Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Lili Syafitri 4/4/2015 1 Akuntansi Pajak Penghasilan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Lili Syafitri 4/4/2015 1 Akuntansi Pajak Penghasilan."— Transcript presentasi:

1 Lili Syafitri 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

2  Perpajakan & Akuntansi  Konsep Akuntansi Pajak Penghasilan  Pajak penghasilan dalam Laporan Keuangan  Tanya Jawab  Ilustrasi dan Contoh 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

3  Bagaimana mencatat penjualan, pembayaran gaji, pembayaran sewa, penerimaan pendapatan jasa?  Dari mana pos-pos pajak dalam Laporan Keuangan diperoleh ?  Dari mana Beban Pajak dalam Laporan Laba Rugi diperoleh?  Dari mana Utang Pajak Penghasilan Badan dalam Neraca diperoleh ?  Apakah yang dimaksud dengan Aktiva /Kewajiban Pajak Tangguhan dan Beban Pajak Tangguhan ?  Pengungkapan apakah yang diperlukan untuk Akuntansi Pajak Penghasilan dan Pajak ? 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

4  Aktiva  Kewajiban  Beban Pajak  Arus kas 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

5  Pajak atas Penghasilan Perusahaan  Dibayar langsung oleh perusahaan : Angsuran pajak (PPh 25) Pembayaran pajak akhir tahun (PPh 28/29)  Dipotong oleh pihak lain (final, tidak final, 22, 23)  Laporan laba rugi akan mempengaruhi jumlah beban pajak dan di Neraca  utang pajak / pajak dibayar dimuka  Kewajiban memotong pajak pihak lain (with holding tax)  Pajak atas penghasilan yang diterima pihak lain (21, 23, 26)  PPN  pajak atas penyerahan barang / jasa kena pajak  Tidak muncul dalam laporan laba rugi, tetapi di Neraca sebagai utang atau pajak dibayar dimuka  Pajak Lainnya  PBB, pajak daerah  beban 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

6  Fokus pada pajak penghasilan perusahaan  Sebelum PSAK 46:  Beban pajak dalam laporan laba rugi adalah pajak terutang menurut fiskal  PSAK 46 (eff 1 Jan 1999 perusahaan listed dan 1 Jan 2001 non listed)  Beban pajak kini  pajak terutang menurut fiskal  Beban / penghasilan pajak tangguhan  Aktiva / kewajiban pajak tangguhan 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

7  Pajak penghasilan merupakan beban bagi perusahaan.  Terdapat perbedaan konsep penghasilan antara pajak dan akuntansi sehingga Penghasilan Kena Pajak (menurut pajak) berbeda dengan Laba sebelum pajak (menurut Akuntasi)  ?? Beban pajak dihitung dari penghasilan yang mana !!  Karena merupakan beban  dibebankan menurut kapan penghasilan diterima  matching principles  Pajak Penghasilan harus diasosiasikan dengan laba dimana pajak penghasilan tersebut dikenakan atau diperhitungkan  Alokasi Pajak. 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

8  Deferred Method  Selisih jumlah Pajak Penghasilan Terhutang (berdasar SPT) dengan Biaya Pajak Penghasilan (berdasar laba akuntansi) dalam suatu periode harus dicatat dan disajikan dalam Laporan Keuangan sebagai Pajak yang Ditangguhkan.  Jumlah Pajak yang Ditangguhkan ditentukan berdasar tarif pajak yang berlaku pada saat terjadinya transaksi atau item yang menyebabkan terjadinya perbedaan atau selisih antara laba kena pajak dan laba akuntansinya.  Deffered Method berorientasi pada Laporan Rugi – Laba dan menitik beratkan pada tercapainya matching principles 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

9  Liability Method  Mengakui eksistensi perbedaan akuntansi dan pajak sebagai pajak ditangguhkan  Pajak yang Ditangguhkan ditentukan berdasar tarif pajak yang diharapkan akan berlaku dalam periode di mana selisih pajak akan dikompensasikan.  Perhitungan Pajak yang Ditangguhkan bersifat tentatif yang selalu memerlukan penyesuaian pada setiap kali terjadi perubahan tarif pajak penghasilan.  Menurut liability method, Pajak yang Ditangguhkan harus dipandang sebagai kewajiban ekonomis untuk Pajak yang Terhutang atau sebagai aktiva untuk Pajak yang Dibayar Dimuka.  Balance Sheet orientation 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

