Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Komunikasi Intrapersonal Diyah Ayu Amalia Avina M.Si.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Komunikasi Intrapersonal Diyah Ayu Amalia Avina M.Si."— Transcript presentasi:

1 Komunikasi Intrapersonal Diyah Ayu Amalia Avina M.Si

2 What Do You Think?

3 WHAT DO YOU THINK?

4

5 Intrapersonal communication? Proses mengolah informasi dalam diri seseorang Stimulus Penerimaan informasi Processing mengolah Storage menyimpan Recall Memanggil kembali dari ingatan

6 Tahapan komunikasi intrapersonal? Proses menangkap stimuli Sensasi Proses memberi makna pada sensasi sehingga manusia memperoleh pengetahuan Persepsi mengubah sensasi menjadi informasi Persepsi Menyimpan informasi dan memanggilnya kembali Memori Mengolah & memanipulasikan informasi untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan response Berpikir

7 SENSASI

8 Sensasi? Sense = alat pengindraan – yang menghubungkan organisme dengan lingkungan Manusia menerima informasi dari lingkungan melalui alat indera Sensasi: Proses menangkap stimuli Sensasi merupakan pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian verbal,simbolis atau konseptual, dan terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indera (benyamin B wolman)

9 Sensation refers the immediate response of our sensory receptors (eyes, ears, nose, mouth, finger) to basic stimuli such as light, color, sound, odor, and texture(Solomon. 2004:45) (sensasi merujuk pada respon dari sensor penerima/panca indera (mata, telinga, hidung, mulut, jari) kepa da stimulus dasar seperti cahaya, warna, suara, tekstur dan lainnya). Sensasi pada dasarnya apa yang dialami atau rangsangan yang dirasakan oleh indra manusia.

10 SENSASI Macam stimuli Internal Perut keroncongan Gigi sakit Ingatan bahwa anda harus menyelesaikan tugas psikom Eksternal menonton infotainment Mendengar ortu memerintahkan membeli korek api

11 Sistem sensor Vision smell Sound Touch taste

12 Pemaknaan dikomunikasikan pada visual channel melalui warna, ukuran dan gaya Psikologi warna Warna berdasar culture Warna berdasar biological (pria – wanita; tua-muda) Vision

13 warna-warni ceria – younger feel ; red – membangkitkan semangat/hasrat/nafsu ; pink -- romantis ; kuning--ceria ; blue – relaxing, positive feeling of the future, kedamaian Pemahaman berdasar psikologi warna: berkabung = black -- negara2barat ; white – negara2 timur,terutama japan pemahaman warna berdasar culture (learned association) woman – sebagian besar mengarah pada warna yang cerah, lebih sensitif pada pola -- dibanding pria usia – pada usia dewasa kemampuan melihat ketajaman warna semakin berkurang—orang tua memilih warna terang – old people choose white car (LEXUS = 60% WHITE) pemahaman warna berdasar biological :

14 Aroma dapat menciptakan perasaan atau emosi seseorang. Misal penggunaan aroma terapi untuk relaksasi, atau aroma kue yag menerbitkan rasa lapar dan ingin makan. Aroma juga dapat mengarahkan orang pada asosiasi lain, misalnya saat seseorang mencium aroma telur goreng di restoran, ternyata dia justru teringat rumah, dimana ibu memnggorengkan telur tiap pagi untuknya. smell

15 Pemilihan kata, intonasi– mempengaruhi persepsi seseorang terhadap suatu hal Banyak aspek dari suara mempengaruhi perasaan dan tingkah laku manusia. contoh : - Jinggle iklan cocacola untuk versi piala dunia dapat menarik perhatian orang untuk mencoba kesegaran softdrink tersebut. - Musik dapat diputar di pusat perbelanjaan agar dapat menstimulus konsumen untuk santai namun semangat berbelanja. sound

16 sensasi terjadi pada saat produk disentuh atau diraba. Contoh : Saat pacaran terasa deg2an waktu gandengan tangan Saat hendak membeli mobil orang mencoba kenyamanan penggunaan mobil saat hendak membeli pakaian orang menyentuh dan mencoba pakaian tersebut terlebih dahulu. touch

