Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

STRUKTUR TATA RUANG KOTA POLA HUBUNGAN ANTARA MANUSIA DAN LAHAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "STRUKTUR TATA RUANG KOTA POLA HUBUNGAN ANTARA MANUSIA DAN LAHAN."— Transcript presentasi:

1 STRUKTUR TATA RUANG KOTA POLA HUBUNGAN ANTARA MANUSIA DAN LAHAN.

2 PENDEKATAN/APPROACH 1.PENDEKATAN EKOLOGI 2.PENDEKATAN EKONOMI 3.PENDEKATAN MORFOLOGI 4.PENDEKATAN SISTEM KEGIATAN 5.PENDEAKATAN EKOLOGI FAKTORIAL

3 PENDEKATAN EKOLOGI McKenzie Human ecology is the study of the spatial and temporal relations of human beings as affected by the selective, distributive adn accomodative forces of the environment

4 TEORI KONSENTRIS KETERATURAN POLA PENGGUNAAN LAHAN SEBAGAI PRODUK DAN PROSES INTERRELASI ANTAR ELEMEN-ELEMEN WILAYAH KOTANYA

5 NODEL KONSENTRIS BURGES 1. CENTRAL BUSINESS DISTRICT 2. TRANSTITION ZONE 3. ZONE OF WORKING MEN’S HOMES 4. ZONE OF BETTER RESIDENCES 5. ZONE OF COMMUTTTER

6 KRITIK PADA TEORI BURGES 1. KELOMPOK YANG MENOLAK 2. KELOMPOK YANG MENERIMA

7 KELOMPOK YANG MENOLAK 1. ADANYA PERTENTANGAN ANTARA GRADIENTS DAN ZONAL BOUNDARIES 2.HOMOGENITAS INTERNAL TIDAK SESUAI DENGAN KENYATAAN 3. OUT OF DATE 4. TIDAK UNIVERSAL (DAVIES, 1966).

8 1.1.TEORI KETINGGIAN BANGUNAN TEORI BURGES PERLU DITAMBAH DENGAN VARIABEL KETINGGIAN BANGUNAN

9

10 TEORI SEKTOR POLA KONSENTRIS DAN GRADASI MENGIKUTI POLA SEWA DENGAN SEKTOR- SEKTOR TERTENTU (HOYT, 1939)

11 1.2.TEORI FILTERING PROCESS

12

13 1.3.TEORI KONSEKTRAL AMERIKA LATIN ERNEST GRIFFIN DAN LARRY FORD (1980)

14 1.4. TEORI POROS TRANSPORTASI MENENTUKAN STRUKTUR KERUANGAN KOTA

15 1.5.TEORI PUSAT KEGIATAN BANYAK

16 zone Zone 1 cbd Zone 2 wholesale light manufacturing Zone 3 daerah pemukiman kelas rendah Zone 4 Daerah pemukiman kelas menengah Zone 5 Daerah pemukiman kelas tinggi Zone 6 Heavy manufacturing Zone 7 business district lain Zone 8 zone tempat tinggal pinggiran Zone 9 Zone industri daerah pinggiran

17 1.6. TEORI UKURAN KOTA TAYLOR 1949 INFANTILE TOWN: DISTRIBUSI TOKO2 DAN RUMAH SEMRAWUT DAN BELUM ADA PABRIK JUVENILE TOWNS:DITANDAI DIFFERENSIASI ZONE DAN TOKO-TOKO MULAI TERPISAH ADOLESSCENT TOWNS: MULAI ADA PABRIK EARLY MATURE TOWNS MULAI ADA SEGREGASI YANG JELAS TTG RUMAH-RUMAH KHAS TINGGI MATURE TOWN PEMISAHAN DAERA PERDAGANGAN DAN INDUSTRI DAN ZONE PERUMAHAN YANG BERBEDA KUALITASNYA

18 1.7. TEORI HISTORIS

19 Teori struktural

20 PENDEKATAN EKONOMI PENDEKATAN EKONOMI BERBASISKAN PADA LAND VALUES, SEWA DAN COST Hurd 1924 Proposisi 1:Value in urban land, as in agricultural land is the resultant of economic or ground rent capitalized Proposisi 2: in cities, econmic rent is based on superiority of location-only the sole function of city land being to furnish an area on which to erect building Proposition 3: any utilitymay compete for any location within a city and all alndgoes to the highest bidder Proposition 4: since value depend on economic rent adn rent on location, and location on convinience, and covinience on nearness, wemay eliminate the intermediate steps and says thatvalue depends on nearness.

21 1. Teori sewa lahan Haig 1926 rent Transportation cost location


Download ppt "STRUKTUR TATA RUANG KOTA POLA HUBUNGAN ANTARA MANUSIA DAN LAHAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google