Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGANTAR BLOK TRAUMA. TUJUAN PEMBELAJARAN BLOK Setelah mengikuti kegiatan dalam blok traumatologi ini, Diharap mahasiswa mampu menjelaskan : 1. Cara.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGANTAR BLOK TRAUMA. TUJUAN PEMBELAJARAN BLOK Setelah mengikuti kegiatan dalam blok traumatologi ini, Diharap mahasiswa mampu menjelaskan : 1. Cara."— Transcript presentasi:

1 PENGANTAR BLOK TRAUMA

2 TUJUAN PEMBELAJARAN BLOK Setelah mengikuti kegiatan dalam blok traumatologi ini, Diharap mahasiswa mampu menjelaskan : 1. Cara menghindari injury 2. Mekanisme patogenesis, patofisiologi dan patologi akibat trauma pada masing-masing organ jaringan, ataupun sisitem yang terkena trauma 3. Prinsip membedakan pasien dengan trauma berat, sedang dan ringan (triage) 4. Prinsip dasar penanganan trauma ( termasuk multiple trauma) 5. Perencanaan pengelolaan pasien dengan trauma 6. Managemen luka( termasuk luka bakar) 7. Management nyeri karena trauma 8. Prinsip – prinsip anastesi pada trauma

3 9. Penanganna efek psikis akibat trauma fisik 9. Penanganna efek psikis akibat trauma fisik 10. Penanganan pencegahan komplikasi dan kecacatan akibat 10. Penanganan pencegahan komplikasi dan kecacatan akibat trauma trauma 11. Rehabilitasi kecacactan akibat trauma 11. Rehabilitasi kecacactan akibat trauma 12. Medical forencik untuk kasus trauma 12. Medical forencik untuk kasus trauma

4 KEGIATAN BELAJAR DAN MENGAJAR BLOK TRAUMATOLOGY Kegiatan belajar Blok Traumatology dilaksanakan selama 4 minggu. Kegiatan belajar untuk mahasiswa terdiri dari kuliah, diskusi tutorial, diskusi mandiri, ketrampilan medik, konsultasi pakar dan praktikum. Tujuan belajar akan dijelaskan secara terstruktur, rinci dan jelas sehingga diharapkan dapat menjadi dasar bagi mahasiswa untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Blok Traumatology beserta sebaran ilmu yang mendasarinya. Kegiatan belajar Blok Traumatology dilaksanakan selama 4 minggu. Kegiatan belajar untuk mahasiswa terdiri dari kuliah, diskusi tutorial, diskusi mandiri, ketrampilan medik, konsultasi pakar dan praktikum. Tujuan belajar akan dijelaskan secara terstruktur, rinci dan jelas sehingga diharapkan dapat menjadi dasar bagi mahasiswa untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Blok Traumatology beserta sebaran ilmu yang mendasarinya. Rincian kegiatan belajar Blok Traumatology adalah sebagai berikut : Rincian kegiatan belajar Blok Traumatology adalah sebagai berikut :

5 1.1.1 Diskusi Tutorial Kegiatan utama proses belajar dengan metode Problem Based Learning adalah tutorial. Kelas dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil, masing-masing dibimbing oleh seorang tutor. Pada saat tutorial, mahasiswa harus mampu menjelaskan tujuan belajar dari setiap unit belajar dan menjelaskan permasalahan yang dihadapi serta sepakat bagaimana menggunakan metode yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Mahasiswa membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan yang sesuai untuk mencapai tujuan belajar tersebut, mahasiswa juga belajar bagaimana bekerja sama sebagai suatu tim, saling membantu dan belajar dari tugas-tugas yang diberikan. Kegiatan utama proses belajar dengan metode Problem Based Learning adalah tutorial. Kelas dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil, masing-masing dibimbing oleh seorang tutor. Pada saat tutorial, mahasiswa harus mampu menjelaskan tujuan belajar dari setiap unit belajar dan menjelaskan permasalahan yang dihadapi serta sepakat bagaimana menggunakan metode yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Mahasiswa membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan yang sesuai untuk mencapai tujuan belajar tersebut, mahasiswa juga belajar bagaimana bekerja sama sebagai suatu tim, saling membantu dan belajar dari tugas-tugas yang diberikan.

