Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pendekatan Tradisional untuk Perumusan Akuntansi Created by : Raisa Pratiwi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pendekatan Tradisional untuk Perumusan Akuntansi Created by : Raisa Pratiwi."— Transcript presentasi:

1 Pendekatan Tradisional untuk Perumusan Akuntansi Created by : Raisa Pratiwi

2 SIFAT DASAR AKUNTANSI BERBAGAI PANDANGAN Komite terminologi aicpa mendifinisikan sbb: Akuntansi adalah seni pencatatan,penggolongan dan peringkasan transaksi yang bersifat keuangan dengan cara berdaya guna dan dalam bentuk satuan uang,dan penginterpretasian hasil tersebut. Saat ini : Akuntansi aktifitas jasa.Fungsinya menyediakan informasi kuantitatif,terutaman sifat keuangan tentang entitas ekonomik yang diperkirakan bermanfaat dalam pembuatan keputusan keputusan ekonomik dalam membuat pilianhan diantara alternatif tinfakan yang ada.

3 AKUNTANSI SEBAGAI SEBUAH IDOLOGI AKUNTANSI DIPANDANG SEBAGAI FENOMENA IDOLOGIS SEBAGAI SARANA UNTUK MENDUKUNG DAN MELIGIMITASI TATANAN SOSIAL,EKONOMI,DAN POLOTIK.SAAT INI AKUNTANSI JUGA DIPANDANG SEBAGAI MITOS,SIMBOL DAN KEGIATAN RITUAL YANG MENGIZINKAN PENCIPTAAN SUATU TATANAN SIMBOLIS YANG DIDALAMNYA AGEN AGEN SOSIAL DAPAT SALING BERINTERAKSI.

4 Akuntansi sebagai ideologi Akuntansi dipandang sebagai suatu fenomena ideologi - sebagai suatu sarana untuk mempertahankan dan melegitimasi aturan – aturan sosial, ekonomi dan politik yang berlaku saat ini

5 AKUNTANSI SEBAGAI SEBUAH BAHASA. Akuntansi dipandang sebagai bahasa bisnis,suatu cara pengkomunikasian informasi tentang bisnis. Persepsi bahwa akuntansi merupakan suatu bahasa bisnis juga diakui oleh profesi akuntansi yang dipublikasikan buletin terminologi akuntansi. hal ini juga diakui dalam literatur empiris, yg mencoba untuk mengukur komunikasi dari konsep akuntansi Komponen bahasa : Adanya simbol simbol,atau karakteristik leksikal Adanya aturan Tata Bahasa. Dalam akuntansi aturan tata bahasa mengacu pada sekelompok prosedur umum yg digunakan dan diikuti untuk menciptakan seluruh data keuangan bisnis

6 AKUNTANSI SEBAGAI CATATAN PERISTIWA YANG LALU (HISTORIS) Umumnya akuntansi telah dipandang sebagai suatu sarana penyediaan sejarah/historis suatu organisasi dan transaksi – transaksinya dengan lingkungannya. Baik bagi pemilik maupun pemegang saham perusahaan, pencatatan akuntansi menyediakan suatu sejarah kepengurusan manajer terhadap sumber daya pemilik. Bimberg membedakan pengukuran konsep kepengurusan dalam empat periode : Periode pure custodial (periode pemeliharaan murni) Periode tradisional custodial (periode pemeliharaan tradisional) Periode aset utilization (periode utilitas aktiva) Periode open ended (periode terbuka)

7 Akuntansi sebagai realitas ekonomi masa kini Tesis utama dari pandangan ini afalah bahwa baik neraca maupun laporan laba rugi harus didasarkan pada suatu basis penilaian yang lebih mencerminkan kenyataan ekonomi daripada biaya historis

8 Akuntansi sebagai sistem informasi Akuntansi diasumsikan menjadi suatu proses yang menghubungkan sumber informasi atau pemancar (biasanya akuntan), saluran informasi dan serangkaian penerima (pengguna eksternal).

9 Akuntansi sebagai komoditas Akuntansi juga dipandang sebagai suatu komoditasyang merupakan hasil dari suatu aktivitas ekonomi. Akuntansi ada karena terdapat permintaan akan informasi khusus dan akuntan mau dan mampu untuk menghasilkannya.

10 Akuntansi sebagai mitos Akuntansi menciptakan mitos yang merupakan cara mudah memahami dunia ekonomi dan menjelaskan fenomena kompleks

11 Akuntansi sebagai alasan yang logis Akuntansi menjadi suatu perisai jaminan atau sertifikasi otoritas terhadap angka tersebut dan menyediakan suatu alasan pemikiran atas tindakan yang berdasarkan angka akuntansi. Pada dasarnya, angka tersebut bukanlah angka imajiner, angka tersebut adalah produk sah dari akuntansi digunakan dalam menjustifikasi pengambilan keputusan.

12 Akuntansi sebagai perumpamaan Akuntansi memberikan kontribusi terhadap penciptaan terhadap penciptaan suatu gambaran atau citra dari organisasi. Akuntansi bertindak sebagai suatu gambaran organisasi melalui peristiwa yang telah diseleksi organisasi. Konsekuensinya adalah timbul perasaan akan pentingnya akuntansi dan konsepsi tertentu mengenai realitas organisasi.

