Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

15/04/20151 Teori Perilaku Konsumen Yeni Puspita, SE., ME.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "15/04/20151 Teori Perilaku Konsumen Yeni Puspita, SE., ME."— Transcript presentasi:

1 15/04/20151 Teori Perilaku Konsumen Yeni Puspita, SE., ME

2 Pengertian dan asumsi Bab ini akan menguraikan perilaku konsumen dalam menentukan alokasi sumber daya ekonominya. Tujuan nya adalah kepuasan maksimum Beberapa Pengertian dan asumsi dasar a)Barang (commodity) adalah benda atau jasayang dikonsumsi untuk memperoleh manfaat dan kegunaannya. Barang yang dikonsumsi mempunyai sifat makin banyak dikonsumsi makin besar manfaat yang diperoleh, contohnya: pakaian 15/04/20152

3 b) Utilitas (utility) Adalah manfaat yang diperoleh karena mengkonsumsi barang. Utilitas digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh konsumen. Utilitas Total adalah manfaat total yang diperoleh dari seluruh barang yang dikonsumsi. Utilitas marjinal adalah tambahan manfaat yang diperoleh karena menambah konsumsi sebanyak satu unit barang. c) Hukum Pertambahan Mafaat yang Makin menurun (The Law of Diminishing Marginal Utility) Pada awalnya penambahan konsumsi barang akan memberi tambahan utilitas yang besar, tetapi makin lama pertambahan ini bukan saja makin menurun tapi menjadi negatif. Dalam analisis perilaku konsumen, gejala ini dilihat dari makin menurunnya nilai utilitas marjinal contoh nya: Air 15/04/20153

4 d) Konsistenssi preferensi Berkaitan dengan kemampuan konsumen menyusun prioritas pilihan agar dapat mengambil keputusan. Keputusan konsumen untuk memilih barang A atau B e) Pengetahuan sempurna (Perfect Knowledge) Konsumen diasumsikan memiliki informasi yang sempurna berkaitan dengan keputusan konsumsinya. Mereka mengetahui kualitas barang, kapasitas produksi, tekhnologi yang digunakan dan harga barang di pasar. 15/04/20154

5 Teori kardinal (Cardinal Theory) Menyatakan bahwa kegunaan dapat dihitung secara nominal, sebagaimana kita menghitung berat dengan gram atau kilogram. Tambahan kegunaan dari penambahan satu unit barang yang dikonsumsi disebut utilitas marjinal (MU). Total uang yang harus dikeluarkan untuk konsumsi adalah jumlah unit barang dikalikan harga per unit. Untuk setiap unit tambahan konsumsi, tambahan biaya yang harus dikeluarkan sama dengan harga barang per unit. MU = P Prinsip ini berlaku untuk semua barang, sehingga konsumen akan mecapai kepuasan maksimum pada saat: Mux = Px Dimana:Mux = tambahan kegunaan X Px= harga X 15/04/20155

6 Teori Ordinal (Ordinal theory) Menurut teori ini, kegunaan tidak dapat dihitung, hanya dapat dibandingkan, sebagaimana kita menilai kepandaian dan kecantikan seseorang. Teori ordinal menggunakan kurva indiferrent, adalah kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi dua macam barang yang memberikan tingkat kepuasan yang sama bagi konsumen. U = X. Y Dimana: U = tingkat kepuasan X = konsumsibarang X Y = konsumsi barang Y 15/04/20156

7 Asumsi Kurva Indiferent 1. Semakin jauh kurva indifferent dari titik origin, makin tinggi tingkat kepuasannya. 15/04/20157 Y 0 IC1 IC2 IC3 Himpunan Kurva Indifferent (Peta Indifferent)

8 15/04/20158 Y Y2 Y3 X3X2X1 Y IC X 2. Kurva Indifferent menurun dari kiri ke atas ke kanan bawah (downward sloping) dan cembung ke titik origin (convex to origin) Asumsinya: menggambarkan kelangkaan, yaitu berapa banyak barang Y harus dikorbankan untuk menambah satu unit barang X demi menjaga tingkat kepuasan yang sama Marginal Rate of Substitution (MRS)

