Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Rancangan Percobaan. Pengertian Dasar Faktor: variabel bebas (x) → variabel yang dikontrol oleh peneliti – Misal: varietas, jenis pupuk, dsb. Taraf/level:

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Rancangan Percobaan. Pengertian Dasar Faktor: variabel bebas (x) → variabel yang dikontrol oleh peneliti – Misal: varietas, jenis pupuk, dsb. Taraf/level:"— Transcript presentasi:

1 Rancangan Percobaan

2 Pengertian Dasar Faktor: variabel bebas (x) → variabel yang dikontrol oleh peneliti – Misal: varietas, jenis pupuk, dsb. Taraf/level: klasifikasi dari faktor – Misal: varietas (Faktor): IR64, ramos, cisadane (Taraf). – Jenis pupuk (Faktor): urea, kompos (Taraf). Perlakuan: merupakan taraf dari Faktor atau kombinasi taraf dari faktor yang pengaruhnya hendak diukur Respons: Variabel tak bebas (Y) → variabel yang merupakan sifat atau parameter dari satuan percobaan yang akan diteliti

3 Contoh Kasus Faktor Tunggal Contoh Kasus Penelitian: Perbedaan hasil padi akibat diberikan jenis pupuk organik yang berbeda. Faktor Jenis Pupuk Organik (O) PupukPupuk Pupuk Kandang Ayam Kandang Sapi Kandang Domba (o 1 ) (o 2 ) (o 3 ) Respons Hasil Padi Perlakuan: Perlakuan = taraf Faktor (4 buah) Kompos o 1, o 2, o 3, dan o 4 (o4) Taraf O: 4 taraf

4 Prinsip Dasar Rancob 1.Pengacakan (Randomization) – Menghindari bias – Pengacakan memungkinkan penggunaan selanjutnya dari teori probabilitas, sehingga memberikan dasar yang kuat untuk analisis statistik 2. Ulangan (Replication) – Mengurangi pengaruh variasi yang tidak terkontrol → meningkatkan presisi 3. Pengendalian Lingkungan (Local control)

5 Rancangan Acak Lengkap (RAL)

6 Ciri-Ciri RAL Media atau bahan percobaan “seragam” (dapat dianggap seragam) Hanya ada satu sumber keragaman, yaitu perlakuan (disamping pengaruh acak)

7 Pengacakan Dan Tata Letak Percobaan Misalkan kita merancang: Perlakuan (a) : 7 taraf, misal A, B, C, D, E, F, G Ulangan (n): 4 kali A1, A2, A3, A4Perlakuan tersebut kita B1, B2, B3, B4tempatkan secara acak C1, C2, C3, C4ke dalam 28 satuan D1, D2, D3, D4percobaan. : G1, G2, G3, G4 28 satuan percobaan Diperoleh: an= 7x4 = 28 satuan percobaan

8 Tata Letak RAL E3D3E1A4G4B2A3 F4C4F1B1C3B3C1 F2D2G1E4A2B4D4 G3F3C2E2A1G2D1

9 Tabulasi Data Tabulasi Data Ulangan Rancangan Acak Lengkap 1 Dengan 7 2 Perlakuan Dan 4 Ulangan 3 4 ABCABC Y 11 Y 21 Y 31 Y 12 Y 22 Y 32 Y 13 Y 23 Y 33 Y 14 Y 24 Y 34 Perlakuan Total DEFGDEFG Y 41 Y 51 Y 61 Y 71 Y. 1 Y 42 Y 52 Y 62 Y 72 Y. 2 Y 43 Y 53 Y 63 Y 73 Y. 3 Y 44 Y 54 Y 64 Y 74 Y. 4 Total Y1.Y1.Y2.Y2.Y3.Y3.Y4.Y4.Y5.Y5.Y6.Y6.Y7.Y7. Y..

10 Model Matematis RAL Dimana: : nilai pengamatan pada perlakuan ke-i, ulangan ke-j : rata-rata umum : pengaruh perlakuan ke-i : pengaruh acak (kesalahan percobaan) pada perlakuan ke-i dan ulangan ke-j

11 Sums of Squares Total Sum of Squares (TSS) Partition of TSS

12 Sums of Squares, cont. Between-treatment sum of squares (SST) Sum of squares for error (SSE)

13 ANOVA untuk RAL Source SS df MS F

14 Contoh Seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh lama desinfeksi H 2 O 2 terhadap log jumlah bakteri E coli pada limbah RPH dengan dosis 30%. Untuk tujuan tersebut dilakukan penelitian dengan lama desinfeksi 0, 2, 4 dan 8 jam dengan ulangan masing-masing sebanyak 5 kali.

15 Tabel Data Jumlah E. coli Ulangan (j) Lama Desinfeksi (i) dalam jam Total (y.j ) Total (y i. ) Rata-rata

16 H 0 : α 1 = α 2 = α 3 = α 4 (Tidak perdapat pengaruh dari efek perlakuan) H 1 : minimal terdapat salah satu yang tidak sama (Terdapat pengaruh dari efek perlakuan) = ( ) 2 +( ) 2 +…+( ) 2 = = 5 x [( ) 2 +…+( ) 2 ] = SSError = TSS – SSTreatment =

17 ANOVA Source of VariationSSdfMSF Treatments (Between Groups) Error (Within Groups) Total F 0,05,(3,16) = 3,239 F hitung > F tabel → Tolak H 0 Mana yang tidak sama?

