Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Struktur Pasar Persaingan Sempurna Idham Cholid Pertemuan 3.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Struktur Pasar Persaingan Sempurna Idham Cholid Pertemuan 3."— Transcript presentasi:

1 Struktur Pasar Persaingan Sempurna Idham Cholid Pertemuan 3

2 Struktur pasar (market structure) : Mengacu pada semua aspek yang dapat mempengaruhi perilaku dan kinerja perusahaan di suatu pasar Mengacu pada semua aspek yang dapat mempengaruhi perilaku dan kinerja perusahaan di suatu pasar Misal : Jumlah perusahaan di pasar, jenis produk yang dijual, mudah sulitnya memasuki industri dll. Misal : Jumlah perusahaan di pasar, jenis produk yang dijual, mudah sulitnya memasuki industri dll. Makin kecil kekuatan suatu perusahaan secara individual untuk mempengaruhi pasar tepatnya menjual produk makin tinggi tingkat persaingan pasar tersebut Makin kecil kekuatan suatu perusahaan secara individual untuk mempengaruhi pasar tepatnya menjual produk makin tinggi tingkat persaingan pasar tersebut

3 Pasar dan Industri Pasar adalah suatu daerah/area tempa pembeli dan penjual dapat merundingkan pertukaran komoditas tertentu Pasar adalah suatu daerah/area tempa pembeli dan penjual dapat merundingkan pertukaran komoditas tertentu Industri adalah sekumpulan perusahaan yang memproduksi produk yang serupa atausekelompok produk yang berkaitan erat Industri adalah sekumpulan perusahaan yang memproduksi produk yang serupa atausekelompok produk yang berkaitan erat Struktur Pasar yang akan dibahas saat ini adalah : Pasar Persaingan Sempurna dan Monopoli Struktur Pasar yang akan dibahas saat ini adalah : Pasar Persaingan Sempurna dan Monopoli

4 Asumsi Pasar Persaingan Sempurna 1. Banyak panjual dan banyak pembeli 2. Produk yang dijual homogen (identik) 3. Perusahaan sebagai price taker 4. Bebas keluar masuk industri

5 Berdasarkan asumsi yang ke-3 (price taker) maka permintaan yang dihadapi oleh satu perusahaan adalah : Elastis sempurna (berbentuk garis horizontal). Gambar 1. ii Sedangkan kurva permintaan yang dihadapi industri memiliki slope negatif (turun dari kiri atas ke kanan bawah). Gambar 1. i

6 Kurva Permintaan Perusahaan & Industri Jumlah (Ton) Harga S Dps Dperusahaan i Kurva Permintaan Industri 1. ii Kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan

7 Konsep Penerimaan untuk Perusahaan PPS Q P per Unit TR= p x q AR=TR/Q MR =  TR/  q Maka P=AR=MR. Secara Grafis Lihat Gambar 2

8 Kurva Penerimaan untuk Perusahaan PPS Harga Rp per Unit TR Output P=AR=MR D perusahaan D=P=AR=MR TR Kurva penerimaan total Kurva permintaan yang juga merupakan kurva AR, MR dan Harga Gambar 2.

9 Aturan Perusahaan Untuk Memaksimumkan Keuntungan Perusahaan tidak akan berproduksi apabila AR dari penjualan produknya tidak sama/tidak melebihi AVC Perusahaan tidak akan berproduksi apabila AR dari penjualan produknya tidak sama/tidak melebihi AVC Perusahaan akan terus menambah produksi selama MR> MC, dan berhenti menambah produksinya jika MR=MC Perusahaan akan terus menambah produksi selama MR> MC, dan berhenti menambah produksinya jika MR=MC

10 Ke-2 aturan di atas merupakan penegasan dari 3 necessary conditions agar perusahaan mencapai  maksimum, yaitu: 1. P  AVC 2. MR = MC 3. Kurva MC harus memotong kurva MR dari bawah

11 Penerimaan Perusahaan Total Revenue (Penerimaan Total) Total Revenue (Penerimaan Total) TR = P x Q Average Revenue (Penerimaan Rata-Rata) Average Revenue (Penerimaan Rata-Rata) AR = P.Q/Q = P AR = P.Q/Q = P Marginal Revenue (Penerimaan Marjinal) Marginal Revenue (Penerimaan Marjinal) MR = P(Q + 1) – P.Q = P.Q + P – P.Q = P = P.Q + P – P.Q = P

12 Gambar 3. Keseimbangan Jangka Pendek Perusahaan PPS ( P = MC)

13 Kemungkinan Keuntungan Perusahaan Persaingan Sempurna dalam Jangka Pendek Gambar 4.1Gambar 4.2Gambar 4.3

14 Dalam jangka pendek terdapat lima kemungkinan keuntungan/kerugian yang dialami oleh perusahaan: 1. Jika AVC < P < ATC perusahaan dapat menutupi seluruh TVC, tetapi hanya sebagian dari TFC, Perusahaan dapat berproduksi. Gambar i. 2. Jika P = ATC perusahaan memperolah laba normal. Gambar ii.

