Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) SURVEILANS GIZI DI WILAYAH PUSKESMAS JEKAN RAYA KOTA PALANGKA RAYA TAHUN 2012.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) SURVEILANS GIZI DI WILAYAH PUSKESMAS JEKAN RAYA KOTA PALANGKA RAYA TAHUN 2012."— Transcript presentasi:

1 LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) SURVEILANS GIZI DI WILAYAH PUSKESMAS JEKAN RAYA KOTA PALANGKA RAYA TAHUN 2012

2 PENDAHULUAN A.Latar Belakang Status gizi anak balita telah mengalami perbaikan yang ditandai dengan menurunnya prevalensi gizi kurang dari 24,5% (Susenas,2005) menjadi 18,4%, walaupun demikian masalah stunting pada anak balita masih tinggi yaitu sebesar 36,8% (Riskesdas, 2007). Masalah gizi mikro di 10 Provinsi tahun 2006, diperoleh gambaran prevalensi xeroptalmia pada balita 0,13% dan proporsi balita dengan serum retinol < 20 μgr/dl sebesar 14,6% (Puslitbang Gizi, 2006). Hasil studi tersebut menggambarkan terjadinya penurunan jika dibandingkan dengan hasil survei vitamin A pada tahun Selain itu, masalah anemia pada ibu hamil berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001 masih cukup tinggi yaitu sebesar 40,1%.

3 NEXT.... Secara nasional cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia berfluktuasi dan menunjukan kecenderungan menurun selama tiga tahun terakhir. Cakupan pemberian ASI eksklusif 0–6 bulan turun dari 62,2% tahun 2007 menjadi 56,2% pada tahun Sedangkan cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi sampai 6 bulan turun dari 28,6% tahun 2007 menjadi 24,3% pada tahun 2008 (Susenas 2007– 2008). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) telah menetapkan 4 sasaran pembangunan kesehatan, yaitu; 1) Meningkatkan Umur Harapan Hidup menjadi 72 tahun; 2) Menurunkan Angka Kematian Bayi menjadi 24 per 1000 kelahiran hidup; 3) Menurunkan Angka Kematian Ibu menjadi 228 per 100 ribu kelahiran hidup; dan 4) Menurunkan prevalensi gizi kurang menjadi 15% dan menurunkan prevalensi balita pendek menjadi 32%.

4 Untuk mencapai sasaran RPJMN Tahun bidang kesehatan, Kementerian Kesehatan telah menetapkan Rencana Strategi Kementerian Kesehatan Tahun , yang memuat indikator keluaran yang harus dicapai, kebijakan dan strategi. Di bidang perbaikan gizi telah ditetapkan 8 indikator keluaran, yaitu; 100% balita gizi buruk ditangani/dirawat 80% balita ditimbang berat badannya, 70% bayi usia 0-6 bulan mendapat ASI Eksklusif, 80% rumah tangga mengonsumsi garam beryodium, 80% balita 6-59 bulan mendapat kapsul vitamin A, 90% ibu hamil mendapat Fe 90 tablet, 100% kabupaten/kota melaksanakan surveilans gizi, dan 100% penyediaan buffer stock MP-ASI untuk daerah bencana. Surveilans gizi akan meningkatkan efektivitas program dengan mempertajam upaya penanggulangan masalah gizi secara tepat waktu, tempat, sasaran dan jenis tindakannya. Berkaitan dengan hal tersebut, pedoman ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan petugas kesehatan dalam pelaksanaan surveilans gizi di tingkat Kabupaten/Kota.

5 B.Tujuan 1.Tujuan Umum Terselenggaranya kegiatan surveilans gizi di Wilayah Puskesmas Jekan raya kota Palangka Raya 2. Tujuan Khusus Mengetahui masalah gizi yang ada di wilayah kerja puskesmas Jekan Raya Kota Palangka Raya. Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya masalah gizi di wilayah kerja puskesmas Jekan Raya Kota Palangka Raya. Mengetahui jenis program gizi yang telah dilakukan dan hasil Evaluasi program gizi di puskesmas Jekan Raya Kota Palangka Raya. C.Ruang Lingkup Ruang lingkup surveilans gizi di Kabupaten/Kota meliputi : 1. Pemantauan kasus gizi buruk pada balita. 2. Pemantauan pertumbuhan balita (D/S). 3. Pemantauan pemberian ASI Eksklusif pada bayi 0-6 bulan. 4. Pemantauan konsumsi garam beryodium. 5. Pemantauan pemberian kapsul vitamin A pada balita. 6. Pemantauan pemberian Fe 90 tablet pada ibu hamil.