17 Indra pengecap menunjukkan pilihan rasa suka atau tidak suka, enak atau tidak enak, -- manis, pahit, hambar, dsb. Produk makanan atau bukan makanan sangat dipengaruhi rasa yang dikandung. Misal pasta gigi untuk dewasa rasa mint sedangkan untuk anak-anak lebih disuaki rasa jeruk dan strawbery taste

18 Exposure Penekanan exposure ( ekspos atau paparan) ketika suatu stimulus datang di sekitar sensor penerima seseorang. seseorang terfokus pada pada beberapa stimulus, namun juga dapat tidak sadar terhadap lainnya dan bahkan mengabaikan beberapa pesan-pesan. Kemampuan seseorang dalam merespon stimuli yang datang sangat tergantung oleh ambang batas sensory

19 Ambang batas sensori The Absolute Threshold (Ambang Batas Absolut), The Differensial Threshold (Ambang Batas Diferensial), Perbedaan ambang batas --just noticeable difference (j.n.d)

20 Ambang mutlak (absolute threshold) merujuk pada jumlah minimum dari rangsangan yang dapat diketahui dari suatu pemberian saluran sensor Batas minimal intensitas stimuli Contoh : - pengelihatan manusia = panjang gelombang cahaya nanometer Temperatur derajat = dibawah itu semua orang menggigil kedinginan atau merasa kepanasan dan pusing Suatu billboard besar pada jalan raya mungkin memiliki tulisan entertainment tapi hal ini dapat sia-sia jika cetakan tulisannya terlalu kecil sehingga sulit dibaca oleh pengendara motor.

21 The Differensial Threshold (Ambang Batas Diferensial), Kemampuan seseorang dalam mendeteksi perbedaan dua stimulus relatif. Misalnya tingkat kekerasan suara bisikan pada tempat yang ramai atau bisikan pada tempat yang tenang.

22 Perbedaan ambang batas (J.N.D) Perbedaan ambang batas adalah perbedaan minimal yang dapat dideteksi antara dua stimuli yang mirip, disebut just noticeable difference (j.n.d). Hal ini dijelaskan dalam Weber’s Law, dimana J.n.d antara dua stimuli bukan merupakan jumlah absolut, melainkan jumlah relatif dari intensitas stimulus yang pertama.

23 Contoh : Ilustrasi berikut menggambarkan posisi j.n.d adalah angka diskon dalam persetase, misalnya diskon 30 persen. Diskon 30 persen untuk pembelian tas Eiger, dari harga semula kini menjadi dan Diskon 30 persen untuk pembelian susu Dancow, dari harga semula kini menjadi Bila penetapan hanya berdasar angka jumlah uang maka akan terjadi perbedaan signifikan, dimana seseorang merasa sangat beruntung karena susu dancow turn 9000 rupiah, namun bila eiger hanya diturunkan sebesar 9000 rupiah maka konsumen tidak akan merasakan manfaat atau keuntungan yang signifikan

24 WE LIVE IN THE DIFFERENT TASTE WORLDS Perbedaan sensasi disebabkan oleh: - perbedaan pengalaman atau lingkungan budaya - Kapasitas indra yang berbeda SENSASI MEMPENGARUHI PERSEPSI

25 PERSEPSI

26 Sensasi: bagian dari persepsi Persepsi memberikan makna pada stimuli inderawi (sensory stimuli) Perbedaan kapasitas indra menyebabkan perbedaan dalam memilih pekerjaan, jodoh, pilihan jenis musik, artis yang disukai dsb

27 PERSEPSI Perception is the process by which these sensation are selected, organized, and interpreted. (Solomon:2004:45) Persepsi: pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan- hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan

28 Proses persepsi

29 Studi dari persepsi memfokuskan pada apa yang kita ’tambahkan’ pada sensasi-sensasi mentah dalam rangka memberi makna. Sedangkan Pemaknaan pada suatu stimulus adalah diinterpretasikan oleh individual, yang dipengaruhi oleh bias unik, kebutuhan, dan pengalaman mereka. Walaupun stimulus yang diterima itu sama, akan tetapi akan menghasilkan arti yang berbeda-beda bagi setiap individu, sehingga persepsi seseorang pada suatu obyek tertentu belum tentu sama.

