Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pertemuan-6 DESAIN PRODUK DAN JASA OLEH IR. INDRAWANI SINOEM, MS.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pertemuan-6 DESAIN PRODUK DAN JASA OLEH IR. INDRAWANI SINOEM, MS."— Transcript presentasi:

1 Pertemuan-6 DESAIN PRODUK DAN JASA OLEH IR. INDRAWANI SINOEM, MS.

2 PENDAHULUAN Keberadan sebuah perusahaan pada pasar global adalah keberhasilan produk atau jasa yg disajikan kepada masyarakat. Strategi produk yang kurang baik dapat menghancurkan perusahaan tersebut. Untuk memaksimalkan potensi keberha- silan, perusahaan unggulan memfokuskan hanya pada beberapa produk dan konsen- trasi pada produk-produk tersebut.

3 Salah satu strategi produk adalah mem- bangun kompetensi tertentu dalam kusto- misasi suatu produk atau jasa yg sudah ada. Pendekatan ini memungkinkan pelanggan untuk memilih variasi produk sekaligus mendorong kekuatan organisasi. Sebuah strategi produk yang efektif meng- hubungkan keputusan produk (pemilihan, penetapan, dan perancangan produk) dengan investasi, pangsan pasar, dan siklus hidup, serta menjelaskan seberapa beragamnya suatu lini produk.

4 Tujuan suatu keputusan produk (product decision) adalah mengembangkan dan menerapkan sebuah strategi produk yang dapat memenuhi permintaan pasar dgn keunggulan bersaing.

5 DESAIN PRODUK DAN JASA Pengertian : Desain produk dan/jasa adalah menciptakan, membangun dan/ mengembangkan produk dan jasa berdasarkan konsep, teknologi, kemasan, layanan. Salah satu strategi menciptakan, membangun, dan/ mengembangkan produk dan jasa adalah membangun kompetensi tertentu dan kustomisasi suatu produk dan jasa, dan/ kelompok produk dan jasa.

6 Contoh : a. Berdasarkan konsep : Perusahaan sepatu Nike : telah meng- geser sepatu atlit dari sekadar kebutuh- an penggunaan produk tsb (sepatu olahraga) tetapi menjadi sepatu sbg aksesoris glamour dimana dlm proses- nya mencari penemuan-penemuan baru untuk semua bagian sepatu termasu bagian tumit.

7 b. Berdasarkan teknologi: VisiFone dari Vision : menggunakan teknologi baru untuk memungkinkan panggilan dari suara menjadi panggilan/ tampilan video (video call) melalui koneksi internet. c. Berdasarkan Kemasan : Sherwin William’s Dutch Boy : telah melakukan revolusi dalam industri cat melalui wadah cat Twist & Pour yg berbentu seperti kubus.

8

9

10

11

12 d. Berdasarkan layanan : Perbankan : telah merubah layanan kepada nasabahnya melalui ATM menjadi layanan melalui handpone. Pembelian tiket pesawat melalui layanan melalui internet, dll.

13

14 Pemilihan Produk dan Jasa Pemilihan produk adalah proses pemilihan produk atau jasa untuk dapat disajikan kepada pelanggan atau klien. Contoh : rumah sakit melakukan spesiali- sasi pada berbagai jenis pasien dan pro- sedur kesehatan. Beberapa rumah sakit dapat memutuskan untuk mengoperasikan rumah sakit umum, rumah sakit bersalin, dll.

15 Terdapat banyak pilihan dalam pemilihan, penetapan, dan perancangan produk. Strategi Toyota dalam merespon dengan cepat dalam melayani pelanggannya. Dengan melakukan proses desain mobil tercepat dalam industri otomotif. Toyota telah menjadikan kecepatan pengembangan produk turun di bawah 2 tahun dalam sebuah industri dimana standarnya masih mendekati 2 tahun. Waktu desain yang lebih singkat memungkinkan Toyota memasarkan mobil sebelum selera pelanggan berubah dan melakukan proses desain dgn teknologi dan inovasi terbaru.