6 METODE PENGUMPULAN DATA A. Tempat dan waktu pengumpulan Data Berdasarkan persyaratan yang telah ditentukan untuk mahasiswa DIV Gizi Jurusan Gizi Masyarakat Poltekkes Palangka Raya, tempat Praktek Kerja lapangan (PKL) Surveilans Gizi di puskesmas Jekan Raya kota palangka raya yang dilaksanakan mulai tanggal 22 Nopember- 3 Desember B. Bahan dan Alat Laporan bulanan dan data sekunder puskesmas Jekan Raya Tahun 2012 C. Pengumpulan Data Kegiatan surveilans gizi dimulai dengan pengumpulan data, pengolahan dan analisis dan intepretasi data, diseminasi laporan dan tahap umpan balik.

7 D. Cara pengolahan dan analisis data Pengolahan, analisis dan analisis data di Puskesmas Jekan Raya dilakukan berdasarkan hasil rekapitulasi laporan kegiatan Pembinaan Gizi Masyarakat dari puskesmas. Kegiatan ini dilakukan oleh pengelola gizi setiap bulan, kecuali untuk data pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan, pemberian kapsul vitamin A pada balita, dan tingkat rumah tangga dilakukan setiap 6 bulan sekali.

8 E. Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan data dapat dilakukan secara manual maupun komputerisasi. Hasil pengolahan berupa cakupan masing- masing indikator Pembinaan Gizi Masyarakat, sedangkan analisis data dilakukan dengan 2 (dua) pendekatan yaitu analisis deskriptif dan analitik. Analis Deskriptif Analisis deskriptif dimaksudkan untuk memberikan gambaran umum tentang data cakupan kegiatan pembinaan gizi masyarakat. Tujuannya adalah untuk menetapkan daerah prioritas untuk pembinaan wilayah dan menentukan kecenderungan antar waktu. Analisis Analitik Analisa analitik dimaksudkan untukmemberikan gambaran hubungan antar 2 (dua) atau lebih indikator yang saling terkait, baik antar indikator gizi maupun indikator gizi dengan indikator program terkait lainnya. Tujuan analisis ini antara lain untuk menentukan upaya yang harus dilakukan bila terdapat kesenjangan cakupan antara dua indikator.

9 F.ANALISIS DAN INTEPRETASI a. Analisis masalah gizi masyarakat Persentasi D/S berdasarkan data riil cakupan sasaran sebesar 50% dari 664 balita yang ada di wilayah puskesmas Jekan Raya jumlah yang hadir 335 balita sedang berdasarkan proyeksi Jumlah balita 1379 dan yang datang 335 cakupan sasaran dalam persentasi 24% cakupan ini di bandingkan Standart Pelayanan Minimal 75% balita ditimbang berat badannya, rendahnya cakupan ini di sebabkan oleh beberapa factor antara lain : Kurangnya partisipasi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di posyandu setelah anak tersebut mendapatkan imunisasi lengkap.

10 NEXT... Persentasi N/D berdasarkan data riil cakupan sasaran sebesar 77% dari 335 balita yang ada di wilayah puskesmas Jekan Raya jumlah yang Naik Berat badannya 274 balita cakupan ini di bandingkan Standart Pelayanan Minimal 75 % balita ditimbang berat badannya, masih rendah,rendahnya cakupan ini di sebabkan oleh beberapa factor antara lain : Rendahnya pengetahuan ibu tentang cara pemberian makan berdasarkan golongan umur terhadap balita. Persentasi BGM/D berdasarkan data riil cakupan sasaran sebesar 3% dari 400 balita yang ada di wilayah puskesmas Jekan Raya sebesar 11 balita yang BGM sedang berdasarkan proyeksi Jumlah balita 1031 dan balita BGM 11 balita atau sebesar 1% cakupan ini lebih kecil dari trigger level persentasi BGM >1%. Prevalensi pendek (Indeks TB/U<-2 SD)TB-ABS sebesar 9% dari 1247 murid SD yang ada di wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya. Prevalensi KEK pada ibu hamil (LILA <23,5 cm) sebesar 6% dari 343 data ini berdasarkan data riil,sedangkan berdasarkan proyeksi sebesar 6% dari 378 bumil atau sebesar 22 bumil KEK diwilayah kerja puskesmas Jekan raya.

