Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAB XIII TREND DALAM AKUNTANSI Pengantar Teori akuntansi merupakan guidance yang mengarahkan perkembangan itu sendiri sehingga tetap berada dalam kerangka.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAB XIII TREND DALAM AKUNTANSI Pengantar Teori akuntansi merupakan guidance yang mengarahkan perkembangan itu sendiri sehingga tetap berada dalam kerangka."— Transcript presentasi:

1 BAB XIII TREND DALAM AKUNTANSI Pengantar Teori akuntansi merupakan guidance yang mengarahkan perkembangan itu sendiri sehingga tetap berada dalam kerangka teoritisyang sudah disepakati. Trend dalam akuntansi yang merupakan arah yang kemungkinan akan dituju oleh ilmu akuntansi atau bisa saja tidak sampai mencapainya. Adolf JH Enthoven (1995) dalam accounting research monograph merefleksikan megatrend akuntansi akan menghadapi persoalan sebagai berikut : * perlunya akuntansi memberikan pengukuran efisiensi dan produktivitas * perlunya keterpaduan akuntansi dengan bidang dan disiplin lainnya perlunya mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi yang lebih relevan Kemudian untuk mengantisipasi tren tersebut di atas maka Enthoven menganjurkan penyempurnaan infrastruktur akuntansi agar bisa memenuhi tuntutan trend tersebut. penyempurnaan system pendidikan, pelatihan, dan riset dalam bidang akuntansi struktur dan persyaratan sosio ekonomi dan budaya persyaratan legal, status, dan persyaratan lainnya praktek profesi dan kelembagaan akuntansi

2 Beberapa topic baru dalam akuntansi Perkembangan terakhir yang masih terus menjadi bahan riset dan pengembangan bidang akuntansi yang menjadi trend diantaranya adalah : Akuntansi internasional atau akuntansi global akuntansi islam akuntansi sumber daya manusia triple entry accounting system employee reporting value added reporting Akuntansi perilaku multi diciplin paradigm akuntansi dan pembangunan berkelanjutan efficiency market hyphothesis krisis akuntansi

3 akuntansi islam Akuntansi sebenarnya merupakan domain dari muamalah dalam kajian islam, artinya pada kemampuan akal pikiran manusia untuk mengembangkannya. Namun karena pentingnya permasalahan, maka diturunkan surat khusus dalam kitab suci Al Quran mengenai masalah ini. Alquran dan sunnah hanya membekali dengan beberapa system nilai seperti landasan etika, moral, kebenaran, keadilan, kejujuran, terpercaya, bertanggung jawab dan sebagainya.

4 Akuntansi Sumber Daya Manusia Akuntansi Sumber Daya Manusia merupakan cabang dari akuntansi managerial atau akuntansi biaya. Keberadaan Akuntansi Sumber Daya Manusia (ASDM) pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat yang didasarkan kepada pengetahuan (knowledge based economy), yang memerlukan jasa teknologi yang tinggi dari manusia yang sangat terlatih, berpendidikan tinggi, dan berpengalaman Definisi ASDM 1. Cashin and Polimeni dalam bukunya Cost Accounting (1985, hal 828) sebagai berikut: “ The recording, management, and reporting of personnel “ 2. American Accounting Association Committee On Human Resource Accounting : “ The process of identifying and measuring data about resource and communication this information to interest parties. “ 3. Baruch Lev dan Aba Schwartz dalam bukunya Accounting Theory and Policy, On The Use Of Economic Consept Of Human Capital In Financial Statement “ Perbedaan antara ASDM dengan bukan ASDM adalah sangat fundamental. Dalam ASDM dimasukkan dalam asset dan dilaporkan dalam laporan keuangan yang selama ini diabaikan dalam akuntansi “

5 triple entry accounting system dalam system ini transaksi dicatat dalam tiga dimensi, tujuan dari model ini adalah untuk menambah informasi kepada pembaca khususnya pihak manajemen dan para pengambil keputusan yang berkepentingan dengan laporan keuangan perusahaan. Dalam model ini bukan saja transaksi yang mempengaruhi pos-pos pada sisi aktiva dan pasiva yang dilaporkan tetapi juga force atau power yang menyebabkannya. Triple entry memiliki force account yang mencatat beberapa factor antara lain perubahan harga, perubahan jumlah, atau perubahan volume terhadap arus hasil dan biaya. Misal : »jika harga, volume dan jumlah suatu barang naik, maka akan dibuat perkiraan force, dan disebut sebagai force statement force statement memuat informasi perubahan kekayaan juga, tetapi yang dipengaruhi oleh kenaikan atau penurunan laba saja. »kekayaan perusahaan akan dilaporkan dalam wealth statement »komposisi perubahan modal dimana informasi laba rugi dimasukkan didalamnya dilaporkan dalam capital statement.

