Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SISTEM EKONOMI : LIBERAL-SOSIALIS-MIXED Hariri Hady 15 Nov. 2008.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SISTEM EKONOMI : LIBERAL-SOSIALIS-MIXED Hariri Hady 15 Nov. 2008."— Transcript presentasi:

1 SISTEM EKONOMI : LIBERAL-SOSIALIS-MIXED Hariri Hady 15 Nov. 2008

2 1. LIBERAL ECONOMIC SYSTEM Adam Smith (The Wealth of Nations, J.M.Dent&Sons,Ltd.London, 1957). Adam Smith (The Wealth of Nations, J.M.Dent&Sons,Ltd.London, 1957). Mengajarkan, bhw Market Mechanism itu yang berjalan secara murni akan meme- cahkan semua masalah ekonomi secara baik dan adil. Mengajarkan, bhw Market Mechanism itu yang berjalan secara murni akan meme- cahkan semua masalah ekonomi secara baik dan adil. Pemerintah diminta Hand Off dari campur tangan di bidang ekonomi karena sudah diatur oleh the Invisible Hands. Pemerintah diminta Hand Off dari campur tangan di bidang ekonomi karena sudah diatur oleh the Invisible Hands.

3 BEKERJANYA MEKANISMA PASAR. 1. Produsen (pemilik barang-modal) tidak bisa menjual produksinya dengan menentukan sendiri harganya. Ia harus pergi ke Pasar untuk melihat berapa harga barang yang diproduksi- nya. Ia harus tunduk kpd harga yang ditentukan Pasar, agar barangnya laku. 1. Produsen (pemilik barang-modal) tidak bisa menjual produksinya dengan menentukan sendiri harganya. Ia harus pergi ke Pasar untuk melihat berapa harga barang yang diproduksi- nya. Ia harus tunduk kpd harga yang ditentukan Pasar, agar barangnya laku. Untuk itu ia mendapat imbalan/reward berupa keuntungan yg layak (Normal Profits). Untuk itu ia mendapat imbalan/reward berupa keuntungan yg layak (Normal Profits).

4 2. Buruh (pemilik tenaga kerja) juga tidak bisa menentukan sendiri upahnya, tetapi harus tunduk kpd tingkat upah yang ditentukan Pasar untuk bisa bekerja. Mereka akan menerima upah yang wajar (Normal - Wage). 2. Buruh (pemilik tenaga kerja) juga tidak bisa menentukan sendiri upahnya, tetapi harus tunduk kpd tingkat upah yang ditentukan Pasar untuk bisa bekerja. Mereka akan menerima upah yang wajar (Normal - Wage). 3. Konsumen, sebagai pembeli/pemakai barang/jasa juga tidak bisa menentukan sendiri harga barang yang mau dibelinya. Mereka hanya akan memperoleh barang jika mereka membayar sesuai dengan harga yang ditentukan Pasar, yaitu Harga Pasar yg Wajar (Normal/Market Price). 3. Konsumen, sebagai pembeli/pemakai barang/jasa juga tidak bisa menentukan sendiri harga barang yang mau dibelinya. Mereka hanya akan memperoleh barang jika mereka membayar sesuai dengan harga yang ditentukan Pasar, yaitu Harga Pasar yg Wajar (Normal/Market Price). 4. Tuan Tanah, sebagai pemilik tanah juga tidak bisa menentukan sendiri besarnya sewa atas tanahnya. Mereka akan menerima sewa tanah yang ditentukan Pasar sebesar sewa tanah yang wajar (Normal Rent). 4. Tuan Tanah, sebagai pemilik tanah juga tidak bisa menentukan sendiri besarnya sewa atas tanahnya. Mereka akan menerima sewa tanah yang ditentukan Pasar sebesar sewa tanah yang wajar (Normal Rent).

5 KESIMPULAN :. Dapat disimpulkan bahwa dengan berjalannya Mekanisma Pasar secara murni, dimana terjadi Persaingan Bebas (Free Competition), akan tercipta keadi- lan dan kewajaran dalam masyarakat. Masing-2 fihak (pengusaha, buruh, konsumen, dan tuan-tanah) akan mem- peroleh bagiannya (keuntungan, upah, harga barang, dan sewa-tanah) yang wajar dan adil.

