Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

METODE PENELITIAN KUALITATIF. Definisi Penelitian Kualitatif Tentu sulit membuat definisi baku tentang penelitian kualitatif, tetapi definisi dari Denzin.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "METODE PENELITIAN KUALITATIF. Definisi Penelitian Kualitatif Tentu sulit membuat definisi baku tentang penelitian kualitatif, tetapi definisi dari Denzin."— Transcript presentasi:

1 METODE PENELITIAN KUALITATIF

2 Definisi Penelitian Kualitatif Tentu sulit membuat definisi baku tentang penelitian kualitatif, tetapi definisi dari Denzin dan Lincoln (1994:4) berikut bisa dijadikan acuan: “Istilah kualitatif menunjuk pada suatu penekanan terhadap proses-proses dan makna-makna yang tidak diuji, atau diukur (jika sepenuhnya diukur) secara ketat dari segi kuantitas, jumlah, intensitas, ataupun frekuensi. Peneliti-peneliti kualitatif memberi penekanan pada sifat konstruksi realitas sosial, hubungan akrab antara peneliti dengan apa yang ditelitinya, dan kendala-kendala situasional yang menyertai penelitian. Para peneliti juga memberi penekanan pada sifat sarat nilai dari penelitian. Mereka mencari jawaban atas pertanyaan yang menekankan bagaimana pengalaman sosial dibentuk dan diberi makna. Kontras dengan itu, studi kuantitatif menekankan pengukuran dan analisis hubungan kausal antar peubah, bukan proses-proses. Penelitan kuantitatif mengklain dirinya berada dalam suatu kerangka yang bebas nilai”.

3 Asumsi Dasar Penelitian Kualitatif Realitas sosial adalah fakta subyektif. Realitas sosial adalah fakta tentang tindakan dan perilaku manusia, dan karena tindakan dan perilaku manusia selalu bersifat subyektif, maka realitas sosial adalah realitas subyektif. Realitas sosial selalu sarat-nilai. Ini terkait dengan sifat realitas sosial yang subyektif, dimana tindakan dan perilaku manusia selalu digayuti oleh makna dan maksud tertentu. Apa yang dibayangkan sebagai fakta ilmiah atas realitas sosial tidak lain adalah bentukan sosial yakni konsensus yang dihasilkan dari interaksi intersubyektif individu-individu yang diteliti. Realitas sosial, yakni fakta tentang tindakan dan perilaku manusia, harus dipahami dari sudut pandang subyek manusia yang diteliti. Karena itu, peneliti harus bisa menghargai manusia yang diteliti, ragam pandangan dan aspirasinya, dan membangun hubungan setara dengannya.

4 Sifat-Sifat Penelitian Kualitatif Induktif. Data yang bersifat khusus digunakan untuk membangun konsep yang lebih umum, karena itu ia bisa menghasilkan teori substantif. Naturalistik. Penelitian kualitatif mengkaji realitas dalam konteksnya yang alami, ia tidak melakukan manipulasi realitas melalui pembatasan jumlah peubah dan penggunaan asumsi-asumsi. Subyektif. Peneliti kualitatif menjalin hubungan akrab dengan yang diteliti, membangun empati dan keterlibatan, mengembangkan interaksi dua arah. Dengan itu peneliti memahmi subyek terteliti dari sudut pandangnya sendiri, atau sebagaimana terteliti memahami dirinya sendiri. Holistik. Manusia dipahami secara utuh sebagaimana adanya, orang perorang secara personal, dan dengan itu memahami keseluruhan bangunan sosialnya. Fleksibel. Metode kualitatif terbuka untuk mengalami perubahan sepanjang proses penelitian, peneliti menjadi pengrajin kreatif atas metodenya. Proposal siap mengalami penyesuaian sepanjang proses penelitian berlangsung. Validitas. Kesahihan data ditekankan pada kesesuaian antara data dengan apa yang dikatakan dan diperbuat orang dalam kenyataan, karena itu peneliti harus akrab dengan dunia empiris. Aras Mikro. Penelitian kualitatif meliput sejumlah kecil orang, peristiwa dan gejala lokal, sehingga membatasi peluang generalisasi. Data mikro tersebut diurai mendalam, terperinci, dan relatif bebas dari pandangan teoretis seseorang.

