Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

FUNGSI SEBAGAI PENGAMAN UTAMA ATAU CADANGAN UNTUK GANGGUAN HUBUNG SINGKAT FASA – FASA FASA – TANAH APLIKASI PENGAMAN UTAMA JTM ( DISTRIBUSI ) GENERATOR.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "FUNGSI SEBAGAI PENGAMAN UTAMA ATAU CADANGAN UNTUK GANGGUAN HUBUNG SINGKAT FASA – FASA FASA – TANAH APLIKASI PENGAMAN UTAMA JTM ( DISTRIBUSI ) GENERATOR."— Transcript presentasi:

1

2 FUNGSI SEBAGAI PENGAMAN UTAMA ATAU CADANGAN UNTUK GANGGUAN HUBUNG SINGKAT FASA – FASA FASA – TANAH APLIKASI PENGAMAN UTAMA JTM ( DISTRIBUSI ) GENERATOR ( Kapasitas kecil ) TRAFO DAYA ( Kapasitas kecil ) MOTOR MOTOR BESAR SEBAGAI PENGAMAN CADANGAN

3 PENGERTIAN RELAI ARUS LEBIH SUATU RELAI YANG BEKERJANYA BERDASARKAN ADANYA KENAIKAN ARUS YANG MELAMPAUI NILAI SETTINGNYA.

4 JENIS RELAI ARUS LEBIH NON DIRECTIONAL DIRECTIONAL KONTROL TEGANGAN PENAHAN TEGANGAN

5 ARAH 1. TIDAK BERARAH ( NON DIRECTIONAL ) 2. BERARAH ( DIRECTIONAL ARUS – WAKTU 1. TANPA TUNDA ( MOMENT = INSTANT ) 2. TUNDA WAKTU ( TIME DELAY ) # DEFINITE ( TERTENTU ) = INDEPENDEN # INVERSE ( I – t BERBANDING TERBALIK ) = DEPENDEN SI / NI = Standard / Normal Iverse VI = Very Inverse EI = Exteremely Inverse LTI = Long Time Invers

6 I KARAKTERISTIK INSTANT = MOMENT

7 t I KARAKTERISTIK TUNDA WAKTU TERTENTU ( DEFINITE TIME )

8 KARAKTERISTIK TUNDA WAKTU INVERSE INVERSE KURVA (TMS / Td )

9 t I KARAKTERISTIK KOMBINASI INSTANT DENGAN TUNDA WAKTU TERTENTU (DEFINITE TIME )

10 t I KARAKTERISTIK KOMBINASI INSTANT DENGAN TUNDA WAKTU INVERSE

11 PEGAS KONTAK SETTING Faktor Pabrik PLUNGER BELITAN INTI LUAR TIPE PLUNGER Fe = GAYA ELEKTROMEKANIK Fp = GAYA PEGAS Fe < Fp DROP OFF Fe > Fp PICK UP Fe Fp

12 PIRINGAN KUMPARAN LAGGING KUMPARAN UTAMA TIPE KWH I Is Mempunyai karakteristik Inverse

13 TAP / PLUG SETING KUMPARAN UTAMA TAP SETTING ARUS DARI CT TIME DIAL SETTING SETTING ARUS DAN WAKTU KONTAK DIAM KONTAK GERAK DENGAN MENGATUR JARAK KONTAK

14 R RECTIFIER SETTING I A CT LEVEL DETECTOR RELAI BANTU SUPLAI DC TIPE RELAI STATIK

15 MAX I GATE & RECT. F CS LD 1 T LD 2 RL 1 RF LD 3 3 RL Is INSTANT Is FILTER CURVE SHAPER LD = LEVEL DETECTOR T = TIMER R = REGULATOR Ia Ib Ic SETTING INSTANT BLOK DIAGRAM RELAI ARUS LEBIH STATIK IBA DOC

16 0.2/ /00.4/0 0.8/00.4/0 A/D OUTPUT DRIVER MICRO COMPUTER 16/0 8//0 4//0 2/0 1/0 0.4/0 0.2/0 0.1/0 0.05/0 0.05/0.025 CURVE SELECT SWITCH HIGH SET SWITH SETTING TMS SWITH SETTING TIME HS HS OUTPUT RELAY TIME / CURRENT OUTPUT RELAY FULLWAVE RECTIFIER INTERPOSSING CT INPUT CURRENT SETTING STATIC OVER CURRENT RELAY MCGG IBA DOC

17 RELAI OCR / GFR TIPE MCGG 82 IBA DOC

18 PRINSIP/CARA SETTING OCR # Iset Tunda waktu ( I > /Io>) * Is = k In In = Arus Nominal k = Faktor pabrik ( 1 s/d 2 ) atau 0,05 s/d 2,4 dengan step 0.05 * Plug Setting * Numeric IBA DOC