6 Bagaimanakah kenyataannya? Waktu itu di Inggeris sedang berlangsung Revolusi Industri ( ). Inggeris merupakan negara industri yang termaju, didukung oleh kemajuan teknologi di berbagai bidang.(mesin tenaga uap, tenaga listrik, sistem pabrik, juga kemajuan di bidang pertanian, dsb.nya). Waktu itu di Inggeris sedang berlangsung Revolusi Industri ( ). Inggeris merupakan negara industri yang termaju, didukung oleh kemajuan teknologi di berbagai bidang.(mesin tenaga uap, tenaga listrik, sistem pabrik, juga kemajuan di bidang pertanian, dsb.nya). Namun dengan diberlakukannya sistem Persaingan Bebas itu justru terjadilah berbagai ketidak-adilan, pemerasan atas kaum buruh dan konsumen, menyebabkan kesengsaraan rakyat yang luar biasa. Namun dengan diberlakukannya sistem Persaingan Bebas itu justru terjadilah berbagai ketidak-adilan, pemerasan atas kaum buruh dan konsumen, menyebabkan kesengsaraan rakyat yang luar biasa. Banyak buku yang ditulis oleh para penulis ternama yang menceriterakan kesengsaraan masyarakat waktu itu. Banyak buku yang ditulis oleh para penulis ternama yang menceriterakan kesengsaraan masyarakat waktu itu.

7 PERSAINGAN TIDAK SEIMBANG MENYEBABKAN KESENGSARAAN RAKYAT. Persaingan Bebas hanya akan melahirkan Keadilan dan Kewajaran, apabila para pesaing (Kapitalis, Buruh, Konsumen, dan Tuan- Tanah) mempunyai kekuatan yang sama/seimbang. Hal tsb. hanya ada dalam “buku”. Persaingan Bebas hanya akan melahirkan Keadilan dan Kewajaran, apabila para pesaing (Kapitalis, Buruh, Konsumen, dan Tuan- Tanah) mempunyai kekuatan yang sama/seimbang. Hal tsb. hanya ada dalam “buku”. Dalam dunia kenyataan bisa dilihat, bahwa kaum buruh dan para konsumen merupakan kelompok besar, kurang terdidik, tidak mudah di-organisasi; sedang kaum kapitalis dan tuan-tanah merupakan kelompok relatif kecil, mempunyai kemampuan ekonomi yang kuat (kaya), lebih terdidik, mudah di-organisasi (kolusi), sehingga dalam persaingan mereka selalu lebih unggul. Itulah sebabnya maka terjadi kesengsaraan yang amat sangat pada waktu itu, karena dalam persaingan mereka (kaum buruh dan konsumen) kalah, sedang Pemerintah hand-offs sesuai dengan ajaran Adam Smith. Dalam dunia kenyataan bisa dilihat, bahwa kaum buruh dan para konsumen merupakan kelompok besar, kurang terdidik, tidak mudah di-organisasi; sedang kaum kapitalis dan tuan-tanah merupakan kelompok relatif kecil, mempunyai kemampuan ekonomi yang kuat (kaya), lebih terdidik, mudah di-organisasi (kolusi), sehingga dalam persaingan mereka selalu lebih unggul. Itulah sebabnya maka terjadi kesengsaraan yang amat sangat pada waktu itu, karena dalam persaingan mereka (kaum buruh dan konsumen) kalah, sedang Pemerintah hand-offs sesuai dengan ajaran Adam Smith.

8 PARA PEMIKIR MENCARI JALAN KELUAR: Para Ahli di bidang Sosial dan Politik mencoba mencari berbagai jalan untuk mengatasi kesengsaraan masyarakat waktu itu. Para Ahli di bidang Sosial dan Politik mencoba mencari berbagai jalan untuk mengatasi kesengsaraan masyarakat waktu itu. Timbullah gerakan2 kaum Sosialis Utopis, Sosialis Ilmiyah, spt.Saint Simon ( ), Robert Owen ( ), Charles Fourier ( , Louis Blanc ), dsbnya. Timbullah gerakan2 kaum Sosialis Utopis, Sosialis Ilmiyah, spt.Saint Simon ( ), Robert Owen ( ), Charles Fourier ( , Louis Blanc ), dsbnya. Gerakan Koperasi mulai di Inggeris (The Rochdale Cooperative Principles) yang sampai sekarang masih diikuti oleh gerakan koperasi di seluruh dunia. Gerakan Koperasi mulai di Inggeris (The Rochdale Cooperative Principles) yang sampai sekarang masih diikuti oleh gerakan koperasi di seluruh dunia. Namun usaha-2 mereka kurang berhasil. Namun usaha-2 mereka kurang berhasil.

