Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Pengelolaan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Pengelolaan."— Transcript presentasi:

1 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Pengelolaan instalasi komuter

2 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Review Sistem Informasi Siklus Sistem Informasi Sekenario Perkembangan SI/TI Strategi Perubahan SI/TI Pengelolaan Sistem Informasi Pengelolaan Sumber daya Manusia Pengaruh stakeholders dalam pengembangan teknologi informa SI Pengelolaan Instalasi Komputer Review

3 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Memberikan pembelajaran tentang segala sesuatu yang memungkinkan pengelola instalasi sistem komputer pada suatu instansi. Pengelola diharapkan mampu menjamin sistem komputer yang dipergunakan akan dapat dioperasikan tanpa henti. Pengelolaan Instalasi Komputer

4 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Pengelolaan Instalasi Komputer Mencakup. Perangkat Keras  Perangkat Komputer  Sarana Pendukung Perangkat Lunak  Software  Data dan Informasi Manusia Jaringan Komputer

5 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3 dalam penggunaan komputer juga wajib kita perhatikan karena komputer juga mempunyai tingkatbahaya yang relative tinggi jika kita tidak memperhatikannya. Beberapa bahaya yang ditimbulkan oleh komputer dan cara penanggulangannya antara lain: – Radiasi – Listrik – Posisi Duduk Aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja Dalam Penggunaan Komputer

6 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Jika kita masih mempergunakan monitor komputer CRT atau monitor tabung, kita wajib berhati-hati saat bekerja di depan komputer. Hal ini disebabkan karena monitor tabung memancarkan radiasi yang sangat berbahaya untuk mata. Radiasi ini bisa mengakibatkan mata perih, bahkan dalam penggunaan jangka panjang akan mengakibatkan mata minus. Untuk menghindari penyakit yang disebabkan oleh penggunaan monitor CRT, kita bisa menggunakan monitor LCD sebagai pengganti monitor CRT. Teknologi LCD ini tidak menyebabkan adanya radiasi bagi penggunanya. Karena teknologi tinggi tersebut, maka harga yang ditawarkan LCD ini jauh lebih tinggi daripada harga monitor CRT. Tetapi tidak usah khawatir, karena selain menggunakan LCD, kita juga bisa menggunakan layar anti radiasi untuk monitor CRT kita. Layar anti radiasi ini bisa kita peroleh di toko elektronik atau took komputer dengan harga yang relatif murah. Radiasi

7 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Listrik adalah bahaya lain yang mengancam saat kita menggunakan komputer. Bahaya akibat listrik ini dapat terjadi karena masalah kabel listrik yang tidak tertata dengan baik. Kabel listrik yang tidak beraturan selain tidak enak dipandang mata juga bisa mengakibatkan bahaya ketika kita tersandung kabel tersebut. Atau kabel yang mengelupas bisa membuat kita tersengat listrik ketika menginjaknya. Karena itu pengaturan kabel yang merupakan sumber daya komputer harus tertata dengan rapi dan lebih baik lagi jika menggunakan jalur kabel untuk meletakkan kabel tersebut. Listrik

8 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Posisi duduk ketika bekerja di depan komputer juga bisa mengakibatkan bahaya. Posisi duduk yang sama dan dalam jangka waktu yang lama akan mengakibatkan urat- urat kaku dan menyebabkansakit urat otot. Selain itu penyakit wasir atau ambeien juga mengancam bagi orang-orang yang terlalu lama duduk. Penyakit akibat terlalu banyak duduk ini bisa dihindari dengan beristirahat selama 5 menit setelah bekerja satu jam. Gunakan waktu istirahat ini untuk berjalan santai misalnya saja mengambil minumataupun melihat-lihat keluar jendela. Selain itu perbanyaklah minum untuk menghindari dehidrasi. Setelah kita mengetahui aspek kesehatan dan keselamatan kerja k3 dalam penggunaan komputer, semoga kita bisa terhindar darikecelakaan saat bekerja menggunakan komputer. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah segeralah memeriksakan diri ke dokter apabila ada keluhan-keluhan sakit setelah bekerja menggunakan komputer agar penyakit dapat diketahui dan diobati sedini mungkin. Posisi Duduk

