Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Database SIM – Pertemuan 5. Pembahasan 1. Hirarki Data 2. Penyimpanan Sekunder SASD (Penyimpanan berurutan) DASD (Penyimpanan akses langsung) 3. Pemrosesan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Database SIM – Pertemuan 5. Pembahasan 1. Hirarki Data 2. Penyimpanan Sekunder SASD (Penyimpanan berurutan) DASD (Penyimpanan akses langsung) 3. Pemrosesan."— Transcript presentasi:

1 Database SIM – Pertemuan 5

2 Pembahasan 1. Hirarki Data 2. Penyimpanan Sekunder SASD (Penyimpanan berurutan) DASD (Penyimpanan akses langsung) 3. Pemrosesan Data Pemrosesan Batch Pemrosesan Online Sistem Real Time 4. Database Konsep database Struktur database Keunggulan dan kelemahan database dan DBMS Peranan database dan DBMS dalam memecahkan masalah 5. Peranan Database dan DBMS dalam Memecahkan Masalah

3 Pendahuluan Komputer pada awalnya digunakan untuk memecahkan masalah- masalah yang membutuhkan kalkulasi angka yang rumit dan membosankan. Sehingga perusahaan membutuhkan jumlah input dan output yang sangat besar. Konsep ‘data’ telah dipecah dan dikurangi menjadi konsep yang lebih kecil. Data bisnis secara tradisional telah diorganisasikan ke dalam suatu hierarki field-field data yang bergabung untuk membentuk record, dan record yang bergabung untuk membentuk filem yang menciptakan organisasi mendasar dari sleuruh data yang dipergunakan dalam pengambilan keputusan dengan bantuan computer.

4 Hierarki Data Data harus disusun secara teratur agar pengolahannya dapat dilakukan dengan baik dan efisien. Pengorganisasian data dapat dibagi dalam enam tingkatan, yaitu :

5 Hierarki Data – cont’ Bit adalah suatu sistem angka biner yang terdiri atas dua macam nilai saja, yaitu 0 dan 1. Sistem angka biner merupakan dasar dasar yang dapat digunakan untuk komunikasi antara manusia dan mesin (komputer) yang merupakan sekumpulan komponen elektronik dan hanya dapat membedakan dua keadaan saja (on dan off). Jadi bit adalah unit terkecil dari pembentuk data. Byte / Character adalah bagian terkecil yang dapat dialamatkan dalam memori. Byte merupakan sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas kombinasi delapan bit. Satu byte digunakan untuk mengkodekan satu buah karakter dalam memori. Contoh: Kode Ascii untuk J ialah Jadi byte adalah kumpulan bit yang membentuk satu karakter (huruf, angka, atau tanda). Dengan kombinasi 8 bit, dapat diperoleh 256 karakter (= 2 pangkat 8).

6 Hierarki Data – cont’ Field atau kolom adalah unit terkecil yang disebut data. Field merupakan sekumpulan byte yang mempunyai makna. Contoh: Joni yang merupakan field nama. Jadi field ibarat kumpulan karakter yang membentuk suatu kata. Record atau baris adalah kumpulan item yang secara logic saling berhubungan. Setiap record dapat dikenali oleh sesuatu yang mengenalinya, yaitu field kunci. Gambar 1 merupakan contoh dari record. Jadi record ibarat kumpulan kata yang membentuk satu kalimat yang berarti, misal gambar 1 mewakili kalimat: Joni menempuh mata kuliah MIS (kode IS101) dengan nilai A.

7 Hierarki Data – cont’ File atau tabel adalah kumpulan record yang sejenis dan secara logic berhubungan. Pembuatan dan pemeliharaan file adalah faktor yang sangat penting dalam sistem informasi manajemen yang memakai komputer. Jadi tabel ibarat kumpulan baris/record yang membentuk satu tabel yang berarti, misal gambar 2 mewakili tabel nilai mata kuliah MIS.

8 Hierarki Data – cont’ Database merupakan kumpulan file-file yang berhubungan secara logis dan digunakan secara rutin pada operasi-operasi sistem informasi manajemen. Semua database umumnya berisi elemen- elemen data yang disusun ke dalam file-file yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi data untuk kegunaan tertentu. Jadi, suatu database adalah menunjukkan suatu kumpulan tabel yang dipakai dalam suatu lingkup perusahaan atau instansi untuk tujuan tertentu. Contoh suatu database adalah database akademik yang berisi file- file: mahasiswa, dosen, kurikulum, dan jadwal yang diperlukan untuk mendukung operasi sistim informasi akademik. Contoh suatu database sederhana ditunjukkan oleh gambar 3.

