Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sistem Respirasi / Biologi XI IPA SMAN 46 Jakarta.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sistem Respirasi / Biologi XI IPA SMAN 46 Jakarta."— Transcript presentasi:

1

2 Sistem Respirasi / Biologi XI IPA SMAN 46 Jakarta

3  Jaringan kerja neuron yang mengatur mekanisme bernafas pada manusia disebut sebagai pusat pengaturan pernafasan.  Pusat pengaturan pernafasan terletak pada dua tempat dalam otak manusia, yaitu pada pons dan medulla oblongata (sering disebut medulla saja).  Medulla mengatur ritme bernafas sedangkan pons akan mengatur tempo bernafas.

4  Pusat pengaturan pernafasan manusia; pons dan medulla oblongata

5  MEKANISME PERTUKARAN CO 2 dan O 2 Hb + O 2 Hb (O 2 ) 4 O 2 tinggi CO 2 rendah CO 2 tinggi O 2 rendah netral asam

6  Medulla menggunakan pH dari cairan di sekitar jaringan tubuh sebagai indikator kandungan CO 2 dalam darah  CO 2 dalam darah akan berdifusi ke cairan serebrospinal dimana CO 2 akan bereaksi dengan air sehingga akan terbentuk asam karbonat (H 2 CO 3 )  Asam karbonat akan berdisasosiasi menjadi ion bikarbonat (HCO 3 - ) dan ion hidrogen (H + )

7  Reaksi difusi CO 2 dari darah ke cairan tubuh; CO 2 + H 2 O ⇋ H 2 CO 3 ⇋ HCO H +  Peningkatan aktivitas metabolik meningkatkan konsentrasi CO 2 dalam darah sehingga membuat medulla memerintahkan tubuh untuk bernafas dalam dan atau meningkatkan ritme pernafasan.  Mekanisme ini akan tetap dipertahankan hingga kadar pH darah kembali normal.

8  Bagaimana dengan kadar O 2 yang rendah?  Kadar O 2 yang rendah hanya memiliki efek yang kecil ke pusat pengaturan pernafasan  Akan tetapi kadar O 2 yang amat rendah memicu sensor di aorta dan arteri karotid mengirim sinyal ke pusat pengaturan pernafasan sehingga membuat tubuh bernafas dalam dan meningkatkan ritme bernafas

9

10

11  PERNAPASAN DADA. Inhalasi: Terjadi karena kontraksi otot antar tulang rusuk, sehingga tulang rusuk terangkat dan volume rongga dada membesar serta tekanan udara menurun. Ekhalasi: Relaksasi otot antar tulang rusuk, costa menurun, volume kecil, tekanan membesar.

12  PERNAPASAN PERUT. Inhalasi: Terjadi karena kontraksi /relaksasi otot diafragma (datar dan melengkung) Datar: volume rongga dada membesar, paru-paru mengembang tekanan mengecil (inhalasi). Melengkung: volume rongga dada mengecil, paru- paru mengecil, tekanan besar/ekshalasi.

13 Volume statis paru-paru Volume tidal (VT) = jumlah udara yang dihirup dan dihembuskan setiap kali bernafas pada saat istirahat. Volume tidal normal bagi ml. Volume residu (RV) = jumlah gas yang tersisa di paru-paru setelah menghembuskan nafas secara maksimal atau ekspirasi paksa. Nilai normalnya adalah 1200 ml. Kapasitas vital (VC) = jumlah gas yang dapat diekspirasi setelah inspirasi secara maksimal. VC = VT + IRV + ERV (seharusnya 80 % TLC) Besarnya adalah 4800 ml. Kapasitas total paru-paru (TLC) = yaitu jumlah total udara yang dapat dimasukkan ke dlm paru-paru setelah inspirasi maksimal. TLC = VT + IRV + ERV + RV. Besarnya adalah 6000 ml.

14 Kapasitas residu fungsional (FRC) = jumlah gas yang tertinggal di paru-paru setelah ekspirasi volume tidal normal. FRC = ERV + RV. Besarnya berkisar 2400 ml. Kapasitas inspirasi (IC) = jumlah udara maksimal yang dapat diinspirasi setelah ekspirasi normal. IC = VT + IRV. Nilai normalnya sekitar 3600 ml. Volume cadangan inspirasi (IRV) = jumlah udara yang dapat diinspirasi secara paksa sesudah inspirasi volume tidal normal Volume cadangan ekspirasi (ERV) = jumlah udara yang dapat diekspirasi secara paksa sesudah ekspirasi volume tidal normal

15 Kapasitas dan volume statis paru


Download ppt "Sistem Respirasi / Biologi XI IPA SMAN 46 Jakarta."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google