9 TIMBULNYA MARXISME Pada waktu itu Karl Marx ( ) sedang berada di Inggeris atas undangan rekannya, dan menyaksikan kesengsaraan kaum buruh yang amat sangat. Pada waktu itu Karl Marx ( ) sedang berada di Inggeris atas undangan rekannya, dan menyaksikan kesengsaraan kaum buruh yang amat sangat. Timbul keinginan untuk membantu mengatasi kesengsaraan mereka. Berlainan halnya dengan para pemikir Inggeris yang mencari jalan pemecahan dengan sistem masyarakat yang ada, Karl Marx menempuh jalan yang berbeda, yg radikal. Timbul keinginan untuk membantu mengatasi kesengsaraan mereka. Berlainan halnya dengan para pemikir Inggeris yang mencari jalan pemecahan dengan sistem masyarakat yang ada, Karl Marx menempuh jalan yang berbeda, yg radikal. Secara tajam Marx melihat bahwa penyebab utama (biang keladi) kesengsaraan adalah adanya Kaum Kapitalist dan Tuan Tanah. Maka untuk mengatasi kesengsaraan rakyat itu kedua golongan itu harus ditiadakan. Secara tajam Marx melihat bahwa penyebab utama (biang keladi) kesengsaraan adalah adanya Kaum Kapitalist dan Tuan Tanah. Maka untuk mengatasi kesengsaraan rakyat itu kedua golongan itu harus ditiadakan. Maka Marx merumuskan: Adanya Satu Masyarakat dimana semua Barang Modal (Capital Goods) dan Tanah dikuasai Negara (atas nama Rakyat). Semua Orang adalah BURUH. Oleh karena itu disebut pula Masyarakat Tanpa Kelas (Classless Society). Inilah yang disebut Masyarakat/Negara Sosialis atau Komunis. Maka Marx merumuskan: Adanya Satu Masyarakat dimana semua Barang Modal (Capital Goods) dan Tanah dikuasai Negara (atas nama Rakyat). Semua Orang adalah BURUH. Oleh karena itu disebut pula Masyarakat Tanpa Kelas (Classless Society). Inilah yang disebut Masyarakat/Negara Sosialis atau Komunis.

10 2. SISTEM EKONOMI SOSIALIS/KOMUNIS (MARXISME) Semua orang adalah BURUH. Semua orang adalah BURUH. Pemerintah memilki semua barang modal (capital goods) dan Tanah. Maka hanya Pemerintahlah yang bisa melakukan usaha. Maka semua perusahaan adalah BUMN. Pemerintah memilki semua barang modal (capital goods) dan Tanah. Maka hanya Pemerintahlah yang bisa melakukan usaha. Maka semua perusahaan adalah BUMN. Jadi dalam sistem ini tidak ada persaingan! Harga ditentukan oleh Pemerintah. Jadi dalam sistem ini tidak ada persaingan! Harga ditentukan oleh Pemerintah. Untuk memproduksi semua barang (dan jasa) yang diperlukan masyarakat itu Pemerintah membentuk Badan Perencanaan Nasional yang Komprihensif. Untuk memproduksi semua barang (dan jasa) yang diperlukan masyarakat itu Pemerintah membentuk Badan Perencanaan Nasional yang Komprihensif.

11 Di Negara2 Liberal fungsi perencaan produksi dilakukan oleh semua pengusaha dalam waktu yang terus-menerus (continuous) pada setiap saat. Jika mereka tidak melakukannya mereka kewatir akan kalah bersaing dari pengusaha2 lain. Oleh krn itu dlm sistem ekonomi liberal tidak merupakan keharusan adanya lembaga perencanaan. Di Negara2 Liberal fungsi perencaan produksi dilakukan oleh semua pengusaha dalam waktu yang terus-menerus (continuous) pada setiap saat. Jika mereka tidak melakukannya mereka kewatir akan kalah bersaing dari pengusaha2 lain. Oleh krn itu dlm sistem ekonomi liberal tidak merupakan keharusan adanya lembaga perencanaan. Dlm Sistem Sosialis tidak ada persaingan. Semua barang dan jasa diproduksi oleh Pemerintah/BUMN dengan kwantitas, kwalitas dan harga yang ditentukan oleh Pemerintah cq Badan Perencanaan. Dlm Sistem Sosialis tidak ada persaingan. Semua barang dan jasa diproduksi oleh Pemerintah/BUMN dengan kwantitas, kwalitas dan harga yang ditentukan oleh Pemerintah cq Badan Perencanaan. Dalam sistem Liberal gerak perekonomian didorong oleh semangat mencari untung yang sebesar- besarnya (Profit Motive). Dorongan ini hilang pada sistem ekonomi sosialis. Dalam sistem Liberal gerak perekonomian didorong oleh semangat mencari untung yang sebesar- besarnya (Profit Motive). Dorongan ini hilang pada sistem ekonomi sosialis..

