Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Prinsip dan nilai dasar Perbankan Syariah Agenda Identifikasi transaksi terlarang dalam Perbankan Syariah Wa’ad dan Akad Jenis kontrak Perbankan Syariah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Prinsip dan nilai dasar Perbankan Syariah Agenda Identifikasi transaksi terlarang dalam Perbankan Syariah Wa’ad dan Akad Jenis kontrak Perbankan Syariah."— Transcript presentasi:

1 Prinsip dan nilai dasar Perbankan Syariah Agenda Identifikasi transaksi terlarang dalam Perbankan Syariah Wa’ad dan Akad Jenis kontrak Perbankan Syariah Jenis produk dan jasa Syariah Jenis Akad Jual Beli

2 Riba menurut istilah bahasa Arab berarti tambahan, peningkatan ekspansi atau pertumbuhan. Menurut istilah teknis, riba berarti pengambilan tambahan (premium) sebagai syarat yang harus dibayarkan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman selain pinjaman pokok. Pengertian Riba

3 Sejarah Singkat Berawal di Pakistan dan Malaysia sekitar tahun 1940-an Islamic Rural Bank (Mesir, 1963) Dubai Islamic Bank (Uni Emirat Arab,1975) Kuwait Finance House (Kuwait,1977) yang beroperasi tanpa bunga Faisal Islamic Bank, Islamic International Bank for Investment and Development Bank (Mesir,1978) Faisal Islamic Bank of Kibris (Siprus,1983) Bank Islam Malaysia Berhad (1983), Bank Bumi Putera Muamalah (1999) Di Iran perbankan syariah berlaku sejak dikeluarkannya UU Perbankan Islam Daar al-Maal al-Islami dan Faisal Finance Institution (Turki,1984) Sistem perbankan syariah di Pakistan tahun 1985 Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom3Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya

4 Produk Bank Syariah 1. Tabungan a. Al-wadi’ah; b. Mudharabah. 2. Pembiayaan dengan prinsip bagi hasil a. Al-musyarakah; b. Al-mudharabah; c. Al-muza’arah; d. Al-musaqah. Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom4Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya

5 Produk Bank Syariah 1. Bai’al-Murabahah; 2. Bai’as-Salam; 3. Bai’al-Istihna; 4. Al-Ijarah (leasing); 5. Al-Wakalah (amanat); 6. Al-Kafalah (garansi); 7. Al-Hawalah; 8. Ar-Rahn. Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom5Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya

6 Penilaian Kesehatan Bank Syariah 1. Permodalan (capital); 2. Kualitas aset (asset quality); 3. Rentabilitas (earning); 4. Likuiditas (liquidity); 5. Sensitivitas terhadap risiko pasar (sensitivity to market risk); 6. Manajemen (management). Trisnadi Wijaya, SE., S.Kom6Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya

7 Perbedaan bank Syariah dan Bank Konvensional A.Bank Syariah Besar kecilnya bagi yang diperoleh deposan tergantung pada : Pendapatan bank. Nisbah bagi hasil antara nasabah dan bank. Nominal deposito nasabah. Rata-rata saldo deposito untuk jangka waktu tertentu yang ada pada bank. Jangka waktu deposito karena berpengaruh pada lamanya investasi.

8 B.Bank Konvensional  Besar kecilnya bunga yang diperoleh deposan tergantung pada : a) Tingkat bunga yang berlaku b) Nominal deposito c) Jangka waktu deposito  Semua bunga yang diberikan kepada deposan menjadi beban biaya langsung.  Tanpa memperhitungkan beberapa pendapatan yang dihasilkan dari dana yang dihimpun.  Konsekuensinya, bank dapat menanggung biaya bunga dari peminjam yang ternyata lebih kecil dibandingkan dengan kewajiban bunga ke deposan.

9 Identifikasi Transaksi Terlarang HARAM Babi Khamr Bangkai Darah Haram Zatnya Haram selain zatnya Haram caranya Haram Administratif Tadlis Taghrir Bay’Najasy Ihtikar Riba Maysir Risywah Ta’alluq Terjadi 2 in 1

10 Tadlis (Penipuan) Tadlis adalah transaksi yang mengandung suatu hal yang tidak diketahui oleh salah satu pihak ( unknown to one party) “Setiap transaksi dalam Islam harus didasarkan pada prinsip kerelaan antara kedua belah pihak, mereka harus mempunyai informasi yang sama (complete information) sehingga tidak ada pihak yang merasa ditipu/dicurangi karena ada sesuatu yang unknown to one party” Ada 4 (empat) hal dalam transaksi Tadlis, yaitu : Kuantitas, mengurangi takaran Kualitas, menyembunyikan kecacatan barang Harga, memanfaatkan ketidaktahuan pembeli akan harga pasar Waktu, menyanggupi delivery time yang disadari tidak akan sanggup memenuhinya

