Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Lanjutan materi minggu ke 13. PENG GOLO NGAN NAR- KOTIKA C.NARKOTIKA GOLONGAN III NARKOTIKA YANG BERKHASIAT PENGOBATAN DAN BANYAK DIGUNAKAN DALAM TERAPI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Lanjutan materi minggu ke 13. PENG GOLO NGAN NAR- KOTIKA C.NARKOTIKA GOLONGAN III NARKOTIKA YANG BERKHASIAT PENGOBATAN DAN BANYAK DIGUNAKAN DALAM TERAPI."— Transcript presentasi:

1 Lanjutan materi minggu ke 13

2 PENG GOLO NGAN NAR- KOTIKA C.NARKOTIKA GOLONGAN III NARKOTIKA YANG BERKHASIAT PENGOBATAN DAN BANYAK DIGUNAKAN DALAM TERAPI DAN/ATAU TUJUAN PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN SERTA MEMPUNYAI POTENSI RINGAN MENGAKIBATKAN KETERGANTUNGAN (MIS. DIHIDROKODEINA, ETILMORFINA, KODEINA, NIKODIKODINA, PILKODINA)

3 BUNGA POHON POPPY (PAPAVER Somniperum) GETAH dari BUAH POPPY TEKNIK PENOREHAN UNTUK MENDAPATKAN GETAH

4 CANDU HEROIN ASIA TENGGARA HEROIN MEXICO HEROIN ASIA TENGGARA

5 MACAM-MACAM CODEINE DAN ALAT SUNTIK CODEINE MACAM-MACAM MORPHINE DAN ALAT SUNTIK MORPHINE

6 DAUN COCCA, BUTIRAN, DAN BUBUK COCAINE BUBUK COCAINE

7 KETENTUAN IMPOR NARKOTIKA DIIMPOR OLEH PEDAGANG BESAR FARMASI YANG DIIZINKAN OLEH MENTERI KESEHATAN IZIN IMPOR MEMPERINDAG :  memiliki Angka Pengenal Impor (API)  memilik Surat Persetujuan Impor dari Menteri Kesehatan untuk setiap pengimporan  memiliki persetujuan Pemerintah Negara pengekspor KETENTUAN EKSPOR NARKOTIKA DIEKSPOR OLEH PEDAGANG BESAR FARMASI MILIK NEGARA MEMILIKI ANGKA PENGENAL EKSPOR MEMILIKI SURAT PERSETUJUAN EKSPOR DARI MENTERI KESEHATAN UNTUK SETIAP KALI PENGEKSPORAN MEMILIKI PERSETUJUAN IMPOR DARI NEGARA TUJUAN KETENTUAN TRANSITO NARKOTIKA MEMPUNYAI SURAT PERSETUJUAN DARI NEGARA PENGIMPOR DAN PENGEKSPOR

8 PSIKOTROPIKA KEGUNAAN PSIKO- TROPIKA KESEHATAN/PENGOBATAN ILMU PENGETAHUAN (PENELITIAN, PENGEMBANGAN, PENDIDIKAN, PENGAJARAN) SALAH MENG GUNA KAN KERUGIAN :  BAGI PELAKU  DAMPAK SOSIAL  DAMPAK EKO- NOMI  KEMAMPUAN NASIONAL SEHINGGA PERLU DIATUR ANCAMAN BANGSA Dan NEGARA PSIKOTROPIKA ADALAH ZAT ATAU OBAT, BAIK ALAMIAH MAUPUN SINTETIS BUKAN NARKOTIKA, YANG BERKHASIAT AKTIF MELALUI PENGARUH SELEKTIF PADA SUSUNAN SARAF PUSAT YANG MENYEBABKAN PERUBAHAN KHAS PADA AKTIVITAS MENTAL DAN PERILAKU TUJUAN PENGATURAN MENJAMIN KETERSEDIAAN PSIKOTROPIKA GUNA PELAYANAN KESEHATAN DAN ILMU PENGETAHUAN MENCEGAH TERJADINYA PENYALAHGUNAAN MEMBERANTAS PEREDARAN GELAP NARKOTIKA

