Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Merokok = hak azasi, tapi memaksakan asap masuk ke hidung orang lain melanggar hak azasi. Menghadapkan telapak kaki ke muka orang lain = hak azasi, tetapi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Merokok = hak azasi, tapi memaksakan asap masuk ke hidung orang lain melanggar hak azasi. Menghadapkan telapak kaki ke muka orang lain = hak azasi, tetapi."— Transcript presentasi:

1 Merokok = hak azasi, tapi memaksakan asap masuk ke hidung orang lain melanggar hak azasi. Menghadapkan telapak kaki ke muka orang lain = hak azasi, tetapi memperbesar risiko dibenci orang. Sebelum memperjuangkan Hak kita, ingatlah bahwa Hak kita dibatasi oleh Hak Orang Lain Kata-kata air mata kerang

2 Tips buat yang benci Amerika Jangan pakai HP bagus buatan Amerika, misal Nokia, Jangan nonton TV / internet, karena satelit Palapa buatan Amerika Kalau naik pesawat check dulu karena Boeing 737 buatan Amerika. Hindari program Windows karena penciptanya, Bill Gates dan Paul McAllen orang Amerika.

3 Tips bagi yang benci Arab Jangan belajar matematika, karena salah satu Bapak Matematika terpenting bernama Al Kowarizmi, orang Kuwait.

4 Tips bagi yang tak suka sejarah Ketahuilah bahwa pada jaman Ken Arok dan Ken Dedes, Inggris pernah perang melawan Amerika Maaf, Cuma bercanda lho!! Walau betul juga !!

5 Tidak bijaksana memperingatkan Dosen tentang waktu, sebelum perkuliahan berjalan 2 x 55 menit Posisikan HP ke pilihan GETAR

6 Goal Menjelaskan struktur atom Menjelaskan pengertian ion + / - Menjelaskan letak dan maknanya unsur dalam susunan berkala unsur-unsur Memprediksi kecenderungan membentuk ikatan unsur dengan unsur lain Menjelaskan ikatan kovalen dan ionik Memprediksi senyawa yg terbentuk dari unsur-unsur

7

8 Susunan Berkala Unsur-Unsur My Documents / kimia / unsur-1

9 Struktur Atom + Proton Elektron - 0 Neutron Banyaknya Proton = Banyaknya Elektron Banyaknya Neutron bisa satu atau beberapa

10 Proton bermuatan positiv + Proton

11 Elektron bermuatan negativ Elektron

12 Neutron bermuatan 0 (nol / zero) Neutron hanya mempengaruhi Massa Atom 0 Neutron

13 Atom Hidrogen + Proton Elektron - 0 Neutron Dalam atom Hidrogen, Banyaknya Neutron bisa 1, 2, atau 3

14 + Proton Elektron - Atom Hidrogen ada yg memiliki Neutron sebanyak 2, bahkan 3 0 Neutron 0

15 Atom Hidrogen cenderung kehilangan elektron satu-satunya dan menjadi ion H + + Proton 0 Neutron Dalam atom Hidrogen, Banyaknya Neutron bisa 1, 2, atau 3

16 Atom Chlor (kelompok Halogen) cenderung menarik satu elektron dari atom dari unsur lain, membentuk ion Cl + Ada 17 Proton dan 17 Elektron dalam sebuah Atom Chlor + Proton Elektron Elektron dari atom lain Bisa dari Unsur yg sama Bisa dari Unsur lain -

17 + Proton Elektron Proton Elektron Tiap Atom Chlor, Elektron terluar = 7 Tidak stabil Struktur elektron yg stabil = yang genap, misal 8 Bagaimana agar stabil?? Atom Chlor tidak stabil jika berdiri sendiri berhubung jumlah elektron terluarnya GANJIL

18 Dua Atom Chlor berdekatan saling membagi 1 elektron agar jumlah elektron terluar seolah-olah menjadi 8 Di alam, 1 atom Chlor berpasangan dengan 1 atom Chlor yg lain, membentuk 1 Molekul Cl 2 + Proton Elektron Proton Elektron

19 Dua Atom Chlor berdekatan saling membagi 1 elektron agar jumlah elektron terluar seolah-olah menjadi 8 Di alam, 1 atom Chlor berpasangan dengan 1 atom Chlor yg lain, membentuk 1 Molekul Cl 2 + Proton Elektron Proton Elektron

20 Dua Atom Chlor berdekatan saling membagi 1 elektron agar jumlah elektron terluar seolah-olah menjadi 8 Di alam, 1 atom Chlor berpasangan dengan 1 atom Chlor yg lain, membentuk 1 Molekul Cl 2 + Proton Elektron Proton Elektron

