Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ninawati1 PENELITIAN SOSIAL PSIKOLOGI – UNTAR metodologi penelitian kualitatif ninawati.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ninawati1 PENELITIAN SOSIAL PSIKOLOGI – UNTAR metodologi penelitian kualitatif ninawati."— Transcript presentasi:

1 ninawati1 PENELITIAN SOSIAL PSIKOLOGI – UNTAR metodologi penelitian kualitatif ninawati

2 ninawati2 Interpretif  Penelitian sosial tidak selalu dan tidak langsung memiliki nilai instrumental untuk sampai pada peramalan dan pengendalian fenomena sosial  Dilakukan untuk mengembangkan pemahaman  Membantu mengerti dan menginterpretasi apa yang ada dibalik peristiwa (bagaimana manusia meletakkan makna pada peristiwa yang terjadi  Pengembangan hukum umum tidak menjadi tujuan penelitian, uapaya mengendalikan/ meramalkan tidak menjadiaspek penting  Aspek subyektif manusia menjadi hal penting

3 ninawati3 Paradigma kritikal  Ditentukan oleh sifat kritis dari teori  Tujuan penelitian: membuka, memindahkan dan/atau membuang keyakinan-keyakinan dan ide-ide keliru tentang masyarakat dan realitas sosial  Penelitian kritikal melihat manusia sebagai makhluk yang banyak dipengaruhi lingkungan sosialnya sekaligus kreatif

4 ninawati4 Positivisme  Sebagai langkah instrumental, penelitian dianggap sebagai alat untuk mempelajari peristiwa sosial dan menemukan interkoneksi di dalamnya  Menjadi sarana yang memungkinkan ditemukannya, dijelaskannya dan didokumentasikannya hukum kausal umum  Sebagai alat dan sarana, karena pengetahuan mengenai peristiwa dan hukum-hukum sosial pada akhirnya akan memungkinkan manusia meramalkan kemungkinan kejadian serta mengendalikan peristiwa

5 ninawati5 Perspektif teoretis ilmu-ilmu sosial KRITERIA: (1) REALITAS (a) Positivisme: -Obyektif di luar individu -Dipersepsikan melalui indera -Dipersepsikan seragam -Diatur oleh hukum-hukum universal -Teritegrasi dengan baik untuk kebaikan semua

6 ninawati6 (b) interpretif/fenomenologis -Subyektif -Diciptakan, bukan ditemukan -dinterpretasikan

7 ninawati7 (c) kritikal -Antara subyektif dan obyektif -Merupakan suatu hal yang kompleks -Diciptakan manusia, bukan ada dengan sendirinya -Berada dalam ketegangan, penuh kontradiksi -Didasari penekanan dan eksploitasi terhadap pihak yang dirugikan/lemah

8 ninawati8 KRITERIA: (2) MANUSIA (a)Positivisme: - individu rasional - individu rasional - mengikuti hukum di luar diri - mengikuti hukum di luar diri - tidak memiliki kebebasan kehendak - tidak memiliki kebebasan kehendak

9 ninawati9 (b) interpretif/fenomenologis - pencipta dunia - pencipta dunia - memberikan arti pada dunia - memberikan arti pada dunia - tidak dibatasi hukum dari luar diri - tidak dibatasi hukum dari luar diri - menciptakan rangkaian makna - menciptakan rangkaian makna (system of meaning) (system of meaning)

10 ninawati10 (c) kritikal - dinamis, pencipta nasib - dinamis, pencipta nasib - dicuci otak (brain-washed) diarahkan - dicuci otak (brain-washed) diarahkan secara tidak tepat, dikondisikan secara tidak tepat, dikondisikan - dihalangi dari realitas potensinya - dihalangi dari realitas potensinya secara penuh secara penuh

11 ninawati11 KRITERIA: (3) ILMU (a)Positivisme: - didasarkan pada hukum dan prosedur - didasarkan pada hukum dan prosedur ketat ketat - deduktif - deduktif - nomotetis (didasarkan hukum-hukum - nomotetis (didasarkan hukum-hukum umum) umum) - didasarkan pada impresi indera - didasarkan pada impresi indera - bebas nilai - bebas nilai

12 ninawati12 (b) interpretif/fenomenologis - didasarkan pengetahuan sehari-hari - didasarkan pengetahuan sehari-hari - induktif - induktif - ideografis - ideografis - didasarkan pada interpretasi - didasarkan pada interpretasi - tidak bebas nilai - tidak bebas nilai

13 ninawati13 (c) kritikal - di antara positivitas dan interpretif, - di antara positivitas dan interpretif, kondisi sosial membentuk kehidupan kondisi sosial membentuk kehidupan tetapi hal tersebut dapat diubah tetapi hal tersebut dapat diubah - membebaskan, memampukan - membebaskan, memampukan - mendasarkan diri pada upaya - mendasarkan diri pada upaya pemampuan pemampuan - menjelaskan dinamika sistem yang - menjelaskan dinamika sistem yang tercipta tercipta - tidak bebas nilai - tidak bebas nilai