19 # Waktu kerja (t> / to> ) * Definite ( Langsung atau dengan Tms ) * Inverse ( Td atau Tms dan Mps = I / Is ) Tms ( td ) x Is Mps = 4 x Is t tk Td = Time dial setting Tms = Time multiple seting Mps = Multiple plug setting …. X Is IBA DOC 1,0 0,6 tk

20 # Is instant /moment ( I>> / Io>> ) * Is instant = k In atau k Is In = Arus Nominal Is = Arus setting tunda waktu k = Faktor pabrik * Plug setting * Numeric IBA DOC

21 @ SETTING ARUS OCR /GFR DENGAN TUNDA WAKTU ARUS SETTING ARUS NOMINAL RELAI FAKTOR PABRIK IBA DOC CONTOH CARA SETTING DENGAN MENGGUNAKAN OCR / GFR TIPE MCGG82

22 # MISAL ARUS SETTING Is = 6 A. Is = 1.2 In POSISI SAKLAR : Is = ( ) x 5A = 1,2 x 5A = 6 A IBA DOC

23 PEMILIHAN KARAKTERISTIK SIVIEILTID2D4D TRIP TEST : CURVA SI : IBA DOC

24 KURVA / STANDARD / NORMAL INVERSE ( SI VERY INVERSE ( VI EXTREMELY INVERSE ( EI LONG TIME INVERSE ( LTI ) IBA DOC

25 SETTING WAKTU MISAL : KARAKTERISTIK EI ARUS GANGGUAN 3 x Is ( I = 3 ) WAKTU KERJA = 1 DETIK PEMILIHAN TMS : POSISI SAKLAR0,0250,05 0,1 0,2 0, IBA DOC

26 SETTING INSTANT POSISI SAKLAR IBA DOC

27 X P1 P2 50 / 51 51N 300/5A 10P15 30VA 20KV DATA SETTING I> = 5A; Io> = 1A ; I>> = 35A t>=0,5 detik ;to>=0,5 detik Karakteristik tunda waktu = SI F Ihs3f=3300A Ihs2f=2000A Ihs!f= 210A In relai = 5A Io>> tdk aktip

28 TMS SETTING INST SETTING CURVE SELECTION Is < < < < < < INPUT CIRCUIT Ph CURRENT SETTING Ph TMS SETTING INST SETTING CURVE SELECTION Is < < < < < < INPUT CIRCUIT Ph CURRENT SETTING Ph TMS SETTING INST SETTING CURVE SELECTION Is < < < < < < INPUT CIRCUIT Ph CURRENT SETTING Ph TMS SETTING INST SETTING CURVE SELECTION Is < < < < < < INPUT CIRCUIT E/F CURRENT SETTING E/F OUTPUT CIRCUIT Ph OUTPUT CIRCUIT E/F POWER SUPPLY CIRCUIT TIME DELAY TRIP INST TRIP TIME DELAY TRIP INST TRIP TIME DELAY TRIP INST TRIP TIME DELAY TRIP INDICATOR RESET RL 1-1 RL RL 2-1 RL 2-2 RL 3-1 RL RL 4-1 RL Vx PHASE FAULT TIME DELAYED TRIP OUTPUT CONTACT PHASE FAULT INSTATANEOUS TRIP OUTPUT CONTACT EARTH FAULT INSTATANEOUS TRIP OUTPUT CONTACT EARTH FAULT TIME DELAYED TRIP OUTPUT CONTACT MCGG 82

29 R S T E CT P1 P2 S1 S2 OCR GFROCR SAMBUNGAN ( WIRING ) PMT IBA DOC Diagram AC Sambungan tipe 3 OCR + 1 GFR

30 R T E PMT CT P1 P2 S1 S2 OCR GFR IBA DOC Sambungan tipe 2 OCR + 1 GFR Diagram AC

31 PENGUJIAN RELAI ARUS LEBIH 1.PENGUJIAN INDIVIDUAL MENGUJI INDIVIDU RELAI ITU SENDIRI, UNTUK MENGETAHUI APAKAH MASIH DALAM KEADAAN STANDAR ATAU TIDAK 2.PENGUJIAN FUNGSI MENGUJI FUNGSI DARI SISTEM PROTEKSI SECARAKESELURUHANAPAKAH MASIH BERFUNGSI ATAU TIDAK

32 PENGUJIAN INDIVIDUAL HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN : 1.CARA SETTING 2.INTERNAL DIAGRAM RELAI 3.ALAT UJI / RANGKAIAN PENGUJIAN 4.ITEM PENGUJIAN 5.PROSEDUR PENGUJIAN 6.HASIL UJI DAN KESIMPULAN