21 Dua Atom Chlor berdekatan saling membagi 1 elektron agar jumlah elektron terluar seolah-olah menjadi 8 Di alam, 1 atom Chlor berpasangan dengan 1 atom Chlor yg lain, membentuk 1 Molekul Cl 2 + Proton Elektron Proton Elektron

22 Dalam Molekul Cl 2, Ikatannya Kovalen Tarik-menarik antara dua Atom Chlor digolongkan sbg Ikatan Kovalen, berdasarkan saling memberi elektron untuk dipakai bersama. Ikatan kovalen juga ada dalam F 2, Br 2, juga O 2

23 Total muatan dalam Cl 2 tetap NOL Atom pertama: 17 Proton = Elektron = Total muatan= 0 Atom kedua: 17 Proton = Elektron = Total muatan= = 0

24 Dalam ion Chlor (Cl - ), muatan tidak nol lagi, tapi minus satu (-1) 17 Proton = Elektron = (+) Muatan semula = 0 1 Elektron lain = (+) Muatan sekarang = -1

25 Bila bertemu, atom Hidrogen cenderung mendonorkan satu elektron kepada atom Chlor + Proton Elektron Atom Hidrogen Atom Chlor + Proton Elektron -

26 Bila bertemu, atom Hidrogen cenderung mendonorkan satu elektron kepada atom Chlor + Proton Elektron Atom Hidrogen Atom Chlor + Proton Elektron -

27 Bila bertemu, atom Hidrogen cenderung mendonorkan satu elektron kepada atom Chlor + Proton Elektron Atom Hidrogen Atom Chlor + Proton Elektron -

28 Bila bertemu, atom Hidrogen cenderung mendonorkan satu elektron kepada atom Chlor + Proton Elektron Atom Hidrogen Atom Chlor + Proton Elektron -

29 Bila bertemu, atom Hidrogen cenderung mendonorkan satu elektron kepada atom Chlor + Proton Elektron Atom Hidrogen Atom Chlor + Proton Elektron -

30 Bila bertemu, atom Hidrogen cenderung mendonorkan satu elektron kepada atom Chlor + Proton Elektron Atom Hidrogen Atom Chlor + Proton Elektron -

31 Setelah mendonorkan elektron, atom Hidrogen menjadi ion Hidrogen bermuatan +1 sedangkan ion Chlor bermuatan -1 + Proton Elektron Proton Ion Hidrogen (H + ) Ion Chlor (Cl - ) Ikatan ionik, lebih lemah dibanding ikatan kovalen, tapi bisa menghantarkan arus listrik Elektron -

32 Dalam ikatan Ionik, sebagian elektron didonorkan oleh atom kepada atom lain, dari unsur bersifat elektropositiv ke unsur bersifat elektronegativ Cl + 1 elektron  Cl -1 Cl -1 = Ion Chlor Ion H +1 + Ion Cl -1 = Chloride acid H +1 + Cl -1 = HCl

33 Contoh Asam (Acid) dari Kelompok Halogen HCl = Chloride Acid = Asam Klorida HF = Fluoride Acid = Asam Fluorida HBr = Bromide Acid = Asam Bromida HI = Iodide Acid = Asam Iodida Asam bila dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion H + dan ion sisa Asam

34 Asam terdisosiasi menjadi ion-ion jika dilarutkan dalam Air HCl  H + + Cl - HF  H + + F - HBr  H + + Br - HI  H + + I - Awas, senyawa yang terurai menjadi ion-ion, pasti menghantarkan arus listrik

35 Kecenderungan ionisasi Hidrogen cenderung membentuk H + H  H + + e - 2 H  2 H e - Oksigen cenderung membentuk O 2- O + 2 e -  O 2- Hidrogen + Oksigen membentuk Air 2 H + O + 2 e -  2 H e - +O 2- 1 H 2 + ½ O 2  1 H 2 O

36 H + O - - H + Ikatan antara H + dan O 2- cenderung kuat, disebut ikatan Kovalen Polar, jadi ada sifat kovalen, dan ada sedikit sifat ionik

37 Pole = Kutub. Tetapi sifat listrik + dan – ini tidak sekuat pada Asam H + Kutub + H + O - - Kutub -

38 H + O - - H + Air (H 2 O) punya kecenderungan terurai sebagian menjadi ion H + (sifat Asam) dan ion OH - (sifat Basa). Karena jumlah H + dan OH - sama, maka Air tidak Asam dan tidak Basa, NETRAL