18 Rancangan Acak Kelompok (RAK)

19 Pengertian RAK: adalah suatu rancangan acak yang dilakukan dengan mengelompokkan suatu percobaan ke dalam grup-grup yang homogen yang dinamakan kelompok dan kemudian menentukan perlakuan secara acak di dalam masing-masing kelompok.

20 Contoh Kasus- Rancangan Lingkungan:  RAL:  Apabila lingkungan homogen (status kesuburan tanah homogen), maka rancangan lingkungan yang tepat adalah RAL Datar Kombinasi perlakuan ditempatkan secara acak dan bebas pada petak percobaan  RAK:  Apabila kondisi lingkungan tidak homogen, misalnya ada perbedaan kesuburan tanah yang disebabkan oleh arah kemiringan, maka rancangan lingkungan yang tepat adalah RAK Arah kemiringan lahan Kelompok IKelompok IIKelompok III pengacakanpengacakanpengacakan untuk setiapuntuk setiapuntuk setiap kelompokkelompokkelompok harus dilakukanharus dilakukanharus dilakukan secara terpisahsecara terpisahsecara terpisah

21 RAL:RAK:  Satuan percobaan heterogen  Satuan percobaan homogen  Keragaman Respons disebabkan pengaruh perlakuan  Keragaman Respons disebabkan pengaruh Perlakuan dan Kelompok  Pengaruh dari keragaman lain yang kita ketahui, di luar perlakuan yang kita coba, dihilangkan dari error percobaan dengan cara pengelompokan satu arah

22 Model Matematis RAK Dimana: : nilai pengamatan pada perlakuan ke-i, ulangan ke-j : rata-rata umum : pengaruh perlakuan ke-i : pengaruh kelompok ke-j : pengaruh acak (kesalahan percobaan) pada perlakuan ke-i dan kelompok ke-j

23 Total Sum of Squares Partition of TSS:

24 ANOVA untuk RAK Source SS df MS F

25 Contoh Evaluasi keampuhan 4 macam metode terapi (A, B, C, D) terhadap pengidap darah tinggi. Metode terapi yang baik adalah metode yang mampu menurunkan tekanan darah tinggi. Percobaan dilakukan terhadap 5 kelompok umur. Diperolehlah data sbb. Dengan taraf 5%, ujilah apakah ada pengaruh dari metode terapi yang diberikah terhadap penurunan darah tinggi!

26 Kelompok Umur Metode Terapi ABCD <

27 Kelompok Umur Metode Terapi ABCDTotalRata2 < Total Rata

28 H 0 : α 1 = α 2 = α 3 = α 4 (Tidak perdapat pengaruh dari efek perlakuan) H 1 : minimal terdapat salah satu yang tidak sama (Terdapat pengaruh dari efek perlakuan) = ( ) 2 +( ) 2 +…+( ) 2 = = 5 x [( ) 2 +…+( ) 2 ] =

29 = 4 x [( ) 2 +…+( ) 2 ] = SSError = TSS – SSTreatment - SSBlock =

30 ANOVA F 0,05,(3,12) = 3,49 F hitung > F tabel → Tolak H 0 Mana yang tidak sama? Source of VariationSSdfMSF Treatments Blocks Error Total

31 Latihan Dalam sebuah percobaan biologi, 4 konsentrasi bahan kimia digunakan untuk merangsang pertumbuhan sejenis tanaman tertentu selama periode waktu tertentu. Data pertumbuhan berikut, dalam sentimeter, dicatat dari tanaman yang hidup. Uji dengan taraf 5%, apakah terdapat perbedaan pengaruh tambahan bahan kimia terhadap pertumbuhan tanaman tersebut? Ulangan Konsentrasi Total Rata

32 Latihan Seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh 3 macam ransum terhadap berat badan ternak sapi. Penelitian dilakukan terhadap 21 ekor anak sapi. Dengan tingkat keyakinan 99%, apakah perbedaan jenis ransum mempengaruhi berat badan sapi? Ransum Observasi TotalRata2 A B C Total Rata

33 Latihan Seorang peternak ingin mengetahui pengaruh pemberian 6 jenis ransum terhadap berat badan kelinci. Penelitian dilakukan terhadap 4 jenis kelinci yang berbeda. Hasil observasi sbb. Bagaimana kesimpulan yang bisa diambil jika kita menggunakan taraf nyata 5%? Ransum Jenis Kelinci IIIIIIIV TotalRata2 A B C D E F Total Rata

34 Latihan Penelitian ingin mengetahui pengaruh 4 macam suplemen makanan terhadap berat bobot domba. Tersedia 24 anak domba berumur 4 bulan yang dilahirkan dari 6 induk yang berbeda. Bobot anak domba (kg) adalah sbb: Induk Suplemen IIIIIIIV TotalRata2 A B C D E F Total Rata Apakah terdapat perbedaan pengaruh suplemen makanan terhadap bobot domba? (Uji dengan taraf 5%)


Download ppt "Rancangan Percobaan. Pengertian Dasar Faktor: variabel bebas (x) → variabel yang dikontrol oleh peneliti – Misal: varietas, jenis pupuk, dsb. Taraf/level:"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google