6 1.1.2 Kuliah Kuliah diberikan sesuai jadwal, bertujuan untuk memberikan dasar pemahaman atau konsep ilmu tertentu atau bersifat sebagai pengayaan ilmu bagi mahasiswa. Kuliah disampaikan oleh pakar bidang ilmu yang terkait, dan relevan dengan tujuan belajar Blok Traumatology Kuliah diberikan sesuai jadwal, bertujuan untuk memberikan dasar pemahaman atau konsep ilmu tertentu atau bersifat sebagai pengayaan ilmu bagi mahasiswa. Kuliah disampaikan oleh pakar bidang ilmu yang terkait, dan relevan dengan tujuan belajar Blok Traumatology

7 Adapun kuliah yang akan diselenggarakan pada blok taumatology adalah sebagai berikut : A. Anesthesi - Airway management, ventilation strategy, analgetia and sedation in trauma patient. - Airway management, ventilation strategy, analgetia and sedation in trauma patient. - Fluid therapy and shock management ( tms jenis – jenis syok yang sering terdapat pada kasus trauma )---syok hemorrhagic, neurogenic, cardiogenic - Fluid therapy and shock management ( tms jenis – jenis syok yang sering terdapat pada kasus trauma )---syok hemorrhagic, neurogenic, cardiogenic

8 B. Fisiologi / fisika - Biomekanika - Biomekanika C Radiologi - Dasar pemeriksaan dan pemeriksaan radiologi - Dasar pemeriksaan dan pemeriksaan radiologi untuk trauma untuk trauma D. Patologi Klinik - Perubahan biokimiawi dalam tubuh untuk pasien - Perubahan biokimiawi dalam tubuh untuk pasien trauma,dan Blood gas analysis trauma,dan Blood gas analysis E. Medical Forensic E. Medical Forensic - Dasar – dasar visum - Dasar – dasar visum - Jenis –jenis trauma / luka - Jenis –jenis trauma / luka F. Farmakologi F. Farmakologi - Pemilihan obat – obat pada kasus trauma - Pemilihan obat – obat pada kasus trauma

9 G. Bedah G. Bedah - Pengantar trauma---kuliah pengantar blok - Pengantar trauma---kuliah pengantar blok - Overview trauma muskuloskeletal, verte- - Overview trauma muskuloskeletal, verte- bra dan prinsip –prinsip penanganan awal bra dan prinsip –prinsip penanganan awal - Trauma pada urogenital - Trauma pada urogenital - Trauma abdomen - Trauma abdomen - Pediatric trauma - Pediatric trauma - Burn / electric injury - Burn / electric injury - Head injury - Head injury - Trauma thorax dan vaskuler - Trauma thorax dan vaskuler - Trauma maxilofacial - Trauma maxilofacial

10 1.1.3Praktikum Praktikum bertujuan untuk memberikan ketrampilan laboratorium dan atau menunjang pemahaman materi dalam Blok Traumatology. Kegiatan praktikum disesuaikan kebutuhan tiap-tiap unit belajar dari masing-masing cabang ilmu terkait yang memerlukan pemahaman lebih jauh. Praktikum bertujuan untuk memberikan ketrampilan laboratorium dan atau menunjang pemahaman materi dalam Blok Traumatology. Kegiatan praktikum disesuaikan kebutuhan tiap-tiap unit belajar dari masing-masing cabang ilmu terkait yang memerlukan pemahaman lebih jauh.

11 Konsultasi pakar Merupakan kegiatan mahasiswa untuk berkonsultasi dengan pakar tentang masalah-masalah yang mereka hadapi atau yang mereka ingin ketahui (yang muncul dalam diskusi). Adapun teknis pelaksanaannya (jumlah mahasiswa, tempat dan waktu) ditentukan sendiri oleh mahasiswa dengan pakar yang bersangkutan. Merupakan kegiatan mahasiswa untuk berkonsultasi dengan pakar tentang masalah-masalah yang mereka hadapi atau yang mereka ingin ketahui (yang muncul dalam diskusi). Adapun teknis pelaksanaannya (jumlah mahasiswa, tempat dan waktu) ditentukan sendiri oleh mahasiswa dengan pakar yang bersangkutan.

