Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

RASIO PROFITABILITAS PERTEMUAN 4. PENGERTIAN RASIO PROFITABILITAS Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "RASIO PROFITABILITAS PERTEMUAN 4. PENGERTIAN RASIO PROFITABILITAS Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari."— Transcript presentasi:

1 RASIO PROFITABILITAS PERTEMUAN 4

2 PENGERTIAN RASIO PROFITABILITAS Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektifitas manajemen suatu perusahaan. Penggunaab rasio ini untuk menunjukkan efisiensi perusahaan

3 TUJUAN DAN MANFAAT RASIO AKTIVITAS Untuk mengukur atau menghitung laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode tertentu. Untuk menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang Untuk menilai perkembangan laba dari waktu ke waktu Untuk menilai besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.

4 Lanjutan…. Untuk mengukur produktifitas seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri. Untuk mengukur produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan.

5 MANFAATNYA Untuk mengetahui besarnya tingkat laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode. Untuk mengetahui posisi laba perusahaan tahun sebelum dengan tahun sekarang. Untuk mengetahui perkembangan laba dari waktu ke waktu. Mengetahu laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. Mengetahui produktifitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal sendiri maupun modal pinjaman.

6 JENIS-JENIS RASIO PROFITABILITAS Rasio Profit Margin (Profit Margin on sales) Return on Investment Ratio (ROI) Return on equity Ratio (ROE) Rasio laba perlembar saham (earning pershare ratio)

7 Untuk membahas rasio- rasio ini kita menggunakan laporan keuangan PT Indosumsel berikut:

8 CONTOH LAPORAN KEUANGAN PT INDO SUMSEL NERACA PER 31 DESEMBER 2012 POS-POS NERACA Aktiva lancar: Kas Giro Surat Berharga Piutang Sediaan Aktiva lancar lainnya Total Aktiva Lancar Aktiva Tetap: Tanah Mesin Kendaraan Akumulasi Penyusutan Total Aktiva tetap (200) (250) 2.550

9 PT INDO SUMSEL NERACA PER 31 DESEMBER 2012 (Sambungan) POS-POS NERACA Aktiva lainnya Total Aktiva lainnya Total Aktiva Utang Lancar: Utang Bank (10%) Utang Dagang Utang Lainnya Total Utang Lancar Utang Jangka Panjang: Utang Bank (10%) Utang Obligas (8) Total Utang Jangka Panjang Ekuitas Modal disetor Cadangan Laba Total Ekuitas Total Passiva

10 LAPORAN LABA RUGI KOMPONEN LABA RUGI Total Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Biaya Operasi: Biaya umum dan administrasi Biaya Penjualan Biaya Lainnya Total Biaya Operasi: Laba Kotor Operasi Penyusutan Pendapatan Bersih Operasi Pendapatan Lainnya EBIT

11 LAPORAN LABA/RUGI KOMPONEN LABA RUGI Biaya Bunga Bunga Bank Bunga Obligasi Total Biaya Bunga EBT Pajak 20% EAIT Earning Pershare

12 PROFIT MARGIN ON SALES RATIO Profit Margin on sales ratio (margin laba atas penjualan) merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur margin laba atas penjualan. Cara mengukur rasio ini adalah dengan membandingkan laba bersih setelah pajak dengan penjualan bersih. Sering juga disebut RASIO PROFIT MARGIN.

13 RUMUS RASIO PROFIT MARGIN ada 2 yaitu : 1.Margin Laba Kotor : Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan Profit Margin = (Profit Margin on Sales) Sales Margin Laba kotor menunjukkan laba yang relatif terhadap perusahaan, dengan cara penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan.