12 BEBERAPA MASALAH PERENCANAAN Semua kebutuhan masyarakat harus diproduksi oleh Pemerintah, dirancang oleh Badan Perencanaan. Contoh: Kebutuhan masyarakat banyak sekali. Salah satunya misalnya adalah: tekstil. Contoh: Kebutuhan masyarakat banyak sekali. Salah satunya misalnya adalah: tekstil. a. Berapa banyak/kwantitas: Mis. Rakyat Indonesia 200 juta, jika setiap orang ditentukan “jatahnya” 10 meter per tahun, berarti tekstil harus diperoduksi juta M. a. Berapa banyak/kwantitas: Mis. Rakyat Indonesia 200 juta, jika setiap orang ditentukan “jatahnya” 10 meter per tahun, berarti tekstil harus diperoduksi juta M. b. Berapa jenis? Mis, yang kasar, sedang, halus? Berapa banyak masing2nya? b. Berapa jenis? Mis, yang kasar, sedang, halus? Berapa banyak masing2nya? c. Berapa macam warnanya? Putih, hitam, merah, dsbnya c. Berapa macam warnanya? Putih, hitam, merah, dsbnya d. Bgmn yang bermotif bunga? Dsb.nya. d. Bgmn yang bermotif bunga? Dsb.nya.

13 Dari contoh diatas bisa difahami betapa “rumit” tugas Badan Perencanaan untuk memenuhi 1001 macam kebutuhan dengan 1001 kwalitas dan corak dsbnya. Dari contoh diatas bisa difahami betapa “rumit” tugas Badan Perencanaan untuk memenuhi 1001 macam kebutuhan dengan 1001 kwalitas dan corak dsbnya. Mengingat rumitnya dan besarnya tugas perencana, maka para perencana cenderung untuk mengadakan penyederhanaan (simplikasi) target-2 produksi. Oleh sebab itu masyarakat tidak merasa puas (satisfaction) thd barang dan jasa yang diproduksi oleh Pemerintah. Mengingat rumitnya dan besarnya tugas perencana, maka para perencana cenderung untuk mengadakan penyederhanaan (simplikasi) target-2 produksi. Oleh sebab itu masyarakat tidak merasa puas (satisfaction) thd barang dan jasa yang diproduksi oleh Pemerintah. Maka terjadilah paradoks, adanya penumpukan barang2 di gudang2 Pemerintah di samping adanya ke-tidak-puasan yg besar dari masyarakat, karena produksinya tidak sesuai dengan minat/selera masyarakat. Maka terjadilah paradoks, adanya penumpukan barang2 di gudang2 Pemerintah di samping adanya ke-tidak-puasan yg besar dari masyarakat, karena produksinya tidak sesuai dengan minat/selera masyarakat.

14 KEGAGALAN SISTEM EKONOMI SOSIALIS (Centralistic Planning Economy) Dari uraian diatas dpt dilihat betapa sulitnya Centralistic Planning System memenuhi kebutuhan dan selera masyarakat, sehingga masyarakat merasa sangat tidak puas. Dari uraian diatas dpt dilihat betapa sulitnya Centralistic Planning System memenuhi kebutuhan dan selera masyarakat, sehingga masyarakat merasa sangat tidak puas. BUMN yang dipimpin oleh birokrat tidak bisa menandingi prestasi yang dicapai oleh perusahaan2 yang dipimpin oleh para entrpreneurs. BUMN yang dipimpin oleh birokrat tidak bisa menandingi prestasi yang dicapai oleh perusahaan2 yang dipimpin oleh para entrpreneurs. Pada akhirnya Sistem Ekonomi Sentralistik ini runtuh pada tahun Pada akhirnya Sistem Ekonomi Sentralistik ini runtuh pada tahun 1981.