15 3. Jika P > ATC perusahaan memperoleh laba positif. Gambar iii. positif. Gambar iii. 4. Jika P = AVC perusahaan berada dalam kondisi Shut Down Point (titik kritis). Pada kasus ini semua biaya variabel dapat tertutupi tetapi semua biaya tetap tidak tertutupi. 5. Jika P < AVC perusahaan gulung tikar.

16 Kurva Penawaran Perusahaan & Industri Kurva penawaran suatu perusahaan adalah kurva MC yang dimulai dari tingkat output MC yang memotong AVC dari bawah (mulai AVC minimum) Kurva penawaran industri adalah jumlah horizontal dari kurva penawaran perusahaan.

17 KURVA PENAWARAN PERUSAHAAN DALAM PPS Gambar 5.1. Kurva AVC, ATC dan MC Gambar 5.2. Kurva Penawaran Perusahaan

18 Kurva Penawaran Industri 6. i Perusahaan A6. ii Perusahaan B6.iii Pasar (ndustri) P q P q P q P1P1 P2P2 P1P1 P2P2 P1P1 P2P2 SASA SBSB P

19 KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG u Keuntungan yang diperoleh perusahaan dalam industri bersaing merupakan sinyal masuknya (entry) perusahaan baru ke dalam industri; penawaran industri meningkat (dari S 0 ke S 1 ), jumlah yang diperjual belikan di pasar naik (q E ke q 1 ) dan harga di pasar turun (dari P E ke P 1 ), sehingga keuntungan perusahaan turun. Demikian seterusnya. u Perusahaan akan berhenti masuk ke dalam industri jika perusahaan-perusahaan dalam industri memperoleh laba normal.

20 u Kerugian yang diperoleh perusahaan dalam industri bersaing merupakan sinyal keluarnya (exit) perusahaan dari industri; penawaran industri menurun, akibatnya harga di pasar naik, sehingga penerimaan perusahaan meningkat. Demikian seterusnya sampai laba yang diperoleh adalah laba normal u Dalam jangka panjang perusahaan haruslah berproduksi pada biaya minimum jangka panjangnya (LRAC-nya). Tingkat output yang diproduksi paada biaya minimum ini disebut minimum efficient scale (MES).

21 KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG HARGA JUMLAH E0E0 E1E1 q0q0 q1q1 qEqE S0S0 S1S1 D P1P1 PEPE Gambar 7. Pengaruh Masuknya Perusahaan Baru pada Kurva Penawaran Pasar

22 Respon Jangka Panjang Terhadap Perubahan Teknologi u Apabila dalam jangka panjang terjadi perubahan teknologi yang dapat menurunkan kurva biaya dari perusahaan-perusahaan yang baru dibangun, maka perusahaan-perusahaan baru tersebut akan memperoleh laba ekonomi.  Penemuan teknologi baru ini disamping meningkatkan kapasitas perusahaan juga menurunkan harga, yang akan terus berlangsung sampai P = ATC jangka pendek perusahaan- perusahaan baru. Pada harga produk ini, perusahaan-perusahaan lama tidak lagi mampu menutup ATC jangka panjangnya.

23 u Apabila mesin-mesin dan lain-lain faktor tetap dari perusahaan-perusahaan lama itu sudah tua, mereka akan keluar industri. Akhirnya akan terbentuk keseimbangan jangka panjang yang baru, dimana perusahaan-perusahaan dalam industri sudah mempergunakan teknologi baru.

24 lanjutan… lanjutan… (i) Perusahaan 1 (lama)(ii) Perusahaan 2 (baru)(iii) Perusahaan 3 (paling baru) Output HARGA ATC AVC Output P0P0 P0P0 P0P0 MC ATC AVC MC ATC AVC E E1E1 E3E3

25 DAYA TARIK PPS 1. Daya tarik non ekonomi yaitu: bekerjanya mekanisme pasar 2. Daya tarik ekonomi yaitu efisiensi produktif dan efisiensi alokatif

26 u Efisiensi Produktif Tercapai jika produksi dihasilkan dengan biaya seminimum mungkin. Perusahaan berproduksi pada saat ATC minimum. Efisiensi Alokatif. Efisiensi Alokatif. Efisiensi alokatif tercapai apabila sudah tidak mungkin mengubah alokasi sumber daya untuk membuat seseorang lebih baik keadaannya tanpa menyebabkan orang lain lebih buruk. Tercapai jika P = MC.

27 Interpretasi Grafis dari Efisiensi Alokatif Harga Persaingan P1’ P q 0 S = MC D q1 q* q2 P1 P* D1 S1 B P’2 E P2

28


Download ppt "Struktur Pasar Persaingan Sempurna Idham Cholid Pertemuan 3."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google