10  Net of Tax Method  Menurut metode ini, melaporkan Pajak yang Ditangguhkan dalam neraca tidak dibenarkan karena Biaya Pajak Penghasilan yang dilaporkan dalam Laporan Rugi – Laba harus sama dengan jumlah Pajak Penghasilan Terhutang atau pajak yang harus dibayar untuk periode yang bersangkutan.  Selisih yang terjadi karena adanya perbedaan laba kena pajak dan laba akuntansi tidak dibukukan dalam akun tersendiri, tetapi ditambahkan atau dikurangkan kepada aktiva atau hutang tertentu serta unsur pendapatan atau biaya yang bersangkutan. 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

11  Perbedaan antara pajak dan akuntansi diklasifikasikan menjadi dua :  Perbedaan permanen : perbedaan secara subtantif sehingga perbedaan ini selamanya akan muncul Sumbangan Pemberian natura kepada karyawan Beban yang tidak terkait dengan kegiatan memperoleh, menagih dan memelihara pendapatan Penghasilan yang telah dikenakan pajak final, dll  Perbedaan temporer : perbedaan waktu pengakuan, sehingga secara total tidak terjadi perbedaan namun pengakuan pendapatan / beban dalam satu periode terdapat perbedaan. Beban depresiasi / amortisasi Beban garansi Beban penyisihan piutang

12  Mengatur perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan  Bagaimana mempertanggungjawabkan konsekuensi pajak pada periode berjalan dan periode mendatang untuk hal-hal berikut ini:  pemulihan nilai tercatat aktiva yang diakui pada neraca perusahaan atau pelunasan nilai tercatat kewajiban yang diakui pada neraca perusahaan; dan  transaksi-transaksi atau kejadian-kejadian lain pada periode berjalan yang diakui pada laporan keuangan perusahaan. 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

13  Apabila besar kemungkinan bahwa pemulihan aktiva atau pelunasan kewajiban tersebut akan mengakibatkan pembayaran pajak pada periode mendatang yang lebih besar atau lebih kecil dibandingkan pembayaran pajak sebagai akibat pemulihan aktiva atau pelunasan kewajiban yang tidak memiliki konsekuensi pajak, maka Pernyataan ini mengharuskan perusahaan untuk mengakui kewajiban pajak tangguhan atau aktiva pajak tangguhan, dengan beberapa pengecualian.  Konsekuensi pajak dari suatu transaksi dan kejadian lain sama dengan cara perusahaan memperlakukan transaksi dan kejadian tersebut.  Pernyataan ini juga mengatur pengakuan aktiva pajak tangguhan yang berasal dari sisa rugi yang dapat dikompensasi ke tahun berikut 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

14  Pajak Penghasilan adalah pajak yang dihitung berdasarkan peraturan perpajakan dan pajak ini dikenakan atas penghasilan kena pajak perusahaan.  Pajak Penghasilan Final adalah pajak penghasilan yang bersifat final, yaitu bahwa setelah pelunasannya, kewajiban pajak telah selesai dan penghasilan yang dikenakan pajak penghasilan final tidak digabungkan dengan jenis penghasilan lain yang terkena pajak penghasilan yang bersifat tidak final.  Laba akuntansi adalah laba atau rugi bersih selama satu periode sebelum dikurangi beban pajak.  Penghasilan kena pajak atau laba fiskal (taxable profit) atau rugi pajak (tax loss) adalah laba atau rugi selama satu periode yang dihitung berdasarkan peraturan perpajakan dan yang menjadi dasar penghitungan pajak penghasilan. 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