39 H + O - - H +

40 H + O - - H +

41 H + Cl - Pada Asam Klorida, sifat listrik + dan – sangat kuat dan ikatannya ionik

42 H + Br - Pada Asam Bromida, ikatannya juga ionik, sifat menghantarkan listrik juga kuat

43 Li + Logam Alkali bertemu Oksigen membentuk Oksida Lithium (Li) + Oxygen (O)  Li 2 O O - - Li +

44 + Logam Alkali bertemu Oksigen membentuk Oksida Lithium (Li) + Oxygen (O)  Li 2 O O - - Li +

45 + Logam Alkali bertemu Oksigen membentuk Oksida Lithium (Li) + Oxygen (O)  Li 2 O O - - Li +

46 + Logam Alkali bertemu Oksigen membentuk Oksida Lithium (Li) + Oxygen (O)  Li 2 O O - - Li +

47 + Logam Alkali bertemu Oksigen membentuk Oksida Lithium (Li) + Oxygen (O)  Li 2 O O - - Li +

48 Logam Alkali Tanah bertemu Oksigen membentuk Oksida juga Berilium (Be) + Oxygen (O)  Berilium Oxyde (BeO) Be + + O - -

49 Logam Alkali Tanah bertemu Oksigen membentuk Oksida juga Berilium (Be) + Oxygen (O)  Berilium Oxyde (BeO) Be + + O - -

50 Logam Alkali Tanah bertemu Oksigen membentuk Oksida juga Berilium (Be) + Oxygen (O)  Berilium Oxyde (BeO) Be + + O - -

51 Logam Alkali Tanah bertemu Oksigen membentuk Oksida juga Berilium (Be) + Oxygen (O)  Berilium Oxyde (BeO) Be + + O - -

52 Logam Alkali Tanah bertemu Oksigen membentuk Oksida juga Berilium (Be) + Oxygen (O)  Berilium Oxyde (BeO) Be + + O - -

53 Logam Alkali Tanah bertemu Oksigen membentuk Oksida juga Berilium (Be) + Oxygen (O)  Berilium Oxyde (BeO) Be + + O - -

54 Logam Alkali Tanah bertemu Oksigen membentuk Oksida juga Berilium (Be) + Oxygen (O)  Berilium Oxyde (BeO) Be + + O - -

55 Logam Alkali, misal Natrium bila bertemu Oksigen bisa membentuk senyawa Natrium Oksida (Sodium Oxyde), Na 2 O Na + + O - -

56 Logam Alkali, misal Natrium bila bertemu Oksigen bisa membentuk senyawa Natrium Oksida (Sodium Oxyde), Na 2 O Na + + O - -

57 Logam Alkali, misal Natrium bila bertemu Oksigen bisa membentuk senyawa Natrium Oksida (Sodium Oxyde), Na 2 O Na + + O - -

58 Logam Alkali, misal Natrium bila bertemu Oksigen bisa membentuk senyawa Natrium Oksida (Sodium Oxyde), Na 2 O Na + + O - -

59 Logam Alkali, misal Natrium bila bertemu Oksigen bisa membentuk senyawa Natrium Oksida (Sodium Oxyde), Na 2 O Na + + O - -

60 Logam Alkali Tanah, misal Magnesium bila bertemu Oksigen bisa membentuk Magnesium Oksida (MgO) Mg + + O - -

61 Logam Alkali Tanah, misal Magnesium bila bertemu Oksigen bisa membentuk Magnesium Oksida (MgO) Mg + + O - -

62 Logam Alkali Tanah, misal Magnesium bila bertemu Oksigen bisa membentuk Magnesium Oksida (MgO) Mg + + O - -

63 Logam Alkali Tanah, misal Magnesium bila bertemu Oksigen bisa membentuk Magnesium Oksida (MgO) Mg + + O - -

64 Logam Alkali Tanah, misal Magnesium bila bertemu Oksigen bisa membentuk Magnesium Oksida (MgO) Mg + + O - -

65 Latihan Tuliskan rumus kimia yang mungkin dari senyawa antara: Unsur Natrium dan Unsur Chlor Unsur Besi dan Oksigen Unsur Carbon dan Oksigen Unsur Sulfur dan Oksigen Tuliskan Reaksi yang mungkin antara: Natrium Oksida + Air Kalsium Oksida + Air