6 employee reporting Merupakan bentuk laporan keuangan yang memuat informasi yang relevan bagi karyawan atau serikat pekerja. Beberapa hal yang mendesak dan mendorong perlunya employee reporting : »tekanan semakin besar akan perlunya full disclosure »praktek dan masalah yang berkaitan dengan hubungan perburuhan »munculnya perdebatan tentang demokratisasi perusahaan »perkembangan di Negara lain akan perlunya informasi dimaksud Beberapa informasi penting yang diminta dilaporkan dalam employee reporting adalah : –jumlah pegawai –lokasi tempat kerja –umur karyawan –jam kerja –biaya tenaga kerja –program pension –program jaminan sosial, kecelakaan kerja, kesehatan, hari tua –pelatihan pendidikan atau adanya career path »pengakuan terhadap serikat pekerja –daftar karyawan berdasarkan agama, suku, bangsa, kelamin

7 employee reporting Informasi kepada karyawan ini bisa disampaikan melalui laporan keuangan, majalah, media lain, newsletter maupun dalam bentuk surat, pidato, konferensi pers, upacara, atau memorandum internal lainnya. Beberapa alasan pelaporan adalah sebagai berikut : –menyampaikan perubahan –menyajikan propaganda manajemen –mempromosikan kepentingan memahami masalah dan prestasi perusahaan –menyampaikan keputusan manajemen –menyampaikan hubungan antara karyawan, manajemen dan pemegang saham –menjelaskan tujuan perusahaan –mendorong partisipasi karyawan yang lebih besar –merespon tekanan legislative atau serikat pekerja –membangun imej perusahaan –memenuhi ketentuan UU tentang pengungkapan informasi yang dibutuhkan karyawan –merespon kekhawatiran manajemen terhadap berbagai tuntutan pegawai maupun persaingan –menunjukkan perhatian besar terhadap karyawan

8 value added reporting Value Added reporting atau laporan pertambahan nilai berkaitan dengan human resource accounting dan employee reporting terutama dalam hal informasi yang disajikannya. VAR masih belum diwajibkan sebagai laporan utama di berbagai Negara, jadi masih dalam tahap wacana akademik, untuk menutupi kekurangan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan utama, neraca, laba rugi, dan arus kas. Hal ini disebabkan karena laporan ini gagal memberikan informasi : - total produktivitas dari perusahaan - share dari setiap stakeholder atau anggota tim yang ikut dalam proses manajemen yaitu : pemegang saham, kreditur, pegawai dan pemerintah. VAR berusaha untuk mengisi kekurangan ini ditambah dengan memberikan informasi tentang kompensasi yang diberikan kepada pegawai yang dapat digunakan baik oleh pegawai maupun mereka yang berkepentingan lainnya terhadap informasi kegiatan SDM dan prestasi perusahaan. Kalau laporan keuangan konvensional menekankan informasinya pada laba maka VAR menekankan pada upaya meng- generate kekayaan. KArena laba biasanya hanya menggambarkan hak atau kepentingan pemegang saham saja bukan seluruh tim yang ikut terlibat dalam kegiatan perusahaan.

