Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

N a m a : Dr. H. Masrip Sarumpaet, M.Kes Pangkat/NIP : Penata Tk I, III-d / 19650331 200003 1 005 Tempat/ tgl Lahir : Sibolga 31 Maret 1965 Alamat : Komplek.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "N a m a : Dr. H. Masrip Sarumpaet, M.Kes Pangkat/NIP : Penata Tk I, III-d / 19650331 200003 1 005 Tempat/ tgl Lahir : Sibolga 31 Maret 1965 Alamat : Komplek."— Transcript presentasi:

1 N a m a : Dr. H. Masrip Sarumpaet, M.Kes Pangkat/NIP : Penata Tk I, III-d / Tempat/ tgl Lahir : Sibolga 31 Maret 1965 Alamat : Komplek Cemara Hijau Blok X No. 88 O Medan Jabatan : Kepala Bidang Pengendalian Karantina & SE Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan Ketua BP2KB PW IDI Sumatera Utara Pendidikan : SDN , SMP Sw. TAPIANNAULI, SMANSA SIBOLGA Fak Kedokteran USU S2 Administrasi & Kebijakan Kesehatan PPS USU. Riwayat Diklat Terkait: TOT Program Pengembangan & Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB) Riwayat Kepengurusan IDI: Pengurus PC Sarko, Koresponden BIDI Prov Jambi, Wakil Ketua & Sekum PC IDI Tapteng- Sibolga, Sekretaris BHP2A PC IDI Kota Medan. Riwayat Penugasan : 1. Kepala Puskesmas Batang Asai Kab Sarolangun Bangko – Prov. Jambi. 2. Kepala Puskesmas Pulau Pandan Kab Sarko – Prov. Jambi. 3. Kepala Puskesmas Limbur Tembesi Kab Sarko – Prov. Jambi. 4. Staf Upaya Rujukan & RS Bidang Desenban Kanwil Depkes Jambi 5. Staf Seksi Karantina Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan di Wilker Sibolga 6. Kepala Seksi Karantina & SE KKP Kelas I Medan

2 PROGRAM PENGEMBANGAN & PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (CONTINUING PROFESSIONAL DEVELOPMENT - CPD) PELAKSANAAN PROGRAM P2KB & REGISTRASI ULANG DOKTER DAN DOKTER SPESIALIS PRAKTIK Dr. H. Masrip Sarumpaet, M.Kes Ketua BP2KB PW IDI SUMUT Disampaikan pada Acara Musyawarah Cabang IDI Tapteng-Sibolga Sibolga, 20 Maret 2010

3 Dasar Hukum Pasal 28 H ayat (1) UUD 1945 ‘Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan ’ (Amandemen ke 2) Undang – Undang No. 24 Tahun 2004 tentang PRAKTIK KEDOKTERAN

4 Filosofi UU Praktik Kedokteran  Protecting the people  To guide (Guidancing) the doctors  Empowering the profession and institution  Kepastian Hukum untuk Dokter dan Masyarakat

5 Nilai-nilai kita (Dokter Indonesia) Kemanusiaan (Humanity) Kemanusiaan (Humanity) Etika (Ethics) Etika (Ethics) Kompetensi (Competence) Kompetensi (Competence) (Raker IDI tahun 2007)

6 Components of professionalism dan UUPK Standard of professional conduct IDI ditugaskan mengendalikan n. altruisme; sifat mementingkan kepentingan orang lain

7  PASAL 28 AYAT 1 : SETIAP DOKTER YG PRAKTEK (DIWILAYAH INDONESIA) WAJIB MENGIKUTI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN P2KB (CPD) YG DISELENGGARAKAN IDI DAN LEMBAGA LAIN YG TELAH DIAKREDITASI OLEH IDI UUPK (UU No. 29 Tahun 2004):