14 ninawati14 KRITERIA: (4) TUJUAN PENELITIAN (a)Positivisme: - menjelaskan fakta, penyebab dan efek - menjelaskan fakta, penyebab dan efek - meramalkan - meramalkan - menekankan fakta (obyektif di luar) - menekankan fakta (obyektif di luar) - menekankan peramalan - menekankan peramalan

15 ninawati15 (b) interpretif/fenomenologis - menginterpretasikan dunia - menginterpretasikan dunia - memahami kehidupan sosial - memahami kehidupan sosial - menekankan makna - menekankan makna - menekankan pemahaman - menekankan pemahaman

16 ninawati16 (c) kritikal - mengungkapkan yang dibalik - mengungkapkan yang dibalik permukaan permukaan - mengungkapkan mitos-mitos dan ilusi - mengungkapkan mitos-mitos dan ilusi - menekankan terbukanya keyakinan/ - menekankan terbukanya keyakinan/ ide-ide keliru dan membebaskan, ide-ide keliru dan membebaskan, memampukan memampukan

17 ninawati17 Prinsip-prinsip teoretis penelitian kuantitatif (Sarantakos) 1.Realitas adalah suatu hal yang obyektif, sederhana, positif dan terdiri dari impresi-impresi indera. Realitas – kebenaran Realitas – kebenaran 2.Manusia dipengaruhi oleh dunia sosialnya, manusia adalah subyek dari pola-pola pasti yang dapat diamati secara empiris (tesis nomotetis) 3.Fakta harus dipisahkan dari nilai (tidak dibuat pernyataan nilai)

18 ninawati18 Prinsip-prinsip teoretis penelitian kuantitatif (Sarantakos) 4.Ilmu sosial dan alam memiliki dasar logika dan metodologi yang serupa. 5.Metafisik, penalaran filosofis dan spekulasi hanya ilusi, tidak ada relevansinya dengan kondisi empiris 6.Ekplanasi dibatasi pada gejala positif, validitas dapat ditinjau oleh peneliti lain, hasilnya dapat diterima/ditolak/dimodofikasi 7.Bentuk logis teorinya deduktif

19 ninawati19 Kritik pada ilmuwan kuantitatif-positivistik 1.Fenomena sosial berada dalam benak (interpretasi) individu-individu, tidak dapat dilihat terpisah dari individu yang memungkinkan fenomena sosial tersebut terjadi. 2.Realitas sesungguhnya tidak dapat didefinisikan secara obyektif, tetapi harus diinterpretasikan sebagai aksi-aksi sosial 3.Upaya melakukan standardisasi dengan mengambil jarak dari obyek penelitian dianggap tidak menjamin obyektivitas

20 ninawati20 Kritik pada ilmuwan kuantitatif-positivistik 4. Kondisi obyektif hanyalah ilusi 5. Kuantifikasi tidak dapat mengunkapkan “makna” sesungguhnya dari tingkat laku sosial (makna lebih dekat dengan keyakinan peneliti daripada makna yang hidup di kepala responden) 6.Penggunaan hipotesis jadi arah kaku dalam penelitian, akan membatasi temuan yang akan diperoleh 7.Penelitian kuantitatif tidak membedakan penampilan luar dengan esensi (apa yang mendasari) peristiwa-peristiwa sosial)

21 ninawati21 Kritik pada ilmuwan kuantitatif-positivistik 8. Ilmuwan kritikal pada khususnya melihat metodologi positivistik sebagai pendekatan yang cenderung mendukung status quo 9.Penelitian kuantitatif mengikuti metode yang disusun secara kaku 10.Ilmu sosial menggunakan prinsip ilmu alam (teori dan metodologi tidak dapat diterima) 11.Penelitian sosial perlu mempertimbangkan individu dengan segala kebutuhan, metodologi memfokuskan pada pemahaman daripada pengukuran

22 ninawati22 KESIMPULAN  Jangan memilih satu paradigma, tetapi pahamilah pilihan-pilihan paradigma  Kriteria untuk menilai kualitas metodologis adalah ketepatan metodologis yang dipilihnya  Peneliti mengambil keputusan yang matang berkaitan dengan tujuan penelitian, pertanyaan yang diajukan, sumber daya yang tersedia.  Sejauh mana peneliti mampu bersikap responsif dengan mengembangkan desain yang sesuai (tepat) untuk konteks penelitiannya?


Download ppt "Ninawati1 PENELITIAN SOSIAL PSIKOLOGI – UNTAR metodologi penelitian kualitatif ninawati."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google