13 Akuntansi sebagai percobaan Akuntansi cukup fleksibel untuk mengakomodasi berbagai situasi, mengadaptasi solusi – solusi baru untuk masalah baru, dan beradaptasi terhadap kasus – kasus yang paling kompleks. Perusahaan – perusahaan dapat melakukan percobaan melaui pemakaian data, tekhnik, laporan, atau pengungkapan akuntansi yang berbeda agar sesuai dengan lingkunagn tertentu yang mereka miliki, dan untuk beradaptasi terhadap kondisi yang berubah, dan bukannya terhambat atau terpaku kepada pendekatan konvensional yang sama.

14 Akuntansi sebagai distorsi Karena a0kuntansi digunakan untuk mengendalikan atau mempengaruhi tidakan – tidakan baik dari pengguna internal maupun eksternal, akuntansi menjadi sasaran ideal bagi pihak pihak yang mencoba untuk memanipulasi arti dari pesan yang akan dilihat oleh pengguna. Terdapat empat kelomp[ok yang mungkin mempengaruhi atau dipengaruhi oleh pesan – pesan akuntansi : subjek yang perilakunya memberikan data bagi pesan – peaan akuntansi, akuntan yang menyiapkan data, akuntan yang memeriksa data, dan penerima data. Masing – masingg kelompok tersebut mungkin selanjutnya tergoda untuk melakukan disfungsional dan bukannya tindakan normal ketika terlibat dengan sebuah pesan akuntansi.

15 Keyakinan dalam kemampuan untuk dapat dianalisis Tinggi Rendah Tinggi Sangat Sedikit (1) Pembiasan Permainan Perataan Tindakan Ilegal (2) (3) Rendah Pemfokusan Penyaringan (4) Pembiasan Pemalsuan Penyaringab Pemfokusa Permainan Perataan Tindakan Ilegal

16 Penyusunan dan Verifikasi Teori Walaupun akuntansi adalah kumpulan tekhnik – tekhnik yang dapat digunakan di area-area khusus, akuntansi dipraktikkan dalam suatu kerangka teoritis implisit yang terdiri atas prinsp dan praktik yang telah diterima oleh profesi karena dugaan kegunaan dan logikanya. “Prinsip – prinsip akuntansi yang berlaku umum” ini memandu profesi akuntansi dalam memilih tekhnik akuntansi dan pembuatan laporan keuangan dengan cara yang dianggap sebagai praktik akuntansi yang baik.

17 Hakikat Teori akuntansi Tujuan utama dari teori akuntansi adalah memberikan basis bagi peramalan dan penjelasan perilaku dan peristiwa akuntansi Teori akuntansi di tingkat menengah berasal dari perbedaan cara peneliti melihat antara “pengguna” bdata akuntansi dan “lingkungan” dimana para pengguna dan pembuat dari data akuntansi seharusnya berperilaku. Perbedaan opini ini memancing Komite Konsep dan standar (Comitte on Concepts and Standards) atau laporan Keuangan Eksternal (External Financial Report) dari American Accounting Association untuk menyimpulkan bahwa : 1. Tidak ada satu pun teori yang mengatur tentang akuntansi keuangan yang cukup kaya untuk mencakup secara menyeluruh spesifikasi lingkungan pengguna dengan efektif; sehingga 2. Dicantumkan dalam literatur akuntansi keuangan bukan secara teori akuntansi keuangan melainkan kumpulan teoro – teori yang dapat mengatasi perbedaan – perbedaan yang terjadi dalam spesifikasi lingkungan.

18 Metodelogi dan Perumusan Teori Akuntansi kita telah menetapkan bahwa suatu teori akuntansi adalah mungkin jika (1) teori memberikan suatu kerangka referensi, seperti yg telah disarankan hendriksen dan (2) teori mencakup tiga elemen : pengodean fenomena kedalam penyajian simbolis; manipulasi atau kombinasi yang mematuhi aturan tertentu dan penerjemahan kembali fenomena dunia nyata, seperti yang telah disarankan oleh McDonald. Seperti dalam ilmu yang lain, dibutuhkan suatu metodelogi untuk merumuskan suatu teori akuntansi. Perbedaan opini, pendekatan, nilai diantara praktik akuntansi dan riset akuntansi mengarah pada penggunaan dua metodelogi. Satu bersifat deskriptif dan yang lainnya bersifat normatif

19 Pendekatan untuk perumusan akuntansi Pada bab ini akan dibahas mengenai pendekatan tradisional bagi perumusan teori akuntansi. Pendekatan Tradisional tersebut adalah 1.nonteoritis, praktis atau pragmatis (informa) 2.Teoritis a.Deduktif b.Induktif c.Etis : kewajaran, keadilan, ekuitas dan kenyataan kriteriua utama utk permusan teori akuntansi (D.R. Scott) d.Sosiologi : pengaruh sosial dari tekhnik akuntansi e.Ekonomi : pengendalian perilaku dari indikator 2 yg dihasilkan makroekonomi dari berbagai tekhnik tekhnik akuntansi f.selektif


Download ppt "Pendekatan Tradisional untuk Perumusan Akuntansi Created by : Raisa Pratiwi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google