12 Ada 3 puncak periode waktu dimana terjadi kematian, karena trauma yaitu : Puncak pertama, dimana kematian karena trauma terjadi beberapa detik/ menit setelah kejadian. Biasanya disebabkan oleh laserasi otak, batang otak, spinal cord level tinggi, jantung, aorta, pembuluh darah besar. Keberhasilan penyelamatan hanya dapat dilakukan didaerah yang mempunyai sarana prehospital & transportasi yang baik. Prevensi yang baik dapat mengurangi kematian pada kelompok ini. Puncak pertama, dimana kematian karena trauma terjadi beberapa detik/ menit setelah kejadian. Biasanya disebabkan oleh laserasi otak, batang otak, spinal cord level tinggi, jantung, aorta, pembuluh darah besar. Keberhasilan penyelamatan hanya dapat dilakukan didaerah yang mempunyai sarana prehospital & transportasi yang baik. Prevensi yang baik dapat mengurangi kematian pada kelompok ini. I. TRIMODAL DEATH DISTRIBUTION ( DISTRIBUSI KEMATIAN TRIMODAL )

13 Puncak kedua, dimana kematian karena trauma terjadi dalam beberapa menit s/d beberapa jam. Biasanya disebabkan oleh perdarahan subdural / epidural, hemopneumothorax ruptur lien, liver laceration, fraktur pelvis / multiple trauma dan perdarahan yang hebat. Periode ini yang menjadi fokus pada blok traumatologi ini Perlunya penilaian dan resusitasi yang cepat harus dilakukan pada jam-jam pertama penanggulangan yang merupakan prinsip penanggulangan trauma. Puncak kedua, dimana kematian karena trauma terjadi dalam beberapa menit s/d beberapa jam. Biasanya disebabkan oleh perdarahan subdural / epidural, hemopneumothorax ruptur lien, liver laceration, fraktur pelvis / multiple trauma dan perdarahan yang hebat. Periode ini yang menjadi fokus pada blok traumatologi ini Perlunya penilaian dan resusitasi yang cepat harus dilakukan pada jam-jam pertama penanggulangan yang merupakan prinsip penanggulangan trauma.

14 Puncak ketiga, dimana kematian karena trauma terjadi setelah beberapa hari sampai Puncak ketiga, dimana kematian karena trauma terjadi setelah beberapa hari sampai beberapa minggu, biasanya oleh karena sepsis & multiple organ failure.Kualitas penanggulangan pada setiap periode akan berdampak pada periode ini sehingga peran orang pertama (dokter umum ) dan setiap individu akan mempunyai dampak langsung beberapa minggu, biasanya oleh karena sepsis & multiple organ failure.Kualitas penanggulangan pada setiap periode akan berdampak pada periode ini sehingga peran orang pertama (dokter umum ) dan setiap individu akan mempunyai dampak langsung pada hasil akhir jangka panjang pada penanggulangan kasus trauma / gawat darurat pada hasil akhir jangka panjang pada penanggulangan kasus trauma / gawat darurat

15 IV. PRINSIP- PRINSIP TRAUMA IV. PRINSIP- PRINSIP TRAUMA Berbeda dengan penanggulangan / penanganan penderita non trauma yang secara umum meliputi : Anamnesa yang panjang termasuk riwayat penyakit terdahulu. Anamnesa yang panjang termasuk riwayat penyakit terdahulu. Pemeriksaan fisik dari kepala sampai ujung kaki. Pemeriksaan fisik dari kepala sampai ujung kaki. Memberi diagnosa banding Memberi diagnosa banding Daftar tambahan untuk konfirmasi diagnosa Daftar tambahan untuk konfirmasi diagnosa Sudah tidak memadai untuk pasien trauma yang mengancam jiwa Sudah tidak memadai untuk pasien trauma yang mengancam jiwa

16 3 Prinsip Penanganan Trauma : Menanggulangi dulu gangguan yang paling mengancam jiwa Menanggulangi dulu gangguan yang paling mengancam jiwa Ketidakpastian diagnosa jangan menghalangi tindakan yang sudah jelas indikasinya Ketidakpastian diagnosa jangan menghalangi tindakan yang sudah jelas indikasinya Anamnesa mendetail tidak diperlukan untuk evaluasi pasien dengan cedera akut. Anamnesa mendetail tidak diperlukan untuk evaluasi pasien dengan cedera akut.