9 15/04/20159 Y X 0 B A C IC1 IC2 Y X A B C IC1 IC2 IC3 Kurva Indifferent yang berpotongan Kurva Indifferent yang tidak berpotongan Gambar I : IC1 dan IC2 berpotongan dititik B  IC1 = IC2. Dititik C, IC2 > IC1, padahal di titik A, IC1 > IC2. Keadaan ini tidak sesuai dengan asumsi transitivitas yang mengatakan: Bila A> B dan B>C, maka A >C. Asumsi transivitas hanya terpenuhi bila IC1 dan IC2 tidak saling berpotongan (Gambar 2)

10 15/04/ Garis anggaran (Budget Line) adalah kurva yang menunjukkan kombinasi konsumsi dua barang yag membutuhkan biaya (anggaran) yang sama besar. Misalnya garis anggaran dinotasikan BL, sedangkan harga sebagai P, dan jumlah barang yang dikonsumsi adalah Q BL = Px.Qx + Py.Qy Kurva Garis Anggaran Y X1X3 X2 X Y1 Y2 Y3 BL = Px.Qx+ Py. Qy Kurva Garis Anggaran Kurva Garis Anggaran Px.X1 + Py.Y1 = Px.X2 + Py. Y2 = Px.X3 + Py. Y3

11 Perubahan Harga Barang dan pendapatan Perubahan harga dan pendapatan akan mempengaruhi daya beli, diukur dari besarnya luas segitiga yang dibatasi garis anggaran. Diagram dibawah menunjukkan bila pendapatan meningkat berarti daya beli meningkat, sehingga kurva garis anggaran bergeser sejajar ke kanan, sebaliknya 15/04/ Y X X BL3 BL2 BL1 Harga X turun Harga X naik BL3 BL1 BL2 Y Pendapatan nominal naik Pendapatan nominal turun Pengaruh perubahan harga thd garis anggaran Pengaruh perubahan pendapatan thd garis anggaran

12 Keseimbangan konsumen Kondisi keseimbangan adalah kondisi dimana konsumen telah mengalokasikan seluruh pendapatannya untuk konsumsi. Uang yang ada dipakai untuk mencapai kepuasan tertinggi, atau tingkat kepuasan tertentu dapat dicapai dengan anggaran paling minim. Secara grafis kondisi keseimbangan tercapai pada saat kurva garis anggaran bersinggungan dengan kurva indifferent Kurva (a) dibawah menggambarkan maksimalisasi kepuasan. Kemmapuan yang dimiliki adalah BL1, karena itu tingkat kepuasan tertinggi yang dapat diperoleh adalah di titik E, tempat persinggungan antara BL1 dan IC2. pada saat itu kombinasi konsumsi adalah 0X1 unit barang X dan 0Y1 unit barang Y. Kurva IC1 bukan kurva yang memberikan tingkat kepuasan maksimum, karena dapat dijangkau dengan anggaran yang lebih rendah daripada BL1, yaitu BL2. kurva IC3 walaupun lebih tinggi daripada IC2 tidak terjangkau karena kemampuan yang ada. 15/04/201512

13 Kurva (b) menggambarkan minimalisasi biaya. Tingkat kepuasan yang ingin dicapai adalah IC 1, yang dapat dicapai dengan anggaran minimum sebesar BL 2, dengan kombinasi konsumsi 0X 1 unit barang X dan 0Y 1 unit barang Y. BL 1 walaupun lebih rendah daripada BL 2 bukan biaya minimum karena tidak dapat dapat menjangkau target IC 1. sementara dengan BL 3 konsumen dapat mencapai tingkat kepuasan yang lebih tinggi daripada IC 1. keseimbangan konsumen berada di titik E 15/04/201513

14 15/04/ Y1 X Maksimalisasi Kepuasan dan Mnimalisasi Biaya E BL2BL1 Y X1 BL2BL1 X IC3 IC2 IC1 0 E Y X1 Y1 IC1 BL3 0 (a) Maksimalisasi Kepuasan (b) Minimalisasi Biaya

15 Reaksi terhadap Perubahan Harga Keseimbangan yang dicapai dapat berubah karena pendapatan nyata berubah. Jika pendapatan nyata meningkat konsumen dapat menaikkan tingkat kepuasannya. Sebaliknya bila pendapatan nyata menurun, dengan terpaksa konsumen menurunkan tingkat kepuasannya, disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang menurun, salah satu faktor yang dapat mengubah pendapatan nyata adalah perubahan harga barang 15/04/201515