9 Hierarki Data – cont’ Gambar 3. Contoh Database Kepegawaian

10 Hierarki Data – cont’ Satuan Data

11 Penyimpanan Sekunder Penyimpanan Sekunder, terdiri dari : SASD (Sequential Access Storage Device) DASD (Direct Access Storage Device)

12 Penyimpanan Sekunder – cont’ SASD (Sequential Access Storage Device) = Penyimpanan berurutan Adalah suatu organisasi atau penyusunan data di suatu medium penyimpanan yang terdiri dari satu catatan mengikuti satu catatan lain dalam suatu urutan tertentu. Con : pita magnetik (kaset)

13 Penyimpanan Sekunder – cont’ DASD (Direct Access Storage Device) = PENYIMPANAN AKSES langsung(direct access storage ) Adalah suatu cara mengorganisasikan data yang memungkinkan catatan – catatan ditulis dan dibaca tanpa pencarian secara berurutan. Unit perangkat keras yang memungkinkan hal ini disebut direct access storage device (dasd). Contoh : disket, cd

14 Pemrosesan Data Pemrosesan data terbagi menjadi : 1.Pemrosesan BATCH 2.Pemrosesan ONLINE 3.Sistem Realtime

15 Pemrosesan Batch Pengolahan batch mencakup pengumpulan semua transaksi dan pemrosesan sekaligus, dalam batch. Batch processing adalah pelaksanaan dari serangkaian program (“pekerjaan”) pada komputer tanpa intervensi manual. Pekerjaan Batch ditetapkan sehingga mereka dapat dijalankan sampai selesai tanpa intervensi manual, sehingga semua data input dipilih sebelumnya melalui script atau parameter baris perintah. Sebuah program membutuhkan set file data sebagai masukan, memproses data, dan menghasilkan satu set file output data. Lingkungan operasi ini disebut sebagai “batch processing” karena input data dikumpulkan ke dalam batch file dan diproses dalam batch oleh program ini. Sistem gaji adalah contoh aplikasi pengolahan batch.

16 Pemrosesan Batch – cont’ Batch processing memiliki manfaat : o memungkinkan berbagi sumber daya komputer antara banyak pengguna dan program o menggeser waktu pemrosesan pekerjaan untuk saat sumber daya komputasi kurang sibuk o menghindari diparkir sumber daya komputasi dengan intervensi manual oleh menit-menit dan pengawasan Kelemahan utama pengolahan batch adalah kenyataan bahwa file baru menjadi mutakhir setelah dilakukan siklus harian. Ini berarti manajemen tidak selalu memiliki informasi paling mutakhir yang menggambarkan sistem fisik.

17 Sistem Realtime Real time system disebut juga dengan Sistem waktu nyata. Sistem yang harus menghasilkan respon yang tepat dalam batas waktu yang telah ditentukan. Jika respon komputer melewati batas waktu tersebut, maka terjadi degradasi performansi atau kegagalan sistem. Sebuah Real time system adalah sistem yang kebenarannya secara logis didasarkan pada kebenaran hasil-hasil keluaran sistem dan ketepatan waktu hasil-hasil tersebut dikeluarkan. Aplikasi penggunaan sistem seperti ini adalah untuk memantau dan mengontrol peralatan seperti motor, assembly line, teleskop, atau instrumen lainnya. Peralatan telekomunikasi dan jaringan komputer biasanya juga membutuhkan pengendalian secara Real time.

18 Pemrosesan Online Pengolahan online mencakup pengolahan transaksi satu persatu, kadang pada saat transaksi itu terjadi transaksi lain. Karena pengolahan online berorientasi transaksi, istilah pemrosesan transaski sering digunakan. Pengolahan online dikembangkan untuk mengatasi masalah file yang ketinggalan jaman. Terobosan teknologi yang memungkinkan pengolahan online adalah penyimpanan piringan magnetik. Salah satu contoh penggunaan online processing adalah transaksi online (E-commerce, Ebay, Internet Banking, Reservation Ticket, Pendaftaran Online,dll). Dalam sistem pengolahan online, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, divalidasi dan digunakan untuk meng-update dengan segera file komputer. Hasil pengolahan ini kemudian tersedia segera untuk permintaan keterangan atau laporan.

19 Sistem Realtime – cont’ Berdasarkan batasan waktu yang dimilikinya, Real time system ini dibagi atas: 1. Hard Real time 2. Soft Real time Komponen dari Real time system ini adalah: 1. Perangkat keras, 2. Sistem Operasi Real time, 3. Bahasa Pemrograman Real time, 4. Sistem Komunikasi.