11 Taghrir (Ketidakpastian Jual Beli) Taghrir adalah transaksi pertukaran yang mengandung ketidakpastian bagi kedua belah pihak (uncertainty to both parties). Uncertainty to both parties dapat terjadi dalam 4 (empat) hal yaitu, Kuantitas, Jual beli Ijon Kualitas, Jual beli anak sapi yg.masih dalam perut induknya Harga, Ada dua harga dalam satu akad Waktu, Jual beli sesuatu yang hilang (delivery time tidak pasti bagi kedua belah pihak)

12 Bay’ Najasy (Manipulasi Demand) Bay Najasy (manipulasi demand) adalah upaya mengambil keuntungan di atas keuntungan normal dengan menciptakan permintaan palsu. Contoh: Praktik “goreng-menggoreng” saham. Cara yang ditempuh bermacam- macam, seperti menyebarkan isu, melakukan order pembelian fiktif, dan melakukan pembelian pancingan agar tercipta sentimen pasar untuk ramai-ramai membeli saham, sehingga diharapkan memperoleh keuntungan yang besar.

13 Ihtikar (Manipulasi Supply) Ihtikar adalah upaya mengambil keuntungan di atas keuntungan normal dengan menjual lebih sedikit untuk harga yang lebih tinggi. Contoh: Mengupayakan adanya kelangkaan barang baik dengan cara menimbun stock atau menggunakan entry-barries. Menjual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan harga sebelum muncul kelangkaan barang. Mengambil keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan keuntungan sebelum poin 1 & 2 dilakukan.

14 Riba Riba Jahiliyah Riba Nasiah Riba Fadl Upaya mengambil keuntungan dari pertukaran barang sejenis yang secara kasat mata sama kualitasnya, dan tidak memenuhi kriteria sama kualitasnya, sama kuantitiasnya, sama waktu penyerahannya. Upaya mengambil keuntungan dari percampuran sumberdaya (kerjasama bisnis) yg.tidak memenuhi prinsip : untung muncul bersama risiko, hasil usaha muncul bersama biaya atau risk and return relationship. Contoh bunga TBH,Giro & TD Upaya mengambil keuntungan dari akad yang bersifat non profit. Contoh: Memberikan pinjaman dengan meminta kompensasi atas pemberian pinjaman tsb.

15 Maisir (Perjudian) Maysir adalah suatu permainan yang menempatkan salah satu pihak harus menanggung beban pihak yang lain akibat permainan tersebut. Setiap permainan/pertandingan, baik yang berbentuk game of chance, game of skill ataupun natural event, harus menghindari terjadinya zero sum game, yakni kondisi yang menempatkan salah satu atau beberapa pemain harus menanggung beban pemain yang lain.

16 Risywah (Suap menyuap) Risywah atau suap-menyuap adalah memberi sesuatu kepada pihak lain untuk mendapatkan sesuatu yang bukan haknya. Suatu perbuatan baru dapat dikatakan sebagai tindakan risywah jika dilakukan kedua belah pihak secara sukarela. Jika hanya salah satu pihak yang meminta suap dan pihak yang lain tidak rela atau terpaksa untuk memperoleh haknya, maka hal tersebut bukan termasuk kategori risywah, melainkan tindak pemerasan.

17 Ta’alluq Ta’alluq yaitu apabila terjadi transaksi yang terdapat dua akad yang saling dikaitkan dan akad pertama sangat tergantung pada akad kedua. Contoh : A menjual barang kepada B seharga 120 juta secara dicicil, tetapi dengan syarat B harus menjual kembali kepada A barang tersebut seharga 100 juta secara tunai.

18 Two in one Two in one adalah kondisi dimana suatu transaksi diwadahi oleh dua akad sekaligus, sehingga terjadi ketidakpastian (gharar) mengenai akad mana yang harus digunakan (berlaku) dan dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu, objek sama, pelaku sama dan jangka waktu sama. Contoh : A menjual mobil Rp.100 juta kepada B yang harus dilunasi selama 12 bulan, selama belum lunas, A menyewakan mobil kepada B.

19 Teori Wa’ad dan Akad Definisi Keinginan yang dibahasakan seseorang untuk bertanggung jawab akan sesuatu dalam rangka memberikan keuntungan bagi pihak lain WA’AD (PROMISES)AKAD (CONTRACTS) Kesepakatan perkataan atau keinginan positif dari salah seorang pihak (yg.terlibat) kontrak & diterima oleh pihak lainnya sehingga menjadikannya berlakunya suatu perbuatan.

