Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005 Senyawa Kimia Toksik di Lingkungan Perkembangan dunia industri.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005 Senyawa Kimia Toksik di Lingkungan Perkembangan dunia industri."— Transcript presentasi:

1 Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005 Senyawa Kimia Toksik di Lingkungan Perkembangan dunia industri yang terus meningkat seiring kemajuan zaman, akan meningkatkan pula jumlah senyawa kimia baru yang ada di sekitar kita. Penggolongan senyawa kimia di alam berdasar kepada 2 hal, yaitu: 1. Sifat fisik dan kimia – nya Struktur molekul Karakteristik fisik Sumber Produk akhir Sifat toksik 2. Mekanisme toksisitas – nya ( karsinogen, neurotoksin, mutagen, alergen, teratogen, racun reproduksi dan racun metabolisme)

2 Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005 Senyawa Kimia Toksik di Lingkungan I. LOGAM DAN SENYAWAAN-NYA  TIMBAL, Pb. Timbal merupakan salah satu jenis logam yang banyak digunakan sebagai bahan baku industri, dan pemajanan timbal dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui banyak cara. Sumber timbal di lingkungan: - Cat - Bensin bertimbal - Baterai - Air Pam - Pelapisan logam - Solder

3 Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005 Senyawa Kimia Toksik di Lingkungan Timbal akan membentuk garam dengan banyak unsur dan membentuk senyawa kompleks dengan senyawa organik Senyawaan Timbal-organik dapat masuk ke dalam tubuh melalui pencernaan, pernapasan maupun absorpsi lewat kulit. Bergantung kepada sifat kimia dari senyawan timbal, maka: Pb dari makanan: Dewasa: 5 – 50% Pb diserap oleh Saluran pencernaan Anak-anak: > 50% Pb diserap oleh Saluran pencernaan Bergantung kepada ukuran partikel dan kelarutannya di udara, maka: Pb di udara dapat meningkatkan kandungan Pb darah: 50 – 70%

4 Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005 Senyawa Kimia Toksik di Lingkungan Dampak Kesehatan: Timbal diketahui dapat merusak Ginjal dan Sistem Syaraf Pusat Kerusakan ini akan lebih parah pada bayi atau anak-anak. Efek kesehatan lain yang ditimbulkan oleh pemajanan timbal: -Gangguan syaraf motorik (pada anak anak) -Penurunan IQ (pada anak) -Gangguan Sperma (pada orang dewasa) -Kasus abortus spontan -dll

5 Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005 Senyawa Kimia Toksik di Lingkungan 2. Merkuri, Hg Logam Merkuri banyak digunakan pada kegiatan pertambangan emas. Sumber merkuri: - pertambangan - industri elektronik - alat kedokteran - kosmetik - keramik - pestisida, dll Logam merkuri pada suhu kamar berbentuk caik berwarna perak mengkilat “quick silver” dan sedikit mudah menguap. Sama dengan Pb, Merkuri di alam dapat berbentuk sebagai unsur ataupun senyawa garamnya dan organik

6 Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005 Senyawa Kimia Toksik di Lingkungan Senyawa organik dari merkuri yang terkenal adalah metilmerkuri, di alam terbentuk dari proses metabolisme garam merkuri oleh bakteri. Kurang lebih 90% merkuri yang masuk melalui makanan akan diserap oleh sistem pencernaan dan diedarkan keseluruh tubuh. Merkuri organik lebih cepat diserap oleh tubuh karena kelarutannya dalam lemak yang cukup besar. Dampak Kesehatan: Logam merkuri diketahui dapat merusak ginjal dan otak. -Merkuri organik dapat terdistribusi ke seluruh organ tubuh tetapi target organ utamanya adalah ginjal dan otak -Merkuri dalam bentuk unsur dan garam, lebih merusak sistem kerja ginjal. -Merkuri dalam bentuk uap, dapat menyebabkan gangguan paru paru

7 Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005 Senyawa Kimia Toksik di Lingkungan II. SERAT DAN DEBU 1.Asbes asbes merupakan material yang terdiri dari berbagai tipe hidrat dari magnesium silikat Ada 2 jenis Asbes yang digunakan di dunia: - Coiled Asbestos / serpentine asbestos : asbes putih (chrysotile) - Straight Asbestos : asbes biru (crocidolite), asbes coklat (amosite) Kelebihan Asbes:Kegunaan Asbes: - good insulating- isolator pada boiler - fire resistant- atap dan langit-langit rumah - kanvas rem cakram - tekstil

8 Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005 Senyawa Kimia Toksik di Lingkungan Partikel Asbes berbentuk serat yang sangat kecil (skala Angstrom) dan hanya dapat dilihat secara jelas menggunakan mikroskop elektron. Partikel asbes yang terhisap melalui pernafasan akan terdeposit dalam paru paru (bronchiole dan alveoli) Dampak kesehatan dari Asbes bersifat kronis dan umumnya menyerang saluran pernafasan (Asbestosis) dan dampak yang paling hebat adalah kanker paru Berdasarkan Pernyataan PBB (20/9/05), jenis asbes yang paling berbahaya adalah Asbes Putih (chrysotile); diketahui penyebab terjadinya kanker