11 Cakupan pemberian vitamin A pada bayi sebesar 21% dari 278 bayi berdasarkan data riil,sedangkan data proyeksi 348 terdapat 17% bayi yang di beri vitamin A atau 58 bayi cakupan ini di bandingkan Standart Pelayanan Minimal 80% cakupan ini masih rendah. Rendahnya cakupan ini di sebabkan oleh beberapa factor : Tingginya mobilitas masyarakat yang ada di wilayah Puskesmas Jekan Raya. Cakupan pemberian vitamin A pada balita sebesar 9% dari 1222 balita berdasarkan data riil,sedangkan data proyeksi 1031 terdapat 10% balita yang di beri vitamin A pada bulan Pebruari atau 105 balita, sedangkan capaian pada bulan Agustus Cakupan pemberian vitamin A pada balita sebesar 5% dari 1222 balita berdasarkan data riil, sedangkan data proyeksi 1031 terdapat 5% balita yang di beri vitamin A, cakupan ini di bandingkan Standart Pelayanan Minimal 80% masih rendah. Cakupan Pemberian Vitamin A pada Ibu Nifas sebesar 69% dari 332 ibu nifas berdasarkan data riil,sedangkan berdasarkan data proyeksi 64% dari 357 ibu nifas, cakupan ini di banding SPM 100%, masih rendah

12 b. Menetapkan masalah gizi masyarakat MATRIK USG KriteriaP0P1P2P3P4P5P6P7P8P9 KadarziD/SN/DBGM/DTBABSKEKVit.A bayi Vit.A balita Vit.A Bumil FE Urgensi Seriusness Growth TOTAL

13 c. Mengidentifikasi faktor resiko/penyebab Keluarga sadar gizi (KADARZI) tidak dilaksanankan sehingga kegiatan program yang lain dan cakupan pencapaian program dibawah target standar pelayanana minimal (SPM). d. Melakukan interpretasi masalah gizi Tidak dilaksanakannya kegiatan program Kadarzi sehingga cakupan kegiatan program seperti D/S, N/D, BGM/D, cakupan vitamin A dan FE rendah.

14 Diseminasi laporan dilakukan dari hasil pengolahan dan analisis data untuk mendapatkan dukungan dari puskesmas tentang hasil kegiatan surveilans gizi diwilayah puskesmas. Kegiatan diseminasi laporan dapat dilakukan dalam bentuk pemberian umpan balik. Hasil perumusan rencana asuhan gizi Hasil surveilans gizi menyampaikan hasil kegiatan penelusuran data ke pada pimpinan puskesmas dan Clinikal Instruktur (CI) di puskesmas. Rekapan perioritas masalah, rencana intervensi dan jadwal rencana kegiatan

15 DESEMINASI LAPORAN Diseminasi laporan dilakukan dari hasil pengolahan dan analisis data untuk mendapatkan dukungan dari puskesmas tentang hasil kegiatan surveilans gizi diwilayah puskesmas. Kegiatan diseminasi laporan dapat dilakukan dalam bentuk pemberian umpan balik. Hasil perumusan rencana asuhan gizi Hasil surveilans gizi menyampaikan hasil kegiatan penelusuran data ke pada pimpinan puskesmas dan Clinikal Instruktur (CI) di puskesmas Rekapan perioritas masalah, rencana intervensi dan jadwal rencana kegiatan

16 NEXT... Dari prioritas masalah diatas didapatkan total P0 (KADARZI)25, p1 (D/S) 22,P2 (N/D) 21,P3 (BGM) 20,P4 (TBABS)18,P5(KEK) 19,P6 (Vitamin A Bayi) 23,P7 (Vitamin A Balita) 21, P8 (vitamin A Bumil) 20, P9 (FE) 20 Rencana Intervensi Dari kegiatan yang ada keluarga sadar gizi (KADARZI) merupakan prioritas utama kegiatan yang akan dilaksanakan di Puskesmas Jekan raya. Jadwal rencana Rencana kegiatan penyuluhan kadarzi dilaksanakan bertepatan dengan tanggal kegiatan posyandu.