33 JENIS / ITEM PENGUJIN 1.ARUS PICK UP DAN ARUS DROP OFF SERTA RASIO ARUS PICK UP DENGAN DROP OFF 2.KARAKTERISTIK ARUS – WAKTU 3.KARAKTERISTIK INSTANTANEOUS

34 1.ARUS PICK UP [ ARUS AWAL / MULA ] ARUS MINIMUM YANG MENYEBABKAN RELAI BEKERJA 2. ARUS DROP OFF [RESET/ KEMBALI ] ARUS MAKSIMUM YANG MENYEBABKAN RELAI TIDAK BEKERJA. 3. RASIO ARUS PICK UP DENGAN DROP OFF I t I pick up I reset I beban t gangguan

35 PENGUJIAN INDIVIDUAL RELAI ARUS LEBIH A 220 Vac TIMER STARTSTOP R TRAFO ISOLASISLIDE RANGKAIAN PENGUJIAN Vdc

36 PORTABLE TEST SET RELAY TIPE TPR 22 CV

37

38 IBA DOC RELAI OCR / GFR MCGG 82 ALAT UJI XS92a ABB HAND TERMINAL RANGKAIAN PENGUJIAN RELAI OCR / GFR TIPE MCGG 82 PENGUJIAN RELAI OCR /GFR MCGG t > t >> to> to >> + - Vx

39 (+) (-) KONTAK OCR/GFR RELAI BANTU RE 1 RE 2 RELAI BANTU RE 3 ALARM TRIP PMT DIAGRAM KONTROL DC PROTEKSI OCR/GFR

40 (+) RESET TEST LAMP RELAI BANTU RE LAMPU SIGNAL KONTAK RELAI DIAGRAM SIGNALISASI

41 x Q1 630A MWH A TO METERING REMOTE CONTROL PANEL V F3 MVTR – 400/ 1A,30VA,10P – 400/ 1A,15VA,0,5 T1-3 Q2 HL1-3 0,3A fu1-3 S6 P2 P3-1P3-2 OUTIN x5 x3 x4 F2F1 MCGG22 50G/51G MCGG52 50 / 51 50G/51G T5T5 T5 20KV/V3 100V/V3 125VA,CL 1,0 3PH,20KV,2500A,50Hz,25KA,3Sec Grounding Neutral Bar 2000a SINGLE LINE DIAGRAM FEEDER SCHEMATIC TYPE C2 LEGEN F1 F2 F3 PL1-3 P2 P31-2 S6 X3-X4 X5 HL1-3 Over Current & Earth Fault Relay Grounding Phase Detecting Relay Auto Recloser Relay Ammeter double scale 0 – 200/400/1A KV meter 20KV / 100V MWHmeter In - Out Selector Switch Volt 4 Position Current Test Blick Potential Test Block Neon Voltage Indicator SYMBOL PL1-3

42 I >> I > Io >> Io > Io >> Io > VDC +T -T MCGG52MCGG22 F1 F2 X4 TLB XB3 TERMINAL P1 L1L2L3 P1 2S3 2S1 2S2 2S1 2S3 2S1 2S2 2S3 T3 T1 T2 POWER CIRCUIT PROTECTION FEEDER SCHEMATIC 200 – 400 / 1A 30VA,10P20

43 X M LOCALREMOTE CLOSEOPEN 0 CB S8 S3 +C +T M N -T - C Q1 KN YL YB OPEN CLOSE K4 15/8 CLOSE OPEN FROM RCP PANEL 3 4 K3 15/ F2F1 F FROM BUCHOLZ TRIPPING ORDER FACILITY CIRCUIT BREAKER CONTROL FEEDER SCHEMATIC 1 2 S1 7/4 S1 7/4 5 6

44 IBA 2006 I >> I > Io >> Io > Io >> Io > VDC +T -T MCGG52MCGG22 F1 F2 X4 TLB XB3 TERMINAL P1 L1L2L3 P1 2S3 2S1 2S2 2S1 2S3 2S1 2S2 2S3 T3 T1 T2 200 – 400 / 1A 30VA,10P20 TEST SET INJEKSI SEKUNDER RANGKAIAN PENGUJIAN FUNGSI

45 SETTING OCR GANGGUAN FASA – FASA [ TUNDA WAKTU

46 KOORDINASI OCR # DEFINITE TIME ABC t I 0,3 det 0,8 det 1,3 det

47 KOORDINASI OCR # INVERSE TIME ABC t I TMS A TMS BTMS C SETING WAKTU DENGAN PEMILIHAN TD / TMS TD = TIME DIAL TMA = TIME MULTIPLE SETTING