9 value added reporting Value added adalah kenaikan kekayaan yang degenerate atau dihasilkan dengan penggunaan yang produktif dari seluruh sumber kekayaan perusahaan oleh seluruh tim yang ada termasuk pemilik modal, karaywan, dan pemerintah. Sebenarnya konsep ini sudah dikenal dalam penghitungan pendapatan nasional, tidak mengukur laba, tetapi mengukur kenaikan kekayaan bagi seluruh stakeholder. Adapun isi laporan pertambahan nilai adalah sebagai berikut : –Langkah pertama menghitung laba ditahan yang didapat dari hasil penjualan dikurangi biaya, pajak dan dividen Penerimaan penjualanxxx Dikurangi : Pembelian barang dan jasaxxx Penyusutanxxx Biaya karyawanxxx Biaya bungaxxx Dividenxxx Pajakxxx Total penguranganxxx Laba ditahan xx

10 value added reporting Langkah kedua laporan pertamhana nilai dapat disusun dari data tersebut di atas dengan format sebagai berikut : Penerimaan penjualanxxx Dikurangi : Pembelian barang dan jasaxxx Pertambahan nilai kotorxxx Pertambahan nilai tersebut dirinci sebagai berikut : Penyusutanxxx Biaya karyawanxxx Biaya bungaxxx Dividenxxx Pajakxxx Total pertambahan nilaixxx

11 value added reporting Beberapa kegunaan value added reporting : 1.konsep ini dinilai obyektif sehingga dianggap sebagai informasi yang absah sebagai dasar perhitungan reward 2.pertambahan nilai kotor merupakan informasi yang sangat berguna untuk mengetahui angka reinvestasi (laba di tahan dan penyusutan) 3.laporan ini dianggap dapat menjembatani kepentingan akuntansi dan ekonomi dengan mengungkapkan jumlah kekayaan dalam pengukuran pendapatan nasional 4.pertambahan nilai bersih bsa menjadi dasar distribusi kekayaan bukan pertambahan nilai kotor : a. pertambahan nilai bersih sangat cocok menjadi dasar perhitungan bonus produktivitas tenaga kerja dengan memberikan penyisihan pada perubahan modal b. dengan mengurangkan biaya penyusutan akan menghindari ouble counting yang bisa terjadi jika ada pertukaran aktiva dua perusahaan c. pertambahan nilai bersih sangat menguntungkan bagi konsep laba untuk semua. Ini akan mendorong spirit team atau sense of belonging dalam perusahaan d. dapat menjadi media peramalan yang baik bagi peristiwa ekonomi yang dapat mempengaruhi kesehatan perusahaan e. sangat cocok untuk ekonom dalam perhitungan pendapatan nasional

12 value added reporting Adapun keterbatasan laporan pertambahan nilai ini, adalah : –tidak semua pihak yang terlibat dalam menghasilkan pertambahan nilai itu merasa senang bekerja sama dengan orang lain, tidak jarang terjadi konflik sehingga laporan ini justru bisa menimbulkan atau mempertajam konflik –ada kemungkinan dengan adanya laporan pertambahan nilai ini manajemen salah tanggap seolah ingin memaksimalisasi pertambahan nilai. –Kesalahan penafsiran terhadap pertambahan nilai dapat menimbulkan kepalsuan, seperti : kenaikan pertambahan nilai dianggap kenaikan laba kenaikan pertambahan nilai per unit dianggap otomatis bermanfaat bagi pemegang saham seolah dianggap bisa mengidentifikasi distribusi yang adil atas perubahan pertambahan nilai pertambahan nilai yang tinggi untuk tenaga kerja per unit dianggap merupakan prestasi ekonomi yang baik Z share tenaga kerja yang besar atas pertambahan nilai tidak berhak mendapatkan gaji yang tinggi.

13 Akuntansi perilaku Aspek budaya dalam akuntansi disebut juga behavioral accounting, yang memperhatikan berbagai budaya yang dapat mempengaruhi peran atau hasil interaksi antara informasi akuntansi dengan perilaku konsumen atau penyajinya. Dalam akuntansi perilaku ini yang menjadi sorotan adalah dampak dari informasi akuntansi terhadap perilaku orang membaca atau menyiapkannya. Menurut Ramanauskas dan Marconi (1989) perilaku ini dibagi menjadi : »pengaruh perilaku manusia terhadap desain, konstruksi, dan penggunaan system akuntansi Disini akuntansi perilaku membahas sikap dan filosofi manajemen yang dapat mempengaruhi sifat pengawasan akuntansi dan fungsi organisasi. Misal : pengawasan yang longgar atau ketat akan mempengaruhi desain system pengawasan. »Pengaruh system akunatnsi terhadap perilaku manusia Disini dibahas bagaimana system akuntansi mempengaruhi motivasi, produktivitas, pengambilan keputusan, kepuasan kerja, dan kerja sama. Misal : bagaimana budjet yang dapat menciptakan produktivitas atau motivasi, budjet yang ketat atau longgar »Metode untuk meramalkan dan strategi untuk mengubah perilaku manusia. Disini dibahas bagaimana system akuntansi dapat digunakan untuk mempengaruhi perilaku manusia Misal : memperketat atau melonggarkan system pengawasan, memberi pola kompensasi yang dapat mempengaruhi perilaku