15  Beban pajak (tax expense) atau penghasilan pajak (tax income) adalah jumlah agregat pajak kini (current tax) dan pajak tangguhan (deferred tax) yang diperhitungkan dalam penghitungan laba atau rugi pada satu periode.  Pajak kini (current tax) adalah jumlah pajak penghasilan terutang (payable) atas penghasilan kena pajak pada satu periode.  Kewajiban pajak tangguhan (deferred tax liabilities) adalah jumlah pajak penghasilan terutang (payable) untuk periode mendatang sebagai akibat adanya perbedaan temporer kena pajak.  Aktiva pajak tangguhan (deferred tax assets) adalah jumlah pajak penghasilan terpulihkan (recoverable) pada periode mendatang sebagai akibat adanya:  perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, dan  sisa kompensasi kerugian. 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

16  Perbedaan temporer (temporary differences) adalah perbedaan antara jumlah tercatat aktiva atau kewajiban dengan DPP-nya  perbedaan temporer kena pajak (taxable temporary differences) adalah perbedaan temporer yang menimbulkan suatu jumlah kena pajak (taxable amounts) dalam penghitungan laba fiskal periode mendatang  perbedaan temporer yang boleh dikurangkan (deductible temporary differences) adalah perbedaan temporer yang menimbulkan suatu jumlah yang boleh dikurangkan (deductible amounts) dalam penghitungan laba fiskal periode mendatang  Dasar pengenaan pajak (DPP) aktiva atau kewajiban adalah nilai aktiva atau kewajiban yang diakui oleh Direktorat Jendral Pajak dalam penghitungan laba fiskal. 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

17  Piutang bunga mempunyai nilai tercatat 100. Untuk tujuan fiskal, pendapatan bunga diakui dengan dasar kas. DPP piutang bunga adalah nihil.  Piutang usaha mempunyai nilai tercatat 100. Pendapatan usaha terkait telah diakui untuk tujuan fiskal. DPP piutang adalah 100.  Nilai tercatat beban yang masih harus dibayar (accured expenses) 100. Biaya tersebut dapat dikurangkan untuk tujuan fiskal dengan dasar kas. DPP-nya adalah nol. 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

18  Dalam laporan keuangan konsolidasi, perbedaan temporer ditentukan dengan membandingkan nilai tercatat aktiva dan kewajiban pada laporan keuangan konsolidasi dengan DPP-nya.  Berhubung peraturan perundangan perpajakan di Indonesia tidak memperkenankan SPT konsolidasi, maka DPP aktiva dan kewajiban ditentukan dengan merujuk pada SPT masing-masing entitas. 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

19  Jumlah pajak kini, yang belum dibayar harus diakui sebagai kewajiban.  Apabila jumlah pajak yang telah dibayar untuk periode berjalan dan periode- periode sebelumnya melebihi jumlah pajak yang terutang untuk periode-periode tersebut, maka selisihnya, diakui sebagai aktiva. 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

20 4/4/2015 Akuntansi Pajak Penghasilan 20  Semua perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai kewajiban pajak tangguhan, kecuali perbedaan temporer dari :  Dari goodwill yang amortisasinya tidak dapat dikurangkan untuk tujuan fiskal.  Pada saat pengakuan awal aktiva atau kewajiban dari suatu transaksi yang : Bukan transaksi penggabungan usaha Pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi dan laba fiskal

21  Biaya pemerolehan akuisisi dialokasi pada aktiva dan kewajiban teridentifikasi dengan dasar nilai wajar aktiva dan kewajiban pada tanggal transaksi pertukaran.  Perbedaan temporer muncul apabila DPP aktiva dan kewajiban teridentifikasi tidak dipengaruhi oleh penggabungan usaha.  Apabila nilai tercatat suatu aktiva disesuaikan ke nilai wajarnya tetapi DPP aktiva tersebut tetap sebesar harga pemerolehan sebelumnya, maka timbul perbedaan temporer yang mengakibatkan timbulnya kewajiban pajak tangguhan.  Kewajiban pajak tangguhan tersebut mempengaruhi goodwill  Kewajiban (aktiva) pajak tangguhan tidak diakui atas goodwill (goodwill negatif ) yang diakui sesuai dengan PSAK 22 tentang Akuntansi Penggabungan Usaha. 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

