Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ismail, S.Pd.I, M.Pd. SISTEM PEMBAGIAN HUKUM ISLAM DAPAT DIBAGI MENJADI EMPAT BAGIAN SISTEM PEMBAGIAN HUKUM ISLAM DAPAT DIBAGI MENJADI EMPAT BAGIAN IBADAH.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ismail, S.Pd.I, M.Pd. SISTEM PEMBAGIAN HUKUM ISLAM DAPAT DIBAGI MENJADI EMPAT BAGIAN SISTEM PEMBAGIAN HUKUM ISLAM DAPAT DIBAGI MENJADI EMPAT BAGIAN IBADAH."— Transcript presentasi:

1 Ismail, S.Pd.I, M.Pd

2 SISTEM PEMBAGIAN HUKUM ISLAM DAPAT DIBAGI MENJADI EMPAT BAGIAN SISTEM PEMBAGIAN HUKUM ISLAM DAPAT DIBAGI MENJADI EMPAT BAGIAN IBADAH MUNAKAHAT MUA’MALAT UQUBAT Bersuci Shalat Zakat Puasa Haji Dll Bersuci Shalat Zakat Puasa Haji Dll Perkawinan Ruju Nafkah Istri & Anak Perceraian Dll Perkawinan Ruju Nafkah Istri & Anak Perceraian Dll Perjanjian Jual Beli Utang Piutan Gadai Dll Perjanjian Jual Beli Utang Piutan Gadai Dll Pidana Pemerintahan Hubungan Luar Negeri Perang/Damai Dll Pidana Pemerintahan Hubungan Luar Negeri Perang/Damai Dll

3 IBADAH A. Defenisi Kata ibadah berasal dari kata “Abdun” yang secara etimologi berarti mengabdi atau menyembah, sehingga ibadah yang dimaksudkan adalah sebagai sarana mengabdi atau menyembah kepada Allah SWT. Arti lain dari ibadah adalah taat, menurut, mengikuti, dan dapat diartikan sebagai doa.

4  Pengertian ibadah adalah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangannya.

5 Dalam Al Quran kata ibadah disamakan dengan tauhid, sebagaimana firman Allah swt dalam Al Quran Surat An Nisaa (4) ayat 36. Artinya :Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan- Nya dengan sesuatupun…

6 Pada ayat lain Allah swt berfirman dalam Al Quran Surat Yasin (36) ayat 60. Artinya: Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu.

7 B. Hakekat Ibadah Ibadah merupakan suatu tindakan yang mempunyai hakikat dan tujuan. Manusia melakukan ibadah berusaha untuk membawa kondisi objektifnya kepada kondisi idealnya yaitu khalifah dimuka bumi, Q.S. Al Baqarah ayat 30 dan sesuai dengan tugas kemanusiannya, guna menyembah kepada Allah, Q.S. Adz Dzariat ayat 56 dan Q.S. At Tahrim ayat 6.

8 Prof. T. M. Hasbi Ash Shiddiqi menyatakan hakikat ibadah adalah “Ketundukan jiwa yang timbul karena merasakan cinta akan Tuhan Yang Maha Esa, dan merasakan kebesaran-Nya lantaran beri’tikad bahwasanya bagi alam ini ada kekuasaan dimana aku tidak dapat mengetahui hakikatnya.”

9 C. Tujuan Beribadah Tujuan ibadah dalam Islam sesuai dengan latar belakang di wajibkannya ibadah bagi manusia sebagaimana tercantum dalam Al Quran Surat Adz Dzariyat (51) ayat 56. Artinya: Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

10 Lanjutan Tujuan ibadah ialah untuk membekali diri manusia serta menjaga eksistensi kehidupan manusia melalui pencapaian derajat taqwa kepada Allah swt, sebagaimana dalam Al Quran Surat Al Baqarah (2) ayat 21. Artinya: Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.

11 Lanjutan… Untuk mencapai sasaran mardlatillah tersebut, dibutuhkan dua syarat, sebagaimana firman Allah swt dalam Surat An Nahl ayat 128. Artinya: Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.

12  Yang berhak disembah hanya Allah swt  Ibadah tanpa perantara  Ikhlas sendi ibadah yang akan diterima  Ibadah sesuai dengan tuntunan  Memelihara keseimbangan antara unsur rohani dan jasmani  Mudah dan meringankan

13  Ibadah Umum  Ibadah Khusus


Download ppt "Ismail, S.Pd.I, M.Pd. SISTEM PEMBAGIAN HUKUM ISLAM DAPAT DIBAGI MENJADI EMPAT BAGIAN SISTEM PEMBAGIAN HUKUM ISLAM DAPAT DIBAGI MENJADI EMPAT BAGIAN IBADAH."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google