30 Salah persepsi atau salah sensasi?

31 Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Faktor yang mempengaruhi persepsi Perhatian (attention) Faktor- faktor fungsional Faktor- faktor struktural

32 What Do You See?

33 1. Perhatian (attention) Perhatian: proses mental ketika stimuli/ rangkaian stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya melemah (Kenneth E. Andersen) Perhatian terjadi bila kita mengkonsentrasikan diri pada 1 alat indera & mengesampingkan alat indera lain

34 Faktor penarik perhatian Eksternal (stimulus selection factor) gerakan, -Visualisasi objek bergerak- intensitas stimuli -yang terlihat menonjol- kebaruan (novelty), perulangan Internal (personal selection factor) biologis, - Kondisi fisik  pikiran- faktor sosiopsikologis  motif sosiogenis  selective attention

35 2. Faktor- faktor fungsional Faktor fungsional (faktor personal), yaitu faktor yang berasal dari karakteristik orang yang memberi respon berdasarkan kebutuhan, pengalaman masa lalu dan hal-hal lainnya. Misal : Di restoran – 1. orang lapar 2. orang haus - orang lapar – melihat menu makanan ; orang haus – fokus menu minuman

36 2. Faktor- faktor fungsional..(2) Dengan kata lain persepsi bersifat selektif, yang berarti bahwa obyek-obyek yang mendapat tekanan dalam persepsi kita biasanya obyek-obyek yang memenuhi tujuan individu tersebut.

37 Lingkaran mana yang lebih besar?

38 3. Faktor- faktor struktural Berasal dari sifat stimuli fisik & efek-efek saraf. Teori Gestalt: bila kita mempersepsi sesuatu, kita mempersepsinya sebagai suatu keseluruhan  dalam konteks, lingkungan, masalah yang dihadapi Medan perseptual dan kognitif selalu diorganisasikan dan diberi arti (Krech dan Crutchfield) Sifat-sifat perseptual dan kognitif dari substruktur ditentukan pada umumnya oleh sifat- sifat struktur secara keseluruhan.

39 Contoh : seorang artis cantik ditemukan dengan rambut berantakan, kita menganggapnya “tetap cantik, walau belum disisir.” Tetapi jika teman kita yang berpawakan tidak cantik didapatkan tidak menyisir rambut, maka kita akan menganggapnya “jelek sekali, apalagi rambutnya berantakan.” Contoh : Polisi yang mencuri dianggap lebih jahat daripada warga biasa yang mencuri

40 Faktor-faktor struktural dari material komunikasi mempengaruhi persepsi konsumen : Ukuran : semakin besar, semakin berpeluang untuk diperhatikan Posisi : iklan yang terletak pada 10% pertama halaman majalah, berpeluang lebih diperhatikan dibanding jika diletakkan pada halaman lebih dari 10%. Demikian pula ½ halaman atas lebih diperhatikan daripada halaman bawah, posisi kanan lebih menarik untuk gambar, sedangkan posisi kiri untuk verbal Warna : iklan berwarna lebih menarik dari pada B/W Kontras yang dihasilkan oleh perpaduan warna, menghasilkan efek menguatkan pesan

41 Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi StereotipeSelektivitasKonsep diri KeadaanKebutuhanEmosi

42 stereotype Suatu bentuk tetap yang dihasilkan dari penggambaran pada karakteristik suatu obyek tertentu. Dengan kata lain yaitu ciri yang dianggap mengikuti individu.

