Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENELITIAN KUALITATIF Oleh : Nooryan Bahari. Pengertian penelitian kuantitatif Penelitian kuantitatif cenderung menekankan cara pikir yang lebih positivistis.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENELITIAN KUALITATIF Oleh : Nooryan Bahari. Pengertian penelitian kuantitatif Penelitian kuantitatif cenderung menekankan cara pikir yang lebih positivistis."— Transcript presentasi:

1 PENELITIAN KUALITATIF Oleh : Nooryan Bahari

2 Pengertian penelitian kuantitatif Penelitian kuantitatif cenderung menekankan cara pikir yang lebih positivistis dan bertitik tolak dari fakta sosial yang ditarik dari realitas obyektif beserta asumsi teoritis lainnya

3 Pengertian penelitian kualitatif Penelitian kualitatif bertitik tolak dari paradigma fenomenologis yang obyektivitasnya dibangun atas rumusan tentang situasi tertentu sebagaimana yang dihayati individu atau kelompok sosial tertentu, dan relevan dengan tujuan dari penelitian itu.

4 Definisi Bogdan dan Taylor (1975 : 5) mendefinisikan “metodologi kualitatif” sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata- kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati

5 Menurut mereka, pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh), sehingga tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi ke dalam variabel atau hipotesis, tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari suatu keutuhan.

6 Kirk dan Miller (1986 : 9) mendefinisikan penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan peristilahannya.

7 Karakteristik Penelitian Kualitatif Ciri ke 1 : Latar Alamiah Penelitian kualitatif melakukan penelitian pada latar alamiah atau pada konteks dari suatu keutuhan (entity). Menurut Lincoln dan Guba (1985 : 39) disebabkan ontologi alamiah menghendaki adanya kenyataan- kenyataan sebagai keutuhan yang tidak dapat dipahami jika pisah dari konteksnya.

8 Asumsi Lincoln dan Guba (1985 : 39) Tindakan pengamatan mempengaruhi apa yang dilihat, karena itu hubungan penelitian harus mengambil tempat pada keutuhan- dalam-konteks untuk keperluan pemahaman.

9 Asumsi Lincoln dan Guba (1985 : 39) Konteks sangat menentukan dalam menetapkan apakah suatu penemuan mempunyai arti bagi konteks lainnya, yang berarti bahwa suatu fenomena harus diteliti dalam keseluruhan pengaruh lapangan

10 Asumsi Lincoln dan Guba (1985 : 39) Sebagian struktur nilai kontekstual bersifat determinatif terhadap apa yang akan dicari Uraian tersebut membawa peneliti untuk memasuki dan melibatkan diri dalam lapangan penelitian untuk meneliti masalah pendidikan atau sosial.

11 Ciri ke 2 : Manusia sebagai Alat (instrumen) Dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama. Pada waktu mengumpulkan data di lapangan, peneliti berperan serta dalam kegiatan kemasyarakatan (participant- observation) atau pengamatan-berperan serta.

12 Ciri ke 3 : Menggunakan Metode Kualitatif Metode kualitatif digunakan dengan pertimbangan: penyesuaian lebih mudah jika berhadapan dengan kenyataan ganda, metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden, metode ini lebih peka dan dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi.

13 Ciri ke 4 : Analisis Data Secara Induktif Proses induktif lebih dapat menemukan kenyataan ganda sebagai yang ada pada data. Hubungan peneliti-responden menjadi eksplisit, dapat dikenal dan akuntabel. Dapat menguraikan latar secara penuh Menemukan pengaruh bersama yang mempertajam hubungan dan dapat memperhitungkan nilai-nilai secara eksplisit sebagai bagian dari struktur analitik.

14 Ciri ke 5 : Teori dari Dasar (grounded theory) Lebih menghendaki arah penyusunan teori substantif yang berasal dari data. Tidak ada teori a priori yang dapat mencakup kenyataan ganda yang dihadapi Percaya pada apa yang dilihat sehingga lebih netral. Teori dari dasar lebih dapat responsif terhadap nilai-nilai kontekstual.

