Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1. Unsur-unsur kalimat 2. Kalimat tunggal 3. Kalimat majemuk 4. Kalimat efektif KALIMAT BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1. Unsur-unsur kalimat 2. Kalimat tunggal 3. Kalimat majemuk 4. Kalimat efektif KALIMAT BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA."— Transcript presentasi:

1 1. Unsur-unsur kalimat 2. Kalimat tunggal 3. Kalimat majemuk 4. Kalimat efektif KALIMAT BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen

2 Kalimat sebagai (unsur) suatu ujaran selalu terdiri atas dua unsur, yakni unsur makna dan unsur struktur (bentuk). Kedua unsur tersebut tidak dapat dipisahkan. Karena itu dalam menentukan apakah sebuah ujaran itu merupakan sebuah kalimat atau bukan, haruslah dipandang dari dua sudut, yaitu dari sudut makna dan bentuknya. Kalimat merupakan bagian bahasa yang mengan-dung pikiran yang lengkap. Dalam bentuk bahasa lisan kalimat merupakan deretan bunyi bahasa yang lengkap dengan lagu, jangka waktu, dan perhentiannya. Dalam bentuk bahasa tulis, kalimat merupakan deretan huruf/kata yang dimulai dengan huruf besar dan diakhiri dengan tanda baca titik (.) tanda tanya (?), atau tanda seru (!). Unsur-unsur kalimat tersebut adalah sebagai berikut : A. Unsur-unsur Kalimat UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen

3 Kalimat mayor dan kalimat minor 1.Subyek dan predikat kalimat (S dan P) 2.Obyek kalimat (selanjutnya disebut obyek atau O) 3.Keterangan kalimat (K) a.Keterangan kualitas b.Keterangan tujuan c.Keterangan alat d.Keterangan tempat e.Keterangan waktu f.Keterangan keadaan atau situasi g.Keterangan alasan atau sebab h.Keterangan kuantitas UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen

4 Bila suatu kalimat hanya mengandung satu pola kalimat, sedangkan perluasannya tidak lagi membentuk pola kalimat yang baru maka kalimat semacam ini disebut kalimat tunggal. Dengan kata lain, kalimat tunggal ialah, kalimat yang hanya terdiri dari dua unsur inti dan boleh diperluas dengan satu atau lebih unsur-unsur tambahan, asal unsur-unsur tambahan itu tidak boleh membentuk pola yang baru. B. Kalimat Tunggal UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen

5 1) Ayah membeli sebidang tanah. 2) la pernah sekali datang ke sini. 3) Saya bertemu dengan dia di depan stasiun Gambir. Macam-macam Kalimat Tunggal 1. Kalimat berita Kalimat berita adalah kalimat yang mendukung suatu pengungkapan peristiwa atau kejadian. Orang yang menyampaikan peristiwa tersebut, berusaha mengungkapkannya seobyektif mungkin. la boleh menyam-paikan suatu hal secara langsung, yakni langsung mengucapkan tutur orang lain atau menyampaikan secara tak langsung dengan pengo-lahannya sendiri. Misalnya : a. Ucapan langsung : 1)la mengatakan: "Saya tak mau membayar utang itu." 2)"Dahulu orang yang mashur itu berdiam disini", katanya sejurus kemudian. b. Ucapan tak langsung : UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen

6 Yang dimaksud dengan kalimat tanya adalah kalimat yang mengandung suatu permintaan agar kita diberikan sesuatu karena tidak mengetahui sesuatu hal. Bila kita membandingkan kalimat tanya dengan kalimat berita maka terdapat beberapa ciri yang dengan tegas membedakannya dengan kalimat berita. Ciri- ciri tersebut adalah : a. Intonasi yang digunakan adalah intonasi tanya. b. Sering mempergunakan kata tanya. c. Dapat pula mempergunakan partikel tanya-kah. 2. Kalimat tanya UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen

7 Yang disebut perintah adalah menyuruh orang lain untuk melakukan sesuatu yang kita kehendaki. Sebab itu perintah meliputi suruhan yang keras hingga ke permintaan yang sangat luas. Begitu pula suatu perintah dapat ditafsirkan sebagai mengijinkan seseorang untuk menger-jakan sesuatu, atau menyatakan syarat terjadinya sesuatu, malahan sampai kepada tafsiran makna ejekan atau sindiran. 1) Perintah biasa;5) Perintah Permintaan 2) Perintah Izin;6) Perintah Cemooh atau sindiran 3) Perintah Ajakan;7) Perintah Larangan. 4) Perintah Syarat: 3. Kalimat Perintah UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen

8 Kalimat-kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih. Batasan ini diturunkan sebagai hasil tinjauan secara statis, melihat apa yang kita hadapi sekarang, atau melihat hasil yang sudah jadi. Tetapi kita dapat pula melihat dari segi yang lebih dinamis, yaitu dari sejarah terbentuknya kalimat tersebut. Kita dapat melihat bahwa dua pola kalimat yang terkandung dalam sebuah kalimat majemuk itu terjadi karena kita menggabungkan dua macam pola kalimat (atau lebih) menjadi satu kalimat; atau dapat terjadi bahwa kita menghadapi satu pola kalimat, tetapi dengan memper- gunakan teknik perluasan, akhirnya kita mendapat dua pula kalimat atau lebih dalam kalimat perluasan tadi. C. Kalimat Majemuk UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen

9 D. Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat atau bentuk kalimat yang dengan sadar dan sengaja disusun untuk mencapai daya informasi yang tepat dan baik. Susunan kalimat yang efektif itu didukung oleh: 1. kesepadanan antara struktur bahasa dan cara atau jalan pikiran yang logis dan masuk akal, 2. keparelan atau paralelisme bentuk bahasa yang dipakai untuk tujuan-tujuan efektivitas tertentu, 3.ketegasan dalam mengemi kan pikiran utama, 4.kehematan dalam pilihan kata atau penyusunan kalimat. UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen

10 Keparalelan Bentuk 1.Kegiatan di perpustakaan meliputi pembelian buku, membuat katalog, dan buku-buku diberi label. 2.Kakakmu menjadi dosen atau pengusaha. 1.Kegiatan di perpustakaan meliputi pembelian buku, pembuatan katalog, dan pemberian label. 2.Kakakmu sebagai dosen atau pengusaha? Ketegasa Makna 1.Ujian akhir semester akan dilaksanakan pada bulan Oktober. (penekanan pada awal kalimat) 2.Saudara-saudara, kita tidak suka dibohongi, kita tidak suka ditipu, kita tidak suka dibodohi. (penekanan dengan pengulangan kata). UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen

11 Seperti telah dijelaskan di atas, kalimat majemuk campuran dapat terdiri dari sebuah pola atasan dan sekurang-kurangnya dua pola atasan dan satu atau lebih pola bawahan. Macam-macam kalimat majemuk a) Kalimat majemuk setara Bila hubungan antara kedua pola kalimat itu sederajat maka terdapatlah kalimat majemuk yang setara b) Kkalimat majemuk bertingkat Kalimat yang berhubungan pola-polanya tidak sederajat. Salah satu pola (atau lebih) menduduki fungsi tertentu dari pola yang lain. Bagian yang lebih tinggi kedudukannya disebut induk kalimat, sedangkan bagian yang lebih rendah kedudukannya disebut anak kalimat. c) Kalimat majemuk campuran. (1) Satu pola atasan dan dua pola bawahan; (2) Dua pula atasan dan satu atau lebih pola bawahan. UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen

12 CIRI-CIRI KALIMAT EFEKTIF Kesatuan Gagasan 1.Pembangunan gedung perguruan tinggi baru pihak yayasan dibantu oleh pihak bank yang memberi kredit. 2.Dalam pembangunan sangat berkaitan dengan stabilitas politik. 1.Pihak yayasan dibantu oleh bank yang memberi kredit untuk membangun gedung perguruan tinggi baru. 2.Pembangunan sangat berkaitan dengan stabilitas politik. Kepaduan Unsur (Koherensi) 1.Kepada setiap pengendara mobil di kota Jakarta harus memiliki surat izin mengemudi. 2.Saya punya rumah baru saja diperbaiki. 1.Setiap pengendara mobil di kota Jakarta harus memiliki surat izin mengemudi. 2.Rumah saya baru saja diperbaiki UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA INDONESIA Oleh : Tim Dosen

13 Kehematan Kata 1.Saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri bahwa mahasiswa itu belajar seharian dari pagi sampai sore. 2.Manajer itu dengan segera mengubah rencananya setelah dia bertemu dengan direkturnya. 1.Saya melihat sendiri mahasiswa itu belajar seharian. 2.Manajer itu dengan segera mengubah rencana setelah dia bertemu dengan direkturnya. Kelogisan Bahasa 1.Kepada Ibu Rektor, waktu dan tempat kami persilakan. (waktu dan tempat tidak perlu dipersilakan) 2.Dengan menucapkan syukur kepada Tuhan, selesailah skripsi ini tepat pada waktunya. (berarti “modal” untuk menyelesaikan skripsi cukup dengan ucapan syukur kepada Tuhan).

14


Download ppt "1. Unsur-unsur kalimat 2. Kalimat tunggal 3. Kalimat majemuk 4. Kalimat efektif KALIMAT BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL MKU/IEU 113 BAHASA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google