43 selektivitas Penyempitan persepsi karena keterbatasan otak dalam menampung seluruh informasi sehingga hanya informasi tertentu saja yang dipilih untuk masuk dalam otak (terutama informasi yang mendukung pendapat pribadi). MOBIL : -Brand name -Spesifikasi teknis -Warna --body -- interior

44 Self concept the beliefs a person holds about his or her own attribute and how he or she evaluates these qualities. Inti dari self concept adalah pada dasarnya seseorang memiliki atribut-atribut tertentu, bagaimana standar attribute yang ideal yang dia percayai, dan mengevaluasi seberapa besar kualitas atribut actual dalam dirinya. Pada akhirnya  karakter tertentu dari seseorang

45 Self concept Actual Bagaimana dia memandang dirinya sendiri, dan merasa orang memandang dia seperti apa (terkait multiple selves) Ideal Yang dia inginkan untuk menjadi…., (bahagia, sempurna, wanita idaman, pria perkasa,etc  sesuai dgn collective selves)

46

47 MULTIPLE SELVES We have as many selves as we do in different social roles. (Pada dasarnya seseorang memiliki berbagai peran dalam lingkungan social )

48 Collective self where the person’s identity is derived in large measure from his or her social group pada dasarnya attribute untuk self concept yang ideal ditentukan oleh lingkungan social seseorang. Misal standar kecantikan saat ini adalah berpipi tirus, kulit putih dan kurus.

49 SELF ESTEEM The positive of a person’s self concept Orang yang low self esteem akan berusaha sekuat tenaga untuk menghindari rasa malu, penolakan atau kegagalan. Misalnya seseorang tidak akan merasa percaya diri bila belum menggunakan Make up L’oreal.

50 FANTASY Pada dasarnya orang menginginkan menjadi diri dalam konsep diri ideal. Adanya gap dalam konsep diri actual dan ideal memberi celah bagi pemasar untuk memberikan harapan bahwa orang dapat memenuhi keinginan dirinya menjadi seperti dalam konsep diri ideal dengan mengkonsumsi sesuatu. Misalnya konsep ideal tentang kecantikan adalah berkulit putih, maka pesan dalam marcomm adalah bahwa produk X dapat memutihkan kulit

51 keadaan Faktor situasional yang melingkupi suatu obyek dalam kurun waktu tertentu.

52 Kebutuhan (dan keinginan) Sesuatu yang perlu dipenuhi pada diri seseorang.

53

54 Emosi Yaitu faktor psikologis dari keadaan perasaan seseorang.

55

56 INTERPRETASI Interpretation refers to the meaning what we awsign to sensory stimuli (Solomon.2004:69). Interpretasi mengacu pada arti/maksud yang kita berikan pada stimulus yang diterima. Setiap orang mempunyai penerimaan yang berbeda-beda, makanya interpretasi pun akan berbeda-beda untuk sesuatu stimulus yang sama.

57 Interpretasi..(2) interpretasiStimulus Organization The eye of the Beholder : Interpretational Biases Semiotics : The symbol around us Perceptual Positioning

58 Stimulus Organization Otak kita cenderung untuk menghubungkan sensasi yang diterima dengan yang sudah ada di memori (otak) berdasarkan pola-pola baku yang sudah terbentuk. orang cenderung untuk menerima gambar yang tidak lengkap sebagai sesuatu yang utuh berdasarkan atas pengalaman yang sudah ada. Principal of closure : pelanggan cenderung untuk mengelompokkan objek dengan karakteristik fisik yang sama. Principal of similarity : satu bagian dari stimulus akan diposisikan dominan (figure) sementara bagian lain sebagai latar belakang (ground Cara ini membuat mata pelanggan akan langsung memandang ke bagian yang dominan. Principal of figure-ground :

59 Stimuli yang kita terima kadang bermakna ganda. Terserah kita untuk mengartikan lebih jauh sesuai dengan pengalaman, keinginan dan keperluan. Contoh paling jelas adalah pada saat orang menonton rekaman pertandingan sepak bola. Biarpun setiap orang menyaksikan hal yang sama, tapi cara pandang terhadap pelanggaran berbeda-beda tergantung tim mana yang dibela. The eye of the Beholder : Interpretational Biases

60 SEMIOTICS Semiotic adalah hubungan symbol/tanda yang dipakai dan peranannya dalam penentuan arti/makna KONOTASI VS DENOTASI

61 Perceptual positioning Persepsi terhadap suatu hal (misal : merek atau produk) dibentuk oleh : Functional attribute (karakteristik, harga) Symbolic attribute (image yang diterbentuk bila dipakai atau mengikuti pola hidup tertentu, brand image)