15 3. SISTEM EKONOMI CAMPURAN (MIXED ECONOMIC SYSTEM) I. Kita melihat bahwa Sistem Ekonomi Liberal dengan persaingan sempurna, tanpa adanya Campur Tangan Pemerintah tidak bisa berjalan (menyebabkan keseng- saraan rakyat yang amat sangat). I. Kita melihat bahwa Sistem Ekonomi Liberal dengan persaingan sempurna, tanpa adanya Campur Tangan Pemerintah tidak bisa berjalan (menyebabkan keseng- saraan rakyat yang amat sangat). II. Kita juga melihat bahwa Sistem Eko- nomi dengan Campur Tangan Pemerintah Penuh tidak bisa berjalan, karena tidak bisa memenuhi kepuasan masyarakat. II. Kita juga melihat bahwa Sistem Eko- nomi dengan Campur Tangan Pemerintah Penuh tidak bisa berjalan, karena tidak bisa memenuhi kepuasan masyarakat.

16 SOLUSINYA: MIXED ECONOMIC SYSTEM Sistem Ekonomi Liberal secara murni: a. Persaingan Bebas berjalan penuh, b. Tidak ada campur-tangan pemerintah (Hand Off). Sistem Ekonomi Liberal secara murni: a. Persaingan Bebas berjalan penuh, b. Tidak ada campur-tangan pemerintah (Hand Off). Sistem Ekonomi yang demikian itu menyebabkan ke- sengsaraan masyarakat yang amat sangat, akhirnya ditinggalkan. Sistem Ekonomi yang demikian itu menyebabkan ke- sengsaraan masyarakat yang amat sangat, akhirnya ditinggalkan. Sistem Ekonomi Sentralistik: a. Peranan Pemerintah dilakukan secara penuh. b.Tidak ada persaingan. Sistem Ekonomi Sentralistik: a. Peranan Pemerintah dilakukan secara penuh. b.Tidak ada persaingan. Sistem Ekonomi Sentralistik juga runtuh dan ditinggalkan orang. Sistem Ekonomi Sentralistik juga runtuh dan ditinggalkan orang.

17 JALAN TENGAH: SISTEM EKONOMI CAMPURAN Karena kedua sistem yang dijalankan secara penuh itu tidak menimbulkan kemakmuran, bahkan kesengsaraan dan ketidak-puasan, maka dunia mencari jalan tengah, yaitu dengan mengambil kebaikan dari kedua sistem extrem itu. Karena kedua sistem yang dijalankan secara penuh itu tidak menimbulkan kemakmuran, bahkan kesengsaraan dan ketidak-puasan, maka dunia mencari jalan tengah, yaitu dengan mengambil kebaikan dari kedua sistem extrem itu. Dewasa ini semua negara menganut sistem ekonomi campuran. Dewasa ini semua negara menganut sistem ekonomi campuran.

18 Pemerintah melakukan intervensi pasar hanya pada bidang2 dan saat2 yang diperlukan apabila kepentingan rakyat banyak terganggu atau “terusik”. Pemerintah melakukan intervensi pasar hanya pada bidang2 dan saat2 yang diperlukan apabila kepentingan rakyat banyak terganggu atau “terusik”. Mekanisma Pasar dibiarkan berjalan. Pemerintah ikut memanfaatkan kekuatan Pasar untuk membela kepentingan rakyat. Mekanisma Pasar dibiarkan berjalan. Pemerintah ikut memanfaatkan kekuatan Pasar untuk membela kepentingan rakyat. Kebijakan: Government Intervention. Kebijakan: Government Intervention.

19 BEBERAPA CONTOH : Stabilisasi Harga Beras: Pem. Membentuk Lembaga cq BULOG, yang ditugaskan untuk menjaga harga beras yg tidak merugikan Petani, tetapi tidak memberat- kan Konsumen. Stabilisasi Harga Beras: Pem. Membentuk Lembaga cq BULOG, yang ditugaskan untuk menjaga harga beras yg tidak merugikan Petani, tetapi tidak memberat- kan Konsumen. Upah Minimum Propinsi: Pemerintah menentukan tingkat upah buruh yang layak bagi sesuatu daerah. Upah Minimum Propinsi: Pemerintah menentukan tingkat upah buruh yang layak bagi sesuatu daerah.


Download ppt "SISTEM EKONOMI : LIBERAL-SOSIALIS-MIXED Hariri Hady 15 Nov. 2008."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google