8 UU No. 29 / 2004 tentang Praktik Kedokteran (UUPK) UUPK BAB V PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEDOKTERAN DAN KEDOKTERAN GIGI Pasal 28 (Ayat 1) Setiap dokter yang berpraktik wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan kedokteran atau kedokteran gigi berkelanjutan yang diselenggarakan oleh organisasai profesi dan lembaga lain yang diakreditasi oleh organisasai profesi dalam rangka penyerapan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran atau kedokteran gigi. Pasal 28 (Ayat 2) Pendidikan dan pelatihan kedokteran berkelanjutan dilaksanakan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh organisasai profesi Ked. atau Ked. Gigi BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 (ayat 12) Organisasi Profesi yg dimaksud adalah IDI (Ikatan Dokter Indonesia) untuk Dokter dan PDGI utk Drg.

9 9 IDI Cabang di Sumut = 19 PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA Majelis Kolegium Kedokteran Ind. (MKKI)(Psl. 34 ART) 33 PDSp 37 PDSm 343 IDI Cabang 31 IDI Wilayah Dokter Total Anggota IDI sekitar Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK)(Psl. 33 ART) PENGURUS Tingkat Pusat Pengurus Tingkat Provinsi Pengurus Tingkat Cabang Majelis Pengembangan Plynn Keprofesian (MPPK) (Psl. 35 ART) PENGURUS BESAR (Psl. 28 ART) 2 PDPP PDPKB PDSO 33 Kolegium (al: KDDKI) Jlh. Anggota IDI SUMUT sekitar 3000 an PDP3K BADAN KELENGKAPAN PB-IDI (Psl. 53 ART) BP2KB (Psl 55 ART) BHP2A (Psl 54 ART) BADAN KHUSUS (Psl 56 ART) Cth: Yayasan BP2KB Wilayah (Psl 55 Ayat 1 b ART) Dapat dibentuk Dapat dibentuk User DPU P2KB Online Tapteng-Sbg 13 (Sumut = 280)

10 UNDANG-UNDANG PRAKTIK KEDOKTERAN Saat ini : Ikatan Dokter Indonesia (IDI) adalah satu-satunya organisasi profesi untuk dokter yang memayungi PDSp33 Perhimpunan Dokter Spesialis (PDSp) (Termasuk Masing-masing Kolegiumnya :sebagai organisasi) PDSm37 Perhimpunan Dokter Seminat (PDSm) PDPP2 Perhimpunan Dokter Pelayanan Primer (PDPP)  PDUI PDPKB1 Perhimpunan Dokter Pakar Keilmuan Biomedik (PDPKB) PDSo1 Perhimpunan Dokter Seokupasi (PDSo) PDP3K1 Perh. Dokter ahli Keilmuan non-kedokteran penunjang Pengembangan Keilmuan Kedokteran (PDP3K= Perhimpunan Dokter Penunjang Pengembangan Profesi Kedokteran) Saat ini Organisasi IDI telah berkembang : 31 IDI Wilayah – 343 IDI CABANG

11 ART IDI pasal 55 Ayat (1) Status a.Ketua BP2KB adalah anggota Pleno PB IDI dan Juga Anggota Pleno MPPK. b.BP2KB dapat dibentuk pada tingkat Wilayah dan Cabang. Ayat (2) Tugas dan wewenang a.Membantu pengurus besar dalam pelaksanaan kebijakan CPD. b.Membantu Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian dalam menyusun dan mengembangkan kebijakan pengembangan keprofesian. c.Memfasilitasi dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan pendidikan keprofesian berkelanjutan dari perhimpunan- perhimpunan yang berada dalam koordinasi MPPK. d.Dalam menjalankan tugasnya, BP2KB perlu mendengarkan pendapat dan saran dari badan kelengkapan organisasi lain yang setujuan dan dari pihak pihak lain yang dianggap perlu. BADAN PENGEMBANGAN & PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (BP2KB)