48 SETTING ELEMEN INSTANTANEOUS DIMAKSUDKAN UNTUK GANGGUAN 3 FASA,TETAPI HARUS MEMPERHATIKAN ARUS KETAHANAN KABEL. SETTING INSTANT

49 KOORDINASI OCR # INSTANTANEOUS ABC

50 KOORDINASI DARI RELAI KOMBINASI TUNDA WAKTU DENGAN INSTANT / ABC t I TMS A TMS BTMS C t I t A t B t C t INST

51 SETTING GFR [RELAI GANGGUAN TANAH ] PERLU DIPERHATIKAN ; 1.SISTEM PENTANAHAN TITIK NETRAL 2.BESARNYA ARUS HUBUNG SINGKAT SATU FASA KE TANAH. 3.ARUS KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN 4.ARUS KAPASITANSI JARINGAN.

52 SISTEM PENTANAHAN DENGAN TAHANAN RENDAH 3PADA SKTM SPINDEL BATAS MINIMUM ADALAH RELAI PADA SALURAN YANG SEHAT TIDAK BOLEH BEKERJA OLEH ARUS KAPASITANSI # PADA SUTM SAMA SEPERTI DI SKTM

53 @ SISTEM PENTANAHAN LANGSUNG [ SOLID ] KARENA ARUS GANGGUAN BESAR, KRITERIA SETTINGNYA SEPERTI PADA RELAI PENGAMAN ANTAR FASA. TETAPI BATAS MINIMUMNYA LEBIH KECIL DARI ARUS BEBAN, TETAPI LEBIH BESAR DARI ARUS KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN.

54 @ SISTEM MENGAMBANG 1.RELAI TEGANGAN NOL RELAI INI TIDAK BOLEH BEKERJA BILA TERJADI PERGESERAN TEGANGAN NOMINAL 2.RELAI GANGGUAN TANAH BERARAH [ DIRECTONAL GFR SISTEM PENTANAHAN DENGAN TAHANAN TINGGI RELAI YANG DIGUNAKAN ADALAH DGFR. RELAI OCR SEBAGAI GFR TIDAK DAPAT DIPAKAI. KARENA ARUS GANGGUAN SATU FASA KETANAH LEBIH KECIL DARI ARUS KAPASITANSI.

55 PORTABLE TEST SET RELAY TIPE TPR 22 CV

56 220 VVOLTMETER CT SEC C2C1C0P1P2T1T212 MAKE BREAK OFF TIME LAMP A SELECTOR POWER ON OFF FAULT ON B B A OCR UCR OVR UVR OTHER RELAY TEST CONDITION MINMAXMINMAX OFF1 A 5 A 10 A 75 V 300V 150V B SELECTOR A VA ON OFF EXT INT A B C E/F MCGG 82 OCR / GFR YANG DIUJI RANGKAIAN PENGUJIAN OCR/GFR DENGAN ALAT UJI TPR 22 CV

57 IBA DOC RELAI OCR / GFR MCGG 82 ALAT UJI XS92a ABB HAND TERMINAL RANGKAIAN PENGUJIAN RELAI OCR / GFR TIPE MCGG 82 PENGUJIAN RELAI OCR /GFR MCGG t > t >> to> to >> + - Vx

58 PROSEDUR PENGUJIAN PARAMETER FR = 50 DFR= 0 DF = 0 FC = SESUAI JENIS GANGGUAN SQ = PU / DROP A = SQ = 2 IRA = 0 A = 0 TO = 100 AUTO TL = 100 SQ = 1F0 TF = > t set A = 1 IN1 = 1 IN2 = 0 OU1= 0/1 OU2= 0 TI = 2 TT = 0 MOD= UI MT = 1 OP = 0 UI U = 57 V I =... A PHI= 90 DU = 0 DI = 0,01 DPH=0 LUH = 220 LUL = 0 LIH = 20A LIL = 0 LPI =359 LPO = 0 UJI PU / DROP OFF START + / - Sambungan ke kontak dilepas Uji waktu kerja [ sambungan ke kontak dipakai] START + 0 2X ENTER

59 FC = CODE GANGGUAN 111 = R KE E 112 = S KE E 113 = T KE E 121 = GANGGUAN R S 122 = GANGGUAN ST 123 = GANGGUAN TR

60 I>/In RESET STEP PROGRAM t> [s] k I>>/In t>> [s] k Io>/In to> [s] ko Io>>/In to>> [s] ko SGB SGF SGR TRIP SPAJ 140 C V dc/ac V dc L1L2L3Io IRF OPER. IND 1. I> start 2. I> trip 3. I>> start 4. I>> trip 5. Io> start 6. Io> trip 7. Io>> start 8. Io>> trip 9. CBF REGISTER 1. IL1/In 2. IL2/In 3. IL3/In 4. Imax 5. t(I>)[%] 6. t(I>>) [%] 7. Io/In 8. t(I0>) [%] 9. t(Io>>)[%]

