Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SISTEM GERAK Movement Systems Oleh SUPARMUJI

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SISTEM GERAK Movement Systems Oleh SUPARMUJI"— Transcript presentasi:

1 SISTEM GERAK Movement Systems Oleh SUPARMUJI

2 TUJUAN PEMBELAJARAN Menjelaskan struktur yang berperan dalam terjadinya gerak. Menjelaskan struktur yang berperan dalam terjadinya gerak. Menjelaskan fungsi dari struktur yang berperan dalam terjadinya gerak. Menjelaskan fungsi dari struktur yang berperan dalam terjadinya gerak. Menjelaskan keterkaitan struktur yang berperan dalam terjadinya gerak. Menjelaskan keterkaitan struktur yang berperan dalam terjadinya gerak. Menjelaskan kelainan-kelainan yang terjadi pada sistem gerak Menjelaskan kelainan-kelainan yang terjadi pada sistem gerak

3 PETA KONSEP GERAK OTOT Alat Gerak Aktif O. POLOS Otonom O. LURIK Sesuai Kemauan O. JANTUNG Otonom TULANG Alat Gerak Pasif T. RAWAN Kondrosit T. SEJATI Osteosit

4 DEFINISI Gerak dalam Ilmu Fisika diartikan sebagai perubahan atau parpindahan suatu benda atau partikel dari satu titik ke titik lain. Definisi gerak tersebut juga dapat kita gunakan dalam mendefinisikan gerak pada ilmu biologi, tentu tidak pada keseluruhan definisinya.

5 DEFINISI Gerak dalam biologi dapat kita definisikan sebagai kemampuan makhluk hidup untuk berpindah atau merubah posisi dan kedudukan anggota tubuh. Gerak dalam biologi dapat kita golongkan menjadi 2 jenis, yaitu : GERAK PASIF (Tumbuhan) dan GERAK AKTIF (Hewan dan Manusia).

6 GERAK PASIF Gerak pasif terjadi jika tidak terjadi perpindahan tubuh secara total, melainkan hanya sebagian atau beberapa bagian dari anggota tubuh. Seperti yang dilakukan oleh tumbuhan. Tumbuhan melakukan gerak pasif dengan 2 jenis gerakan, yaitu : TROPISME dan NASTI.

7 GERAK AKTIF Gerak aktif adalah gerak yang pada umumnya dilakukan oleh hewan dan manusia. Gerak ini dilakukan melalui kerjasama 2 struktur tubuh dan koordinasi dengan struktur tubuh yang lain. Struktur tubuh yang saling berkerjasama tersebut adalah OTOT dan TULANG, serta dengan adanya koordinasi dari SYARAF.

8 OTOT Otot merupakan kumpulan dari jaringan yang membentuk struktur kuat yang dapat menggerakkan tulang. Otot terletak hampir diseluruh tubuh hewan dan manusia, baik pada organ luar maupun organ dalam.

9 OTOT Otot yang lebih dikenal adalah otot yang terdapat atau melekat pada rangka, karena jenis dari otot inilah yang lebih sering dilihat. Masyarakat awam sering pula menyebut otot dengan sebutan DAGING atau URAT, sedangkan di dunia medis otot sering juga disebut dengan tendon.

10 OTOT

11 OTOT Otot merupakan alat gerak aktif, karena dari kontraksi yang terjadi pada tingkat selnya sehingga gerak dimungkinkan untuk terjadi. Unit dasar dari setiap sel otot adalah MYOFIBRIL. Tersusun atas senyawa protein kompleks, setiap otot atau serat otot terdiri atas beberapa myofibril.

12 OTOT Myofibril, dibangun atas Sarcomer-sarcomer yang selanjutnya Sarcomer tersebut juga dibangun dari Myosin, Actin dan Z bands. Dari Interaksi antara ketiga bagian ini, awal mula gerakan dapat terjadi. Jadi, keseluruhan dari gerakan sarcomer lah yang menyebabkan gerakan dapat terjadi.