17 POLA PENANGANAN TRAUMA POLA PENANGANAN TRAUMA  3 PENYEBAB UTAMA KEMATIAN AWAL 1.Tersumbatnya Air way 2.Ketidakmampuan Bernafas 3.Kehilangan Volume Darah 4.Peningkatan Volume Intracranial PENANGANAN TRAUMA DENGAN SISTEM “ABCDE” A.Airway dengan C-Spine Control B.Breathing C.Circulation (control perdarahan eksternal ) D.Disability atau status neurologis E.Expousure (Undressed patient) & Environment (Control Temperature)

18 CEDERA / TRAUMA adalah PENYAKIT HOST : Penderita VECTOR: Kendaraan Bermotor, Senjata dst Preventif Belum Memadai Perlu Dana APBN yang Besar (U$ 400 Billion Di USA )

19 PENILAIAN AWAL DAN PENGELOLAAN TRAUMA PENGELOLAAN PENDERITA TRAUMA PENGELOLAAN PENDERITA TRAUMA Memerlukan: Memerlukan: a. Penilaian Cepat Menghindarkan a. Penilaian Cepat Menghindarkan b. Pengelolaan Tepat kematian b. Pengelolaan Tepat kematian “INITIAL ASSESMENT ” 1. Persiapan 1. Persiapan 2. TRIAGE 2. TRIAGE 3. Primary Survey (ABCDE ) 3. Primary Survey (ABCDE ) 4. Resusitasi 4. Resusitasi 5. Adjunct to Primary Survey 5. Adjunct to Primary Survey 6. Secondary Survey 6. Secondary Survey 7. Adjunct to Secondery Survey 7. Adjunct to Secondery Survey 8. Re evaluasi 8. Re evaluasi 9. Definitif Treatment 9. Definitif Treatment

20 Concepts of Initial assessment Rapid primary survey Rapid primary survey Resuscitation Resuscitation Adjucnts to primary survey/resuscitation Adjucnts to primary survey/resuscitation Detailed secondary survey Detailed secondary survey Adjuncts to secondary survey Adjuncts to secondary survey Reevaluatio Reevaluatio Definitive care Definitive care

21 Initial Assessment Primary survey and resuscitation of vital fuctions are done simultaneosly- a team approach Primary survey and resuscitation of vital fuctions are done simultaneosly- a team approach

22 Preparation Prehospital System Transport guidelines/protocols Transport guidelines/protocols On- line medical direction On- line medical direction Mobilization of resources Mobilization of resources Periodic review of care Periodic review of care Closest appropriate facility Closest appropriate facility

23 Standar Precautions Cap Cap Glown Glown Gloves Gloves Mask Mask Shoe Covers Shoe Covers Goggles/face shields Goggles/face shields Illustration: induvidual wearing full standard precaution gear Illustration: induvidual wearing full standard precaution gear

24 Triage Sorting of patiens according to: Sorting of patiens according to: - ABCDEs - ABCDEs - Available resources - Available resources Multiple casualties Multiple casualties Mass casualties Mass casualties

25 Primary Survey Adult/pediatric/pregnan women- Priorities are the same ! Adult/pediatric/pregnan women- Priorities are the same ! A. Airway with c-spine protection B. Breating C. Circulation with hamorrhage control D. Disability E. Exposure/ invironment

26 Special Considerations Trauma in the Elderly 5 th leading cause of death 5 th leading cause of death Physiologic reserve Physiologic reserve Comorbidities: Diseases/ medications Comorbidities: Diseases/ medications Outcome depends on early, aggressive care Outcome depends on early, aggressive care

27 Primary Survey Establish Patent Airway Caution sign: C- spine injury Pitfalls Equipment failure Equipment failure Inability to intubate Inability to intubate Occult airway injury Occult airway injury Progressive loss of airway Progressive loss of airway

28 Primary Survey Suspect C-Spine Injury Spinal protection Spinal protection C-spine x-ray when appropriate C-spine x-ray when appropriate

29 Primary Survey Breathing Assess Assess Oxygenate Oxygenate Ventilate Ventilate Caution Sign : Pitfalls Airway vs ventilation problem? Airway vs ventilation problem? Latrogenic pnemothorax/tension pneumothorax Latrogenic pnemothorax/tension pneumothorax

30 Primary Survey Assessment of Organ Perfusion Level of consciousness Level of consciousness Skin color and temperature Skin color and temperature Pulse rate and character Pulse rate and character