9 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Aspek Manusia

10 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I 1. Gunakan kursi yang secara dinamis dapat diatur tinggi- rendah dan senderan punggungnya. 2. Posisi monitor bagian paling atas setidaknya setinggi 5-8 cm di atas arah pandang mata. 3. Untuk menghindari efek silau dari layar monitor, bisa gunakan filter atau pelindung anti silau. 4. Duduklah dengan jarak sekitar satu rentangan tangan dari monitor. 5. Kaki harus dapat menjejak pada lantai atau pada pijakan kaki yang stabil. 6. Jika menggunakanalat pemegang/penjepit dokumen, tingginya samakan dengan layar monitor. 7. Antara siku dan pergelangan tangan sejajar dan lurus saat menggunakan keyboard / mouse. 8. Lengan dan siku berada dalam posisi santai dekat dengan tubuh Anda. 9. Monitor dan keyboard posisikan di tengah hadapan Anda. 10. Gunakan keyboard yang memiliki bagian pengungkit di bawahnya untuk mengatur posisi. 11. Gunakan alas kerja atau meja yang stabil dan tidak goyah. 12. Sesekali lakukan istirahat pendek dengan berdiri, perenggangan dan melihat arah lain. 12 Tips Berkomputer yang baik dan sehat

11 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Pengelolaan Instalasi Komputer Ruang Kerja Komputer Ruang Server Komputer

12 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Menjelaskan Fungsi-fungsi dan tanggung jawab dalam pengorganisasian dan pengeperasian instalasi dan peralatan Komputer ( HARUS JELAS ….. ! ) Menjelaskan Prosedur-prosedur dalam penyiapan suatu Pengolahan Data, yang meliputi tata letak peralatan, ruangan, pengawasan dan penjadwal an produksi, prosedur operasi komputer, evaluasi performance komputer (analisa perangkat keras dan lunak) dan prosedur pengamananya. menyajikan sistem komputer yang selalu memberikan pelayanan setiap saat (tanpa henti) untuk menghadirkan komputer server yang selalu operasional setiap saat tanpa henti syaratnya harus : – Team yang mengelola instalasi komputer harus mempunyai kopetensi atau pengetauan dan pengalaman yang baik – Tertib administrasi, Harus mempunyai dokumentasi tentang pengelolaan instalasi komputer Inventarisasi (membuat tabel spesifikasi untuk komputer server) membuat SOP Tujuan Pengelolaan Instalasi Komputer

13 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Langkah Utama dalam PIK Publikasi, buku pedoman Kontrol dan Implementasi Tinjauan Prosedur

14 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Ruang Komputer: Definisi Segala jenis ruang yang berisi instalasi komputer baik tunggal maupun jaringan. Pengertian Instalasi komputer juga mencakup ruang server, ruang kontrol jaringan komputer (LAN) dan ruang pengolahan/penyimpanan data digital

15 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Infrastruktur dan perangkat penunjang ruang komputer yang baik akan memberikan kondisi yang sesuai bagi komputer sehingga output yang di hasilkan pun menjadi optimum. Bagian dari sarana penunjang ruang komputer : – Raised Floor untuk managemen kabel dan saluran angin AC (down-flow system) – Precission Air Conditioning yang di design untuk operasi 24jam /hari & 7hari /minggu untuk menjaga suhu serta kelembaban – UPS yang memberikan sumber daya listrik yang stabil – Fire protection system mencegah bahaya kebakaran – Water Leak Detection – Environmental monitoring yang memberikan peringatan dini bila terjadi perubahan kondisi di dalam ruang komputer Infrastruktur Ruangan Komputer

16 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Raised Floor

17 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Mengapa dibutuhkan perencanaan yang baik? Keamanan alat – Peralatan yang ada umumnya sangat bernilai bagi kelangsungan sistem dan tidak murah – Kebutuhan lingkungan yang khusus atau memenuhi syarat tertentu, karena peralatan komputer dengan kemampuan tinggi umumnya sensitif terhadap suhu, kelembapan dan tegangan listrik. Kenyamanan – Mempermudah pengecekan sistem secara berkala – Efisiensi dan efektifitas perawatan sistem. Besar dan rumit – Umumnya sebuah pusat komputer/pengolahan data/kontrol LAN akan sangat besar dan rumit – Jaringan komputer terpusat yang ada juga biasanya secara fakta sangat rumit Keseimbangan perencanaan – Perlu diperhatikan keseimbangan elemen-elemen yang akan mempengaruhi desain ruang komputer termasuk peralatannya. Elemen-elemen tersebut diantaranya: lokasi ruang komputer, tata ruang, keamanan fisik, sistem UPS, Generator listrik cadangan, distribusi daya listrik, sistem pendinginan dan kelembapan udara, raised flooring, deteksi dan pemadam kebakaran, kontrol akses dan keamanan, dan sistem monitoring untuk seluruh elemen tersebut.