12 Kenapa diperlukan P2KB Ilmu pengetahuan berkembang sangat pesat Kebenaran ilmiah bersifat relatif. Berkembangnya penelitian  banyak laporan ilmiah Pikiran logis saja terbukti tidak selalu benar teori, data penelitian  pada akhirnya diperlukan pembuktian di klinik keterampilan/pengalaman klinik seorang dokter tidak selalu sejalan dengan pertambahan pengetahuannya

13 Kata Kunci  Continuing Professional Development INSTRUMEN CPD: SALAH SATU INSTRUMEN “PEMAKSA” “PEMAKSA” UNTUK MEMELIHARA PROFESIONALISME AGAR DOKTER MENJAGA PROFESIONALISME NYA HARUS ADA UNSUR “PEMAKSA” CPD POINT (SKP IDI): MENJADI SALAH SATU SARAT UNTUK TERBITNYA REKOMENDASI MENDAPATKAN SURAT IZIN PRAKTIK (SIP) CPD POINT (SKP IDI) UNTUK REKOMENDASI SIP : OTOMATIS HARUS MENJADI BAGIAN DARI PROSES UJI KOMPETENSI UNTUK MENERBITKAN SERTIFIKAT KOMPETENSI DARI KOLEGIUM ~ KEY: DOKTER PROFESIONAL (KETERPADUAN KOMPETENSI TEKNIS DAN ETIK)

14 PRINSIP PENATAAN (Menjaga Mutu Dokter dari “Hulu” sampai “Hilir” LISENSI (Praktik) REGISTRASI (Privilege  Kewenangan) PENDIDIKAN (Kompetensi) “Perselisihan/ Pelanggaran/ Lalai” CPD adalah komitmen seumur hidup dokter untuk selalu belajar ilmu yang selalu berkembang, formal atau informal, mengaplikasikannya secara inovatif di klinik, dan meningkatkan pemahaman dalam melayani pasien PROGRAM P2KB / CPD

15 Kompetensi harus selalu dijaga Sertifikasi selalu diperbarui  Program seumur hidup  Sertifikat berlaku 5 tahun, harus diperbaharui  Tujuan  Meningkatkan mutu layanan  Menetapkan dan menjaga kompetensi dokter

16 Organisasi Tingkat pusat Badan P2KB Pusat Anggota Badan : Anggota pengurus inti Anggota Ex Officio Kegiatan : Akreditasi lembaga non IDI Tim Terapan kerjasama BPPSDM Portal P2KB-IDI

17 Organisasi tingkat wilayah Badan P2KB IDI Wilayah Anggota Badan :  Anggota pengurus inti  Anggota Ex Officio PDSp Cabang  Tim Akreditasi Lembaga non IDI tingkat wilayah  Tim Verifikasi P2KB online dan offline Kegiatan :  Melakukan akreditasi lembaga dan memberikan SKP kegiatan P2KB Wilayah  Memverifikasi dokumen kegiatan P2KB online

18 Organisasi tingkat cabang Tim Verifikasi P2KB cabang online dan offline. Kegiatan Verifikator Cabang : 1. Memverifikasi kegiatan P2KB offline 2. Memverifikasi kegiatan P2KB online (1:100)  edaran minimal 2 Orang/Cbg 3. Menyimpan dokumen kegiatan P2KB

19 19 24  Daftar Cabang IDI di Sumatera Utara  Terdaftar di P2KB Online IDI 24 Cabang ?????  Cab. Padang Sidempuan  4  Cabang Toba Samosir  4 Cabang IDI se-Sumut yg telah teregistrasi pd Portal P2KB Online

20 20  Ternyata  Cabang IDI di Sumatera Utara yg telah Terdaftar di P2KB Online IDI  (19 Cabang) Cabang IDI se-Sumut yg telah teregistrasi pd Portal P2KB Online