9 Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005 Senyawa Kimia Toksik di Lingkungan 2.Debu Debu merupakan partikel dengan ukuran yang bervariasi dari yang terlihat sampai yang tidak terlihat oleh mata. Kandungan Debu sangat dipengaruhi oleh lingkungannya - Untuk daerah pertambangan, debu dapat mengandung silika dan batu bara Dampaknya: silicosis dan anthracosis - untuk daerah yang kandungan senyawa organiknya tinggi dan mengandung mikroorganisme Dampaknya: asma dan hipersensitif pneumoni

10 Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005 Senyawa Kimia Toksik di Lingkungan III. IRRITANT AND ASPHYXIANT GASES GAS IRRITANT: Gas – gas yang bersifat iritan dihasilkan oleh pencemar udara seperti: Ozon (O 3 ), NO, NO 2, N 2 O, SO 2 Dampak kesehatan: menyebabkan kerusakan paru, mulai dari iritasi ringan sampai fibrosis GAS ASPHYXIANT: Gas-gas yang tergolong asphyxiant adalah CH 4, CO 2 dan CO Gas-gas ini menggantikan posisi oksigen di dalam tubuh dalam kandungan udara yang rendah Dampak kesehatan: dari sesak napas sampai kematian

11 Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005 Senyawa Kimia Toksik di Lingkungan IV. PESTISIDA Istilah pestisida berasal dari kata Pest berarti hama, sedangkan cide berarti membunuh. Pestisida mencakup bahan-bahan racun yang digunakan untuk membunuh jasad hidup yang mengganggu tumbuhan, ternak dan sebagainya yang diusahakan manusia untuk kesejahteraan hidupnya. Dalam praktek, pestisida digunakan bersama-sama dengan bahan lain misalnya dicampur minyak untuk melarutkannya, air pengencer, tepung untuk mempermudah dalam pengenceran atau penyebaran dan penyemprotannya, Karena pestisida merupakan bahan racun maka penggunaanya perlu kehati- hatian, dengan memperhatikan keamanan operator, bahan yang diberi pestisida dan lingkungan sekitar. Perhatikan petunjuk pemakaian yang tercantum dalam label dan peraturan-pearturan yang berkaitan dengan penggunaan bahan racun, khususnya pestisida.

12 Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005 Senyawa Kimia Toksik di Lingkungan BEBERAPA CONTOH INSEKTISIDA Di antara golongan-golongan insektisida yang paling banyak digunakan dalam pertanian dan kehutanan pada saat ini adalah dari golongan OK (organokhlorin), OF (organofosfat) dan KB (karbamat). 1. Organoklorin (OK)

13 Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005 Senyawa Kimia Toksik di Lingkungan 2. Organofosfat (OF) 3. Karbamat (KB)

14 Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005 PESTISIDA DAN KEBERADAANNYA DEATH Headaches Nausea Fever Coma Asthma Cramps Allergies Diarrhea Dizziness Vomiting Convulsions Memory Loss Blurred Vision Chronic Fatigue Rapid Heartbeat Soreness of Joints Tightness in Chest Flu Like Symptoms Respiratory Paralysis Reproductive Failures Elevated Blood Pressure Immune Deficiency Disorders Central Nervous System Disorders Multiple chemical Sensitivities (MCS) Irritations to Skin, Eyes, Nose and Throat Muscle Twitches, Loss of Coordination Changes in Heart Rate and Liver function Behavioral Abnormalities, Hyperactivity, Moodiness Genetic Damage Various Cancers Gangguan Kesehatan yang timbul akibat pajanan pestisida

15 Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005 Senyawa Kimia Toksik di Lingkungan V. SENYAWA ORGANIK YANG MUDAH MENGUAP (VOC) Umumnya senyawa VOC banyak digunakan sebagai pelarut karena bentuknya yang cair. Yang termasuk dalam VOC adalah: -Solvent -Halogenated Hydrocarbon 1.SOLVENT * Formaldehid (alergi, asma, karsinogen) * Benzene (gangguan pada SSP) 2.Halogenated Hydrocarbon * CCl 4, CHCl 3, CHCL=CCl 2 (kerusakan liver dan ginjal, karsinogen)

16 Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005 Senyawa Kimia Toksik di Lingkungan V. TOXINS Merupakan senyawa racun yang dihasilkan oleh hewan dan tumbuhan tertentu: Contoh toksin: Scrombotoksin (racun pada ikan) : alergi, demam Saxitoksin (racun pada ikan) : neurotoksik Alkaloid (racun tumbuhan): gangguan liver Mikotoksin (racun dari jamur): mual, diare

17 Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005 See U again...

18 Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005

19 Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005


Download ppt "Dept.Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia butoniv©2005 Senyawa Kimia Toksik di Lingkungan Perkembangan dunia industri."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google