Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DIKSI ATAU PILIHAN KATA

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DIKSI ATAU PILIHAN KATA"— Transcript presentasi:

1 DIKSI ATAU PILIHAN KATA
UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen DIKSI ATAU PILIHAN KATA Pengertian Diksi 2. Syarat-syarat Pemilihan Kata 3. Jenis Makna Kata Kesalahan Pembentukan dan Pemilihan Kata

2 Pengertian Diksi atau Pilihan Kata
UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen Pengertian Diksi atau Pilihan Kata Kemahiran dalam memilih kata hanya dimungkinkan bila kita menguasai kosa kata yang cukup luas. Kemampuan memilih secara tepat, membedakan secara tepat kata-kata yang memiliki nuansa makna serumpun. Kemampuan untuk memilih kata-kata yang tepat dan cocok untuk situasi, dan tujuan tertentu.

3 Jenis Makna Kata Makna Denotatif dan Konotatif Makna Umum dan Khusus
UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen Jenis Makna Kata Makna Denotatif dan Konotatif Makna Umum dan Khusus Sinonim Kata Serapan Asing dan Daerah

4 abstrak/umum/luas/kurang jelas konkret/khusus/sempit/jelas
UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen keadaan abstrak/umum/luas/kurang jelas kesehatan penyakit Penyakit darah leukimia konkret/khusus/sempit/jelas

5 Syarat-syarat Pemilihan Kata
UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen Syarat-syarat Pemilihan Kata Memahami dan dapat membedakan jenis-jenis makna kata Memahami gejala-gejala perubahan makna Memahami dan dapat membedakan bentuk-bentuk pertalian makna Memahami kata abstrak, kata konkrit, dan kata kajian. Memahami kata penghubung berpasangan secara tepat.

6 Beda – berbeda, Jumpa – berjumpa, Keberatan – berkeberatan
UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen Kesalahan Pembentukan dan Pemilihan Kata 1. Penanggalan Awalan me- Penanggalan awalan me- pada judul berita dalam surat kabar diperbolehkan, tetapi dalam teks berita harus dieksplisitkan. Contoh : luncurkan – meluncurkan, nulis – menulis. 2. Penanggalan Awalan ber- Beda – berbeda, Jumpa – berjumpa, Keberatan – berkeberatan

7 Contoh : menyintai – mencintai, menyuci - mencuci
UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen 3. Peluluhan Bunyi /c/ Kata dasar yang diawali bunyi c sering menjadi luluh apabila merndapat awalan me- dan ini adalah bentuk bahasa yang salah, seharusnya bunyi c tidak luluh jika mendapat awalan me- Contoh : menyintai – mencintai, menyuci - mencuci 4. Penyengauan Kata Dasar Penyengauan kata dasar sebenarnya adalah ragam bahasa lisan yang dipakai dalam ragam bahasa tulis. Akibatnya, terjadi pencampuadukan antara ragam bahasa lisan tulis yang menimbulkan kesalahan. Contoh: nulis, nabrak, nanam, nolak. seharusnya menulis, menabrak, menanam, dan menolak.

8 UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA
Oleh : Tim Dosen 5. Bunyi /s/, /k/, /p/, /t/ yang Tidak Luluh Kata dasar yang berhuruf awal s, k, p, dan t sering tidak luluh jika mendapatkan awalan me-. Padahal, menurut kaidah baku bunyi tersebut harus luluh menjadi bunyi sengau. Contoh : mensuplai, mengkalkulasi, mentaati, mempi-danakan, dan menyeponsori seharusnya menyuplai, mengalkulasi, menaati, dan memidanakan. 6. Kesalahan Awalan ke- dan Akhiran –ir Kesalahan sering terjadi pada kata-kata yang seharusnya berawalan ter- menjadi ke. Dalam bahasa Indonesia, padanan –ir adalah -asi atau - isasi. Contoh : kebawa, ketawa, koordinir seharusnya terbawa, tertawa, dan koordinasi.

9 IDIOM DAN IDIOMATIK Salah Benar
UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen IDIOM DAN IDIOMATIK A. Idiom gulung tikar, adu domba, muka tembok, banting tulang, peras keringat, pucat pasi, dll. B. Idiomatik Salah Benar disebabkan karena disebabkan oleh tergantung kepada bergantung pada menemui kesalahan menemukan kesalahan baik…, ataupun… baik…, maupun bukan…, tetapi… bukan…, melainkan tidak…, melainkan… tidak…, tetapi……

10 Salah Benar Apabila ..., maka ... Apabila ... , ...
UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen C. Padanan yang Tidak Serasi Timbulnya padanan yang tidak serasi karena dua kaidah bersilang atau bergabung dalam kalimat. Salah Benar Apabila ..., maka ... Apabila ... , ... Karena..., sehingga ... ..... sehingga Walaupun..., tetapi ... ...., tetapi ...

11 UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA
Oleh : Tim Dosen D. Pemakaian Kata Penghubung Salah Antara hak dengan kewajiban pegawai haruslah berimbang. Korban PHK itu tidak menuntut bonus, melainkan pesangan. Baik dosen ataupun mahasiswanya ikut memper-juangkan reformasi. Bukan aku yang tidak mau, tetapi dia yang tidak suka. Benar Antara hak dan kewajiban pegawai haruslah berimbang. Korban PHK itu tidak menuntut bonus, tetapi pesangan. Baik dosen maupun mahasis-wanya ikut memperjuangkan reformasi. 4. Bukan aku yang tidak mau, melainkan dia yang tidak suka.

12 E. Pemakaian Kata Berpasangan
UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen E. Pemakaian Kata Berpasangan Salah Kemelut itu disebabkan karena kelalaian kita Sembako itu diperuntukan untuk rakyat kecil Hal ini berdasarkan atas permin taannya. Rombongan itu terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kenaikan gaji karyawan itu sangat tergantung atasannya. Benar Kemelut itu disebabkan oleh kelalaian kita Sembako itu diperuntukan bagi rakyat kecil Hal ini berdasarkan pada permintaannya. Rombongan itu terdiri atas 3 pria dan 2 wanita. Kenaikan gaji karyawan itu sangat tergantung pada atasannya.

13 F. Pemakaian Kata yang Boros Boros Hemat Sejak dari Sejak atau dari
UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen F. Pemakaian Kata yang Boros Boros Hemat Sejak dari Sejak atau dari Agar supaya Agar atau supaya Adalah merupakan Adalah atau merupakan Misalnya... dan lain-lain Misalnya atau dan lain-lain

14


Download ppt "DIKSI ATAU PILIHAN KATA"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google