18 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Aspek-aspek Perencanaan Ruang Komputer Fungsi/jenis Desain Tata Ruangan Aspek teknis: – Power (Kelistrikan) – Penangkal petir – Pencahayaan – HVAC (Heat/Ventillation/Air Conditioning) – Fire Protection (deteksi dan pemadam kebakaran) – Flooring – Monitoring ruang komputer

19 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Jenis/tipe/kebutuhan R. Server R. Kontrol LAN R. Pengolahan data R. Terminal akses (lab. Komputer, warnet, r. pelatihan, dll) R. Perpustakaan teknis dan media R. Penyimpanan alat R. Staff

20 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Desain Harus diantisipasi adanya kebutuhan untuk peningkatan daya listrik dan perluasan ruangan di kemudian hari. Harus tersedia pendinginan yang cukup dan sebanding terhadap beban yang ada. Harus dirancang kontrol akses dan sistem keamanan ke ruang komputer yang sesuai dengan jenis ruangannya. Setiap perubahan desain, software dan hardware harus terdokumentasi, dalam rangka kemudahan pelacakan terhadap perencanaan (roadmap) jika terjadi kesalahan atau gangguan sistem.

21 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Desain Pemahaman terhadap kebutuhan sistem perusahaan / instansi adalah langkah awal desain ruang komputer yang efisien dan aman. Perhatian khusus harus diberikan pada aspek teknis dan lingkungan penunjang, yaitu: sistem pendinginan udara, kontrol kelembapan, distribusi dan aliran udara, distribusi dan proteksi daya listrik, keamanan dan deteksi kebakaran, tata ruang dan penempatan peralatan, akses perawatan, jalur pengkabelan, keamanan fisik, tanda-tanda petunjuk, dll.

22 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Tata Ruangan Layout/tata ruang (kesesuaian dg fungsi, penempatan peralatan, kenyamanan penggunaan, kemudahan perawatan, keindahan) Aspek pengkabelan baik untuk power maupun LAN (jalur-jalur pengkabelan, outlet, saklar, dll) Kontrol keamanan (mudah diamati, pengamanan instalasi listrik dan LAN, lokasi tertutup di dalam ruang komputer seminimal mungkin) Aksesibilitas (alur pergerakan orang mudah dan tidak membahayakan, kemudahan akses secara umum, pembatasan akses pada ruang tertentu, dll)

23 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Aspek Teknis dalam PIK Power (Kelistrikan) HVAC (Heat/Ventillation/Air Conditioning) Fire Protection (deteksi dan pemadam kebakaran) Monitoring ruang komputer Flooring Pencahayaan Penangkal petir

24 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Power (Kelistrikan) Daya Listrik yang cukup (watt alat harus dihitung dengan benar) Tegangan listrik yang stabil, sebaiknya digunakan power supply unit seperti stabilizer/AVR(auto voltage regulator) Pentanahan/grounding (standar PLN 0,5 , peralatan jaringan komputer ada yang mensyaratkan sampai 0,05  ) Ketersediaan daya listrik yang tak terputus (UPS = Uninteruptable Power Supply) Generator pembangkit listrik cadangan (genset).

25 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Konsumsi Daya Listrik (dalam Watt) Personal computer: – CPU - awake / asleep = 120 / 30 or less – Monitor - awake / asleep = 150 / 30 or less – Laptop = 20  50 – Printer = 80  100 Komputer server = 300–500 Radio tape (stereo set) = 70–400 Televisi (warna): – 19" = 65–110 – 27" = 113 – 36" = 133 – 53"-61" Projection = 170 – Flat screen = 120

26 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Rumus untuk menghitung konsumsi daya listrik (Watt alat × jam digunakan perhari ÷ 1000) = Konsumsi Kilowatt- hour (kWh) harian 1 kilowatt (kW) = 1,000 Watt Contoh perhitungan untuk PC beserta Monitornya: ( Watt × 4 jam/day) ÷ 1000 = 1,08 kWh/hari Kalikan konsumsi kWh per hari di atas dengan jumlah hari pemakaian dalam sebulan dan harga listrik per kWh akan diperoleh biaya yang harus dibayarkan perbulannya.

