 145:2-9 Mat 9:18-26 Hari selasa, 10 Juli 2012: Hari biasa Hos 8:4-7,11-13, Mzm 115:3-6,7ab-8,9-10, Mat 9:32-38 Hari rabu, 11 Juli 2012: Pesta St. Benedictus, Abas Hos 10:1-3,7-8,12, Mzm 105:2-7, Mat 10:1-7 Hari kamis, 12 Juli 2012 :Hari biasa Hos 11:1,3-4,8c–9, Mzm 80:2ac,3b,15-16, Mat 10:16-23 Hari jumat, 13 Juli 2012: Hari biasa Hos 14:2-10, Mzm 51:3-4, ,14,17, Mat 10:16-23 Hari sabtu, 14 Juli 2012: Hari biasa Yes 6:1-8, Mzm 93:1ab,1c-2,5, Mat 10:24-33 BACAAN KITAB SUCI MINGGU BIASA XIV

3 GEREJA KATOLIK SANTO PETRUS STASI NATAR, PAROKI SANTO YOHANES – KEDATON Jalan Raya Natar Nomor 201 Kecamatan Natar Lampung Selatan 35362

4

5

6


Download ppt "Edisi : XIII/8Juli 2012 HARI MINGGU BIASA XIV “ Tiada nabi yang tidak tidak dihormati kecuali di tempat asalnya sendiri” Bacaan I : Yeh. 2:2-5 II : 2Kor."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google