14 multi diciplin paradigm perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengakibatkan semakin munculnya paradigma baru yang pada akhirnya menimbulkan keterkaitan yang semakin erat antara satu disiplin ilmu dengan disiplin ilmu yang lainnya. Ilmu manajemen berkembang lagi menjadi berbagai disiplin ilmu seperti akuntansi, business policy, budgeting, operating research, information system dan lain-lain. Selanjutnya akuntansi berkembanga lagi seperti akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, teori akuntansi, sejarah akuntansi, akuntansi internasional, system akuntansi, controllership, system pengawasan manajemen, auditing dan sebagainya. –akuntansi dan pembangunan berkelanjutan Pada bab ini mencoba dijelaskan perlunya alat ukur untuk memudahkan para pengambil keputusan dalam memanaj masalah pembangunan, lingkungan, dan aspek sosial ekonominya. Kelemahan utama dari akuntansi lingkungan ini adalah menentukan criteria pengukuran. Mengukur nilai kerusakan lingkungan, nilai social cost maupun social benefit sangatlah sulit. Untuk itu banyak konsep yang diajukan lembaga dan para ahli dengan metode penyajian dalam laporan keuangan dengan : –footnote disclosure –narrative disclosure –membuat pos tertentu sendiri –laporan khusus tentang kerusakan lingkungan –social responsibility report –environmental exchange –social income statement –comprehensive social benefit cost model

15 efficiency market hyphothesis Teori ini menyatakan bahwa pasar akan menyesuaikan diri dengan setiap informasi baru yang dikeluarkan berupa saham, atau dikenal dengan positive accounting theory Dalam teori ini dibahas : »melihat hubungan antara pengumuman informasi akuntansi kepada public dan reaksi pasar terhadap informasi itu yang dilihat dari indicator harga saham di bursa »melihat pengaruh perubahan kebijakan akuntansi terhadap harga pasar Menurut Fama, pasar efisien bila memenuhi persyaratan –tidak ada biaya transaksi dalam perdaganagan saham –semua informasi tersedia secara Cuma-Cuma bagi semua peserta pasar –semua sepakat terhadap implikasi informasi saat ini terhadap harga sekarang dan distribusi harga masa yang akan datang dari setiap saham Menurut Fama ada tiga set informasi : –gerakan saham masa lalu –informasi yang tersedia bagi public –seluruh informasi baik uang tersedia bagi public maupun milik perusahaan Ketiga set informasi di atas dapat mempengaruhi harga saham sebagai berikut : –weak form (bentuk lemah ) disini harga saham pada periode tertentu secara penuh merupakan refleksi dari informasi yang berasal dari harga saham masa lalu. Disini tidak ada strategi dagang berdasarkan siklus harga, pola harga atau peraturan lainnya. –semi strong dimana harga saham secara penuh merupakan gambaran dari seluruh informasi yang tersedia kepada public termasuk harga saham masa lalu, disini tidak ada strategi dagang yang dipakai dalam perdagangan saham –strong form dimana harga saham merupakan gambaran dari seluruh informasi yang ada baik informasi harga saham yang lalu, informasi yang tersedia untuk public dan informasi lainnya seperti informasi dari dalam dan informasi pribadi lainnya

16 krisis akuntansi Walaupun profesi akuntan mengalami perkembangan yang demikian cepat, namun bukan berarti profesi ini tidak menunjukkan hal-hal yang bersifat suram, bahkan dianggap akan mengalami krisis. Akuntansi konvensional sedang menjadi sorotan khususnya ketidakmampuannya memberikan informasi yang relevan pada situasi dimana stable monetary unit tidak berjalan seperti pada masa inflasi.


Download ppt "BAB XIII TREND DALAM AKUNTANSI Pengantar Teori akuntansi merupakan guidance yang mengarahkan perkembangan itu sendiri sehingga tetap berada dalam kerangka."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google