9 PREKURSOR ADALAH ZAT ATAU BAHAN PEMULA ATAU BAHAN KIMIA YANG DAPAT DIGUNAKAN DALAM MEMPROSES PEMBUATAN NARKOTIKA ATAU PSIKOTROPIKA KEP. MENKES NO. 890/MENKES/SK/VIII/1998 tentang JENIS PREKURSOR NARKOTIKA dan KEP. MENKES NO. 917/MENKES/VIII/1997 tentang JENIS PREKURSOR PSIKOTROPIKA PREKURSOR PSIKOTROPIKA : 1.ASAM N ASETIL ANTRANILAT 2.EFEDRIN 3.ERGOMETRIN 4.ERGOTAMIN 5.ISOSAFROL 6.ASAM LISERGAT 7.3,4-METILEN DIOKSIL FENIL –2 PROPANON 8.1-FENIL-2-PROPANON 9.PIPERONAL 10.PSEUDO EFEDRINA 11.SAFROL 12.ANHIDRIDA ASAM ASETAT 13.ASETON 14.ASAM ETRANILAT 15.ETIL ETER 16.ASAM KLORIDA 17.ASAM FENIL ASETAT 18.PIPERIDINA 19.ASAM SULFAT 20.TOLUEN PREKURSOR NARKOTIKA : 1.ANHIDRIDA ASETAT 2.ASETON 3.ASAM KLORIDA 4.ASAM SULFAT 5.ETIL ETER 6.KALIUM PERMANGANAT 7.METIL ETIL KETON 8.TOLUEN IMPOR/EKSPOR PREKURSOR HARUS DENGAN :  PERSETUJUAN IMPOR/EKSPOR DARI KEPALA BADAN POM untuk setiap kali pengimporan/pengeksporan

10 KETENTUAN IMPOR SEDIAAN FARMASI DAN ALAT KESEHATAN :  DILAKUKAN OLEH BADAN USAHA DAN LEMBAGA PENDIDIKAN/PENELITIAN  MEMILIKI ANGKA PENGENAL IMPOR  IZIN MENTERI KESEHATAN  DILINDUNGI OLEH CERTIFICATE OF ANALYSIS DARI INSTANSI YANG BERWENANG DI NEGARA PENGEKSPOR (PABRIK YANG MEMPRODUKSI), bila tidak memiliki ‘CERTIFICATE of ANALYSIS’ MAKA PEJABAT BEA DAN CUKAI : - DAPAT MENGAMBIL CONTOH : A. UNTUK OBAT JADI MASING-MASING 5 BUNGKUS B. UNTUK BAHAN OBAT MASING-MASING 50 SAMPAI DENGAN 100 GRAM - MENGIRIM CONTOH KE BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN (POM), PALING LAMBAT 3 X 24 JAM SETELAH PENGAMBILAN CONTOH TERSEBUT IMPOR/EKSPOR OBAT TRADISIONIL DILAKUKAN OLEH PRODUSEN OBAT TRADISIONIL atau BADAN USAHA yang DITUNJUK oleh PRODUSEN DI LUAR NEGERI MEMILIKI IZIN IMPOR/EKSPOR DARI KEPALA BADAN POM HARUS DIBUNGKUS atau MEMILIKI WADAH PENGEMAS YANG MEMUAT INFORMASI YANG LENGKAP TTG OBAT TSB DAN DITULIS DALAM BAHASA INDONESIA PERATURAN MENKES NO.1297/Menkes/Per/XI/1998 jo. Per. Menkes No. 246/Menkes/Per/V/1990

11 KETENTUAN IMPOR MAKANAN Dan MINUMAN SEBELUM IMPOR HARUS DIDAFTARKAN DAHULU PADA BADAN POM IMPOR HARUS MENDAPATKAN IZIN IMPOR DARI BADAN POM DILAMPIRI SERTIFIKAT KESEHATAN DILAMPIRI LABEL DENGAN MEMUAT KETERANGAN YANG JELAS DAN TENTANG OBAT TERSEBUT MAKANAN Yang DILARANG IMPOR  BUSUK  MENGANDUNG BAHAN NABATI/HEWANI YG BERPENYAKIT  MENGANDUNG SISA PESTISIDA  MENGANDUNG ZAT KIMIA BERACUN, LOGAM  MENGANDUNG JASAD RENIK  TIDAK COCOK UNTUK KONSUMSI MANUSIA  BERBAHAYA BAGI KESEHATAN MANUSIA  TIDAK DIDAFTARKAN PADA BADAN POM  TIDAK MEMENUHI STANDAR MUTU  KADALUARSA TAMBAHAN MAKANAN Yang DILARANG IMPOR  ASAM BORAT  ASAM SILISILAT DAN GARAM-GARAMNYA  DIETIL PIRO KARBONAT  DULSIN  KALIUM KLORAT  KLORAM FENIKO  MINYAK NABATI YANG DIBROMINASI  NITRO FURAZON  FORMALIN