21 REGISTRASI ULANG DOKTER DAN DOKTER SPESIALIS 21 MOU  Kebijakan KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA (KKI) DALAM HAL REGISTRASI ULANG  terikat MOU (KESEPAKATAN BERSAMA) ANTARA KKI dengan PB IDI.  PASAL 3 AYAT 4 DAN AYAT 6 MOU  SERTIFIKAT KOMPETENSI YG DITERBITKAN OLEH KOLEGIUM SEBAGAI PRASYARAT UTK PEMBUATAN STR ULANG HANYA BERSUMBER DARI PIHAK PB IDI MELALUI PORTAL P2KB IDI (AYAT 4)  Artinya : Kita yg melakukan praktik kedokteran harus terdaftar di portal tsb. VALID DAN ABSAH  TERKAIT AYAT 4 TSB, SERTIFIKAT KOMPETENSI DINYATAKAN VALID DAN ABSAH JIKA BERSUMBER DARI DATABASE PB IDI MELALUI PORTAL P2KB IDI (AYAT 6)

22 User Portal P2KB Online dari DPU Cab Tapteng-Sibolga s/d tgl 20 Maret 2010Cab 22

23 dr. Fauzan Amri, md 23

24 dr. Fauzan Amri, md 24

25 dr. Gabe Gusmi Aprilla 25

26 dr. Gabe Gusmi Aprilla 26

27 27 Alur Resertifikasi Dokter Layanan Primer Komisi P2KB Perhimpunan (PDKI) Wilayah/Cabang Dokumen sertifikasi: SKP IDI dari - Kegiatan pribadi - Kegiatan internal - Kegiatan eksternal IDI Cabang Verifikasi P2KB IDI Wilayah Tim P2KB IDI Cabang Kolegium Serifikat kompetensi Dokter Keluarga Rekomendasi IDI Dokter Umum

28 28 Alur Resertifikasi Dokter Spesialis Komisi P2KB Perhimpunan di Wilayah/Cabang Dokumen sertifikasi: SKP IDI dari - Kegiatan pribadi - Kegiatan internal - Kegiatan eksternal IDI Cabang Verifikasi P2KB IDI Wilayah Kolegium Serifikat kompetensi Dokter Spesialis Rekomendasi IDI

29 29 Apa yang harus dilakukan ? Kerjasama  Pengurus IDI  Pengurus PDSp/PDPP  Setiap dokter Semua Stakeholders Agar Program CPD dapat berjalan

30 Apa yang harus dilakukan oleh individu dokter ??  Mengerjakan kewajiban dlm praktek: rekam medis, konsultasi-rujuk, edukasi, practice review  Melakukan kegiatan ilmiah: mitra bestari, journal club, baca majalah dg uji diri  Merencanakan pengembangan diri untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan ’ambisi’ pribadinya  merencanakan kegiatan pribadi  RPD (PDP)  Mendokumentasikan  Mendaftarkan diri ke Tim P2KB IDI Cabang /BP2KB Wilayah sebagai peserta CPD DPU  Segera Mendaftarkan diri secara on line ( CPD on line DPU & DSp)

31 31 Apa yang harus/dapat dilakukan oleh perhimpunan profesi / idi cabang ?? Perhimpunan: bertindak sebagai organisasi profesi:  Menyelenggarakan/fasilitasi kegiatan ilmiah:  Group interactive workshops  Individual tutorial activities  Peer review sessions  Seminar/simposium  Fasilitasi kegiatan edukasi masyarakat  Menerbitkan jurnal:  Memberikan pelatihan menulis  Mendorong penelitian: population-based  Menyelenggarakan kegiatan sosial yang dapat digunakan untuk kegiatan CPD anggota, misal:  Sunat massal  Operasi katarak

32 Bagi Dokter Layanan Primer  P2KB (CPD) :  tetap catat kegiatan profesional yang dilakukan di tempat bekerja  Tetap upayakan melakukan kegiatan P2KB sesuai 5 ranah yang ada (minimal 2 (dua) ranah  Pimpinan / pemilik sarana kesehatan tempat bekerja hendaknya ikut berupaya agar dokter yang bekerja di sarana kesehatannya senantiasa menjaga dan menegmbangkan kompetensinya  SKP : 250 / 5 tahun - tetapi untuk saat ini minimal SKP adalah (STR 2005=150 SKP; STR 2006=200 SKP dan STR 2007 keatas =250 SKP  SKP dihitung dari kegiatan CPD yang dilakukan mulai April

