Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Tata Kelola Organisasi Laba Sebuah Pengantar Masyhudi Muqorobin  Anggota Majelis Tarjih & Tajdid PP Muhammadiyah  Dosen Tetap Universitas.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Tata Kelola Organisasi Laba Sebuah Pengantar Masyhudi Muqorobin  Anggota Majelis Tarjih & Tajdid PP Muhammadiyah  Dosen Tetap Universitas."— Transcript presentasi:

1 Tata Kelola Organisasi Laba Sebuah Pengantar Masyhudi Muqorobin  Anggota Majelis Tarjih & Tajdid PP Muhammadiyah  Dosen Tetap Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)  Dosen Pasca Sarjana UIN Suka, UII, ITB & LPPI – Bank Indonesia Disampaikan pada Seminar Nasional & Raker Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto Maret 2011

2 Pendahuluan Allah SWT menciptakan alam semesta (SDA dan sumberdaya material lainnya) untuk manusia  al-Baqarah: 29 Allah memberikan amanah kekhalifahan kpd manusia  al-Baqarah: (atau -39)  Kekuasaan al-khilafah: politik, ekonomis, bisnis, organisasi, sosiologis dsb dalam arti luas  Kekuasaan al-milkiiyyah (ownership) dalam arti sempit, mencakup individual dan rumah tangga

3 Kekuasaan dan kepemilikan Pribadi &organisasi bisnis/Laba Kewenangan dalam arti imarah dan idarah melalui otoritas di berbagai strukturnya Kewenangan dalam arti idarah dan milkiyyah (kekayaan sebagai titipan Allah SWT) Fungsi dan Kewenangan khilafah Peran Umara Peran Ulama Peran Umara sekaligus Ulama

4 Tujuan Organisasi Laba Islami ( Maqashidusy-Syariah) Means Transitional Ends Falah (sukses) sejahtera di Akhirat Ultimate Ends Aktifitas bisnis dan ekonomi Means Gambar 1 Tujuan Bisnis Islami dalam Means-Ends Relationship Falah (sukses) se- jahtera dunia- wi termasuk materi

5 Klasifikasi Maqashid Maqaasid al-’ammah Maqaasid al-khaassah – Maqasid on family matters (fi ahkam al-’a-ilah) – Maqasid on wealth (fi tasarrufat al-maliyah) – Maqasid on transactions (fi al-muamalah al-mu’aqqidah) – Maqasid on laws (fi al-qadha wal-shahadah) – Maqasid on donations (fi al-tabru’at) – Maqasid on juvenile & crime (fi al-’uqubat) Maqaasid al-juz’iyah  for every sha’ri ruling such as wajib or haram, sunnah, makruh or mubah.

6 Tujuan Organisasi Laba - Konsep Maqashid Investment Policy and PLS Scheme Zakat and Taxation Policy Company and Banking Regulation Schemes or Other Means of Distribution Guidelines for Undertaking Projects Other Regulations / Policies Maqaasid al-’ammah Overall Objectives of Islamic Economy (al-Qashash: 77) Individual Objectives Operational Goals and Principles (Private Viewpoint) Social Objectives Operational Goals and Principles (National Viewpoint) Individuals’/Government’s Roles & Actions EMPIRICAL FACTS Maqaasid al-Khashshah Maqaasid al-Juz’iyyah

7 Pencapaian Tujuan Organisasi Laba Islami Falah ( Eschatological dimension ) the Ultimate Objective

8 Pergeseran Peran Ulama-Umara Proses sejarah internal ummat Islam sejak Khilafah Bani Umayyah, Abassiyyah, hingga Turki Usmani Diperparah oleh berbagai peristiwa Perang Salib, kolonialisme, dsb yang berujung pada sekularisasi antara ilmu dan agama, sert apemisahan peran antara ulama dan umara pada sisi lain, hingga sekarang

9 Perlu Integrasi Kembali Integrasi antara perna ulama dan umara (minimal melalui kerja kolektif) Integrasi ilmu dengan nilai-nilai agama: – Pola Islamisasi ilmu dan sistem ekonomi dan bisnis (al-Attas, al-Faruqi, dsb) – Pola saintifikasi Islam (Sardar, Kuntowijoyo, dsb) Integrasi antara kegiatan manusia dg nilai agama

