Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KETEGARAN HARGA (PRICE RIGIDITY) PERTEMUAN 8. Price Rigidity Harga jual di pasaran meningkat, meskipun biaya produksi rata-rata mengalami penurunan dalam.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KETEGARAN HARGA (PRICE RIGIDITY) PERTEMUAN 8. Price Rigidity Harga jual di pasaran meningkat, meskipun biaya produksi rata-rata mengalami penurunan dalam."— Transcript presentasi:

1 KETEGARAN HARGA (PRICE RIGIDITY) PERTEMUAN 8

2 Price Rigidity Harga jual di pasaran meningkat, meskipun biaya produksi rata-rata mengalami penurunan dalam waktu yang cukup lama. Harga jual di pasaran tidak fleksibel terhadap penyesuaian faktor-faktor lain yang terjadi dalam perekonomian. Sengaja dilakukan oleh produsen industri agar dapat terus menguasai pasar dan meraih keuntungan maksimal. Peluangnya lebih kuat di pasar monopoli dari pada di pasar oligopoli.

3 Kurva Permintaan Patah (The Kinked Demand Curve) Paul Sweezy : Jika satu prsh oligopolis menaikkan harga produknya, maka persuhaan tersebut akan kehilangan hampir seluruh pelanggannya karena perusahaan lain tidak akan ikut menaikkan harga. SEBALIKNYA satu perusahaan monopolis tidak dapat meningkatkan pangsa pasarnya dengan menurunkan harga karena pesaingnya akan dengan cepat melakukan hal yang sama. Akibatnya (Sweezy): perusahaan oligopolis menghadapi kurva permintaan yang memiliki patahan pada tingkat harga yang berlaku dan sangat elastis terhadap perubahan harga jika harganya dinaikkan, dan sangat inelastis jika harganya diturunkan.

4 $ MC MC’ MC” D MR C J F A B G E H Q Kurva permintaan D adalah titik ABC, memiliki patahan pada tingkat harga yang berlaku, yakni $6 serta kuantitas keseimbangan 40 unit (titik B), D lebih elastis diatas patahan dibandingkan dibagian bawahnya, atas dasar asumsi bahwa pesaing tidak akan ikut-ikutan menaikkan harga. Kurva pendapatan marginal adalah MR atau EGEHJ AG MR dari AB; HJ MR dari BC. Patahan kurva permintaan pada titik B menyebabkan MR terputus sepanjang BH. Tingkat ouput terbaik pada monopolis adalah 40 unit (titik E), MC memotong bagian vertical MR P>AVC

5 Full Cost/Mark Up Pricing Menambah sejumlah persentase tertentu, m faktor terhadap biaya produksi agar keuntungan yang dapat diperoleh tetap besar. Dilakukan oleh perusahaan besar dalam industri untuk tetap menguasai pasar. Formula untuk menentukan harga jual output: P t = (1 + m) (ULC + UMC) P t = harga jual setelah dilakukan markup. ULC = biaya rata-rata input tenaga kerja. UMC = biaya rata-rata bahan baku dan penolong.

6 Memperhitungkan target rate of return on capital r t pada output tingkat standar. P t = r t UKC + ULC + UMC UKC = satuan input modal pada output standar

7 Transaction Costs and Price Rigidity Biaya transaksi dapat mempengaruhi kekakuan harga yang terjadi di pasar tanpa adanya interaksi oligopoli. Biaya transaksi meliputi: biaya membuat daftar harga baru, dan distribusi.

8 P, C Pe Pm C BE C A 0 qe qm q/t Biaya marginal = Biaya rata-rata Harga Output pada Strategi Transaction Cost

9 Cost of Changing Price Kurva biaya produksi rata-rata jangka panjang menyerupai bentuk huruf U (U shape), atau kurva amplop (Envelope curve). Menurut Bhagawati, kurva biaya rata-rata jangka panjang berbentuk L (L shape). Menurut Lipsey, kurva biaya rata-rata dapat berbentuk V (V shape), curam pada bagian atas dan bawah, dan mendatar pada bagian menengah.

10 LAC P, C P1 P2 0 q1 q/t q2q3


Download ppt "KETEGARAN HARGA (PRICE RIGIDITY) PERTEMUAN 8. Price Rigidity Harga jual di pasaran meningkat, meskipun biaya produksi rata-rata mengalami penurunan dalam."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google