33 Nilai SKP CPD 23  SKP (satuan kredit partisipasi) adalah nilai kredit pembelajaran yang diperoleh setelah menjalani suatu kegiatan pribadi/internal/eksternal  Nilai untuk kegiatan eksternal diberikan oleh BP2KB dengan surat resmi (tercantum dlm sertifikat)  Nilai untuk kegiatan pribadi dan internal terdapat dalam buku petunjuk teknis CPD  BP2KB Wilayah diperkenankan melakukan penyesuaian menurut kondisi wilayahnya

34 Jenis & Ranah Kegiatan Jenis Kegiatan :  Pribadi  Internal  Eksternal Ranah kegiatan :  Kinerja Pembelajaran  Kinerja Profesional  Kinerja Pengabdian Masyarakat / Profesi  Publikasi Ilmiah /Populer  Kinerja Pengembangan Ilmu

35 Kegiatan yang bernilai pendidikan: 5 ranah A. Kegiatan pembelajaran: mengikuti seminar, kursus, WS, baca artikel, EBM session B. Kegiatan profesional (sebagai dokter): menangani pasien (termasuk edukasi pasien), m’bantu penyidikan, identifikasi korban bencana C. Kegiatan pengabdian mayarakat/profesi: kersos (bencana, dll), penyuluhan, kegiatan organisasi profesi D. Kegiatan publikasi (ilmiah + populer) di bidangnya E. Kegiatan pengembangan ilmu: penelitian, mengajar, instruktur/tutor/supervisi/membimbing, menguji

36 Proporsi kegiatan profesional yang idealnya dicapai Ranah kegiatanPorsi Pencapaian yang diharapkan Nilai maksimal SKP per 5 th  Kinerja pembelajaran 40 – 50%  Kinerja profesional 40 – 50%  Kinerja pengabdian masyarakat/profesi 5– 15%12,5-37,5  Publikasi Ilmiah/popular 0 – 5 % 0-12,5  Kinerja pengembangan Ilmu 0 – 5% 0-12,5

37 Jenis kegiatan CPD  Kegiatan pribadi yang diakui  Kegiatan internal ada bukti  Kegiatan eksternal diberi nilai Hingga saat ini baru 38 Kegiatan DPU yg telah dapat di input ke dalam sistem P2KB Online, Yaitu :38 Kegiatan DPU  Kegiatan pribadi 16 Kegiatan  Kegiatan internal 17 Kegiatan  Kegiatan eksternal 5 Kegiatan

38 Konversi Nilai SKP  Konversi: dilakukan berdasarkan Standar Kompetensi Dokter  Untuk kegiatan eksternal yang diselenggarakan khusus untuk DPU dan sesuai dg standar kompetensi DPU  nilai skp tidak perlu konversi  Untuk kegiatan yang tidak khusus bagi DPU, mis. diselenggarakan oleh PDSp atau PDSm  dilakukan konversi  Tingkat kemampuan :  Tingkat kemampuan 1 - konversi dikalikan 0,25  Tingkat kemampuan 2 - konversi dikalikan 0,5  Tingkat kemampuan 3 - konversi dikalikan 0,75  Tingkat kemampuan 4 - konversi dikalikan 1

39 Jumlah SKP Dokter Umum Tempat praktek: Puskesmas & praktek pribadi Tugas klinis medis (dg intervensi) Penyuluhan 3 1 SKP Publikasi ilmiah populer 1 2 SKP Peer review 2 2 SKP Journal club 1 2 SKP Pertemuan ilmiah 1 3 SKP Bakti sosial 1 2 SKP Pengurus IDI Cabang 2 SKP/tahun Praktek pribadi 50 ps/bulan Baca jurnal + uji diri 3 2 SKP 20 SKP / tahun 3 SKP 2 SKP 4 SKP 2 SKP 3 SKP 2 SKP 12 SKP / tahun 6 SKP J u m l a h56 SKP / tahun 39 CONTOH

40 Sangat dianjurkan untuk melaporkan perolehan SKP setiap tahun sehingga kekurangan nilai SKP di akhir masa resertifikasi dapat diantisipasi dan dihindari.