62 MEMORY

63 memory Otak memproses sensasi yang diterimanya menjadi persepsi melalui memori. Memory merupakan proses menerima informasi dan menyimpannya sehingga dapat digunakan saat diperlukan

64 MEMORI  Mempengaruhi persepsi  menyediakan kerangka rujukan  Memori: sistem yang sangat berstruktur, yang menyebabkan organisme sanggup merekam fakta tentang dunia dan menggunakan pengetahuannya untuk membimbing perilakunya. (Schlessinger& Groves)  Setiap stimuli mengenai indera  direkam  Proses memori: 1.Perekaman (encoding) 2.Penyimpanan (storage) 3.Pemanggilan (retreival)

65 Sistem memory sensory memory short term memory long term memory

66 Sensory memory Sensory storage  proses perseptual memory ikonis (visual) dan memory ekosis (materi auditif/pendengaran) Citra penglihatan, suara, sentuhan, bau dan rasa akan diterima ketika rangsangan mengaktifkan urat-urat syaraf pada organ sensori seseorang. Memori sensor hanya bertahan selama beberapa detik dan akan hilang dengan cepat, kecuali diproses lebih lanjut.

67 Short term memory Memori jangka pendek merupakan tempat sementara menyimpan informasi, sebelum diproses Tanpa adanya proses lebih lanjut, memori jangka pendek akan hilang dalam detik. Ini diakibatkan hilangnya efek sensasi atau dapat juga hilang akibat tertutup oleh munculnya sensasi lain. Agar memori jangka pendek dapat diproses lebih lanjut, diperlukan adanya pengulangan-pengulangan Memori jangka pendek memiliki karakteristik : Kapasitas terbatas. Pemaksaan pada kapasitas yang yang terbatas ini (information overload) dapat menghapus sensasi yang telah diterima sebelumnya Keterlibatan yang tinggi, meningkatkan kapasitas memori jangka pendek Guna memori jangka pendek adalah membantu proses tranformasi ke memori jangka panjang, melalui pengulangan

68 Long term memory Memori jangka panjang memiliki kapasitas tak terbatas untuk menyimpan informasi secara permanen. Informasi yang disimpan pada memori jangka panjang dilakukan secara visual semantik Konsep semantik adalah arti visual yang dikaitkan dengan kata-kata, objek, kejadian, simbol secara bersama-sama Memori jangka panjang dapat menimpan informasi dalam bentuk urutan kejadian, hasil penginderaan, perasaan, emosional, rasa puas

69 Untuk memperbesar memori jangka panjang, dilakukan : Gambar atau bentuk riil (contoh riil) : biasanya dikenali dan diingat secara lebih mudah daripada kandungan verbal, terutama jika materi verbal memiliki daya imajinasi rendah Materi verbal (kata-kata) paling baik diingat ketika diproses dalam kondisi keterlibatan tinggi – orang juga melihat dan merasakan langsung Kata-kata dan gambar dapat digunakan untuk melengkapi informasi yang diperlukan

70 MEMORI Jenis memori (pemanggilan): Pengingatan (recall) Pengenalan (recognition) Belajar lagi (relearning) Redintegrasi (redintegration)

71 Mekanisme Memori (Teori memori) Teori memory Disuse theory (teori aus) Interference Theory Pengolahan Informasi

72 Teori Aus (disuse theory) Memori hilang/ memudar karena waktu Memori bagai otot  kuat bila dilatih terus menerus Masih ingat kejadian bertahun- tahun lalu? Pernah lupa kejadian seminggu yang lalu?