5 Ciri-Ciri Rancangan Penelitian Kualitatif Sifat rancangan: restrospektif (menemukan wujudnya di lapangan) Format rancangan: luwes (boleh berubah, tidak rinci, tidak pasti) Hipotesis uji: tidak ada (boleh ada hipotesis penuntun) Sampel penelitian: purposif (jumlah kecil, kontribusi pada masalah penelitian) Instrumen utama: peneliti sendiri

6 Sistematika Rancangan Penelitian Kualitatif Menurut Sitorus (1998), sistematika rancangan penelitian kualitatif dapat disusun sebagai berikut.  Pendahuluan  Tinjauan Pustaka  Rumusan Pertanyaan Spesifik/Hipotesis Pengarah Penelitian  Metode Penelitan

7 Pendahuluan Uraian ringkas tentang relevansi penelitian untuk bidang teori, kebijakan dan prakek di lapangan; Uraian ringkas mengenai lingkup teori dan penelitian yang akan didiskusikan pada tinjauan pusaka; Uraian ringkas tentang metode penelitian, termasuk pendekatan, teknik utama pengumpulan data, dan keunikan metode tersebut; Signifikansi penelitian, siapa saja yang menaruh perhatian pada topik yang diteliti, apa saja yang sudah/belum diketahui tentang topik tersebut, apa sumbangan penelitian pada pengetahuan, praktek atau kebijakan di bidang yang diteliti.

8 Tinjauan Pustaka Menunjukkan paradigma dan teori yang berkaitan dengan penelitian; Menemukan asumsi-asumsi yang mendasari pertanyaan penelitian; Menunjukkan bahwa peneliti menguasai hasil penelitian yang terkait dan tradisi intelektual yang mendukungnya; Menemukan hal-hal yang kurang pada penelitian terdahulu; Mempertajam pertanyaan dan hipotesis pengarah penelitian.

9 Rumusan Pertanyaan Spesifik/Hipotesis Pengarah Penelitian Pertanyaan spesifik penelitian dapat berupa hipotesis pengarah yang menuntun peneliti dalam pengumpulan dan analisis data. Hipotesis ini bermanfaat sebagai alat untuk mengembangkan pertanyaan dan mencari gejala yang terpola dalam situasi sosial yang diteliti.

10 Metode Penelitan Pilihan lokasi penelitian, dengan pertimbangan: Peneliti berpeluang besar untuk menemukan sejumlah proses, orang, program, interaksi dan struktur yang tercakup dalam pertanyaan penelitian; Peneliti dapat menciptakan peranan yang cocok baginya agar dapat tinggal di lokasi selama mungkin; Peneliti mudah masuk. Pilihan sampel penelitian. Sampel dapat berupa hal, peristiwa, manusia, atau situasi yang diamati. Sampel dipilih secara sengaja. Bila sampelnya orang, digunakan snowball-sampling dan memperhatikan teknik triangulasi. Cara mengelola peran sebagai peneliti. Diuraikan bagaimana cara peneliti masuk kedalam masyarakat, hubungan timbal balik peneliti dengan masyarakat, dan etika penelitian. Strategi penelitian, mencakup teknik pengumpulan data, pencatatan, pengelolaan, dan analisis data serta penulisan laporan penelitian.

11 Strategi-Strategi Penelitian Kualitatif Menurut Cresswell (2002) dan Denzin dan Lincon (1994), terdapat setidaknya lima strategi penelitian kualitatif dengan cirinya masing-masing. Studi Kasus Etnografi Studi Membumi (grounded research) Studi Fenomenalogi Studi Riwayat Hidup

12 Studi Kasus Studi kasus adalah kajian terhadap satu atau lebih kejadian, gejala sosial, program, dan unit sosial dengan menerapkan serumpun metode penelitian. Artinya: studi kasus berada di level mikro dan melibatkan berbagai metode seperti pengamatan, wawancara mendalam dan kajian dokumen. Menurut Stake (1994), Terdapat tiga jenis studi kasus yakni: studi kasus instrinsik (studi untuk mendapatkan pemahaman tentang suatu kasus khusus); studi kasus instrumental (kajian atas suatu kasus khusus untuk memperoleh wawasan demi penyempurnaan suatu teori); studi kasus kolektif (kajian atas sejumlah kasus yang serupa atau saling berbeda secara bersama-sama untuk mempelajari suatu gejala, populasi, atau kondisi umum).

