Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGGUNAAN INFORMASI KESEHATAN dalam MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN: PENGALAMAN PROPINSI DIY.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGGUNAAN INFORMASI KESEHATAN dalam MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN: PENGALAMAN PROPINSI DIY."— Transcript presentasi:

1 PENGGUNAAN INFORMASI KESEHATAN dalam MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN: PENGALAMAN PROPINSI DIY

2

3 LAPORAN SIK di PROP DIY Ke Dinkes KAB/KOTA Pusk, RS Pem/Swasta, Yankes lain (BP,RB, dr praktek), Ke Dinkes Propinsi RS pem/swasta, Dinkes Kab/Kota, UPT

4 PUSKES MAS Dinkes KAB/KOTA, UPT RSUD/SWAS TA/APT YANKES SW LAIN (BP,RB DR, BIDAN DINKES KAB/KT Sie datin DINKES PROPINSI 10% (Sleman) ASAL KEPADA 60% SIRS 90% sp2tp rutin program 90% 80% STP rutin program 100%70% SIRS 80% P2, gizi,KIA 80% STP

5

6 PENYEBARAN INFORMASI 1.Profil Kesehatan (Puskesmas, Kab/Kota, Propinsi) 2. Laporan Tahunan 3. Buku Data Capaian Program 4. Leaflet Dinkes 5. Website : 6. Majalah: Mensana; Gizi Kita 7. Buletin: Survailans Epid; APIK (Akuntabilitas Publik & Info Kes) 8. Keluhan Masyarakat: Ketik: 0274 (pesan anda) kirim via sms h ot line ke 6868 ; ; ; Hp ; Telp (0274)

7 PENGUKURAN /PENCATATAN PENGUMPUL DATA LALU LINTAS DATA PENGOLAH DATA LEVEL PROPINSI PENGELOLA SIK, PROGRAM STATISTISI PROPINSI SIE DATA DAN TI, BID BINA PROGRAM PETUGAS RR PROP PENGORGANISASIAN

8 PEMANFAATAN DATA DATA INFORMASI PENGAMBILAN KEPUTUSAN ADVOKASI

9 PROVINSI D.I.YOGYAKARTA GUNUNG KIDUL 1.485,36 KM Jiwa % Penduduk Miskin : 23,37 % KULON PROGO 586,28 KM Jiwa Penduduk Miskin : 52,81 % BANTUL 506,85 KM Jiwa Penduduk Miskin : 20,07 % KOTA YOGYAKARTA 32,50 KM Jiwa Penduduk Miskin : 11,25 % SLEMAN 574,82 KM Jiwa Penduduk Miskin : 17,52 % LUAS WILAYAH : 3.185,81 KM 2 JUM. PENDDK : Jiwa % Penduduk Miskin : 22,95 % APBD utk premi dan sasaran jamkesos makin lama meningkat

10 PERSENTASE BALITA DITIMBANG YANG NAIK BERAT BADAN & GIZI BAIK TAHUN GIZI BAIK NAIK BB Target 2010 GIZI BAIK 80% NAIK BB 80%

11 STATUS GIZI di DIY NAS Gizi buruk (std <1%) ,13115 Kecamatan Bebas Rawan Gizi APBD utk penanggulangan gizi buruk meningkat

12 Status kesehatan DIY cenderung membaik, tetapi dibanding negara tetangga di ASEAN, masih jauh tertinggal Negara Angka Kematian Bayi* Th 2002 Angka Kematian Ibu** Th Indonesia DIY (’06) Vietnam3995 Filipina38170 Thailand2836 Malaysia830 Sumber: HDR 2004 (* per 1000 kelahiran hidup, ** per kelahiran hidup) APBD utk KIA makin meningkat