61 KETERANGAN GAMBAR : 1. Lampu indikator Phase yang terganggu. L1 menyala artinya phase R terganggu L2 menyala artinya phase S terganggu L3 menyala artinya phase T terganggu Io menyala artinya ada gangguan tanah. 2. Display Monitor : untuk indikator besarnya setting arus ; waktu dan indikator kerja. **** Display Indikator besarnya arus sekunder ( I>, I>>, Io>, Io>> ) serta setting waktu ( t> / k>, t>> / k>>, to> / ko >, to>> / ko >> ) Untuk melihat setting tekan tombol (3) akan Muncul indikator besarnya setting. Display indikator kerja, bila indikator muncul angka sbb : 1.I> start ( OCR ) 2.I> trip ( OCR ) 3.I>> start OCR Moment / Instant ) 4.I>> trip ( OCR Moment / Instant ) 5.Io> start ( GFR ) 6.Io> trip ( GFR ) 7.Io>> start ( GFR Moment / Instant ) 8.Io>> trip ( GFR Moment / Instant )

62 3. Tombol Reset / Step a. berfungsi sebagai reset indikator kerja relai. b. berfungsi sebagai perubah step setting arus dan waktu bila difungsikan. 4. Tombol Program berfungsi untuk memprogram setting arus dan waktu sesuai setting yang diinginkan. 5. Lampu indikator trip ( warna merah ) Bila relai merasakan arus gangguan sampai t set ( setting waktu relai ) tercapai. Maka lampu indikator 5) akan menyala. 6. Lampu indikator setting arus dan waktu yang diinginkan. 7. Keterangan dari Display indikator kerja relai 2). 8. Lampu indikator untuk menunjukan bahwa tegangan dc di relai telah tersedia.

63 Internal diagram relai OCR / GFR SPAJ 140 C

64 CONTROL SIGNAL ANTAR MODUL SPAJ 140 C TRIP

65 CEK MULA OCR/GFR SPAJ 140 C 1. Setelah relai disambung ke Aux. supply dc, melalui terminal relai nomer 61 [+] dan 60 [-], sesaat kemudian lampu indikator U aux. menyala dan display menyala per segmentnya, kemudian display akan padam. 2. Kemudian cek lampu indikator Trip, caranya sebagai berikut : # tekan tombol push botton STEP RESET sehingga display menunjuk seperti gambar di bawah ini. STEP RESET n x 1s 0000 # kemudian tekan push botton PROGRAM kira kira 5 detik sampai display menunjuk seperti gambar dibawah ini. PROGRAM 5s I>/In t> [s] k I>>/In t>> [s] k Io>/In to> [s] ko Io>>/In to>> [s] ko SGB SGF SGR TRIP

66 PROGRAM 1s # kemudian tekan tombol push botton PROGRAM kira kira 1 detik sampai display menunjuk seperti gambar dibawah ini ( lampu indikator t>, t>>, to>, to>> menyala ) # kemudian tekan tombol push botton STEP/RESET dan PROGRAM secara bersamaan,maka lampu indikator TRIP akan menyala dan display menunujuk seperti dibawah ini ( berarti oke ) PROGRAM RESET STEP 1s I>/In t> [s] k I>>/In t>> [s] k Io>/In to> [s] ko Io>>/In to>> [s] ko SGB SGF SGR TRIP RESET STEP PROGRAM I>/In t> [s] k I>>/In t>> [s] k Io>/In to> [s] ko Io>>/In to>> [s] ko SGB SGF SGR TRIP RESET STEP PROGRAM

67 3. Dengan kondisi display seperti dibawah, kemudian tekan tombol push botton RESET / STEP maka lampu indikator IRF akan menyala. RESET STEP 1s I>/In t> [s] k I>>/In t>> [s] k Io>/In to> [s] ko Io>>/In to>> [s] ko SGB SGF SGR TRIP RESET STEP PROGRAM IRF

68 PROGRAM SWITCH GROUP SGF, SGB, SGR 1.SGF (Switch Group for Function) SGF terbagi atas dua bagian yaitu : 1.1. SGF SGF SGF1 terbagi atas 8 bagian sebagai berikut : SGF1/1 SGF1/2 SGF1/3 SGF1/1 SGF1/2 SGF1/3 Mode operasi Karakteristik definite time 0,05 ….. 300s IDMT Extremely inverse idem Very inverse idem Normal inverse idem Long time inverse idem karakteristik R I idem karakteristik RX1DG tidak digunakan Dipakai untuk menentukan / memilih karakteristik kerja dari I > yang diinginkan

