Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Contoh Kasus 3. Transaksi Sertifikat Deposito, nasabah setor tunai Pada tanggal 14 April 2010, seorang nasabah membeli serti fikat deposito dengan nominal.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Contoh Kasus 3. Transaksi Sertifikat Deposito, nasabah setor tunai Pada tanggal 14 April 2010, seorang nasabah membeli serti fikat deposito dengan nominal."— Transcript presentasi:

1 Contoh Kasus 3. Transaksi Sertifikat Deposito, nasabah setor tunai Pada tanggal 14 April 2010, seorang nasabah membeli serti fikat deposito dengan nominal Rp. 20.000.000 (jangka waktu 1 bulan, suku bunga 6% per tahun) di Bank XYZ. Nasabah menanggung biaya meterai sebesar Rp 6.000. Pada tanggal 14 Mei 2010, serti fi kat deposito jatuh tempo dan nasabah mencairkan serti fi kat deposito tersebut. Kebijakan bank membukukan giro/tabungan sebagai kategori kewajiban lainnya (harga perolehan yang diamortisasi). Jurnal transaksi a. Pada saat penerbitan sertifikat deposito tanggal 14 April 2010 Db. Kas Rp. 19.927.297 Kr. Sertifikat deposito - amortised costRp. 19.901.621 Kr. Kewajiban segera – pajak nasabah Rp. 19.676 Kr. Persediaan meterai Rp. 6.000

2 Contoh Kasus Perhitungan: Total hari bunga dari 14 April 2010 sampai 14 Mei 2010 adalah 30 hari Nominal Rp 20.000.000 Nilai tunai = ( 20.000.000 ) =Rp 19.901.621 (1+(6%/365) 30 Bunga (diskonto) Rp 98.379 Pajak atas bunga = 20% x Rp98.379 Rp 19.676 Total yang dibayar oleh nasabah = 19.901.621+ 19.676 + 6.000 Rp 19.927.297 b. Amortisasi bunga dibayar dimuka sertifikat deposito (setiap hari): Db. Beban bunga sertifikat deposito Rp. 3.271 Kr. Sertifikat deposito – amortised cost Rp. 3.271 Perhitungan dan besarnya amortisasi hari selanjutnya sampai jatuh tempo dapat dilihat pada tabel amortisasi di halaman berikut. c. pada saat sertifikat deposito jatuh tempo tanggal 14 Mei 2010, Db. Sertifikat deposito – amortised cost Rp. 20.000.000 Kr. Giro (Rek nasabah)/Giro BI/kas Rp. 20.000.000

3 Contoh Kasus Tabel amortisasi diskonto untuk sertifikat deposito dengan rincian sbb: Nilai nominal IDR 2 0.000.000 tingkat diskonto 6% tgl terbit : 14-Apr-10 j.w (hari) 30 tgl jatuh tempo : 14-May-10 Amortisasi dengan suku bunga efektif

4 Contoh Kasus Suku Bunga Efektif Awal 0,016% (Original Effective Interest Rate / EIR)

5 Contoh Kasus 4. Transaksi Serti fi kat Deposito, nasabah setor tunai Pada tanggal 14 April 2010, seorang nasabah membeli serti fi kat deposit di Bank XYZ dengan nominal Rp. 20.000.000 dengan jangka waktu 1 bulan dan suku bunga 6%. Nasabah dikenakan biaya meterai Rp. 6,000. Pada tanggal 14 Mei 2010, serti fi kat deposito tersebut jatuh tempo dan nasabah mencairkan serti fi kat deposito tersebut. Suku bunga pasar saat itu adalah 5,5% p.a. Kebijakan bank membukukan giro/tabungan sebagai kategori kewajiban yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Jurnal transaksi a. Tanggal 14 April 2010, pada saat penerbitan sertifikat deposito Db. Kas Rp. 19.927.297 Kr. Sertifikat deposito Rp. 19.901.621 Kr. Kewajiban segera – pajak nasabah Rp. 19.676 Kr. Persediaan meterai Rp. 6.000

6 Contoh Kasus Perhitungan: Total hari bunga dari tgl 14 April 2010 sampai 14 Mei 2010 adalah 30 hari Nominal Rp. 20.000.000 Nilai tunai = (20.000.000) =Rp. 19.901.621 (1+(6%/365) 30 Bunga (diskonto) Rp. 98.379 Pajak atas bunga = 20% x Rp. 98.379 Rp. 19.676 Total yang dibayar oleh nasabah = Rp. 19.901.621 + Rp. 19.676 + Rp. 6.000 Rp. 19.927.297 b. Tanggal 14 April 2010, pada saat menyesuaikan nilai wajar dengan transaksi sejenis yang memiliki tingkat suku bunga 5,50%. Perhitungan: Present value dengan bunga 5.50% (sisa hari bunga 29 hari) Nilai tunai = 20.000.000 = Rp. 19.909.800 (1+(5,5%/365) 30 Penyesuaian harga pasar = Rp.19.909.800 – Rp.19.901.621 Rp. 8.179

7 Contoh Kasus c. Pada tanggal 14 April 2010 (jurnal penyesuaian nilai wajar): Db. Beban-selisih penilaian kewajiban Rp. 8.179 Kr. Sertifikat deposito Rp. 8.179 d. Tanggal 15 April 2010, transaksi sejenis ini mempunyai tingkat suku bunga 5,50%. Perhitungan: Present value (nilai tunai) dengan bunga 5.50% (sisa hari bunga 28 hari) Nilai tunai = 20.000.000 = Rp. 19.912.800 (1+(5,5%/365) 29 Penyesuaian nilai wajar = Rp. 19.912.800 – Rp. 19.901.621 Rp. 11.179 1) Melakukan jurnal balik atas penyesuaian nilai wajar sebelumnya: Db. Sertifikat deposito Rp. 8.179 Kr. Beban-selisih penilaian kewajiban Rp. 8.179 2) Membentuk penyesuaian harga pasar terkini: Db. Beban-selisih penilaian kewajiban Rp. 11.179 Kr. Sertifikat deposito Rp. 11.179

8 Contoh Kasus e. Pada saat sertifikat deposito jatuh tempo tanggal 14 Mei 2010, 1) Melakukan jurnal balik (reversing entry) atas penyesuaian nilai wajar sebelumnya 2) Jurnal jatuh tempo: Db. Sertifikat deposito Rp. 19.901.621 Db. Beban bunga Rp. 98.379 Kr. Giro (Rek nasabah)/Giro BI/Kas Rp. 20.000.000


Download ppt "Contoh Kasus 3. Transaksi Sertifikat Deposito, nasabah setor tunai Pada tanggal 14 April 2010, seorang nasabah membeli serti fikat deposito dengan nominal."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google