31 Primary Survey Circulatory Management Control hemorrhage Control hemorrhage Restore volume Restore volume Reassess Reassess Caution Sign : Pitfalls Elderly Elderly Athletes Athletes Children Children Medications Medications

32 Primary Survey Circulatory Management Control hemorrhage Control hemorrhage Restore volume Restore volume Reassess Reassess Caution Sign : Pitfalls Elderly Elderly Athletes Athletes Children Children Medications Medications

33 Primary Survey Disability Baseline neurologic evaluation Baseline neurologic evaluation GCS scoring GCS scoring Pupillary response Pupillary response Caution Sign : observe for neurologic deterioration Caution Sign : observe for neurologic deterioration

34 Primary Survey Exposure/ Environment Completely undress the patient Completely undress the patient Caution Sign ; prevent hypothermia

35 RESUSCITATION Protect and secure airway Protect and secure airway Ventilate and oxygenate Ventilate and oxygenate Stop the Bleeding Stop the Bleeding Vigorous shock therapy Vigorous shock therapy Protect from hypothermia Protect from hypothermia

36 REEVALUATE Proceed to Secondary Survey After : Primary Survey completed Primary Survey completed ABCDEs are reassessed ABCDEs are reassessed Vital function are returning to normal Vital function are returning to normal

37 SECONDARY SURVEY ILLUSTRATION : Two figures(anterior and posterior views) Emphasizing the need for stated text : Emphasizing the need for stated text : The complete physical examination The complete physical examination

38 SECONDARY SURVEY KEY COMPONENTS History History Physical examination: Head-to-toe Physical examination: Head-to-toe Tubes and fingers in every orifice Tubes and fingers in every orifice Complete neuro exam Complete neuro exam Special diagnostic tests Special diagnostic tests Reevaluation Reevaluation

39 SECONDARY SURVEY HISTORY Allergies Allergies Medications Medications Past illnesses Past illnesses Last meal Last meal Events / Environment Events / Environment

40 SECONDARY SURVEY MECHANISMS OF INJURY ILLUSTRATION : Mechanisms of injury collage depicting car / train crash,hypothermia,car/bicyclist collision (pediatric),fire,knife/gun car collision with bull’s eye,and flammable gas. Mechanisms of injury collage depicting car / train crash,hypothermia,car/bicyclist collision (pediatric),fire,knife/gun car collision with bull’s eye,and flammable gas.

41 SECONDARY SURVEY HEAD Complete neurologic exam Complete neurologic exam GCS Score determination GCS Score determination Comprehensive eye / ear exams Comprehensive eye / ear exams Pitfalls Pitfalls * Unconscious patient * Unconscious patient * Periorbital edema * Periorbital edema * Occluded auditory canal * Occluded auditory canal

42 Adjuncts to Primary Survey Adjuncts surrounding term “adjucts “: Vital signs Vital signs ABGs ABGs Pulse oximeter and Co2 Pulse oximeter and Co2 Urinary / gastric catheters unless contraindicated Urinary / gastric catheters unless contraindicated Urinary output Urinary output ECG ECG

43 Adjuncts to Primary Survey (Split frame) Diagnostic Tools Diagnostic Tools Chest and pelvic x-rays Chest and pelvic x-rays DPL DPL Ultrasound Ultrasound Illustration : Chest film with multiple left rib fracture,subcutaneous air,left pulmonary contusion,mediastinal shift,and left pneumothorax,pelvic film with anterior dislocation of right hip,and right superior / inferior public rami fracture Illustration : Chest film with multiple left rib fracture,subcutaneous air,left pulmonary contusion,mediastinal shift,and left pneumothorax,pelvic film with anterior dislocation of right hip,and right superior / inferior public rami fracture

44 Adjuncts to Primary Survey Consider Early Transfer Do not delay transfer for diagnostic tests Do not delay transfer for diagnostic tests Use time before transfer for resuscitation Use time before transfer for resuscitation

45 SECONDARY SURVEY MAXILLOFACIAL Bony crepitus / stability Bony crepitus / stability Palpable deformity Palpable deformity Pitfalls: Pitfalls: * Potential airway obstruction * Potential airway obstruction * Cribriform plate fracture * Cribriform plate fracture * Frequently missed injury * Frequently missed injury