69 SGF1/4 dipakai sebagai Breaker Faillure Protection (CBF) atau tidak SGF1/5 dipakai untuk melipat gandaka nilai setting I >> secara otomatis bila dipasang pada level inrush current. SGF1/6 SGF1/7 SGF1/8 Dipakai untuk memilih karakteristik kerja dari Io> yang diinginkan. SGF1/1 SGF1/2 SGF1/3 Mode operasi Karakteristik definite time 0,05 ….. 300s IDMT Extremely inverse idem Very inverse idem Normal inverse idem Long time inverse idem karakteristik R I idem karakteristik RX1DG tidak digunakan

70 1.2. SGF2 terbagi atas 8 bagian sebagai berikut : SGF2/1 SGF2/2 SGF2/3 SGF2/4 SGF 2/5 dipakai untuk mengaktipkan atau tidak arus Moment ( I>> ) SGF2/6 dipakai untuk mengaktipkan atau tidak arus Moment gangguan tanah ( Io>> ) SGF2/7 dipakai untuk mengaktipkan atau tidak recloser (bila diperlukan, input dari signal starting I> / I>> ). SGF2/8 dipakai untuk mengaktipkan atau tidak recloser ( bila diperlukan, input dari signal starting Io> / Io>> ). Dipakai untuk mereset secara manual atau otomati Dari indikator starting I > / I>> / Io> /Io>>.

71 2. SGB ( Switch Group for Blocking ) SGB1/1 SGB1/2 SGB1/3 SGB1/4 SGB1/5 saklar ini memungkinkan merubah dari setting utama ke setting ke dua dan sebaliknya tanpa komunikasi, menggunakan input signal external control BS SGB1/6 untuk memilih sebuah penghalang untuk signal tripping TS2 untuk gangguan phase. SGB1/7 untuk memilih sebuah penghalang untuk signal tripping TS2 untuk gangguan tanah. SGB1/8 Resetting secara remote ( jarak jauh ) sebuah penghalang output relai. Dipilih bila external control signal BS digunakan untuk memblokir satu atau lebih dari tingkatan arus dari modul.

72 3. SGR (Switch Group for Relay Configuration) SGR ini terbagi ke dalam 3 bagian yaitu : 3.1. SGR SGR2 (stage – 2 ) 3,3. SGR SGR1 Saklar ini digunakan untuk memilih tingkatan proteksi yang dibawa ke output signal starting SS1 dan output signal tripping TS2. SGR1 ini terbagi atas : SGR1/1 untuk signal starting tingkat I> disambung ke SS1 ( terminal relai nomer 77 – 78 ). SGR1/2 untuk signal tripping tingkat I> disambung ke TS2 ( terminal relai nomer 65 – 66 ). SGR1/3 untuk signal atarting tingkat I>> disambung ke SS1 ( terminal 77 – 78 ). SGR1/4 untuk signal tripping tingkat I>> disambung ke TS2 ( terminal 65 – 66 ). SGR1/5 untuk signal starting tingkat Io> disambung ke SS1 ( terminal 77 – 78 ). SGR1/6 untuk signal tripping tingkat Io> disambung ke TS2 ( terminal 65 – 66 ). SGR1/7 untuk signal starting tingkat Io>> disambung ke SS1 ( terminal 77 – 78 ). SGR 1/8 untuk signal tripping tingkat Io>> disambung ke TS2 ( terminal 65 – 66 ).

73 3.2. SGR2 Saklar ini dipakai untuk konfigurasi signal tripping tingkat proteksi yang berbeda. Mempunyai dua output SS2 dan SS3 yang mana signal dapat disambung. SGR2 ini terbagi atas : SGR2/1 untuk signal starting tingkat I> disambung ke SS2 ( terminal relai no 80 – 81 ) SGR2/2 untuk signal tripping tingkat I> disambung ke SS3 ( terminal relai no 68 – 69 ) SGR2/3 untuk signal starting tingkat I>> disambung ke SS2 ( idem SGR2/1 ) SGR2/4 untuk signal tripping tingkat I>> disambung ke SS3 ( idem SGR 2/2 ) SGR2/5 untuk signal starting tingkat Io> disambung ke SS2 ( idem SGR 2/1 ) SGR 2/6 untuk signal tripping tingkat Io> disambung ke SS3 ( idem SGR 2/2 ) SGR2/7 untuk signal starting tingkat Io>>disambung ke SS2 ( idem SGR 2/1 ) SGR2/8 untuk signal tripping tingkat Io>> disambung ke SS3 ( idem SGR 2/2 )