17 NEXT... TAHAP UMPAN BALIK Rencana asuhan gizi dan jadwal rencana kegiatan di tanda tangani oleh kepala puskesmas. Pengelola kegiatan gizi memberikan umpan balik bulanan berbentuk absensi laporan dan hasil cakupan indikator pembinaan gizi ke puskesmas. Umpan balik disertai dengan ulasan terhadap hasil yang telah dicapai, kelengkapan data disertai dengan saran-saran yang harus dilakukan oleh puskesmas. Selain hal tersebut, umpan balik hendaknya memuat pula ucapan terima kasih bagi puskesmas yang memberi data secara lengkap dan tepat waktu.

18 KESIMPULAN Cakupan Kegiatan masalah gizi di puskesmas jekan raya D/S Pencapaian data riil 50% dan data proyeksi 24 % dengan kesejangan data riil 30 % data proyeksi 61% dari standar pelayanan minimal (SPM) 80%. Cakupan Kegiatan masalah gizi di puskesmas jekan raya N/D Pencapaian data riil 77% dan data proyeksi tidak ada dengan kesejangan data riil 8 % data proyeksi tidak ada dari standar pelayanan minimal (SPM) 80%. Cakupan Kegiatan masalah gizi di puskesmas jekan raya BGM/D Pencapaian data riil 1 % dan data proyeksi tidak ada dengan kesejangan data riil tidak ada data proyeksi tidak ada dari target berdasarkan trgger level % BGM > 1%. Cakupan Kegiatan masalah gizi di puskesmas jekan raya BGM/D Pencapian data riil 4 % dan data proyeksi tidak ada dengan kesejangan data riil tidak ada data proyeksi tidak ada dari target berdasarkan trgger level prevalensi pendek > 20%. Cakupan Kegiatan masalah gizi di puskesmas jekan raya KEK BUMIL Pencapaian data riil 6 % dan data proyeksi 6 % dengan kesejangan data riil tidak ada data proyeksi tidak ada.

19 Cakupan Kegiatan masalah gizi di puskesmas jekan raya Vitamin A Bayi Pencapian data riil 21 % dan data proyeksi 17 % dengan kesejangan data riil tidak ada data proyeksi tidak ada dari target berdasarkan Standar pelayanan prima (SPM) 80 %. Cakupan Kegiatan masalah gizi di puskesmas jekan raya Vitamin A Balita pada bulan Februari Pencapian data riil 9 % dan data proyeksi 10 % dan pada bulan agustus data riil 5 % dan data proyeksi 5 % dengan kesejangan data riil tidak ada data proyeksi tidak ada pada bulan februari dan aguatus dari target berdasarkan Standar pelayanan prima (SPM) 80 %. Cakupan Kegiatan masalah gizi di puskesmas jekan raya Vitamin A Bumil Pencapian data riil 69% dan data proyeksi 64 % dengan kesejangan data riil tidak ada data proyeksi tidak ada dari target berdasarkan Standar pelayanan prima (SPM) 100%. Cakupan Kegiatan masalah gizi di puskesmas jekan raya FE Bumil (FE1) Pencapian data riil 73,6 % dan data proyeksi 73,6 % dan FE Bumil (FE3) Pencapian data riil 52,6 % dan data proyeksi 52, 6 % dengan kesejangan data riil tidak ada data proyeksi tidak ada dari target berdasarkan Standar pelayanan prima (SPM) 90 %. SARAN Melaksanakan program kegiatan gizi masyarakat pendukung seperti program kegiatan keluarga sadar gizi (KADARZI) sehingga pencapian program diharapkan dapat mencapai standar pelayanan minimal (SPM).

20 DOKUMENTASI

21 TERIMA KASIH


Download ppt "LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) SURVEILANS GIZI DI WILAYAH PUSKESMAS JEKAN RAYA KOTA PALANGKA RAYA TAHUN 2012."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google