46 SECONDARY SURVEY CERVICAL SPINE Palpate for tenderness Palpate for tenderness Complete motor / sensory exams Complete motor / sensory exams Reflexes Reflexes C – Spine imaging C – Spine imaging Pitfalls Pitfalls * Altered LOC for any reason * Altered LOC for any reason * Other severe,painful Injury * Other severe,painful Injury

47 SECONDARY SURVEY NECK (SOFT TISSUES) Mechanism : Blunt vs penetrating Mechanism : Blunt vs penetrating Symptoms : airway obstruction,hoarseness Symptoms : airway obstruction,hoarseness Findings : Crepitus hematoma,stridor,bruit Findings : Crepitus hematoma,stridor,bruit Pitfalls Pitfalls * Delayed symtpoms / signs * Delayed symtpoms / signs * Progressive airway obstruction * Progressive airway obstruction * Occult injuries * Occult injuries

48 SECONDARY SURVEY  CHEST :  Inspect  Palpate  Percuss  Auscultate  X-Rays PITFALSS : PITFALSS :  Elderly  Children

49 SECONDARY SURVEYABDOMINAL EVALUATION ( Split Frame ) Illustration : Illustration :  Left photo is blunt abdominal trauma requiring further evaluation, and right photo is penetrating abdominal trauma requring same

50 SECONDARY SURVEY  Abdomen :  Inspect auscultate, palpate, and percuss  Reevaluate frequently  Special studies  PITFALLS :  Hollow viscuss and retroperitoneal  Excessive Pelvic manipulation

51 SECONDARY SURVEY  Perineum:  Contucsion, Hermatomas, Lacerations, Urethral blood  Rectum:  Sphinchter tone, high – riding prostate, pelvic fracture, rectal wall integrity, blood  Vagina:  Blood, Lacerations  Pitfalls:  Urethral injury in women, pregnancy

52 SECONDARY SURVEY  Musculoskeletal :Extremities  Contusion, deformity  Pain  Perfusion  Peripheral neurovascular status  X-Rays as needed

53 SECONDARY SURVEY  Musculoskeletal : Pelvis  Pain on palpation  Symphysis width  Leg Length uneven  Instability  X-Ray as needed

54 SECONDARY SURVEY  Musculoskeletal  PitFalls : Potential blood lossPotential blood loss Missed fracturesMissed fractures Soft Tissues or ligamentous injurySoft Tissues or ligamentous injury Occult compartment syndrome (especially eith alterde LOC/hypotension )Occult compartment syndrome (especially eith alterde LOC/hypotension )

55 SECONDARY SURVEY  Neurologic Spine/ Cord : Complete motor and sensoric exams Complete motor and sensoric exams Imagine as indicated Imagine as indicated Reflexes Reflexes  CNS : Frequently reevaluation Frequently reevaluation Prevent secondary brain Injury Prevent secondary brain Injury Early neurosurgical consultation Early neurosurgical consultation

56 SECONDARY SURVEY  Neurologic :  Pitfalls Incomplete Incomplete Immobilitation Immobilitation Subtle in ICP with Manipulation Subtle in ICP with Manipulation Rapid deterioration Rapid deterioration

57 SECONDARY SURVEY  Adjuncts to secondary Survey : Special diagnostis test as indicated Special diagnostis test as indicated Pitfalls Pitfalls Patient deterioration Patient deterioration Delay of transfer Delay of transfer

58 REEVALUATIONS PAIN MANAGEMENT Relief of pain/ anxiety as appropriate Relief of pain/ anxiety as appropriate Administer intravenously Administer intravenously Careful monitoring is essential Careful monitoring is essential

59 DEFINITIVE CARE GRAPHIC ILLUSTRATION  Emphasizing that local resources and transferAgreements determine Whether the patient is transported to atraumacenter, specialty facility, or local facility

60 RECORDS, LEGAL CONSIDERATIONS Concise, chronologic documentation Concise, chronologic documentation Consent for treatment Consent for treatment Forensic evidence Forensic evidence

61  Summary: Primary Survey Primary Survey Resuscitation Resuscitation  Adjuncts: Secondary Survey Secondary Survey  Adjuncts: Definitife care Definitife care


Download ppt "PENGANTAR BLOK TRAUMA. TUJUAN PEMBELAJARAN BLOK Setelah mengikuti kegiatan dalam blok traumatologi ini, Diharap mahasiswa mampu menjelaskan : 1. Cara."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google