74 3.3. SGR 3. Saklar ini dipakai untuk konfigurasi signal starting dan tripping untuk output starting atau auxiliary tripping TS1 Catatan : Jika proteksi CBF (Circuit Breaker Failure ) dipilih pada SGF 1/4,ini juga menggunakan output TS1. SGR3 terbagi atas { SGR3/1 untuk signal starting tingkat I> disambung ke TS1 ( terminal relai nomer 74 – 75 ) SGR3/2 untuk signal starting tingkat I> disambung ke TS1 ( idem SGR3/1 ) SGR3/3 untuk signal starting tingkat I>> disambung ke TS1 ( idem SGR3/1 ) SGR3/4 untuk signal starting tingkat I>> disambung ke TS1 ( idem SGR 3/1 ) SGR3/5 untuk signal starting tingkat Io> disambung ke TS1 ( idem SGR3/1 ) SGR3/6 untuk signal starting tingkat Io> disambung ke TS1 ( idem SGR3/1 ) SGR3/7 untuk signal starting tingkat Io>> disambung ke TS1 ( idem SGR3/1 ) SGR3/8 untuk signal starting tingkat Io>> disambung ke TS1 ( idem SGR 3/1 ).

75 CARA SETTING ( PEMROGRAMAN ) Setelah CEK MULA item 1. dilakukan,kemudian lakukan Penyetelan pada : 1. SGF 1 (Switch Group of Function ) SGF1/1 SGF1/2 SGF1/3 Untuk menentukan karakteristik waktu,misal kita pilih adalah Definite time maka : SGF1/1 diset = 0 SGF1/2 diset = 0 SGF1/3 diset = 0 CARANYA : a) Tekan push botton STEP-RESET sampai lampu Led Indikator SGF menyala dan display menunjuk seperti dibawah ini : b) Kemudian tekan push botton PROGRAM kira kira 1 detik sehingga display menunjuk seperti dibawah ini ; RESET STEP n x 1 s s PROGRAM

76 c) Kemudian tekan push botton PROGRAM kira kira 5 detik sehingga display menunjuk seperti gambar dibawah d)Kemudian tekan push botton PROGRAM 1 kali sehingga display menunjuk seperti gambar dibawah ini e)Kemudian tekan push botton PROGRAM kira kira 1detik,sehingga display menunjuk seperti dbawah ini 5 s PROGRAM x PROGRAM SGF 1 / 1 = 0 1s PROGRAM SGF 1 / 2 = 0

77 1s PROGRAM SGF 1 / 3 = 0 f)Kemudian tekan push botton PROGRAM kira kira 1 detik,sehingga display menunjuk seperti dibawah ini Selanjutnya lakukan seperti program diatas untuk program selanjutnya : SGF1/4 = 1 Bila dioperasikan sebagai back up ( Breaker Failure protection = CBF) SGF 1/4 = 0 Bila tidak dioperasikan sebagai back up (CBF) SGF 1/5 = 1 Bila dipakai sebagai proteksi terhadap inrush SGF 1/5 = 0 bila tidak dipakai SGF 1/6 = 0 SGF 1/7 = 0 SGF 1/8 = 0 Catatan : Bila menghendaki perubahan misalnya dari posisi SGF1/4=0 menjadi SGF1/4=1

78 Catatan : Bila menghendaki perubahan misalnya dari posisi SGF1/4=0 menjadi SGF1/4=1 Caranya : Tekan push botton STEP/RESET 1 kali sehingga perubahan display menjadi seperti dibawah ini 1X STEP RESET IBA DOK Setelah pemrograman SGF1/1 s/d SGF1/8 selesai, maka dilakukan penyimpanan. Dengan posisi SGF1/1 s/d SGF1/8 semuanya = 0 maka cara penyimpanannya adalah sbb: - Tekan push botton PROGRAM kira kira 5 detik, sehingga display menunjuk seperti gambar dibawah 5s PROGRAM Merupakan total ( checksum dari SGF ) - tekan push botton STEP/RESET dan PROGRAM secara bersamaan sehingga display menunjuk seperti gambar dibawah PROGRAM STEP/RESET Artinya semua data Yelah disimpan Selanjutnya display menunjuk