13 Etnografi Etnografi adalah penggambaran tentang suatu etnis tertentu pada ruang dan masa tertentu, atau dalam arti lebih luas studi tentang suatu kebudayaan. Biasanya dilakukan dengan wawancara berpartisipasi.

14 Studi Membumi (grounded research) Studi yang bertujuan membangun teori berdasar data. Peneliti datang ke tengah masyarakat, mengumpulkan data empiris sebanyak mungkin, dan memanfaatkan data itu untuk membangun teori.

15 Studi Fenomenologi Studi untuk mendeskripsikan makna dari pengalaman hidup sejumlah orang yang terkait dengan suatu konsep atau fenomena. Fenomenologi memberikan eksplorasi atas struktur kesadaran dalam pengalaman manusia.

16 Studi Riwayat Hidup Studi tentang satu individu dan pengalamannya baik melalui penuturannya maupun melalui dokumen dan bukti materal. Dengan itu, strategi ini dapat menjelaskan momen penting dalam kehidupan seseorang, dan dengan itu gejala sosial yang lebih makro bisa dipahami. Terdiri dari studi biografi, autobiografi, life history dan oral history.

17 Metode Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif Wawancara mendalam Wawancara mendalam adalah “temu muka berulang antara peneliti dan terteliti dalam rangka memahami pandangan terteliti tentang hidupnya, pengalamannya, atau situasi sosial sebagaimana ia ungkapkan dalam bahasanya sendiri” (Taylor dan Bogdan, 1984). Ada tiga jenis wawancara mendalam yakni wawancara untuk menggali riwayat hidup sosiologis, wawancara untuk mempelajari kejadian dan kegiatan yang tak dapat diamati secara langsung, dan wawancara untuk menghasilkan gambaran luas mengenai sejumlah ajang, situasi, atau orang. Observasi berpartisipasi Observasi berpartisipasi adalah “proses penelitian yang mempersyaratkan interaksi sosial antara peneliti dengan terteliti dalam lingkungan sosial terteliti sendiri, guna pengumpulan data secara sistematis”. Dapat dilakukan secara berperanserta penuh, berperanserta terbatas, dan tanpa berperanserta.

18 Metode Pengolahan Data dalam Penelitian Kualitatif Menurut Miles dan Huberman (1991), pengolahan data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan sejak pengumpulan data, sehingga dengan segera diketahui kekurangan data tertentu. Secara sederhana, pengolahan data kualitatif dapat dibagi tiga tahap: (1) tahap reduksi data, (2) tahap penyajian data; (3) tahap penarikan kesimpulan.

19 Daftar Pustaka Creswell, J.W., Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Traditions. London: Sage Publication. Denzin, N.K. dan Y.S. Lincoln, Hanbook of Qualitatif Research. London: Sage Publication. Lincoln, Y.S. dan E.G. Guba, Naturalistic Inquiry. London: Sage Publication. Mikkelsen, Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya- Upaya Pemberdayaan: Sebuah Buku Pegangan bagi Para Praktisi Lapangan. Jakarta: Obor. Miles, M.B. dan A.M. Huberman, Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: UI Press. Sitorus, M.T.F., Penelitian Kualitatif: Suatu Perkenalan. Bogor: Dokis IPB. Taylor, S.J. dan R. Bogdan, Introduction to Qualitative Research Methods: The Search for Meanings. New York: John Wiley and Sons.


Download ppt "METODE PENELITIAN KUALITATIF. Definisi Penelitian Kualitatif Tentu sulit membuat definisi baku tentang penelitian kualitatif, tetapi definisi dari Denzin."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google