27 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Contoh instalasi Listrik yang tidak baik

28 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I

29 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I

30 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I

31 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I

32 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I

33 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I HVAC (Heat/Ventillation/Air Conditioning) Semua alat elektronik/elektrik di dalam ruang komputer menghasilkan panas, sehingga lingkungannya perlu didinginkan agar panas dari mesin dapat mengalir. Sistem ventilasi yang baik akan dapat mengalirkan udara segar tetapi tetap memproteksi masuknya debu Toleransi kelembapan udara untuk komputer lebih kecil daripada manusia yaitu sekitar 45%-55% kelembapan nisbi. Jika kelembapan udaranya: – Terlalu rendah, akan menimbulkan resiko listrik statis (kipas pada komputer dapat menjadi sumbernya) – Terlalu tinggi, akan menimbulkan kondensasi, korosi dan korsleting listrik

34 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Penangkal petir dan Pencahayaan Penangkal petir yang baik persyaratannya serupa dengan grounding, tetapi tentu saja instalasinya terpisah. Selain itu pada perangkat elektronik penting seperti router, server dan peralatan wifi perlu dipasangi lightning protector untuk menahan kelebihan tegangan yang muncul jika saluran listriknya yang tersambar petir. Pencahayaan ruang komputer membutuhkan intensitas cahaya sebesar foot candel pada bidang 30 inchi dari lantai.

35 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Fire Protection Bahaya kebakaran di dalam ruang komputer dan data centers umumnya disebabkan oleh masalah pada jalur-jalur kabel, raised floor, dan area-area tertutup lainnya. Kejahatan pembakaran dengan sengaja, sabotase perusahaan, atau sebab-sebab alami seperti petir dan hubungan pendek listrik juga meningkatkan resiko kebakaran.

36 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Flooring (lantai) Umumnya untuk ruang server digunakan raised floor, suatu sistem lantai berbahan non-electrostatic (listrik statis) dengan rongga di bagian bawah Rongga tersebut digunakan untuk: – Sistem distribusi udara dingin dari AC – Jalur-jalur dan kontak kabel listrik dan LAN – Jalur-jalur dan kontak tembaga untuk saluran ground – Jalur-jalur perpipaan lainnya Untuk ruang komputer jenis lain tidak perlu menggunakan raised floor, tetapi cukup lantai kayu atau keramik (karpet tidak dianjurkan karena mengandung elektrostatik yang tinggi)

37 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Monitoring Sistem monitoring keamanan fisik, misal deteksi kebakaran, cctv/kamera pengawas, kartu akses, dll. Sistem monitoring server. Misal digunakan alat yang bernama KVM. Alat ini dapat mengontrol beberapa komputer/server dengan hanya satu buah keyboard, mouse dan monitor.

38 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Raised Floor Jalur kabel Rak server

39 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Data center yang ideal itu. Dari kacamata audit IT, paling tidak harus ada kontrol terhadap: – 1. Physical Security Control: Misalnya Access control (pin / finger scan), Closed room, Log book – 2. Environment Control: Misalnya AC, Fire protection, Leakage protection, Raised Floor, Electrical fault protection Namun pada prakteknya data center yang ada sering kali tidak dalam kondisi ideal. Hal ini dikarenakan banyak hal seperti: – 1. Salah kaprah fungsi data center. Seharusnya data center terlindungi dengan baik, dari akses-akses yang tidak dikehendaki. Seharusnya data center dalam ruangan tertutup yang tidak semua orang tahu. Tapi masalahnya Banyak perusahaan memandang datacenter adalah sesuatu yang harus di expose, dipajang dan ditampilkan. Hal ini terjadi mengingat biaya investasi yang tinggi. Sehingga seringkali datacenter justru merupakan ruangan yang dikelilingi oleh kaca tembus pandang. – 2. Strategi pengembangan yang kurang tepat. Banyak perusahaan tidak membuat raised floor karena pada awal perencanaan tidak menduga bahwa data center akan menjadi besar. Tidak dilengkapi dengan AC khusus karena mengira konsumsi panas tidak terlampau tinggi. Dan lain sebagainya seperti kondisi ruangan dalam perusahaan itu sendiri. – 3. Egoisme antar department. Pengembangan datacenter merupakan wewenang dari departement IT datacenter misalnya, tapi ada departement lain seperti IT security, IT planning yang merasa memiliki wewenang dalam data center tersebut. Akibatnya disharmonisasi, konflik antar system hingga lepas tangan menjadi pemandangan sehari-hari yang mengakibatkan data center tidak ideal. Ruang Server (Data Center)

40 Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I


Download ppt "Pengelolaan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, M.T.I Pengelolaan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google