14 Contoh Komponen Laporan Keuangan Penjualan (Sales) Harga Pokok Penjualan 5, Untuk tahun 2010: Rp – Profit Margin == 0,319 (32%) Rp 5.95 Untuk Tahun 2011: Rp – Profit Margin == 0,306 (31%) Rp 5.550

15 KETERANGAN Jika rata-rata industri untuk profit margin adalah sebesar 30%, maka margin laba perusahaan tahun 2010 dan 2011 dalam keadaan baik karena berada di atas rata-rata industri

16 2.Margin Laba Bersih Earning After Interest and tax (EBIT) Net Profit Margin = (Profit Margin on Sales)Sales Margin laba bersih merupakan ukuran keuntungan dengan membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak dibandingkan dengan penjualan. Rasio ini menunjukkan pendapatan bersih perusahaan atas penjualan.

17 Contoh Komponen Laporan Keuangan Penjualan (Sales) Earning After and interest tax (EBIT) 5,950 1, Untuk tahun 2010: Rp 1,296 Net Profit Margin == 0,2178(21,8) Rp 5,950 Untuk Tahun 2011: Rp 904 Net Profit Margin == 0,1628 (16,3%) Rp 5.550

18 PENJELASAN Jika rata-rata industri untuk net profit margin adalah 20%, Margin laba perusahaan tahun 2010 sebesar 21,8 persen dalam keadaaan baik karena berada diatas rata-rata industri. Namun untuk tahun 2011 dengan margin laba hanya sebesar 16,3 persen menunjukan keadaan kurang baik karena berada dibawah rata-rata industri.. Ini artinya harga barang- barang perusahaan relatif rendah atau biayanya relatif tinggi atau dua-duanya.

19 Penjelasan lanjutan….. Dari analisis diatas dapat disimpulkan bahwa margin laba kotor tidak mengalami perubahan berarti sedangkan margin laba bersih turun drastis, hal ini menunjukkan kemungkinan meningkatnya biaya tidak langsung yang relatif tinggi terhadap penjualan atau juga karena beban pajak yang juga tinggi pada periode tersebut.

20 RASIO HASIL PENGEMBALIAN INVESTASI (RETURN ON INVESTMENT/ROI) Rasio hasil pengembalian investasi (Return on investment) merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aset yang digunakan dalam perusahaan. ROI juga merupakan suatu ukuran tentang efektifitas manajemen dalam mengelola investasinya.

21 RUMUS RETURN ON INVESTMEN (ROI) Earning After Interest and tax ROI = Total Asset Komponen Laporan Keuangan Laba sesudah bunga dan pajak Total Aktiva

22 Tahun 2010: Rp 1,296 Return on Investment=0,3018 (31%) Rp 4,200 Tahun 2011: Rp 904 Return on Investment=0,226 (23%) Rp 4.000

23 PENJELASAN Perhitungan ROI tahun 2010 menunjukkan bahwa tingkat pengembalian investasi yang diperoleh sebesar 31 % kemudian tahun 2011 Roi mengalami penurunan menjadi 23%. Artinya hasil pengembangan investasi berkurang sebesar 8% dan ini menunjukkan ketidakmampuan manajemen untuk memperoleh Return on investment.

24 PENJELASAN …LANJUTAN Jika rata-rata industri untuk return on investment adalah 30%, berarti margin laba prusahaan untuk tahun 2010 cukup baik kecuali tahun 2011 sebesar 30%, masi berada dibawah rata-rata industri. Rendahnya rasio margin ini dikarenakan rendahnya rasio perputaran aktiva atau aset.

25 HASIL PENGEMBALIAN INVESTASI (ROI) DENGAN PENDEKATAN DU PONT ROI=Margin Laba Bersih x perputaran total aset Komponen Laporan Keuangan Hasil Pengembalian Invsetasi/ROI Margin Laba Bersih Perputaran Total Aset/Aktiva 30,8% 21,78% 1,416 kali 22,6% 16,28% 1,387 kali

26 HASIL YANG DIPEROLEH ADALAH Tahun 2010: ROI= Margin Laba bersih x perputaran total aktiva 30,8%= 21,78% x 1,416 (hasil dibulatkan) Tahun 2011 = ROI= Margin Laba bersih x perputaran total aktiva 22,6%= 16,28% x 1,387 (hasil dibulatkan)

27 HASIL PENGEMBALIAN EKUITAS (Return on Equity / ROE) HASIL PENGEMBALIAN EKUITAS (Return on Equity / ROE) atau rentabilitas modal sendiri adalah rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini semakin baik artinya posisi pemilik perusahaan semakin kuat demikian pula sebaliknya.