10 Perlu melihat Sejarah Perdaban (fasiiru fil ardhi fanzhuru kaifa kaana ‘aqibatul mukadzdzibin) Untuk hal tata kelola organisasi laba, ada baiknya melihat sejarah perkembangan pemikiran ekonomi dan bisnis dalam kancah peradaban Sisi kiri (Barat) vs sisi kanan (Islam) Membangun optimisme masa depan dengan bersandar pada Wahyu, mengapresiasi sejarah, untuk merajut kebangkitan ekonomi Islam

11 Grrece 300 BC Biblical Sources unkonown Mainstream Economics 20th Century Western Civilization Islamic Civilization Modern Islamic Economics Golden Age of Islam AD Earlier Age of Islam 610 AD Mercantilists AD Sholastic school AD Physiocrat Classical Economists (Adam Smith) 1776 Divine Revelation Enlighten ment The age of Islam Emergence of Islamic Economics Pergeseran nilai Islam dalam Pemikiran Ekonomi

12 Penciptaan Prakondisi Peran Umara Peran Ulama Peran Organisasi Laba Peran Organisasi SosAg Nonlaba Peran anggota masy lainnya Dinamika usaha yang Islami/syar’i

13 Asas Tata Kelola Organisasi Laba Tauhid (Uluhiyyah: al-Ikhlash 1-4; Rububiyyah: al-Fatihah: 2) Taqwa dan Ridha (at-Taubah: 109) Equilibrium (al-Qisht, al-’Adl wal-Ihsan, al-mizan) Maslahah (Islam sbg rahmatan lil’alamin)

14 Kategori Maslahah Kebutuhan Primer (dharuriyat  adh- dharuriyat al-asas / alkhamsah) – pemeliharaan agama (hifdzud-din) – pemeliharaan jiwa (hifhzun-nafs) – pemeliharaan akal (hifhzul-‘aql) – pemeliharaan keturunan (hifhzun-nasl) – pemeliharaan harta benda (hifhzul-maal) Kebutuhan Sekunder (hajiyyat ) Kebutuhan Tersier (tahsiniyyat)

15 Model Analisis Ukuran keluarga utama (mulai dari posisi individu, rumah tangga sampai negara): indikator keimanan (dien) Indikator pendidikan (aqal) indikator sosial/ kejiwaan manusia (nafs) indikator kesehatan (nasl), indikator ekonomi/ kekayaan (maal).

16 Etika Bisnis Islami إِنَّمَا بُعِثْتُ ِلأُ تَمِّمَ مَكَارِمَ اْلأَخْـلاَقِ Hanyasanya, aku diutus adalah untuk menyempurnakan akhlaq manusia (al-Hadits)

17 ShiFAT Rasulullah SAW Shiddiq  jujur, honest, trusted, dsb Fathanah  cerdas, pintar, smart, dsb Amanah  trusted, dapat dipercaya, dsb Tabligh  menyampaikan, transparan, dsb

18 Halal dan Haram dalam Bisnis Kaidah Fiqh: al-ashlu fi al-mu’amalah al-ibaahah illaa an-yadulla daliilaan ‘alaa tahriimihaa Riba Maysir Gharar Zhulm Tabdzir/Israf Risywah Ma’shiyah Syubhat (Grey area) Haram Semua urusan muamalah Halal

19 Tarif atau Tarik Transparansi Akuntanbilitas Responsibilitas Independensi Kesetaraan/keawajaran (Fairness)

20 Meng-Islam-kan Organisasi Ekonomi & Bisnis Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba (al-Baqarah: 275) Riba nasi’ah kaitan waktu (biasanya dg dg pinjm-meminjam) dari kata nasa’a = menunda, maksudnya penundaan pembayaran Riba fadhl kaitan jenis barang atau kualitas barang yang ditransaksikan, berawal dr hadits ttg barter antar 6 barang Riba (ziyadah = tambahan)

21 Kronologi Ayat tentang Riba Ar-Rum: 39 (riba tidak subur, sbgmn zakat/sedekah)  Makiyyah An-Nisa: 161 (Yahudi suka makan riba, meskipun diharamkan)  awal periode Madinah tentang risalah Kitab terdahulu Ali Imran 130 (larangan multiple riba)  2-3 th pasca Hijrah / Madaniyyah Al-Baqarah (larangan keras atas semua bentuk riba)  mendekati selesainya misi Rasulullah SAW.

