Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

“Akulah roti hidup yang kekal, barangsiapa makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya” Edisi : XV /22 Juni 2014 HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "“Akulah roti hidup yang kekal, barangsiapa makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya” Edisi : XV /22 Juni 2014 HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS."— Transcript presentasi:

1 “Akulah roti hidup yang kekal, barangsiapa makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya” Edisi : XV /22 Juni 2014 HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS “Akulah roti hidup yang kekal ” Bacaan Minggu ini, 22 Juni 2014 Bacaan Minggu depan, 29 Juni 2014 Bacaan I : Ul 8: b-16a Bacaan I : Kis 12:1-11 II :1Kor 10:16-17 II :2Tim 4: Bacaan Injil Yoh 6:51-58 Bacaan Injil Mat 16: A kulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging- Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” 52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.” 53 Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. 54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. 55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. 56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. 57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. 58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS Oleh: Mgr.Johannes Pujasumarta (Sekjen KWI) M erayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, mengantar kita untuk masuk dalam pemahaman mendalam mengenai kasih Allah yang dianugerahkan-Nya kepada manusia melalui Yesus Kristus yang memberikan diri-Nya sendiri seutuhnya dan sehabis-habisnya demi keselamatan kita. Mendalami kasih Allah berarti bersedia masuk dalam intimitas yang berlingkar-lingkar, bersedia mengadakan perjalanan bolak-balik dari intimitas paling dalam di ruang kudus menuju lingkar-lingkar luar, bahkan sampai melewati batas-batas cakrawala agar dapat menyentuh ujung-ujung semesta. “Inilah Tubuh-Ku, makanlah” adalah kata-kata yang keluar dalam intimitas relasi Allah dengan manusia, yang memaknai tubuh sebagai bahasa komunikasi sangat eksklusif untuk memperagakan kasih Allah itu sendiri karena kasih-Nya kepada manusia dan seluruh semesta. “Inilah Darah-Ku, minumlah” adalah kata-kata yang mengandung totalitas dalam memperjuangkan nilai secara tuntas, berdarah-darah sampai tetes darah yang terakhir. Merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus telah mengantar kita untuk memahami apa itu intimitas dan totalitas kasih ilahi. Dalam intimitas dan totalitas kasih ilahi itu Tuhan kita Yesus Kristus menjelaskan kepada kita, bahwa imamat yang ditampilkan-Nya mengatasi imamat Perjanjian Lama secara definit dan radikal, karena Ia tidak mengorbankan sesuatu di luar diri-Nya, akan tetapi Ia sendiri menjadi Imam Agung Perjanjian Baru karena menjadi korban. Dalam diri-Nya ditampilkan sekaligus imam (sacerdos) dan korban (victima) sebagai pribadi yang satu dan sama. Dalam imamat Kristus ini martabat imamat seluruh ciptaan dan manusia berpartisipasi dan mendapat makna yang baru, dan diungkapkan dengan kata-kata biasa dan sederhana: “Inilah Tubuh-Ku, makanlah! Inilah Darah-Ku, minumlah!” Kata-kata itu biasa dan sederhana, karena menyangkut kebutuhan pokok. kehidupan manusia dan seluruh alam agar bisa hidup, yaitu kebutuhan untuk makan dan minum secukupnya. Untuk kehidupan manusia itulah seluruh dunia diciptakan Allah agar manusia dapat makan dan minum. Pekerjaan manusia mengolah dunia, dengan tetap memelihara keutuhan ciptaan, merupakan perjalanan dengan banyak jerih payah, dan memerlukan perjuangan berdarah-darah, sampai tetes darah terakhir, agar dari pekerjaan manusia dapat disediakan makanan dan minuman yang cukup bagi semua. Persembahan itulah yang kita bawa setiap kali kita merayakan Ekaristi, agar dipersatukan dengan persembahan diri Tuhan kita Yesus Kristus. Kata-kata yang kita dengar “Inilah Tubuh-Ku, makanlah! Inilah Darah-Ku, minumlah!” pada saat konsekrasi memberi makna mendalam, tidak hanya pada roti dan anggur, tetapi pada seluruh bumi tempat tumbuhnya tanam - tanaman yang mengeluarkan hasil bumi itu. Dengan itu disucikan pula pekerjaan manusia mengolah dunia ini. Karena itu, komunio yang kita terima merupakan gerak kesediaan kita untuk menerima peristiwa persatuan Allah yang adalah komunio triniter dengan kita, suatu momentum intimitas kasih Allah melalui pemberian Tubuh dan Darah Kristus Putera-Nya. Dan kemudian momentum intimitas kasih Allah itu hendaknya kita bawa melalui perjalanan berjerih payah ke lingkar-lingkar kehidupan semesta, bahkan melewati batas-batas cakrawala, agar kasih-Nya mengubah bumi ini menjadi bumi yang baru, dan mengubah langit ini menjadi langit yang baru. Untuk itulah kita diutus. Ite missa est!*** Sumber:

2 “Terpujilah yang datang atas nama Tuhan” “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia” REFLEKSI : Sambil berjalan menuju tanah perjanjian, Musa mengajak umatnya bangsa Israel untuk selalu mengenang kebaikan Allah melalui Paskah Yahudi dan pendamping-Nya di padang gurun. Musa lalu mengingatkan mereka pada “Manna”, makanan yang diberikan Allah kepada nenek moyangnya.. Manna menjadi bukti pemeliharaan Allah agar umat pilihan-Nya itu tetap hidup. Manna bukan sekedar roti, tetapi simbol akan sumber rohani hidup bangsa Israel, yakni Sabda Allah. Umat Israel diajarkan oleh Allah sendiri untuk yakin bahwa Allah senantiasa menyertai hidup mereka. Melalui sabda-Nya, Allah menjadikan mereka umat pilihan-Nya. Demikian juga dalam bacaan injil kedua Surat Paulus kepada umat di Korintus, Santo Paulus mengajak kita untuk percaya bahwa kita adalah satu tubuh, persekutuan dengan Kristus. : “Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?” (1Kor 10:17). Yesus adalah “Manna” Perjanjian Baru bagi kita, “Firman yang menjadi manusia” (Yoh 1:14). Dengan makan dan minum Tubuh dan Darah-Nya, kita tinggal dalam persatuan abadi bersama Allah. Oleh karena Kuasa Roh Kudus, Roti dan Anggur dalam perayaan Ekaristi diubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus sendiri. Hosti Kudus yang kita terima sekaligus merupakan Tubuh, Darah, Jiwa dan Ke-Allah-an Kristus. Pesta Corpus Sanguinisque Christi menghadirkan kembali Perjamuan Paskah Baru saat Kristus memberikan Tubuh dan Darah-Nya bagi Gereja. Dalam Ekaristi, Allah hadir tidak secara fisik, tetapi sakramental yang menuntut penghargaan dan penghormatan, sebab barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti dan minum anggur dari cawan Allah, ia berdosa terhadap Tubuh dan Darah Kristus (1Kor 11:27) Berkat Allah menyertai kita. Amin Ya Allah, Aku mengucap syukur atas segala kelimpahan yang telah Engkau berikan kepadaku. Buatlah aku selalu rindu untuk menerima Tubuh dan Darah Putra-Mu sebagai sumber dan jaminan keselamatan bagi setiap orang.. Amin. PEKAN LITURGI MINGGU INI, 22 Juni 2014 : 1.Senin, 23 Juni Kamis, 26 Juni 2014 St. Yosephus Cafasso. Sta. EtheldredaSt. Yohanes dan Paulus Bacaan I : 2Raj :17: a. 18 Bacaan I : 2Raj 24:8-17 Bacaan Injil Mat 7:1-5 Bacaan Injil Mat 7: Selasa, 24 Juni Jumat, 27 Juni 2014 HR. Kelahiran St.Yohanes Pembaptis HR. Hati Yesus Yang Mahakudus Bacaan I : Yes 49:1-6. II : Kis 13:22-26 Bacaan I : Ul 7:6-11. II : 1Yoh 4:7-16 Bacaan Injil Luk 1: Bacaan Injil Mat 11: Rabu, 25 Juni Sabtu, 28 Juni 2014 St. Gulielmus, Sta. Febronia Pw. Hati Tersuci SP. Maria. St. Ireneus Bacaan I : 2Raj 22: :1-3 Bacaan I : 2Tim 2:22b-26 Bacaan Injil Mat 7:15-20 Bacaan Injil Mat 8:5-17 INFO GEREJA : Minggu depan, 29 Juni 2014 : Hari Raya ST. PETRUS sebagai pelindung Gereja kita. PENGUMUMAN GEREJA 1.PETUGAS LITURGI MINGGU DEPAN, 29 JUNI 2014 (pukul pagi) : (Hari Raya St. Petrus, Pelindung Gereja Katolik Stasi Natar)  Lektor: Sdr. Widodo  Mazmur: Sdr. Wiwin  Dirigen: Sdri Retno  Kolektan: Sdri Fita dan Sdri. Intan  Dekorasi: Kel: Bpk. Sunardi dan Bpk. Sukardi  Misdinar: Tika dan Okta 2.JADWAL DOA LINGKUNGAN ST. THOMAS-NATAR Kamis, 26 Juni 2014, pukul WIB, bertempat di rumah Kel : Bpk. Suwarno (Ibu Iin). 3.REKOLEKSI UMAT STASI NATAR Gereja Katolik St. Petrus Stasi Natar akan mengadakan acara rekoleksi bagi seluruh umat, pada hari Minggu 20 Juli 2014, mulai pukul 8.30 WIB (pagi), bertempat di Gereja Katolik Stasi Natar, dengan biaya Rp ,- per orang. Pendaftaran dapat menghubungi seksi bendahara di Lingkungannya masing-masing. Dimohon kehadiran seluruh umat tanpa kecuali. 4.JADWAL PETUGAS PENGAMANAN GEREJA (PAM GEREJA) Minggu, 29 Juni 2014 Koordinator : Bpk. Petrus Edi Setiawan (pukul wib/pagi)Anggota: Sdr. Rudi : Sdr. Bowo 5.KOLEKTE HARI MINGGU, 15 Juni 2014 : A.Kolekte: Rp ,- (u/Paroki) B.Dana Pembangunan dan perawatan Gereja: Rp ,- HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS


Download ppt "“Akulah roti hidup yang kekal, barangsiapa makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya” Edisi : XV /22 Juni 2014 HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google