13 OTOT

14 OTOT Berdasarkan struktur dan cara kerja otot, otot dibagi menjadi 3 jenis. Ketiga jenis otot tersebut adalah : 1.Otot Polos 2.Otot Lurik (Rangka) 3.Otot Jantung

15 OTOT POLOS Otot Polos, mempunyai struktur yang TIDAK memperlihatkan pola lurik melintang pada penampangnya. Bekerja secara otonom, tanpa perintah otak. Terletak pada diagfragma, lambung, usus, ginjal.

16 OTOT LURIK Otot Lurik/Rangka, mempunyai struktur yang memperlihatkan pola lurik melintang pada penampangnya. Bekerja dengan kemauan atau kehendak. Terdapat diseluruh tubuh, pada rangka-rangka tubuh.

17 OTOT JANTUNG Otot Jantung, mempunyai struktur yang menyerupai otot lurik tetapi kinerja mirip otot polos. Bekerja secara otonom, tanpa perintah otak. Hanya terdapat pada Jantung.

18 TIPE KONTRAKSI Sebagai alat gerak aktif, otot memiliki tipe-tipe karakteristik kontraksi, antara lain : 1.Kontrakbilitas, kemampuan otot untuk memendek dari ukurannya. 2.Ekstensibilitas, kemampuan otot untuk berelaksasi atau memanjang. 3.Elastibilitas, kemampuan otot untuk kembali kekeadaan semula.

19 JENIS GERAKAN Beberapa jenis gerakan : 1. Abduksi  Menjauhi badan 2. Adduksi  Mendekati badan 3. Ekstensi  Meluruskan 4. Fleksi  Menekuk 5. Supinasi  Menengadahkan tangan 6. Pronasi  Menelungkupkan tangan 7. Depresi  Menurunkan 8. Elevasi  Mengangkat

20 TULANG Tulang merupakan alat gerak pasif, artinya ia bergerak mengikuti gerakan otot. Tulang manusia berjumlah 206 buah, tulang terbesar adalah tulang paha dan yang terkecil adalah tulang sanggurdi (di dalam telinga). Tulang kita memiliki fungsi-fungsi yang sangat banyak, selain sebagai penopang tubuh. Fungsi- fungsi tersebut antara lain :

21 FUNGSI TULANG Fungsi Tulang antara lain : 1.Sebagai Penopang tegaknya tubuh. 2.Tempat menempelnya otot. 3.Alat gerak pasif 4.Melindungi organ-organ vital 5.Memberikan bentuk tubuh 6.Tempat produksi sel darah 7.Tempat penimbunan mineral

22 JENIS TULANG Berdasarkan sel-sel penyusunnya, tulang dapat kita bagi menjadi 2 jenis, yaitu : 1.Tulang Rawan  Tulang yang penyusunnya dibangun dari sel-sel tulang rawan yang dinamakan Kondrosit. 2.Tulang Keras (Sejati)  Tulang yang disusun dari sel-sel tulang keras atau lebih dikenal dengan nama Osteosit.

23 TULANG RAWAN Tulang rawan terbagi menjadi 3 yaitu : 1.Tulang rawan hialin 2.Tulang rawan fibrosa 3.Tulang rawan elastin Tulang rawan dapat dijumpai pada hidung, telinga, tulang dada, persendian, cincin batang tenggorokan, antara tulang rusuk, ruas tulang belakang, dll.

24 TULANG RAWAN Tulang rawan pada anak-anak lebih banyak mengandung sel-sel tulang rawan dari pada matriks penyusunnya, sebaliknya pada orang dewasa. Tulang rawan pada orang dewasa terbentuk dari selaput rawan yang disebut perikondrium. Tulang rawan pada embrio dan anak-anak berasal dari sel-sel mesenkim.

25 TULANG RAWAN

26 TULANG KERAS Tulang keras, berdasarkan struktur penyusunnya dibagi menjadi 2 yaitu : 1.Tulang Kompak 2.Tulang Spons Pada setiap tulang, pasti memiliki 2 struktur penyusun diatas.

27 TULANG KERAS Tulang Kompak memiliki karakteristik yang lebih keras daripada tulang spons. Hal tersebut dikarenakan struktur penyusun tulang kompak yang lebih rapat daripada tulang spons.


Download ppt "SISTEM GERAK Movement Systems Oleh SUPARMUJI"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google