22 Transformasi Ekonomi Riba ke Ekonomi Profit-Loss Sharing Ekonomi Ribawi  Kapitalisme  mode of production Q = f (K,L,...) Didukung teori nilai bersumber pada modal  akumulasi modal Dikecam Karl Marx dkk. Bhw nilai bersumber Tenaga kerja Didukung sistem manajemen dan akuntansi yang menempatkan Tenaga kerja sbg faktor produksi, pemilik modal dg keuntungan mutlak

23 Transformasi Ekonomi Riba ke Ekonomi Profit-Loss Sharing Ibnu Khaldun: Nilai lbh bersumber dr tenaga kerja, modal saja tidak dapat memberi niali, namun tenaga kerja saja mampu memberikan nilai Ibnu Taymiyyah: Nilai bersumber pd perpaduan modal dan tenaga kerja

24 Transformasi Ekonomi Riba ke Ekonomi Profit-Loss Sharing Mengubah dari Risk Shifting ke Risk sharing Alternatif terbaik: – Musyarakah (active partnership)  share dalam modal – Mudharabah (sleeping partnership) share antara modal (rabbul maal) dengan karya (mudharib) Mudharabah: – Share antara pemodal dengan entrepreneur  masih sebatas dalam pelaksanaan sistem keuangan dan perbankan Islam – Share antara pemodal dengan pekerja  belum ada bukti konkrit  perlu regulasi pemerintah yg diikuti oleh organisasi laba

25 Aplikasi Lembaga Keuangan Islam Bank Islam/Syariah BPRS BMT LKS Lainnya Harus diakui bahwa praktek LKS saat iini beleum sepenuhnya Syar’i/Islami, dan juga harus disadarai bahwa ini adalah proses awal  masalah pd kekurangan SDM

26 BI, Bank Islam dan BPRS Bank Indonesia menerapkan aturan ketat pd sistem perbankan syariah di Indonesia dan agak ketat thd BPRS Keuntungan  prudent Kelemahan  bisa masuk perangkap tentakel kapitalisme modern Perlu alternatif kapitalisme  BMT/BTM dibawah koperasi agak longgar

27 BMT dan Sektor Informal (manusia pemakmur bumi) (Hud 61) dan lihat pula kelanjutan ayatnya Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan- Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat- Nya) lagi memperkenankan (do`a hamba-Nya)."

28 BMT sbg Sektor Informal BMT/BTM (Baitul Tamwil Muhammadiyah) bergerak berdasar ideologi al-Maun. BMT/BTM adalah keputusan 1 Abad Muhammadiyah pd Muktamar ke-64 di Yogyakarta, bersama sektor informal lainnya, ibarat Allah mengutus Nabi Shalih dg untanya yang menghidupi masyarakat kecil ditengah konglomerasi dalam sistem kapitalisme ala Tsamud, BMT dan Sktor informal ditengah korporasi modern ala kapitalisme Barat. Apakah tidak perlu direspons secara massif?

29 PLS pada perusahaan PLS (bagi hasil- bagi risiko) antara pemodal dg manajemen/ entrepreneur PLS (bagi hasil- bagi risiko) antara pemodal dg pekerja: – Perlu pemenuhian kebutuhan dasar (dharuriyat)  UMR – Perlu bagi hasil/risiko dg pekerja  bonus, insentif dsb yg didasarkan pd kinerja pekerja dan hasil akhir yaitu keuntungan perusahaan.

30 wallahu a’lam bissawab Terima kasih Waasalam


Download ppt "Tata Kelola Organisasi Laba Sebuah Pengantar Masyhudi Muqorobin  Anggota Majelis Tarjih & Tajdid PP Muhammadiyah  Dosen Tetap Universitas."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google