66 Na  Na + + e - Cl + e -  Cl - Na + Cl -

67 Na + Cl - Na  Na + + e - Cl + e -  Cl -

68 Na + Cl - Na  Na + + e - Cl + e -  Cl -

69 Na + Cl - Na  Na + + e - Cl + e -  Cl -

70 Na + Cl - Na  Na + + e - Cl + e -  Cl -

71 Na + Cl - Na + Cl  Na + + Cl -  NaCl = Garam dapur (Table Salt)

72 Ferro Oksida Fe + + O - -

73 Ferro Oksida Fe + + O - -

74 Ferro Oksida Fe + + O - -

75 Ada 2 ion Ferri (Fe 3+ ) dan 3 ion Oksida (O 2- ) O - - Fe O - - O - -

76 O O - - O - - Kedua jenis ion saling tarik-menarik

77 O - - Fe O - - O - - Kedua jenis ion saling mendekati

78 Ion positiv dan ion negativ makin mendekat O - - Fe O - - O - -

79 O O - - O - - Makin dekat

80 Jumlah “tangan” harus pas O - - Fe O - - O - -

81 Sebagian mulai berikatan secara ionik O - - Fe O - - O - -

82 Terbentuk senyawa Ferri Oksida (Fe 2 O 3 ) O - - Fe O - - O - -

83 Carbon monoxide (CO) C - - O Carbon, Gol IV A, elektron terluar = 4 Butuh 4 lagi agar stabil Oxygen, Gol VI A, elektron terluar = 6 Butuh 2 lagi agar stabil Sisa 2 “tangan” membuat CO reaktiv jika ada oksigen tambahan

84 Sebuah ion C 4+ tarik-menarik dengan dua ion O O - - O C Carbon, elektron terluar = 4 Butuh 4 lagi agar stabil Oksigen, elektron terluar = 6 Cuma butuh 2 agar stabil

85 - - O - - O C Carbon, elektron terluar = 4 Butuh 4 lagi agar stabil Oksigen, elektron terluar = 6 Cuma butuh 2 agar stabil Sebuah ion C 4+ tarik-menarik dengan dua ion O 2-

86 - - O - - O C Carbon, elektron terluar = 4 Butuh 4 lagi agar stabil Oksigen, elektron terluar = 6 Cuma butuh 2 agar stabil Kedua jenis ion makin dekat

87 4 “tangan” Carbon menggandeng 2 pasang “tangan” milik kedua Oksigen - - O - - O C Carbon, elektron terluar = 4 Butuh 4 lagi agar stabil Oksigen, elektron terluar = 6 Cuma butuh 2 agar stabil

88 C + 2 O  Carbon dioxide (CO 2 ) - - O - - O C Carbon, elektron terluar = 4 Butuh 4 lagi agar stabil Oksigen, elektron terluar = 6 Cuma butuh 2 agar stabil

89 1 Molekul CO 2 (Karbon dioksida) terdiri atas 1 Atom Karbon dan 2 Atom Oksigen Atom Karbon C Atom Oksigen O Atom Oksigen O

90 Sulfur sedikit lebih positiv dibanding Oksigen karena pada susunan berkala unsur, letaknya di bawah Oksigen - - O S Sisa 4 “tangan ini sangat reaktiv

91 Sulfur sedikit lebih positiv dibanding Oksigen karena pada susunan berkala unsur, letaknya di bawah Oksigen - - O S Sisa 4 “tangan ini sangat reaktiv Tetapi pada kasus Asam Sulfida (H 2 S), S lebih elektronegativ dibanding H

92 Sulfur dioksida (SO 2 ) - - O S Sisa “tangan tinggal 2, reaktivitas mulai berkurang - - O

93 Sulfur trioksida (SO 3 ) - - O S Seluruh “tangan” sudah jenuh Oksigen - - O - - O

94 Pada Sulfur trioksida (SO 3 ), Sulfur bervalensi 6+, sedang Oksigen O S 6+ dan 3(2-) = NOL=netral - - O - - O Dalam kasus ini muatan Sulfur adalah 6+ Muatan Oksigen adalah 2-

95 Dalam kasus Hidrogen Sulfida, Sulfur bervalensi 2-, sedangkan Hidrogen S H + H + Ini karena dalam susunan berkala unsur, Sulfur di sebelah kanan dari Hidrogen