28 RUMUS RASIO ON EQUITY / ROE Earning After Interest and Tax Return on Equity = Equity Komponen Laporan Keuangan EAIT Total Equity 1,296 2, ,100

29 RETURN ON EQUITY Tahun 2010: Rp 1,296 Return on Equity ==57,6 (58%) Rp 2,250 Tahun 2010: Rp 904 Return on Equity ==(43%) Rp 2,100

30 Penjelasan Perhitungan ROE tahun 2010 menunjukkan tingkat pengembalian investasi yang diperoleh sebesar 58% lalu tahun 2011 tingkat pengembalian investasi turun menjadi 43 persen. Artinya hasil pengembalian investasi turun sebesar 15 persen. Hal ini menunjukkan ketidakmampuan manajmen untuk memproleh ROE seiring dengan menurunnya ROI

31 HASIL PENGEMBALIAN EKUITAS (ROE) DENGAN PENDEKATAN DU PONT Mencari ROE juga bisa menggunakan pendekatan Du Pont hasil yang akan diperoleh sama dengan rumus diatas. Rumusnya: ROE = Margin Laba Bersih x perputaran total aktiva x pengganda ekuitas

32 CONTOH Komponen Laporan Keuangan Return On equity (ROE) Margin Laba Bersih Perputaran Total Aktiva Total Aktiva/ Ekuitas 57,6% 21,78% 1,416 kali 4,200/ =1,886 kali 43% 16,28% 1,387 kali 4000/ =1.904 kali

33 HASIL YANG DIPEROLEH TAHUN 2010 ROE= Margin Laba Berih x Perputran Total Aktiva x Pengganda Ekuitas 57,6%= 21,78% x 1,416 x 1,866 TAHUN 2011 ROE= Margin Laba Bersih x Perputran Total Aktiva x Pengganda Ekuitas 43 % = 16,28% x x 1,904 Catatan: Hasil diatas dibulatkan

34 LABA PERLEMBAR SAHAM (EARNING PERSHARE OF COMMON STOCK) Rasio laba per lembar saham atau disebut rasio nilai buku, merupakan rasio untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham. Rasio yang rendah artinya manajemen belum berhasil memuaskan pemegang saham sebaliknya rasio yang tinggi menunjukkan kesejahteraan pemegang saham meningkat. Atau tingkat pengembalianya tinggi.

35 KEUNTUNGAN BAGI PEMEGANG SAHAM Keuntungan bagi pemegang saham adalah jumlah keuntungan setelah dipotong pajak. Keuntungan bagi pemegang saham biasa adalah jumlah keuntungan dikurangi pajak, dividen dan dikurangi hak-hak lain pemegang saham prioritas.

36 RUMUS EARNING PERSHARE OF COMMON STOCK Laba saham biasa Laba perlembar saham = Saham biasa yang beredar Komponen Laporan Keuangan Keuntungan Jumlah Saham Biasa yang Beredar

37 Penjelasan Dari hasil perhitungan diatas terlihat bahwa kesejahteraan pemegang saham menurun sehubungan dengan menurunnya laba perlembar saham yang dihasilkan oleh perusahaan. Penurunan cukup besar yakni Rp 255 perlembar saham.

38 Laba perlembar saham : Tahun 2010: Laba perlembar saham == Rp 810 Rp Tahun 2011: Laba perlembar saham == Rp 565 Rp 1.600

39 HASIL PENGUKURAN NoJenis Rasio Standar Industri Net Profit Margin Return On Investmen Return on Equity Earning per share of Common stock 21,78% 31% 57,60% Rp ,28% 23% 43,00% Rp % 30% 40%


Download ppt "RASIO PROFITABILITAS PERTEMUAN 4. PENGERTIAN RASIO PROFITABILITAS Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google