13 MANAJEMEN Antara lain:  Overlapping kebutuhan data & info antar program (terfragmentasi)  Manajemen data kurang terorganisir dengan baik  Keterlambatan penyampaian data & info  Pelaporan dari swasta (RB, BP, dr) kurang baik  Swasta (RB, BP, dr) kurang serius dalam menangani diagnosis  Manajemen data diagnosis penyakit kurang terekap baik MASALAH

14 ORGANISASI Antara lain: Birokrasi dan desentralisasi Belum membudayanya bahwa ‘info yang akurat & tepat waktu adalah penting’ Struktur organisasi belum mengakomodasi manajemen SIK Belum ada peraturan/regulasi tentang implementasi SIK –Tata hubungan kerja –Tugas dan tanggung jawab –Kompensasi –Reward and punishment SDM MASALAH

15 SDM Antara lain: Keterbatasan tenaga SIK –Kualitas (olah data, analisis, pemanfaatan data) –Kuantitas –Wewenang –Waktu Kesadaran kebutuhan info kurang (termasuk eksekutif) Resistensi untuk melakukan perubahan Kurangnya penguasaan TI MASALAH

16 TEKNOLOGI Belum semua sarana yankes: –Terjangkau jaringan telepon –Cukup kapasitas listrik –Memiliki teknologi jaringan LAN –Memiliki sarana untuk akses internet Banyaknya software SIK Keterbatasan hardware MASALAH

17

18 PENGEMBANGAN SIK di PROP DIY REFORMASI SISTEM INFORMASI KESEHATAN INTEGRATED HEALTH INFORMATION SYSTEMS (ISIK/IHIS)

19 TUJUAN Mengembangkan IHIS/ISIK Mendukung Sistem Kesehatan Good Governance di Propinsi DIY

20 SIK SURVEILLANCE ? IHIS Petugas data PETUGAS DATA

21 REFORMASI KNOWLEDGE BUSINESS PROCESS COMMUNI CATION SI TRANSAKSI SI MANAJEMEN (PLANNING AND CONTROL) SI EKSEKUTIF TEKNOLOGI INFORMASI MANAJEMEN KESEHATAN

22 PRINSIP PENGEMBANGAN IHIS 1.Pengembangan basis data dan basis pengetahuan 2.Pengembangan kemampuan SDM 3.Pengembangan organisasi dan tata kerja 4.Pengembangan perangkat lunak untuk a. Pemantapan koordinasi internal-instansi b. Pemantapan koordinasi antar-instansi 5.Pengembangan infrastruktur dan akses komunikasi data

23 KONSEP INTEGRASI ISIK/IHIS  Program (P2-SURVEILEN, Kesling, Gizi, KIA/KB, Obat, Promkes, dll)  SIMPUS, SIMRS, SI-surveilen, dll  Semua jenis sarana yankes (RS, RSK, RB, BP,Puskesmas, nakes praktek swasta)  Sarana yankes pemerintah & swasta  Manual (offline) & online

24 1 RSUD 19 PUSKESMAS 1 RS SWSTA 1 BP 1 RB 1 DOKTER PRAKTEK SWSTA Dinkes Kab/Kota & Propinsi PROTOPYPE

25 HASIL SD TAHUN 2007 Analisis dari berbagai sudut pandang : a.Organisasi : SDM, struktur org, SOP, Politik, Budaya b. Manajemen : Perencanaan, Pengorganisasian, Koord, Pengamb Keputusan, Pengendalian c. Teknologi Informasi : perangkat keras/lunak, infrastruktur, teknologi data base Analisis Kebutuhan Informasi -Identifikasi fungsi-fungsi manajemen -Informasi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi Pengembangan Organisasi & Regulasi Uji Coba form manual & software (yankes pem & swasta) Implementasi (Pem: 3 RSUD & 49 Pusk; Swasta: 1 RSU, RB, BP, dr)