41 PENDAPAT & SARAN

42

43 PENCATATAN KEGIATAN CPD  Seluruh program CPD yang dilakukan oleh para dokter dicatat dalam buku log: Setiap dokter wajib mempunyai buku log Diisi sendiri  verifikasi  Pencatatan juga dilakukan oleh IDI/PDPP/PDSp  masing- masing dengan fokus tertentu  Sudah dikembangkan pencatatan dengan sistem komputerisasi terpadu (on line) di seluruh wilayah Indonesia.  Sentra pencatatan di PB IDI akan terhubung dengan sistem komputer di IDI Wilayah /Cabang, PDSp/PDPP. 43

44 NILAI SKP  Kegiatan pribadi: besarnya nilai SKP ditetapkan oleh perhimpunan  Kegiatan internal: besarnya nilai SKP ditetapkan oleh perhimpunan  Kegiatan eksternal: ditetapkan oleh Badan P2KB IDI (pusat/wilayah)  Konversi: hanya untuk nilai SKP dari kegiatan eksternal yang tidak sesuai dengan standar kompetensi dokter; mis. Yang diselenggarakan oleh PDSp/PDSm

45 45 Stakeholder pelayanan kesehatan  Pemerintah: user/regulator/fasilitator  Provider: institusi kesehatan/perorangan  Masyarakat: user/pemodal  Institusi pendidikan: medis & paramedis  Perhimpunan profesi: IDI  rekomendasi

46 46 Apa yang harus dilakukan oleh IDI  PB.IDI : Membentuk BP2KB Wilayah  BP2KB Wilayah menentukan dan membentuk Tim BP2KB IDI Cabang – bekerjasama dengan IDI Cabang  Mendorong PDSp/PDPP membuat alur CPD  Advokasi:  Sosialisasi  Bertanggung jawab terlaksanakan program P2KB :  DPU  Spesialis

47 47 Apa yang harus / dapat dilakukan oleh Depkes / dinkes ??  Bertindak sebagai the authority yang sebenarnya dengan tujuan protecting people:  Regulasi yang kondusif (audit medis)  Koordinasi & falisitasi untuk upaya promotif & preventif  Koordinasi & fasilitasi dalam kegiatan sosial  Monitoring-evaluasi program  Berkolaborasi dengan perhimpunan:  Melakukan penelitian (population-based)  Melakukan upaya promotif & preventif

48 48 Apa yang harus dilakukan institusi tempat kerja ?  Rumah sakit / Puskesmas / sarana kesehatan lain :  Memfasilitasi agar kegiatan CPD di tempat kerja Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bernilai CPD : Ronde bangsal rutin, diskusi kasus sulit, konferensi kematian, dll Menyediakan sarana online agar dokter dapat mengakses internet dengan mudah Menyediakan sarana kepustakaan Melakukan kegiatan pelayanan yang dapat bernilai CPD (praktik, penyuluhan, konseling, dll) Membantu memberikan keterangan / dokumen bukti yang dibutuhkan  Memberi kesempatan agar dokter mengembangkan kompetensinya dengan mengikuti kegiatan cpd eksternal  Menyelenggarakan kegiatan CPD Eksternal

49 PENYELENGARA KEGIATAN P2KB  Lembaga / Organisasi IDI  IDI  PDSp, PDSm  Lembaga / Organisasi non IDI ( yang telah di akreditasi oleh BP2KB IDI )  Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan  Departemen2 lain  Institusi pendidikan: FK / CME FK  Penyedia layanan kesehatan : RS, Klinik dll  Perusahaan penyelenggara training profesional  Provider lain

50 Tatacara permintaan SKP IDI untuk kegiatan CME  Surat permohonan kpd BP2KB IDI Pusat/Wil  Dilampiri:  TOR kegiatan (Tema, acara lengkap, rencana evaluasi penyelenggara & susunan panitia )  Riwayat hidup pembicara, moderator & pernyataan kesediaan pembicara.