12 PRODUK MINUMAN BERALKOHOL BIR, ANGGUR, WHISKY, RUM, GIN, VODKA KETENTUAN IMPOR MINUMAN BERALKOHOL MEMILIKI ANGKA PENGENAL IMPORTIR MEMILIKI IZIN IMPOR DARI BADAN POM TERDAFTAR DI BADAN POM MEMILIKI NPP BKC DARI MENTERI KEUANGAN HARUS MENCANTUMKAN LABEL PADA PENGEMAS DENGAN MEMUAT DATA YANG LENGKAP DAN TEGAS SERTA PERINGATAN ‘MINUMANA BERALKOHOL’ serta ‘DIBAWAH UMUR 21 TAHUN dan WANITA HAMIL DILARANG MINUM’ LARANGAN IMPOR MINUMAN BERALKOHOL  GOLONGAN A/B/C YANG ISINYA KURANG DARI 180 ml, KECUALI UNTUK KEPERLUAN PENJUALAN DI KAMAR HOTEL  DALAM BENTUK KONSENTRAT  BERKADAR ETHANOL LEBIH DARI 50%  MENCANTUMKAN KATA ‘HALAL’ PADA LABEL

13 PERATURAN LARANGAN DAN PEMBATASAN UNTUK FLORA FAUNA MELINDUNGI FLORA DAN FAUNA

14 PENGA TURAN FLORA DAN FAUNA NASION AL 1.DEPARTEMEN KEHUTANAN 2.DEPARTEMEN PERTANIAN INTERNA SIONAL CITES (CONVENTION ON INTERNATIONAL TRADE ENDANGERED SPECIES OF WILD FAUNA AND FLORA) YAITU KONVENSI TINGKAT INTERNASIONAL YANG ME- MENGATUR PERDAGANGAN SPECIES FLORA DAN FAUNA YANG TERANCAM PUNAH

15 PEMBAGIAN FLORA DAN FAUNA DALAM CITES  FLORA/FAUNA YANG TERANCAM PUNAH OLEH PERDAGANGAN  DILARANG UNTUK DIPERDAGANGKAN (HIDUP MAUPUN MATI)  KECUALI : - TUKAR MENUKAR ANTAR KEBUN BINATANG - PENELITIAN - HADIAH KENEGARAAN - HASIL PENANGKARAN (GENERASI KEDUA/F2) APPENDIKS I APPENDIKS II APPENDIKS III  FLORA/FAUNA TIDAK TERANCAM PUNAH  AKAN TERANCAM PUNAH BILA PERDAGANGANYA  TIDAK TIDAK DIATUR DENGAN KETAT  PERDAGANGANNYA BERDASARKAN KUOTA  FLORA/FAUNA YANG DILINDUNGI KHUSUS OLEH NEGARA ANGGOTA CITES  DIMAKSUDKAN UNTUK MENCEGAH/MEMBATASI PEMANFAATAN YANG BERLEBIHAN

16 LARANGAN DAN PEMBATASAN UNTUK KEPENTINGAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KESEHATAN MASYARAKAT

17 PENCEMARANLINGKUNGANHIDUP MASUKNYA ATAU DIMASUKKANNYA MAKHLUK HIDUP, ZAT ENERGI, DAN /ATAU KOMPONEN LAIN KE DALAM LINGKUNGAN HIDUP OLEH KEGIATAN MANUSIA SEHINGGA KUALITASNYA TURUN SAMPAI KE TINGKAT TERTENTU YANG MENYEBABKAN LINGKUNGAN HIDUP TIDAK DAPAT BERFUNGSI SESUAI DENGAN PERUNTUKANNYA. BARANG-BARANG BERBAHAYA BAGI LINGKUNGAN HIDUP 1.BAHAN-BAHAN BERBAHAYA 2.LIMBAH 3.RADIO AKTIF

18 IMPOR BAHAN-BAHAN BERBAHAYA WAJIB DILAPORKAN KE BADAN POM PALING LAMBAT 2 MINGGU SETELAH BARANG KE LUAR DARI PELABUHAN/ BANDARA BAHAN PERUSAK LAPISAN OZON CHLORO FLUORO CARBON/ FREON/R12 UNTUK PRODUKSI : BUSA, ALAT PENDINGIN PENCUCI LOGAM, PRODUK AEROSOL HALON DIGUNAKAN DALAM ALAT PEMADAM API BAHAN PERUSAK OZON LAINNYA KEP. MENPERINDAG NO. 410/MPP/Kep/9/1998 IMPORNYA HARUS IZIN DIRJEN DAG INT KEMENDAG

