Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KANDUNGAN SENYAWA FENOLAT, ASAM ASKORBAT, KAROTENOID DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DALAM BROKOLI, DAN PERUBAHANNYA PADA WAKTU DIMASAK BAIK SECARA KONVENSIONAL.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KANDUNGAN SENYAWA FENOLAT, ASAM ASKORBAT, KAROTENOID DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DALAM BROKOLI, DAN PERUBAHANNYA PADA WAKTU DIMASAK BAIK SECARA KONVENSIONAL."— Transcript presentasi:

1 KANDUNGAN SENYAWA FENOLAT, ASAM ASKORBAT, KAROTENOID DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DALAM BROKOLI, DAN PERUBAHANNYA PADA WAKTU DIMASAK BAIK SECARA KONVENSIONAL MAUPUN MENGGUNAKAN MICROWAVE OVEN Oleh Sandra Retno Ayu Krisna DEPARTEMEN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2004

2 Latar belakang Sayuran, buah-buahan, dan rempah-rempah merupakan sumber fitokimia Salah satu sayuran yang kaya akan fitokimia adalah kelompok kubis- kubisan, diantaranya brokoli Proses pengolahan brokoli baik secara konvensional maupun dengan menggunakan microwave oven dapat merubah karakteristik fisik dan kandungan komponen kimia Masih terbatasnya informasi mengenai kandungan komponen kimia dalam brokoli

3 BROKOLI

4 Nama latin Brassicaceae oleraceae italica Sumber antioksidan, diantaranya : Karotenoid Indole-3-carbinol Glukosinolat Dithione Klorofil Isothiocyanates Dapat menyebabkan penyakit goiter

5 ANTIOKSIDAN Definisi umum : Senyawa yang dapat menunda, memperlambat, dan mencegah proses oksidasi lipid Definisi khusus : Zat yang dapat menunda atau mencegah reaksi antioksidasi radikal bebas dalam oksidasi lipidradikal bebas

6 Klasifikasi Antioksidan Berdasarkan kerjanya: 1. Antioksidan primer 2. Antioksidan sekunder 3. Antioksidan tersier Berdasarkan sumbernya : 1. Antioksidan alamiAntioksidan alami 2. Antioksidan sintetikAntioksidan sintetik

7 Microwave oven

8 alat memasak dengan menggunakan gelombang mikro Prinsip kerja : penggesekan antar molekul bahan yang dimasukkan sehingga terjadi panas sehingga umumnya bahan yang dimasak akan matang dari bagian dalamnya

9 METODE PENELITIAN 1.Proses memasak secara konvensional 10 g batang/bunga brokoli dimasukkan ke dalam air 200 ml mendidih Hasil stlh 30s Hasil stlh 60s Hasil stlh 90s Hasil stlh 120s Hasil stlh 300s setiap sampel dikeringkan

10 2. Menggunakan Microwave 10 g batang/bunga brokoli dimasukkan ke dalam air 200 ml mendidih Hasil stlh 30s Hasil stlh 60s Hasil stlh 90s Hasil stlh 300s Hasil stlh 120s setiap sampel dikeringkan

11 3. Penentuan kandungan senyawa fenolik 10 g batang/bunga brokoli Maserasi 2x24 jam dengan 15 ml metanol 80 % filtratresidu Sentrifuga 10’ supernatant evaporasi Ekstrak padat Partisi dgn petroleum eter Fasa petroluem eter Fasa air-metanol

12 Asamkan smp ph2 Masukkan ke cartridge sep-Pack C18 Elusi dengan air & metanol Ekstrak metanol bebas lemak Uji fenolik dgn folin-ciocalteu hasil

13 4. Penentuan kandungan asam askorbat 10 g batang/bunga brokoli residufiltrat supernatant Maserasi 2x24 jam dengan 15 ml asam metafosforat 5% Sentrifuga 10’ evaporasi Ekstrak padat Saring dengan filter advantec Analisis HPLC HASIL

14 5. Analisis karotenoid 15 g batang/bunga brokoli Maserasi 2x24 jam dengan IO ml aseton -20 filtratresidu supernatant Ekstrak padat HASIL Sentrifuga 10’ evaporasi Saring dengan filter advantec

15 6. Aktivitas antioksidan 10 g batang/bunga brokoli Maserasi 2x24 jam dengan 15 ml metanol 80 % filtratresidu Sentrifuga 10’ supernatant Uji aktivitas antioksidan dgn DPPH Ekstrak padat Sentrifuga 10’ HASIL

16 HASIL PENELITIAN

17

18

19

20

21 KESIMPULAN Komponen-komponen antioksidan seperti senyawa fenolik, asam askorbat, dan karotenoid, serta aktivitas antioksidan pada brokoli akan mengalami pengurangan akibat proses pemasakan baik secara konvensional maupun dengan menggunakan microwave oven, tetapi dengan cara pengukusan dan pengosengan, penurunan kandungan komponen antioksidan dapat tidak terlalu banyak

22 RADIKAL BEBAS atom atau molekul yang sifatnya sangat stabil (mempunyai satu elektron atau lebih yang tidak berpasangan), sehingga untuk memperoleh pasangan elektron senyawa ini sangat reaktif dan merusak jaringan Senyawa radikal bebas tersebut timbul akibat berbagai proses kimia kompleks dalam tubuh, berupa hasil sampingan dari proses oksidasi atau pembakaran sel yang berlangsung pada waktu bernafas, metabolisme sel, olahraga yang berlebihan, peradangan atau ketika tubuh terpapar polusi lingkungan. Radikal bebas mengakibatkan kerusakan DNA, membran sel, protein dan lipid peroksidasi; proses penuaan; dan menimbulkan autoimun BACK

23 Back Sumber terdapat dalam tubuh manusia : 1. katalase (Cat) 2. superoksida dismutase (SOD) 3. glutathion peroksidase (GPx) 4. glutathion-S-transferase (GST), 5. Glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD) 6. gultathion tereduksi (GSH), 7. total sulfhydryl group (TSH) Antioksidan alami

24 Back Sumber dari tumbuhan 1. Golongan flavonoid 2. Turunan asam sinamat 3. Karotenoid 4. Asam askorbat 5. Tokoferol 6. FitosterolKarotenoidAsam askorbat

25 Back mempunyai warna kuning sampai warna merah yang memberikan warna pada buah dan sayuran Karotenoid terdiri dari lycopen, alfa dan beta karoten, xanthofil, lutein, zeaxanthin dan kriptoxanthin

26 Back Asam askorbat

27 Back asam organik yang bersifat antioksidan L-enantiomer dari asam askorbat dikenal dengan vitamin C Peran vitamin C : antioksidan yang mampu melawan radikal bebas meningkatkan system imun penyerapan zat besi menekan histamin diperlukan dalam sinteis kolagen mengkonversi kolesterol menjadi asam empedu

28 Back Antioksidan ini diperoleh dari hasil sintesis reaksi Kimia Ada lima antioksidan yang penggunaannya meluas dan menyebar di seluruh dunia, yaitu : BHA (Butylated Hydroanisole) BHT (Butylated Hydroxytoluene) Propil Galat TBHQ (Tertiary Butylhydroquinone) Tokoferol Antioksidan sintetik


Download ppt "KANDUNGAN SENYAWA FENOLAT, ASAM ASKORBAT, KAROTENOID DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DALAM BROKOLI, DAN PERUBAHANNYA PADA WAKTU DIMASAK BAIK SECARA KONVENSIONAL."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google