79 2. SGF2 Untuk pemrograman SGF2 disetting sebagai berikut : - SGF2/1 s/d SGF2/4 diset = 1 ( reset secara manual ) - SGF2/5 diset = 0 ( I >> dioperasikan ) - SGF2/6 diset = 0 ( Io >> dioperasikan ) - SGF2/7 diset = 0 ( I >> tidak dipakai recloser ) - SGF2/8 diset = 0 ( Io >> tidak dipakai recloser ) Checksum = SGB ( Switch Group for Blocking ) Setelah pemrograman SGF selesai, kemudian tekan push botton STEP/RESET sehingga lampu LED SGF padam dan lampu LED SGB menyala/ Kemudian lakukan pemrograman / setting untuk SGB, caranya sama seperti pemrograman pada SGF. Dalam hal ini program SGB 1/1 s/d SGB1/8 di set = 0 Checksum = 0 ( baca buku petunjuk / instruction manual ) 4. SGR ( Switch Group of Relay Configuration ) Setelah pemrogram SGB selesai, kemudian kita tekan push botton STEP/RESET sehingga lampu LED SGB padam dan lampu LED SGR menyala.

80 4. SGR ( Switch Group of Relay Configuration ) Setelah pemrogram SGB selesai, kemudian kita tekan push botton STEP/RESET sehingga lampu LED SGB padam dan lampu LED SGR menyala. Kemudian lakukan pemrograman ( setting ) untuk SGR caranya sama seperti pemrograman pada SGF. Dalam hal ini program SGR diset sebagai berikut : - SGR 1/1 s/d SGR 1/8 di set = 1 checksum = SGR 2/1 s/d SGR 2/8 di set = 0 checksum = 0 - SGR 3/1 s/d SGR 3/8 di set = 0 checksum = 0

81 5. CARA PEMROGRAMAN ( SETTING ) I > / I >> / Io > / Io >> / t > / t >> / to > / to >> 5.1. Setting I > : misalnya Iset = 1,05 x In Caranya sebagai berikut : a. Tekan push botton STEP/RESET kira kira 5detik sehingga lampu Led I > menyala dan display menunjuk seperti dibawah ini. STEP/RESET s b. Kemudian tekan push botton PROGRAM kira kira 1 detik sehingga display menunjuk seperti dibawah ini. PROGRAM 1s

82 PROGRAM 1s c. Kemudian tekan push botton PROGRAM kira kira 5 detik sehingga display menunjuk seperti dibawah ini. PROGRAM s d. Kemudian tekan push botton PROGRAM kira kira 1 detik sehingga display menunjuk seperti dibawah ini. e. Kemudian tekan push botton STEP/RESET 5 kali sehingga display menunjuk seperti dibawah ini. STEP/RESET 5x

83 f. Kemudian tekan push botton PROGRAM kira kira 1 detik sehingga display menunjuk seperti dibawah ini. PROGRAM 1s g. Kemudian tekan push botton STEP/RESET kira kira 2 kali sehingga display menunjuk seperti dibawah ini. STEP/RESET 2x h. Kemudian tekan push botton PROGRAM kira kira 1 detik sehingga display menunjuk seperti dibawah ini. PROGRAM 1s

84 i. Kemudian tekan push botton STEP/RESET kira kira 1 kali sehingga display menunjuk seperti dibawah ini. STEP/RESET 1x j. Kemudian tekan push botton PROGRAM kira kira 1 detik sehingga display menunjuk seperti dibawah ini. PROGRAM 1s k. Kemudian bila kita menghendaki perubahan titik desimal (memindahkan titik desimal), maka tekan push botton STEP/RESET sesuai keinginan kita.

85 l. Kemudian tekan push botton PROGRAM kira kira 1 detik sehingga display menunjuk seperti dibawah ini PROGRAM 1s m. Kemudian tekan push botton PROGRAM dan STEP /RESET secara bersamaan, sehingga display menunjuk seperti dibawah ini. PROGRAM STEP/RESET Selanjutnya display menunjuk Artinya semua data disimpan

86 Catatan : - Jika menghendaki untuk pemrograman ( setting ) STAGE 2, Setelah melakukan langkah m), kemudian tekan push botton PROGRAM kira kira 5 detik, sehingga display menunjuk seperti dibawah ini PROGRAM 5s - Kemudian tekan push botton STEP/RESET kira kira 1 detik (untuk merubah angka stage ) sehingga display menunjuk seperti dibawah ini STEP/REET 1s -Setelah itu lakukan seperti langkah langkah (prosedur ) d) s/d m) 5.2. Setting I >> / t > / t >> / Io > / Io >> / to > / to >> lakukan pemrograman seperti cara Setting I >.

87

88

89


Download ppt "FUNGSI SEBAGAI PENGAMAN UTAMA ATAU CADANGAN UNTUK GANGGUAN HUBUNG SINGKAT FASA – FASA FASA – TANAH APLIKASI PENGAMAN UTAMA JTM ( DISTRIBUSI ) GENERATOR."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google