16 1. Kurva Harga Konsumsi (Price Consumption Curve) Perubahan harga salah satu barang menyebabkan rasio harga berubah. Akibatnya barang yang harganya turun atau naik menjadi relatif lebih murah atau mahal dibanding barang lainnya. Perubahan ini menyebabkan pendapatan nyata berubah walaupun pendapata nominal tetap. Jumlah barang yang dikonsumsi berubah karena tingkat keseimbangan konsumen berubah. Perubahan diatas dapat digambarkan kurva yang disebut Kurva Harga Konsumsi (Price Cunsumption Curve/ PCC), dapat didefiniskan sebagai tempat kedudukan titik keseimbangan konsumen pada berbagai rasio hargasebagai akibat perubahan harga suatu barang dimana pendapatan nominalnya tetap 15/04/201516

17 Kurva dibawah menunjukkan bahwa keseimbangan awal terjadi di titik A. Bila harga barang X turun, maka kemampuan untuk membeli barang X meningkat dari jumlah anggaran yang tetap, ditunjukkan oleh garis anggaran bergeser ke BL2 dan BL3. keseimbangan pun berubah dari titik A ke titik B dan titik C. Demikian hal nya dengan kombinasi konsumsi. Jika titik keseimbangan tersebut dihubungkan maka terbentuklah sebuah garis, yaitu kurva PCC 15/04/201517

18 15/04/ Y X A B C BL 1 BL 2 BL 3 X1X3X2 IC1 IC2 IC3 PCC 0 Kurva Harga Konsumsi (Price Consumption Curve)

19 2. Penurunan Harga Permintaan Kurva permintaan ini diturunkan dalam batasan tiga asumsi: 1.Konsumen berada pada posisi seimbang 2.Pendapatan nominal tidak berubah 3.Harga nominal barang lain tidak berubah Kurva dibawah menunjukkan bahwa pada saat harga barag X makin murah (P3 OX2>OX1). Hal ini sesuai dengan hukum permintaan individu (individual demand curve) 15/04/201519

20 15/04/ Harga X X3X2X1 0 P1 P2 P3 D Menurunkan Kurva Permintaan

21 3. Permintaan individu dan permintaan pasar Permintaan pasar adalah jumlah permintaan individu yang ada di pasar. Misalnya julmah konsumen di dalam pasar barang X hanya dua, yaitu A dan B yang mencerminkan oleh kurva permintaan Da dan Db (perhatikan gambar dibawah) diperoleh dengan cara menjumlahkan secara horizontal Da dan Db Pada Harga P0, permintan A adalah A0 dan permintaan B adalah B0. sehingga permintaan total adalah A0+B0 sama dengan T0. ketika harga menjadi P1, permintaan A adalah A1, permintaan B adalah B1, permintaan total T1. pada harga P2 permintaan A sama dengan nol, permintaan B adalah B2, permintaan total T2. pada harga P3 permintaan A dan B masing-masing sama dengan nol, sehingga permintaan total sama dengan nol 15/04/201521

22 Da B1 B2 P2 P1 15/04/ Harga XX Dt P1 P2 P3 0A0B0 A1 Db P3 0 T2T1T0 P0 Permintaan Pasar

23 Reaksi terhadap Perubahan pendapatan nominal 1.) Kurva pendapatan - konsumsi (Income Consumption Curve) Jika titik keseimbangan tersebut di atas kita hubungkan maka terbentuk kurva pendapatan konsumsi (Income Consumption Curve /ICC), seperti pda gambar dibawah. ICC dapat didefinisikan sebagai tempat kedudukan titik keseimbangan konsumen pada berbagai tingkat pendapatan nominal. Dimana harga nominal barang tidak berubah. Kemiringan ICC adalah positif, karena umumnya permintaan terhadap suatu barang meningkat bila pendapatan meningkat (barang normal). Sudut kemiringan ICC dapat memberikan indikasi apakah suatu barang merupakan barang kebutuhan pokok atau barang mewah, 15/04/201523

24 IC2 IC1 15/04/ Y X ICC BL 3 BL 2 Bl 1 IC3 0 Kurva Pendapatan Konsumsi (Income Consumtion Curve)

25 2. Kurva Engel (Engel Curve) Klarifikasi lebih jelas untuk mengetahui apakah suatu barang merupakan barang kebutuhan pokok atau barang mewah, dilakukan dengan menggunakan kurva engel (engel curve), yang melihat tingkat pendapatan dengan tingkat konsumsi 15/04/ Jumlah X Pendapatan (M) X2 X1 M1M2 X2 X1 M1M2 Pendapatan (M) Jumlah X Barang kebutuhan PokokBarang Mewah