20 Perbedaan Wa’ad & Akad WA’AD (PROMISES) Janji antara satu pihak kepada pihak lainnya (hanya mengikat satu pihak) ---- one way. Pihak yang diberi janji tidak memikul kewajiban apapun kepada pihak pemberi janji. Terms and condition-nya tidak well defined atau belum ada kewajiban yang ditunaikan oleh pihak manapun, walaupun terms and condition- nya sudah well defined. Bila janji tak terpenuhi maka sanksi yang diterima merupakan sanksi moral saja.

21 AKAD (CONTRACTS) Mengikat kedua belah pihak yang saling bersepakat, yakni masing- masing pihak terikat untuk melaksanakan kewajiban mereka masing- masing yang telah disepakati terlebih dahulu. Terms and condition-nya sudah ditetapkan secara rinci dan spesifik (well defined). Bila kewajiban tidak dapat dipenuhi, maka sanksi yang diterima sesuai dengan kesepakatan awal kontrak.

22 Jenis Akad (contracts) dalam Syariah Contract Profit (Tijarah) NCCNUC Bagi HasilJual Beli Murabahah,Salam, Istisna,Ijarah & IMBT Mudharabah, Musyarakah Non Profit (Tabarru’) Lending $ (Asset) Lending Self Giving Qardh, Hawalah Rahn (gadai) Hibah, Shadaqah, Wakaf, hadiah Wakalah, Wadiah, Kafalah

23 TijarahTabarru’ Tidak diperbolehkan Prinsip Akad dalam Syariah Diperbolehkan

24 Produk Penghimpunan Data 1. Wadiah : titipan murni dari penitip ke pihak lain yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja,dibagi menjadi : - Yad al amanah : seperti safe deposit box - Yad dhamanah : pada rekening giro

25 2. Al musyarakah : kerja sama 2 pihak atau lebih dimanake-2nya berkontribusi dana dengan kesepakatan keuntungan dan kerugian ditanggung bersama, dibagi menjadi 2 : - Musyarakah pemilikan : karena warisan, wasiat, atau kondisi yang menyebabkan kepemilikan suatu aset oleh 2 orang atau lebih. -Musyarakah akad : kesepakatan 2 orang atau lebih sepakat memberian modal musyarakah dan sepakat berbagi keuntungan maupun kerugian.

26 3. Al mudharabah : kerja sama 2 pihak dimana pihak ke-1 menyediakan 100% modal dan pihak ke-2 sebagai pengelola, dibagi menjadi : - Mudharabah muhlaqah : cakupan luas dan tidak dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha, waktu, dan daerah bisnis. - Mudharabah muqayyadah : cakupan dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha, waktu, dan daerah bisnis.

27 Produk Penyaluran Dana Jual beli terdiri dari : 1. Bai’al murabahah 2. Bai’as salam 3. Bai’al istishna Produk jasa terdiri dari : 1. Wakalah 2. Kafalah 3. Rahn 4. Qardh

28 JUAL BELI Bai’al murabahah : jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Bai’as salam : pembelian barang yang diserahkan di kemudian hari sementara pembayaran dilakukan di muka. Bai’al istishna : kontrak penjualan antara pembeli dan pembuat barang.

29 PRODUK JASA Wakalah : bank bersifat sebagai wakil dan nasabah pemberi mandat (muwakil) Kafalah : bank sebagai penjamin (kafil) dan nasabah sebagai yang dijamin (makfulah) Rahn : dibagi menjadi 2 yaitu sebagai jaminan pembiayaan dan sebagai produk Qardh : pinjaman kepada nasabah yang mengelola usaha sangat kecil

30 Jenis Produk dan Jasa Syariah Produk Bank Syariah Penghimpun DanaPenyaluran DanaJasa PRINSIP WADIAH - Giro - Tabungan PRINSIP MUDHARABAH Giro Tabungan Deposito PRINSIP JUAL BELI Murabahah Istishna Salam Ijarah PRINSIP BAGIHASIL Mudharabah Musyarakah Wakalah Kafalah Rahn Hiwalah Qardh Sharf

31 Jenis Akad Jual - Beli Bai’ Naqdan Adalah akad jual beli biasa yang dilakukan secara tunai (Cash and Carry). Bai’Muajjal Adalah akad pembayaran yang dilakukan secara sekaligus diakhir periode pinjaman (barang diterima di awal sedangkan pembayaran secara sekaligus lump-sum di akhir periode) Bai’Taqsith Adalah akad pembayaran yang dilakukan secara dicicil bulanan, dan barang diterima di awal Salam Pembayaran dilakukan sekaligus dimuka, sedangkan barangnya diserahkan di akhir periode pembayaran Istishna Pembayaran dilakukan secara termin, selama barang belum jadi (sedang dalam proses pembuatan)

32 Thank You


Download ppt "Prinsip dan nilai dasar Perbankan Syariah Agenda Identifikasi transaksi terlarang dalam Perbankan Syariah Wa’ad dan Akad Jenis kontrak Perbankan Syariah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google