16 Siklus Hidup Produk Produk-produk dilahirkan, mereka hidup dan mati. Mereka disingkirkan oleh ma- syarakat yang terus berubah. Kehidupan produk terbagi empat fase, yaitu : 1. Perkenalan 2. Pertumbuhan 3. Kematangan 4. Penurunan

17 Siklus hidup produk, penjualan, biaya, dan keuntungan. Arus Uang Negatif Keuntungan PerkenalanPertumbuhan Kematangan Penurunan Penjualan, biaya, dan arus uang Biaya pengembangan dan produksiPendapatan Penjualan Kerugian Arus Uang

18 Siklus Hidup dan Strategi Fase Perkenalan : Karena produk-produk pd fase perkenalan ini sedang disesuaikan dgn kondisi pasar dan teknik-teknik produksinya, mungkin diperlukan pengeluaran lain-lain untuk penelitian, pengembangan produk, modi- fikasi dan perbaikan proses, serta pengem bangan pemasok.

19 Fase Pertumbuhan : Dalam fase ini, desain produk telah mulai stabil dan diperlukan peramalan kebutuh- an kapasitas efektif. Penambahan kapa- sitas atau peningkatan kapasitas yg sudah ada untuk menampung peningkatan per- mintaan produk mungkin diperlukan.

20 Fase Kematangan : Saat sebuah produk mencapai kematang- an, pesaing mulai bermunculan. Produksi dalam jumlah besar dan inovatif sangatlah sesuai pada fase ini. Pengendalian biaya yg lebih baik, berkurangnya pilihan dan pemotongan lini produk mungkin akan efektif atau diperlukan untuk meningkat- kan keuntungan dan pangsa pasar.

21 Fase Penurunan : Manajemen mungkin perlu sedikit kejam pada produk yg siklus hidupnya mendekati akhir. Produk yg hampir mati biasanya adalah produk yg buruk bagi investasi sumberdaya dan kemampuan manajerial, kecuali jika produk yg hampir mati ini memberikan kontribusi yg unik bagi reputasi perusahaan atau lini produknya atau bisa dijual dgn harga yg tinggi, maka produksi produk semacam ini harus dihentikan.

22 Analisis Produk Berdasarkan Nilai Mengurutkan produk secara menurun ber- dasarkan kontribusi dollar setiap produk bagi perusahaan dan juga kontribusi dollar tahunan total dari suatu produk. Manajer operasi yg efektif memilih produk yg terlihat paling menjanjikan. Hal ini sesuai dengan prinsip pareto (fakus pada permasalahan yg sedikit, ttp penting; dan bukan sebaliknya) yg diterapkan pd bauran produk.

23 Menghasilkan Produk Baru Produk-produk yg tdk perlu harus dibuang dan digantikan, karena perusahaan menghasilkan hampir semua pendapatan dan keuntungan dari produk-produk baru. Pemilihan produk, definisi, dan desain harus dilakukan terus menerus. Misalnya : perubahan TV menjadi HDTV, radio menjadi radio satelit, telepon kabel menjadi telepon gemgam dan blackberry, walkman menjadi iPOD, dsb.

24 Pengembangan produk baru yg agresif menghasilkan organisasi membangun struktur internal yg membuka komunikasi dgn pelanggan, budaya organisasi yg inovatif, penelitian dan pengembangannya serta kepemimpinannya kuat, bonusnya bersifat formal, serta pelatihan. Baru sesudah itu perusahaan dapat menghasil- kan keuntungan dan memusatkan perhati- an dengan semangat pada peluang terten- tu yg diuraikan sbb :

25 1. Memahami pelanggan 2. Perubahan ekonomi 3. Perubahan sosiologis dan demografis 4. Perubahan teknologis 5. Perubahan politik/peraturan 6. Perubahan lain dapat muncul melalui kebiasaan pasar, standar profesional, pemasok, dan distributor.

26 Pentingnya produk baru tidak dapat di- pungkiri. Perusahaan yang memimpin pasar mendapatkan sebagian besar penjualannya dari produk yang berumur kurang dari 5 tahun. Banyaknya upaya yang terus dilakukan dalam memperkenalkan produk baru untuk dapat tetap hidup. Diantaranya adalah pemilihan, definisi, dan perancang- an produk yang berulang-ulang.

27 PENGEMBANGAN PRODUK Sistem pengembangan produk adalah sebuah strategi produk yg efektif menghu-bungkan keputusan produk dengan arus uang, dinamika pasar, siklus hidup produk dan kemampuan organisasi. Sebuah perusahaan harus mempunyai dana untuk mengembangkan produk, memahami perubahan yg terus terjadi di pasar, mempunyai potensi yg diperlukan, dan sumberdaya.