26 FEATURE DENGAN SEDIKIT DATA ENTRY AKAN DIHASILKAN > 50 LAPORAN INTERNAL DAN EKSTERNAL LAPORAN DALAM BENTUK TABULAR DAN GRAPHIC DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MANAJEMEN LAPORAN DALAM BENTUK PEMETAAN DAPAT DI EXPORT KE EXCEL UNTUK DIOLAH LEBIH LANJUT UNTUK KEBUTUHAN SPESIFIK

27 Sistem Inf Lama P2/Surveilen Sistem Inf Baru P2/Surveilen Pusk:15 form, RS: 11 form Digunakan di: RS, Pusk, BP, RB, dr 3 form (lampiran 1a dan 1b) - Form Rekam Medik - Form Pemeriksaan Fisik - Form Register Kunjungan - Form Surveilen/Data Kesakitan - Form W1, W2, KLB DISAIN FORM SISTEM LAMA & BARU

28 EFISIENSI PENGOLAHAN DATA BERBASIS TI pada P2 TAHAPLAMABARU Langkah pengolahan data di Unit kerja (Puskesmas/RS) 72 Estimasi waktu1 bulan15 menit

29 KIA/KB Sistem Inf LamaSistem Inf Baru 11 form Digunakan di: RS, Pusk, BP, RB, dr 7 form: Form Rekam Medik (modifikasi) Form Pemeriksaan Fisik Register Kohort Bayi/anak (modifikasi) Register Kohort Ibu (modifikasi) Form Gizi Form Imunisasi Form KB

30 DISAIN BASIS DATA INTEGRASI SIMKES DATASUMBERPENGGUNA Biodata pasienPendaftaran pasienP2/surveilen, Gizi, KIA/KB, Yankes Rekam medik pasien Rekam medik/ pelayanan P2/surveilen, Gizi, KIA/KB, Yankes Data tindakan pasien Rekam medik/ pelayanan BP P2/surveilen, Gizi, KIA/KB, Keuangan

31 PERBAIKAN SISTEM INFORMASI Family Folder tidak mempunyai No. CM/MR pada masing-masing pasien Setiap Pasien dalam familiy folder harus memiliki nomer CM/MR yang bersifat unik dan dapat mempermudah pencarian Beberapa duplikasi pada form manual seperti data-data kesakitan pada puskesmas dan data surveilen harus dikurangi Integrasi form manual untuk mempermudah rekapitulasi data secara manual Kode-kode data yang tidak seragam harus diseragamkan Kode penyakit : mengacu ICD X Kode Tindakan Kode Obat Kode Kota, Dusun, Propinsi, Kalurahan, Kecamatan, status perkawinan, status perkawinan, pekerjaan, anggota keluarga Penyeragaman cara pengkodifikasian Kodifikasi pegawai/tenaga kesehatan Kodifikasi No. Rekam Medik/CM DataPerbaikan

32 DISAIN FORMAT MANUAL di PUSKESMAS FORM MANUAL LAMAFORM MANUAL BARU -Sensus harian keg klinik Gizi -Sensus harian imunisasi -Data status imunisasi -Register kohord bayi/anak -Register kohort ibu -Sensus harian kunjungan -Register rawat jalan/ranap pusk -Register KIA -Register Perawatan Gawat darurat -Sensus harian Keg Rujukan -Register Penimbangan Balita -Register Rajal Gigi -Register Laboratorium -Sensus harian Keg klinis gigi -Register Gizi -Register Pemeriksaan Fisik -Register imunisasi -Register kohort bayi/anak modifikasi -Register kohort ibu modifikasi -Register Kunjungan -Register Tindakan

33 DISAIN FORMAT MANUAL di RS FORM MANUAL LAMAFORM MANUAL BARU -Data Morbiditas Pasien Rajal RS -Data morbiditas Pasien Ranap RS -Data keadaan morbiditas ranap survailans terpadu RS -Data keadaan morbiditas rajal survailans terpadu RS -Surveilen (Modifikasi)