15 Melalui analisis induktif berarti pencarian data bukan dimaksudkan untuk membuktikan hipotesis yang telah dirumuskan sebelum penelitian diadakan. Penyusunan teori berasal dari bawah ke atas. Peneliti menyususun atau membuat gambaran yang semakin menjadi jelas pada saat data dikumpulkan dan bagian-bagiannya diuji.

16 Ciri ke 6 : Deskriptif Data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka, karena semua yang dikumpulkan mungkin menjadi kunci terhadap apa yang diteliti. Peneliti merajut data-data yang ada dengan pertanyaan “mengapa”, “alasannya apa” dan “bagaimana terjadinya”. Peneliti tidak boleh memandang secara normatif atau memang demikian keadaannya.

17 Ciri ke 7 : Lebih Mementingkan Proses daripada Hasil Hubungan bagian yang diteliti akan lebih jelas jika diamati dalam proses. Bogdan dan Biklen (1982:29) memberikan contoh peneliti yang menelaah sikap guru terhadap jenis siswa tertentu. Peneliti mengamati dalam hubungan sehari-hari, kemudian menjelaskan tentang sikap yang diteliti.

18 Ciri ke 8 : Adanya “Batas” yang Ditentukan oleh “Fokus” Batas penelitian atas dasar fokus yang timbul sebagai masalah dalam penelitian. Batas menentukan kenyataan ganda yang kemudian mempertajam fokus. Penetapan fokus dapat lebih dekat dihubungkan oleh interaksi antara peneliti dan fokus.

19 Ciri ke 9 : Adanya Kriteria Khusus untuk Keabsahan Data Penelitian kualitatif mendefinisikan validitas, reliabilitas, dan obyektivitas dalam versi lain yang lazim digunakan dalam penelitian klasik. Menurut Lincoln dan Guba (1985:43) disebabkan oleh validitas internal cara lama telah gagal karena menggunakan isomorfisme antara hasil penelitian dan kenyataan tunggal di mana penelitian dapat dikonvergensikan.

20 Validitas eksternal gagal karena tidak taat asas dengan aksioma dasar dari generalisasinya Kriteria reliabilitas gagal karena mempersyaratkan stabilitas dan keterlaksanaan secara mutlak dan keduanya tidak mungkin digunakan dalam paradigma yang didasarkan atas desain yang dapat berubah-ubah. Kriteria obyektivitas gagal karena penelitian kuantitatif justru memberi kesempatan interaksi antara peneliti-responden dan peranan nilai.

21 Ciri ke 10 : Desain yang Bersifat Sementara Susunan desain secara terus menerus disesuaikan dengan kenyataan lapangan. Hal ini disebabkan tidak dapat dibayangkan sebelumnya tentang kenyataan-kenyataan ganda di lapangan. Tidak dapat diramalkan sebelumnya apa yang akan berubah karena interaksi antara peneliti dengan kenyataan. Berbagai sistem nilai tidak dapat diramalkan.

22 Ciri ke 11 : Hasil Penelitian Dirundingkan dan Disepakati Bersama Susunan kenyataan dari responden yang akan diangkat oleh peneliti Hasil penelitian bergantung pada hakekat dan kualitas hubungan antara pencari dengan yang dicari. Konfirmasi hipotesisi kerja kan menjadi lebih baik verifikasinya jika diketahui dan dikonfirmasikan oleh orang-orang yang ada kaitannya dengan yang diteliti.

23 Pustaka Terpilih Bogdan, Robert C., (1972) Participant Observation in Organizational Setting, Syracuse, N.Y.: Syracuse University Press. Bogdan, Robert C, & Sari Knopp Biklen., (1982), Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods, Boston: Allyn and Bacon, Inc. Guba, Egon G. & Yvonna S. Lincoln., (1981), Effective Evaluation, San Fransisco: Jossey-Bass Publishers. Kirk, Jerome & Marc L. Miller, (1986), Reliability and Validity in Qualitative Research, Vol. 1, Beverly Hills: Sage Publications. Lincoln, Yvona S, & Egon G. Guba, (1985), Naturalistic Inquiry, Beverly Hills : Sage Publications.


Download ppt "PENELITIAN KUALITATIF Oleh : Nooryan Bahari. Pengertian penelitian kuantitatif Penelitian kuantitatif cenderung menekankan cara pikir yang lebih positivistis."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google