20 Sistem Realtime – cont’ Sistem hard real-time dibutuhkan untuk menyelesaikan critical task dengan jaminan waktu tertentu. Jika kebutuhan waktu tidak terpenuhi, maka aplikasi akan gagal. Dalam definisi lain disebutkan bahwa kontrol sistem hard real-time dapat mentoleransi keterlambatan tidak lebih dari 100 mikro detik. Secara umum, sebuah proses di kirim dengan sebuah pernyataan jumlah waktu dimana dibutuhkan untuk menyelesaikan atau menjalankan I/O. Kemudian penjadwal dapat menjamin proses untuk selesai atau menolak permintaan karena tidak mungkin dilakukan. Mekanisme ini dikenal dengan resource reservation. Contoh dalam kehidupan sehari-hari adalah pada sistem pengontrol pesawat terbang. Nyawa penumpang yang ada dalam pesawat tergantung dari sistem ini, karena jika sistem pengontrol tidak dapat merespon tepat waktu, maka dapat menyebabkan kecelakaan yang merenggut korban jiwa.

21 Sistem Realtime – cont’ Soft real-time memiliki sedikit kelonggaran. Dalam sistem ini, proses yang kritis menerima prioritas lebih daripada yang lain. Walaupun menambah fungsi soft real-time ke sistem time sharing mungkin akan mengakibatkan ketidakadilan pembagian sumber daya dan mengakibatkan delay yang lebih lama, atau mungkin menyebabkan starvation. Contoh penerapan sistem ini dalam kehidupan sehari-hari adalah pada alat penjual/pelayan otomatis. Jika mesin yang menggunakan sistem ini telah lama digunakan, maka mesin tersebut dapat mengalami penurunan kualitas, misalnya waktu pelayanannya menjadi lebih lambat dibandingkan ketika masih baru. Keterlambatan pada sistem ini tidak menyebabkan kecelakaan atau akibat fatal lainnya, melainkan hanya menyebabkan kerugian keuangan saja

22 Manajemen Data Manajemen data adalah bagian dari manajemen sumber daya informasi yang mencakup semuakegiatan yang memastikan bahwa sumber daya informasi yang akurat, mutakhir, aman dari gangguandan tersedia bagi pemakai. Kegiatan manajemen data mencakup : Pengumpulan data Integritas pengujian Penyimpanan Keamanan Pemeliharaan Organisasi Pengambilan

23 Database Era penggunaan computer yang ada sebelum konsep database dengan pengulangan data (dataredundancy), ketergantungan data (data dependency), dan kepemilikan data yang tersebar (diffused data owner ship). Pengulangan data Saat sistem pengolahan data dirancang, file data input yang diperlukan oleh sistem tersebut diciptakantanpa mempertimbangkan bagaimana data tersebut mempengaruhi sistem lain. Mungkin banyak, atau bahakan seluruh, data dalam sustu file baru telah terdapat dalam file yang sudah ada. Hasilnya adalah pengulangan data atau duplikasi. Ketergantungan data mengacu pada penggabungan yang erat antara spesifikasi data dan programcomputer. Karakteristik data seperti panjang field, panjang catatan, dan lain ± lain dikodekan kedalamtiap program yang mengakses data tersebut.

24 Konsep Database Database adalah suatu koleksi computer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dalam suatucara yang memudahkan pengambilan kembali. Integrasi logis dari catatan ± catatan dalam banyak file ini disebut konsep database. Dua tujuan utama dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan dan mencapai independensi data. Independensi data adalah kemampuan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data.

25 Struktur Database Struktur Database adalah cara data di organisasi agar pemrosesan data menjadi lebih efisien. Struktur ini kemudian diimplementasikan melalui suatu sistem manajemen basis data. Didalam struktur basis data terdapat 3 struktur standar : 1. Struktur Basis data hierarkis 2. Struktur basis data jaringan 3. Struktur basis data relasional

26 Keunggulan dan Kelemahan Keuntungan : Mengurangi pengulangan data Mencapai indepedensi data Mengambil data dan informasi dengan cepat Keamanan yang lebih baik

27 Keunggulan dan Kelemahan Kelemahan : Membeli peranti lunak yang mahal Mendapatkan konfigurasi peranti keras yang besar Mempekerjakan dan memelihara staf DBA

28 Peranan dalam memecahkan masalah Peranan DATABASE : Menentukan kebutuhan data dengan mengikuti pendekatan berorientasi masalah atau pendekatan model perusahaan. Peranan DBMS : Data yang berulang dalam bentuk multifile duplikat maupun data duplikat dalam satu file. Data dan program menyatu. Kebutuhan untuk mengintegrasikan data dari file-file. Kebutuhan untuk memperoleh data secara cepat. Kebutuhan untuk membuat data dengan aman.

29 FINISH


Download ppt "Database SIM – Pertemuan 5. Pembahasan 1. Hirarki Data 2. Penyimpanan Sekunder SASD (Penyimpanan berurutan) DASD (Penyimpanan akses langsung) 3. Pemrosesan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google