51 Tatacara permintaan SKP IDI untuk kegiatan CME  Penyelenggara CME dari Sub Organisasi IDI Pusat/Cabang (kec PDSp/PDPP) melampirkan Surat Pengakuan sbg Sub-Organisasi IDI dari Ketua MPPK IDI Pusat  Penyelenggara CME Non IDI : melampirkan SK Pengakuan sbg Penyelenggara Kegiatan CME Non IDI dari Ketua BP2KB Pusat

52 Tatacara permintaan Pengakuan sbg Penyelenggara CME Non IDI  Permohonan kpd IDI cq BP2KB IDI  Persyaratan administrasi:  Berkedudukan di Indonesia  Rekomendasi perhimpunan terkait bagi penyelenggara LN  berbadan hukum (yayasan, PT, LSM) dg susunan pengurus jelas  Rekomendasi perhimpunan dokter yg terkait dg tema kegiatan

53 Perhimpunan Dokter Layanan Primer  Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia  Satu-satunya perhimpunan dokter layanan primer saat ini  Telah mempunyai beberapa cabang di seluruh Indonesia  Perhimpunan Dokter Umum :  Sedang proses pembentukan - Harus disahkan untuk diakui sebagai organisasi di bawah IDI di Muktamar IDI 53

54 Kolegium Dokter Layanan Primer  Telah ada  Saat ini bergabung menjadi satu dengan Kolegium Dokter Keluarga  Nama Kolegium Kolegium Dokter Dan Dokter Keluarga Indonesia 54

55 Tata Cara Program P2KB – PDU P2KB online  Daftarkan secara online – registrasi online Akan mendapat password dan user id yang dikirim melalui pribadi  Tetap mendaftar secara offline ke Tim BP2KB IDI Cabang  Tetap menyerahkan Rencana Pengembangan Diri  Dapat mengakses kapan saja dan dimana saja  Dokumen bukti diserahkan pada Tim BP2KB IDI CabDPU

56 SKP Untuk Menangani Pasien Tanpa intervensi  Data berasal dari data jumlah pasien per bulan.  Usulan :  < 50 pasien per bulan: 1 SKP  > 50 pasien per bulan: 2 SKP  Total SKP dari praktek:  (12x5) =60 SKP  (24x5) =120 SKP

57 SKP Untuk Menangani Pasien Tanpa intervensi  Merawat pasien di ruang rawat:  < 50 pasien/per bulan: 1 SKP  > 50 pasien/per bulan: 2 SKP  Jugas jaga on call:  < 5 kali/bulan: 0,5 SKP  > 5 kali/bulan: 1 SKP  Ronde besar:  0,5 SKP/kali kegiatan  Maksimal 12 SKP per tahun

58 SKP kegiatan profesional lain  Menangani korban bencana: 3 SKP/kali  Membuat visum et repertum: 1 SKP/kali  Melakukan aotopsi/saksi penggalian: 2 SKP/kali  Melakukan penyuluhan pasien/edukasi kelompok: 2 SKP/topik  Melakukan tinjauan kasus:  SKP sama dengan jurnal club

59 SKP untuk Kegiatan Menangani pasien dengan intervensi Saat ini untuk menangani pasien dengan intervensi belum dibedakan/dipilah jenis tindakan intervensinya Usulan : SKP : < 5 tindakan/bulan: 0,5 SKP/bulan 6-25 tindakan/bulan: 1 SKP/bulan > 25 tindakan/bulan: 2 SKP/bulan