22  Perbedaan temporer mungkin timbul pada saat pengakuan awal suatu aktiva atau kewajiban, sebagai contoh apabila sebagian atau seluruh harga pemerolehan suatu aktiva tidak dapat dikurangkan untuk tujuan fiskal.  apabila sifat transaksi:  (1) bukan transaksi penggabungan usaha,  (2) tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba fiskal,  (3) tidak dikecualikan dalam paragraf 15 dan 21, maka perusahaan tidak diperkenankan mengakui kewajiban atau aktiva pajak tangguhan pada pengakuan awal ataupun pada periode selanjutnya  Contoh aktiva diperoleh dari sumbangan 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

23 4/4/2015 Akuntansi Pajak Penghasilan 23  Aktiva pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan perbedaan temporer yang boleh dikurangkan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba fiskal pada masa yang akan datangn(kecuali goodwill negatif dan pengakuan awal aktiva lihat kewajiban)  Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aktiva pajak tangguhan apabila besar kemungkinan laba fiskal pada masa yang akan datang memadai untuk dikompensasi.

24  Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan apakah penghasilan kena pajak akan tersedia dalam jumlah memadai untuk dikompensasikan  apakah perusahaan mempunyai perbedaan temporer kena pajak dalam jumlah yang memadai yang memungkinkan sisa kompensasi dapat digunakan sebelum masa berlakunya kadaluwarsa;  apakah perusahaan mungkin memperoleh laba fiskal agar saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi kerugian dapat digunakan sebelum masa berlakunya daluwarsa;  apakah saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi timbul dari kasus-kasus tertentu yang hampir tidak mungkin berulang.  Apabila laba fiskal tidak mungkin tersedia dalam jumlah yang memadai untuk dapat dikompensasi dengan saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi, maka aktiva pajak tangguhan tidak diakui. 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

25  Pada setiap tanggal neraca, perusahaan menilai kembali aktiva pajak tangguhan yang tidak diakui.  Perusahaan mengakui aktiva pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang akan tersedia untuk pemulihannya.  Sebagai contoh, perbaikan dalam kondisi perekonomian mengingkatkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba fiskal dalam jumlah yang memadai pada periode mendatang aktiva pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui menjadi memenuhi kriteria pengakuan. 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

26  Kewajiban (aktiva) pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya, diakui sebesar jumlah pajak terhutang (restitusi pajak), yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak (peraturan pajak) yang berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada tanggal neraca.  Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan harus diukur dengan menggunakan tarif pajak yang akan berlaku pada saat aktiva dipulihkan atau kewajiban dilunasi, yaitu dengan tarif pajak (peraturan pajak) yang telah berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada tanggal neraca. 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

27  Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan harus mencerminkan konsekuensi pajak untuk pemulihan nilai tercatat aktiva atau penyelesaian kewajiban yang diharapkan perusahaan pada tanggal neraca.  Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan tidak boleh didiskonto (discounted).  Nilai tercatat aktiva pajak tangguhan harus ditinjau kembali (pada tanggal neraca).  Perusahaan harus menurunkan nilai tercatat tersebut apabila laba fiskal tidak mungkin memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua aktiva pajak tangguhan. Penurunan tersebut harus disesuaikan kembali apabila besar kemungkinan laba fiskal memadai. 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

28  Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban pada laporan laba rugi periode berjalan, kecuali untuk pajak penghasilan yang berasal dari  transaksi atau kejadian yang langsung dikreditkan atau dibebankan ke ekuitas pada periode yang sama atau periode yang berbeda  penggabungan usaha yang secara substansi adalah akuisisi 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

29 4/4/2015 Akuntansi Pajak Penghasilan 29  Aktiva pajak dan kewajiban pajak harus disajikan terpisah dari aktiva dan kewajiban lainnya dalam neraca.  Aktiva pajak tangguhan dan kewajiban pajak tangguhan harus dibedakan dari aktiva pajak kini dan kewajiban pajak kini.  Apabila dalam laporan keuangan suatu perusahaan, aktiva dan kewajiban lancar disajikan terpisah dari aktiva dan kewajiban tidak lancar maka aktiva (kewajiban) pajak tangguhan tidak boleh disajikan sebagai aktiva (kewajiban) lancar.  Aktiva pajak kini harus dikompensasi (offset) dengan kewajiban pajak kini dan jumlah netonya harus disajikan pada neraca.  Beban (penghasilan) pajak yang berhubungan dengan laba atau rugi dari aktivitas normal harus disajikan tersendiri pada laporan laba rugi.