73 Teori Interferensi (Interference Theory) Memori: meja lilin/ kanvas  Pengalaman merupakan lukisan pada meja lilin/ kanvas Rekaman kedua menyebabkan terhapusnya/ kaburnya rekaman pertama  interferensi Inhibisi retroaktif (hambatan ke belakang) : semakin lama semakin lupa, dan yg terbaru lebih ingat  menghafal istilah dalam kamus– istilah terakhir paling diingat, yang awal lupa Inhibisi proaktif (hambatan ke depan) : lebih banyak mengingat (menghafal) maka akan semakin jelek daya ingat kita– menghafal istilah dalam kamus, hanya hafal istilah2 awal yang dipelajari karena paling sering diulang, sendang lainnya kurang ingat

74 Teori Pengolahan Informasi (information processing theory) Komputer : analogi otak manusia Informasi mula- mula disimpan di sensory stage (gudang inderawi)  masuk short- term memory (STM, memori jangka pendek)  dilupakan / dikoding untuk dimasukkan long- term memory (LTM, memori jangka panjang)

75 forgetting Decay : pada saat kita tidak menggunakan sesuatu, kita melupakannya Misal pada saat mandi kita tahu bahwa sabun kita habis, namun begitu kita tiba di hypermart kita lupa bahwa kita perlu membeli sabun mandi, karena pada saat itu kita tidak berada dalam situasi sedang mandi Proactive interference: kita memutuskan untuk tidak melihat. Misal seorang perokok memilih untuk tidak mengingat bahwa merokok tidak baik untuk kesehatan Retroactive interference : sesuatu yang baru menghapus atau menghilangkan yang lama Misal dulu pernah melihat iklan sandal ardiles, namun karena banyaknya iklan baru yang muncul maka orang lupa akan merek sandal ardiles dan membeli sandal merek lain yang sering diiklankan Partial list cueing: hal-hal yang tidak disebutkan akan sulit diingat. Misal terkadang ada iklan yang menggunakan symbol-simbol tersirat tetapi kurang dimengerti maksud iklan tersebut, maka orang tidak mengerti dan tidak ingat apa sebenarnya isi iklan tersebut.

76 BERPIKIR

77 Hubungkan dengan hanya menarik 4 kali garis lurus secara berkesinambungan

78 BERPIKIR

79 BERPIKIR  Berpikir: proses penarikan kesimpulan (Anita Taylor)  Berpikir:  memahami realitas dalam rangka mengambil keputusan (decision making),  memecahkan persoalan (problem solving),  dan menghasilkan yang baru (creativity)

80 BERPIKIR Berpikir Berpikir autistik: melarikan diri dari kenyataan, melihat hidup sebagai gambar- gambar fantastis, mengkhayal, whisful thinking Berpikir realistik (nalar reasoning): menyesuaikan diri dengan dunia nyata. Macam: Deduktif (umum – khusus; silogisme), induktif (khusus- umum; di akhir terdapat generalisasi), Evaluatif (kritis, menilai baik buruk,tepat atau tidak).

81 DECISION MAKING (introduction)

82 Menetapkan keputusan  Menetapkan keputusan (decision making), tanda umum: 1.Keputusan: hasil berpikir, hasil usaha intelektual 2.Keputusan selalu melibatkan pilihan dari berbagai alternatif 3.Keputusan selalu melibatkan tindakan nyata, walaupun pelaksanaannya boleh ditangguhkan/ dilupakan

83 Menetapkan keputusan Faktor yang menentukan: Kognisi: kualitas dan kuantitas pengetahuan yang dimiliki Motif: tujuan yang ingin diraih Sikap: positif/ negatif

84 Prinsip dalam perilaku pembuatan keputusan Perilaku pembuatan keputusan dapat didasarkan atas prinsip: Problem solving (pemenuhan kebutuhan), Rational (pertimbangan rasional tentang fungsi dan kegunaannya), atau Hedonic benefits (pertimbangan emosi/afeksi, cita rasa dan estetika). John Dewey (dalam Engel et.al, 1995 : 45),

85 Memecahkan Persoalan  Proses memecahkan persoalan: 1.Terjadi peristiwa ketika perilaku yang biasa dihambat karena sebab-sebab tertentu. 2.Mencoba menggali memori untuk mengetahui cara-cara apa saja yang efektif pada masa yang lalu. 3.Mencoba seluruh kemungkinan pemecahan. 4.Mencoba memahami situasi yang terjadi, mencari jawaban, dan menemukan kesimpulan yang tepat. 5.Menemukan pemecahan: Aha erlebnis/ insight solution


Download ppt "Komunikasi Intrapersonal Diyah Ayu Amalia Avina M.Si."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google