26 Kurva diatas (a) adalah kurva engel untuk barang kebutuhan pokok, seperti bahan makanan pokok, perubahan pendapatan nominal tidak berpengaruh banyak terhadap permintaan. Bahkan jika pendapatan terus meningkat, permintaan terhadap barang tersebut perubahannya makin kecil dibanding dibanding perubahan pendapatan. Kurva (b) kurva engel untuk barang mewah, kenaikan permintaan terhadap barang tersebut lebih besar dibandingkan dengan kenaikan pendapatan, atau dapat dikatakan bahwa permintaan terhadap barang mewah mempunyai derajad elastisitas yang besar 15/04/201526

27 Efek subsitusi dan efek pendapatan Jika harga barang turun ada dua komponen yang dipengaruhi: 1)Harga relatif barang menjadi murah sehingga bila konsumen bergerak pada tingkat kepuasan yang sama dan pendapatan nyata dianggap tetap maka konsumen akan menambah jumlah konsumsi barang yang harganya menjadi relatif lebih murahdan mengurangi jumlah konsumsi barang yang harganya menjadi relatif mahal  efek subsitusi 15/04/201527

28 2) Pendapatan nyata berubah menyebabkan jumlah permintaan berubah. Jika perubahan ini dilihat dari sisi barang lain dan pendapatan nomilan dianggap tetap, kita akan melihat efek pendapatan (income effect). Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut: 15/04/201528

29 15/04/ Y BL3BL1 0 X2X1X3 BL2 X IC1 IC2 C A B Efek Subsitusi dan Efek Pendapatan Kasus Harga Turun

30 Efek Total Turunnya harga barang X telah menyebabkan keseimbangan konsumen bergeser dari titik A ke C. Karena kemampuan meningkat dari BL1 ke BL3. Jumlah X yang diminta bertambah dari 0X1 ke 0X3. Pertambahan jumlah yang diminta sebesar X1X3 unit, merupakan efek total (penjumlahan efek subsitusi) Efek Subsitusi Turunnya harga X membuat harga X relatif lebih murah daripada harga Y. Jika konsumen diminta melakukan penyesuaian keseimbangan pada tingkat kepuasan yang sama (IC1) dengan pendapatan nyata tetap, maka titik keseimbangan tercapai dititik B, yaitu persinggungan antara IC1 dan BL2. BL2 merupakan garis anggaran yang sama nilainya dengan BL1, namun kemiringannya berbedasesuai dengan rasio harga BL2. jumlah X yang diminta menjadi 0X2 (karena harga X sekarang relatif lebih murah), pertambahan permintaan terhadap X sebesar X1X2 merupakan efek subsitusi 15/04/ Efek pendapatan Pertambahan jumlah X yang diminta sebesar X2X3 merupakan efek pendapatan. Sebab jika pendapatan nominal naik (BL2 terputus-putus digeser sejajar ke atas, BL3 menyinggung IC2) jumlah X yang diminta bertambah sebanyak X2X3 unit. Efek total = efek Subsitusi + efek pendapatan X1X3 = X1X2 + X2X3

31 Bagaimana Jika Harga Naik? 15/04/ Y C BL 3 IC2 BL2 X X1X2X3 A B IC1 Efek Subsitusi dan Efek Pendapatan Kasus Harga Naik

32 Efek total dari kenaikan harga X adalah penurunan permintaan sebesar 0X 1 – 0X 3. Jika konsumen harus melakukan penyesuaian keseimbangan dengan asumsi tingkat pendapatan dan tingkat kepuasan adalah sama seperti pada kondisi awal (IC 1 ), maka keseimbangan konsumen tercapai di titik B yang merupakan persinggungan BL 2 (garis putus-putus) dengan IC 1. perubahan rasio harga (harga relatif) telah mengurangi jumlah X yang diminta sebanyak X 1 X 2. Ini merupakan efek subsitusi. Sedangkan penurunan pendapatan nominal (yang disebabkan kenaikan harga X) telah menurunkan jumlah X yang diminta sebesar X 2 X 3, ini merupakan efek pendapatan. 15/04/201532

33 15/04/201533


Download ppt "15/04/20151 Teori Perilaku Konsumen Yeni Puspita, SE., ME."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google