34 RUMUSAN INDIKATOR KESEHATAN Disusun merujuk SPM Disertai definisi operasional yang telah disepakati Dimungkinkan penambahan indikator sesuai dengan kebutuhan lokal

35 DISAIN ARSITEKTUR TEKNOLOGI INFORMASI ( Klasifikasi Unit Organisasi Yankes & Kebutuhan TI) NoKategori (Kebutuhan Server, Komp. & LAN) SDM & Komitmen Kemampuan Fisik Jml Pasien 100/hr 1.A (min 10 Komp) B (min 8 komp) C (min 6 komp) D (min 6 komp) E (min 4 komp) F (min 4 komp) G (min 3 komp)+++

36 SKENARIO TRANSFER DATA

37 REFORMASI KNOWLEDGE BUILDING BLOCK FUNGSI MANAJEMEN : –Fungsi Manajemen P2/SURVEILEN –Fungsi Manajemen KIA/KB –Fungsi Manajemen Pelayanan Kesehatan (BP) –Fungsi Manajemen Obat/Alkes –Fungsi Manajemen Gizi –Fungsi Manajemen NAKES –Fungsi Manajemen Promosi Kesehatan –Fungsi Manajemen Kesehatan Lingkungan

38 REFORMASI KNOWLEDGE BUILDING BLOCK SI TRANSAKSI SI MANAJEMEN (PLANNING AND CONTROL) SI EKSEKUTIF EKSTERNAL : KW/SPM PROPINSI dan, SPM NASIONAL, EIS INTERNAL LAPORAN EKSTERNAL dan INTERNAL YANKES MANAJEMEN BENCANA INFORMASI INTERNAL TRANSAKSIONAL: REGISTER, RM,DLL

39 REFORMASI BUSINESS PROCESS

40 REFORMASI MEKANISME KOMUNIKASI

41 ORGANISASI ALUR LAPORAN - SWASTA  PUSK  KAB/KOTA - SWASTA  KAB/KOTA - TERGANTUNG KEMAMPUAN KAB/KOTA PETUGAS KHUSUS FORMAT TERSEDIA

42 MANAJEMEN Setiap Yankes pem/swasta ada unit khusus pengelola data Ada BANK DATA di Dinkes Propinsi/Kab/kota Manajemen satu pintu Ada petugas khusus pengelola data sesuai unit dg kriteria & pendidikan; Bila belum tersedia diusulkan realokasi dan diklat Setiap pengembang di yankes swasta harus dalam koordinasi Dinkes Prop  SESUAI REGULASI (masih draft)

43 TEKNOLOGI PUSK & YANKES SWASTA - TELAH DISEDIAKAN PROTOTYPE - MANUAL & SOFTWARE - BILA PAKAI SW LAIN DIINTEGRASIKAN LEWAT KAB/KOTA LAN PROPINSI/KAB/KOTA WEB PROPINSI/KAB/KOTA KONEKSI JAR EXTERNAL PROP/KAB/KOTA ( ) PETUGAS KHUSUS (memenuhi syarat pendidikan, pelatihan)  SESUAI REGULASI (masih draft)

44 PENUTUP IHIS – MEMBUTUHKAN KOMITMEN ORGANISASI DAN MANAJEMEN PEM. PUSAT, PEMPROV DAN PEMKAB/KOTA YANG SANGAT KUAT UNTUK MAU MELAKUKAN PERUBAHAN TEKNOLOGI INFORMASI – ENABLER – MEMPERCEPAT PENGOLAHAN DAN DISTRIBUSI INFORMASI SERTA KNOWLEDGE CREATION ORGANISASI, MANAJEMEN DAN TEKNOLOGI INFORMASI HARUS SALING MENYESUAIKAN UNTUK MENDAPATKAN HASIL OPTIMAL

45 TERIMA KASIH Dinas Kesehatan Propinsi DIY


Download ppt "PENGGUNAAN INFORMASI KESEHATAN dalam MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN: PENGALAMAN PROPINSI DIY."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google