19 LIMBAH BAHAN SISA PADA SUATU KEGIATAN DAN/ATAU PROSES PRODUKSI LIMBAH BAHAN BERACUN Dan BERBA- HAYA SETIAP LIMBAH YG MENGANDUNG BAHAN BERBAHAYA DAN / ATAU BE- RACUN YANG KARENA SIFAT DAN/ ATAU KONSENTRASINYA DAN/ATAU JUMLAHNYA BAIK SECARA LANG- SUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG DAPAT MERUSAK DAN/ATAU MENCE MARKAN LINGKUNGAN HIDUP DAN/ ATAU DAPAT MEMBAHAYAKAN KESE HATAN MANUSIA

20 LIMBAH YANG MENYEBABKAN INFEKSI LIMBAH YANG SANGAT BERBAHAYA KARENA MENGANDUNG KUMAN PENYAKIT SEPERTI HEPATITIS DAN KOLERA YANG DITULARKAN PADA PEKERJA, PEMBERSIH JALAN, MASYARAKAT DI SEKITAR LOKASI PEMBUANGAN LIMBAH LIMBAH YANG MEMPUNYAI SALAH SATU SIFAT ANTARA LAIN :  MENYEBABKAN IRITASI (TERBAKAR PADA KULIT)  MENYEBABKAN PROSES PENGARATAN PADA LEMPENG BAJA LIMBAH YANG BERSIFAT KOROSIF IMPOR LIMBAH BAHAN BERACUN Dan BERBAHAYA DILARANG KECUALI  SISA DAN SKRAP TIMAH HITAM  SISA DAN SKRAP DARI : SEL PRIMER, BATERAI PRIMER, AKUMULATOR LISTRIK, SEL PRIMER HABIS PAKAI, AKUMULATOR LISTRIK HABIS PAKAI DENGAN IZIN MEMPERINDAG atas persetujuan KEPALA BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN

21 P E R A T U R A N P E R A T U R A N LARANGAN DAN PEMBATASAN UNTUK MELIDUNGI INDUSTRI, PERDAGANGAN DAN KEUANGAN

22 PEMERIKSAAN PEMBAWAAN UANG RUPIAH JUMLAH UANGPEMERIKSAAN Rp ,00 ATAU LEBIH MASUK WILAYAH PABEAN RI Rp ,00 ATAU LEBIH KELUAR WILAYAH PABEAN RI. PEMERIKSAAN KEASLIAN UANG OLEH PETUGAS BC DI TEMPAT KEDATANGAN DALAM HAL ADANYA KECURIGAAN TENTANG KEASLIAN UANG RUPIAH DILAKUKAN PEMERIKSAAN LEBIH LANJUT TERLEBIH DAHULU MEMPEROLEH IZIN BI

23 KEWAJIBAN IZIN ATAS MEMBAWA UANG RUPIAH SEBESAR Rp ATAU LEBIH KELUAR WILAYAH PABEAN RI. SETIAP ORANG YANG TIDAK ADA IZIN DARI BI MEMBAWA UANG RUPIAH SEBESAR Rp ATAU LEBIH KELUAR WILAYAH PABEAN RI. MELANGGAR KETENTUAN TENTANG PEMBAWAAN UANG RUPIAH DIKENAKAN SANKSI ADMINISTRATIF BERUPA DENDA SEBESAR 10% DARI JUMLAH UANG RUPIAH YANG DIBAWA, DENGAN BATAS MAKSIMAL PENGENAAN SANKSI SEBESAR Rp

24 PERATURAN LARANGAN DAN PEMBATASAN UNTUK MELINDUNGI KEBUDAYAAN

25 BENDA CAGAR BUDAYA DI WILAYAH INDONESIA SEMUANYA DIKUASAI NEGARA IMPOR / EKSPOR BENDA CAGAR BUDAYA  IZIN DARI MENTERI PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN  IZIN DIBERIKATAN HANYA UNTUK : - PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN - SOSIAL BUDAYA - PEMANFAATAN LAIN YANG DIATUR OLEH MENTERI MENHIR


Download ppt "Lanjutan materi minggu ke 13. PENG GOLO NGAN NAR- KOTIKA C.NARKOTIKA GOLONGAN III NARKOTIKA YANG BERKHASIAT PENGOBATAN DAN BANYAK DIGUNAKAN DALAM TERAPI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google