60 SKP kegiatan profesional lain  Menjadi penyaji makalah dalam kegiatan ilmiah:  Presentasi oral : 5 SKP  Presentasi poster: 3 SKP  Poster: 2 SKP  Keterlibatan dalam pokja/Komite medik  Nilai dasar: 1 SKP/pokja  Nilai untuk jabatan ketua dan sekretaris: 2 SKP 60

61 Kinerja Pengabdian Masyarakat  Merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (umum) maupun profesinya  Menjadi pengurus IDI/PDSp/PDSm atau pengurus Komite/Pokja Organisasi profesi  Terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan untuk memberikan pelayanan medis  Melaksanakan penapisan massal 61

62 Nilai SKP Menjadi Pengurus IDI / Perhimpunan Profesi 62  Nilai dasar: menjadi mengurus 1 SKP/tahun  Nilai tambahan:  Aktif: bisa sampai dengan 10 SKP/tahun tergantung kehadiran mengikuti rapat dan kegiatan  Bukti: Daftar hadir yang disahkan Ketua

63 SKP untuk pengabdian masyarakat  Bila tidak ada pengetahuan/ ketrampilan baru yang dipelajari dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan  Ada peningkatan pengetahuan dan atau ketrampilan yang langsung mempengaruhi praktik atau pelayanan kepada pasien setelah mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan 1 SKP 2 SKP

64 Kegiatan Publikasi Ilmiah atau Populer  Bentuk:  Menulis/menerjemahkan/mengedit buku (ISBN)  Menulis laporan penelitian/studi kasus/tinjauan pustaka di jurnal ilmiah  Menulis tentang masalah kesehatan/kedokteran di majalah/media populer  Mengasuh rubrik kesehatan di media cetak

65 SKP untuk kegiatan publikasi  Laporan penelitian di jurnal terakreditasi: 10 SKP/penelitian  Tinjauan kasus dijurnal terakreditasi: 4 SKP/kasus  Tinjauan pustaka di jurnal terakreditasi: 4 SKP/topik (catatan: bila jurnal tidak terakreditasi  SKP separuhnya)  Menulis/menerjemahkan buku:  Sendiri: 10 SKP  Bersama: 20 SKP  Penulis utama: 60%, penulis lainnya 40%.  Mengedit buku: 5 SKP/buku  Karya ilmiah poluler: 3 SKP/judul  Mengasuh rubrik kesehatan: 5 SKP/tahun

66 SKP Kinerja Pengembangan Ilmu Kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan bidang ilmu yang bersangkutan  Mengerjakan penelitian  publikasi  Penyelia/supervisor: 2 SKP  Membimbing skripsi mahasiswa:  D3 keperawatan/kebidanan: 1  S1: 3  S2/Sp: 5  S3: 7  Membuat soal ujian: 2 SKP/10 soal. Maks 12 SKP/tahun

67 SKP Kinerja Pengembangan Ilmu  Menguji mahasiswa:  D3/D4: 1 SKP  S1: 2 SKP  S2/S3: 3 SKP Maksimal 16 SKP per tahun  Mengajar mahasiwa :  D3/D4: 1 SKP per semester  S1 : 2 SKP per semester  S2/S3 : 3 SKP per semester  Training: 1 SKP per training

68 SKP Kinerja Pengembangan Ilmu  Membimbing praktek mahasiwa :  D3/D4 : 1 SKP per semester  S1 : 2 SKP per semester  S2/S3 : 3 SKP per semester  Training: 1 SKP per training

69

70


Download ppt "N a m a : Dr. H. Masrip Sarumpaet, M.Kes Pangkat/NIP : Penata Tk I, III-d / 19650331 200003 1 005 Tempat/ tgl Lahir : Sibolga 31 Maret 1965 Alamat : Komplek."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google