30 4/4/2015 Akuntansi Pajak Penghasilan 30  Apabila nilai tercatat aktiva atau kewajiban yang berhubungan dengan pajak penghasilan final berbeda dari DPP-nya maka perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aktiva atau kewajiban pajak tangguhan.  Atas penghasilan yang telah dikenakan PPh Final, beban pajak diakui proporsional dengan jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada periode berjalan.  Selisih antara jumlah PPh Final yang terhutang dengan jumlah yang dibebankan sebagai pajak kini pada perhitungan laba rugi diakui sebagai Pajak Dibayar Dimuka dan Pajak yang Masih Harus Dibayar.  Akun Pajak penghasilan final dibayar di muka harus disajikan terpisah dari pajak penghasilan final yang masih harus dibayar.

31  Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (SKP) harus dibebankan sebagai pendapatan atau beban lain-lain pada Laporan Laba Rugi periode berjalan,  Kecuali apabila diajukan keberatan dan atau banding jumlah tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya.  Apabila terdapat kesalahan mendasar maka perlakuan akuntansinya mengacu pada PSAK 25 tentang Laba atau Rugi Bersih untuk Periode Berjalan, Kesalahan Mendasar dan Perubahan Kebijakan Akuntansi. 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

32  unsur-unsur utama beban (penghasilan) pajak;  jumlah pajak kini dan pajak tangguhan yang berasal dari transaksi-transaksi yang langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas;  beban (penghasilan) pajak yang berasal dari pos-pos luar biasa yang diakui pada periode berjalan;  penjelasan mengenai hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan laba akuntansi dalam salah satu atau kedua bentuk berikut ini:  rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dengan hasil perkalian laba akuntansi dan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar penghitungan tarif pajak yang berlaku; atau  rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata (average effective tax rate) dan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar penghitungan tarif pajak yang berlaku. 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

33  penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan perbandingan dengan tarif pajak yang berlaku pada periode akuntansi sebelumnya;  jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan sisa rugi yang dapat dikompensasi ke periode berikut, yang tidak diakui sebagai aktiva pajak tangguhan pada neraca;  untuk setiap kelompok perbedaan temporer dan untuk setiap kelompok rugi yang dapat dikompensasi ke tahun berikut:  jumlah aktiva dan kewajiban pajak tangguhan yang diakui pada neraca untuk setiap periode penyajian;  jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui pada laporan laba rugi apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari perubahan jumlah aktiva atau kewajiban pajak tanguhan yang diakui pada neraca; dan 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

34  untuk operasi yang tidak dilanjutkan, beban pajak yang berasal dari:  keuntungan atau kerugian atas penghentian operasi; dan  laba atau rugi dari aktivitas normal operasi yang tidak dilanjutkan untuk periode pelaporan, bersama dengan jumlah periode akuntansi sebelumnya yang disajikan pada laporan keuangan.  Perusahaan harus mengungkapkan jumlah aktiva pajak tangguhan dan sifat bukti yang mendukung pengakuannya, jika:  penggunaan aktiva pajak tangguhan tergantung pada apakah laba fiskal yang dapat dihasilkan pada periode mendatang melebihi laba dari realisasi perbedaan temporer kena pajak yang telah ada; dan  perusahaan telah menderita kerugian pada periode berjalan atau periode sebelumnya. 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

35 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

36 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

37 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

38 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

39 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

40 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

41 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

42 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

43 4/4/2015 Akuntansi Pajak Penghasilan 43  Perbedaan perlakukan Net Operating Loss  NOL for each tax year is computed.  The NOL of one year can be applied to offset taxable income of other years, possibly resulting in tax refunds  NOLs can be: carried back 2 years and carried forward 20 years (carryback option), or carried forward 20 years (carryforward only)  Penyajian  The deferred tax classification relates to its underlying asset or liability.  Classify the deferred tax amounts as current or non-current.  Sum the various deferred tax assets and liabilities classified as current.  Sum the various deferred tax assets and liabilities classified as non-current.