96 Na 2 O + H 2 O  Na + + O - - H + O - - H +

97 Na 2 O + H 2 O  Na + + O - - H + O - - H +

98 Na 2 O + H 2 O  Na + + O - - H + O - - H +

99 Na 2 O + H 2 O  Na + + O - - H + O - - H +

100 Na 2 O + H 2 O  Na + + O - - H + O - - H +

101 Na 2 O + H 2 O  Na + + O - - H + O - - H +

102 Na 2 O + H 2 O  Na + + O - - H + O - - H +

103 Na 2 O + H 2 O  Na + + O - - H + O - - H +

104 Na 2 O + H 2 O  Na + + O - - H + O - - H +

105 Na 2 O + H 2 O  Na + + O - - H + O - - H +

106 Na 2 O + H 2 O  Na + + O - - H + O - - H +

107 Na 2 O + H 2 O  2 Na(OH) Na + + O - - H + O - - H +

108 CaO + H 2 O  H + O - - H + O Ca

109 CaO + H 2 O  H + O - - H + O Ca

110 CaO + H 2 O  H + O - - H + O Ca

111 CaO + H 2 O  H + O - - H + O Ca

112 CaO + H 2 O  H + O - - H + O Ca

113 CaO + H 2 O  H + O - - H + O Ca

114 CaO + H 2 O  H + O - - H + O Ca

115 CaO + H 2 O  H + O - - H + O Ca

116 CaO + H 2 O  Ca (OH) 2 H + O - - H + O Ca

117 SO 3 + H 2 O  H + O - - H O S - - O - - O

118 H + O - - H O S - - O - - O

119 H + O - - H O S - - O - - O

120 H + O - - H O S - - O - - O

121 O - - H O S - - O H O

122 O - - H O S - - O H O

123 O - - H O S - - O H O

124 O - - H O S - - O H O

125 O O S - - O H O H + -

126 SO 3 + H 2 O  H 2 SO 4 H + O O S - - O H O

127 Logam : Punya kilap logam (memantulkan sinar) Menghantarkan arus listrik Cenderung bermuatan positif

128 Unsur (element) Bisa terdiri 1 atau > 1 atom Unsur Hidrogen, di alam berbentuk gas Hidrogen (H 2 ) H 2 angka dua menunjukkan ada 2 atom Hidrogen berikatan dalam 1 molekul H 2.

129 Perbedaan Unsur dan Atom  Suatu unsur terdiri atas 1 atau beberapa atom-atom.  2 atau beberapa atom bisa berikatan satu sama lain membentuk Molekul  Atom Hidrogen dilambangkan H  Molekul Hidrogen dilambangkan H 2

130 Secara mikroskopik Suatu unsur bisa berbentuk Atom maupun Molekul Atom Nitrogen dilambangkan N Molekul gas Nitrogen dilambangkan N 2 Atom Chlor dilambangkan Cl Molekul gas Chlor dilambangkan Cl 2 Atom Oksigen dilambangkan O Molekul gas Oksigen dilambangkan O 2

131 Atom Karbon dilambangkan C 1 molekul Karbon dilambangkan C 4 1 atom Karbon dan 2 atom Oksigen bisa berikatan satu sama lain membentuk 1 molekul Karbon Di Oksida dilambangkan CO 2 1 molekul CO 2 terdiri atas 1 atom Karbon ( C ) dan 2 atom Oksigen (O).

132 Beberapa Atom dari Unsur berbeda bisa berikatan membentuk Molekul 1 atom Hidrogen (H) dan 1 atom Oksigen (O) bisa berikatan satu sama lain membentuk 1 molekul H 2 O (Hidrogen mono Oksida / air) 1 molekul Ca(OH) 2 (air kapur) terdiri atas 1 atom Kalsium (Ca), 2 atom Oksigen (O), dan 2 atom Hidrogen (H). 1 atom Kalsium (Ca) bisa berikatan dengan 1 atom Oksigen (O) membentuk 1 molekul CaO (Kalsium mono Oksida)

133 1 molekul terdiri atas beberapa atom, bisa dari Unsur yang berbeda 1 molekul Hidrogen Chlorida (HCl) terdiri atas 1 atom Hidrogen dan 1 atom Chlor yang berikatan satu sama lain. 1 molekul asam Sulfat (H 2 SO 4 ) terdiri 2 atom Hidrogen (H), 1 atom Sulfur (S), dan 4 atom Oksigen (O).

134 Atom terdiri atas inti dan kulit Dalam inti atom terdapat Proton Dalam kulit atom terdapat Elektron Tetapi dalam inti atom juga terdapat Neutron Neutron tidak bermuatan listrik Elektron bermuatan listrik negativ Elektron bermuatan listrik positiv

135 H + O - - O - - O - - O - - O - - O - - O - - O - - O - - O - - H + H + H + H + H + H + H + H + H + H +


Download ppt "Merokok = hak azasi, tapi memaksakan asap masuk ke hidung orang lain melanggar hak azasi. Menghadapkan telapak kaki ke muka orang lain = hak azasi, tetapi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google