44  Tidak ada perbedaan spesifik kecuali untuk beberapa aturan perpajakan lokal seperti :  Pajak final  Entitas konsolidasi  Tax atas investment  A deferred tax asset or liability arising on such taxable temporary differences should be recognized, except where two conditions are met: the investor is able to control the timing of the reversal of the temporary differences it is probable that the amounts will not reverse in the foreseeable future. 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

45 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

46  Pengungkapan atas Akuntansi Pajak Penghasilan  Effective Tax Tarif : beban(penghasilan) pajak dibagi dengan laba akuntansi  beberapa alternatif penghitungan yang lain.  Perbedaan laba akuntansi dan penghasilan kena pajak  Identifikasi penyebab perbedaan  Dampaknya terhadap nilai perusahaan dan kinerja masa mendatang  Deferred tax sebagai alat untuk melakukan Earning management  Perubahan tarif pajak 4/4/ Akuntansi Pajak Penghasilan

47  A Machine cost $ and has 3 years useful lives, with no salvage value.  For financial reporting purpose the machine will be depreciated by using the straight line method for three years.  For income tax reporting the machine will be depreciated by using the same method for two years.  The annual revenue of the machine is along the useful lives.  Tax rate 40%.  The warranty expense is estimated to be 10% of revenue whereas the actual entire repair is provided in year 3

48 Income statements Year 1 Year 2 Year 3 Revenue $ 5,000 Depreciation expense $ 2,000 Warranty expense $ 500 Pretax expense $ 2,500 Income tax expense Current Current $ 800 $ 1,400 Deferred Deferred $ 200 $ -400 Net Income $ 1,000 Income tax expense $ 1,000 Balance Sheet Year 1 Year 2 Year 3 Deferred tax asset $ 200 $ 400 $ 0 Deferred tax liability $ 400 $ 800 $ 0 Tax payable $ 800 $ 1,400

49  PT. Berlian pada tahun 2005 mengalami kerugian sebesar 500 milyar. (asumsi tidak ada perbedaan temporer dan perbedaan permanen yang lain), tarif pajak 30%.  Laba tahun 2006 = 100 milyar, 2007 = 100 milyar, 2008=100 milyar, 2009=100 milyar, 2009 terjadi perubahan tarif pajak menjadi 25%. 4/4/2015 Akuntansi Pajak Penghasilan 49

50  PT. Berlian pada tahun 2006 memiliki laba sebelum pajak penghasilan sebesar 600 milyar. Terdapat informasi berikut ini:  Perbedaan permanen karena sumbangan dan pemberian natura sebesar 50 milyar  Perusahaan mengakui beban garansi sebesar 15 milyar yang menurut pajak hanya boleh diakui sebesar 5 (yang telah dikeluarkan) 4/4/2015 Akuntansi Pajak Penghasilan 50

51  PT. Mulai pada tahun 2006 memiliki laba sebelum pajak penghasilan sebesar 800 milyar. Terdapat informasi berikut ini:  Perusahaan membeli aktiva tetap senilai 400 milyar, yang menurut akuntansi disusutkan 4 tahun dan menurut pajak disusutkan 8 tahun (garis lurus tanpa nilai sisa).  Setiap tahun laba perusahaan mengalami peningkatan sebesar 50 milyar  Tahun 2009 terjadi perubahan tarif pajak 4/4/2015 Akuntansi Pajak Penghasilan 51

52  PT. Mulai pada tahun 2006 memiliki laba sebelum pajak penghasilan sebesar 800 milyar. Terdapat informasi berikut ini:  Perbedaan permanen karena sumbangan dan 40 milyar  Perbedaan karena penghasilan bunga sebesar 100 milyar yang dikenakan pajak final 20%.  Perusahaan membeli aktiva tetap senilai 200 milyar, yang menurut akuntansi disusutkan 4 tahun dan menurut pajak disusutkan 8 tahun (garis lurus tanpa nilai sisa).  Perusahaan mengakui penyisihan piutang sebesar 10 milyar menurut pajak tidak boleh diakui 4/4/2015 Akuntansi Pajak Penghasilan 52


Download ppt "Lili Syafitri 4/4/2015 1 Akuntansi Pajak Penghasilan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google