28 Tahapan-tahapan Pengembangan Produk Ide dari banyak sumber Apakah perusahaan mampu melaksanakan ide ? Persyaratan pelanggan untuk Memenangkan pesanan Spesifikasi fungsional : Bagaimana produk akan berfungsi Spesifikasiproduk: Bagaimana produk akan dibuat Peninjauan desain :Apakah spesialisasi produk ini merupakan cara terbaik untuk memenuhi keinginan pelanggan Pengujian pasar : Apakah produk memenuhi harapan pelanggan Perkenalan ke pasar Evaluasi (Berhasil ?) Kerja Tim pengembangan produk Kerja Tim desain dan rekayasa

29 QUALITY FUNCTION DEVELOPMENT (QFD) QFD adalah proses penetapan permintaan pelanggan (keinginan pelanggan) dan menterjemahkan keinginan pelanggan ke dalam atribut (cara) yang dapat dipahami dan dilaksanakan oleh setiap bagian fungsional.

30 Suatu perangkat QFD adalah rumah kuali- tas (house of quality). Rumah kualitas adalah bagian dari proses penyebaran fungsi kualitas yang menggunakan matriks perencanaan untuk menghubungkan keinginan pelanggan dengan bagaimana perusahaan akan memenuhi keinginan tersebut.

31 6 Langkah untuk membuat rumah kualitas, yaitu : 1. Kenali keinginan pelanggan 2. Kenali bagaimana produk/jasa akan memuaskan keinginan pelanggan. 3. Hubungkan keinginan pelanggan dgn bagaimana produk akan dibuat untuk memenuhi pelanggan tersebut. 4. Kenali hubungan antara sejumlah bagaimana pada perusahaan.

32 Buat tingkat kepentingan Evaluasi produk pesaing

33 Nilai-nilai sasaran (atribut teknis) Evaluasi teknis Apa yang dapat kita lakukan (bagaimana organisasi akan menterjemahkan keinginan pelanggan pada atribut-atribut produk dan proses serta sasaran desain Nilai-nilai dengan pembobotan Apa yang diinginkan pelanggan Hubungan antara hal-hal yang dapat kita lakukan Seberapa baik hal- hal yang kita kerjakan memenuhi keinginan pelanggan (matriks hubungan) Penilaian kompetitif G = baik F = sedang P = jelek Tingkat kepentingan pelanggan (5 = tertinggi)

34 Nilai-nilai sasaran (atribut teknis) Evaluasi teknis Apa yang dapat kita lakukan (bagaimana organisasi akan menterjemahkan keinginan pelanggan pada atribut-atribut produk dan proses serta sasaran desain Nilai-nilai dengan pembobotan Apa yang diinginkan pelanggan Hubungan antara hal-hal yang dapat kita lakukan Seberapa baik hal- hal yang kita kerjakan memenuhi keinginan pelanggan (matriks hubungan) Penilaian kompetitif G = baik F = sedang P = jelek Tingkat kepentingan pelanggan (5 = tertinggi) Ringan Mudah digunakan Dapat diandalkan Mudah dipegang dengan stabil Koreksi warna Kebutuhan hemat listrikKomponen aluminium AutofocusAutoexposure Paint palletDesain ergonomis

35 Nilai-nilai sasaran (atribut teknis) Evaluasi teknis Apa yang dapat kita lakukan (bagaimana organisasi akan menterjemahkan keinginan pelanggan pada atribut-atribut produk dan proses serta sasaran desain Nilai-nilai dengan pembobotan = 25 (1x3)+(3x4)+(2x5) Apa yang diinginkan pelanggan Hubungan antara hal-hal yang dapat kita lakukan Seberapa baik hal- hal yang kita kerjakan memenuhi keinginan pelanggan (matriks hubungan) Penilaian kompetitif G = baik F = sedang P = jelek Tingkat kepentingan pelanggan (5 = tertinggi) Ringan Mudah digunakan Dapat diandalkan Mudah dipegang dengan stabil Koreksi warna Kebutuhan hemat listrikKomponen aluminium AutofocusAutoexposure Paint palletDesain ergonomis Tingkat kepentingan kami * * ** * * * * * * * * * = Hub yg tinggi (5) = Hub yg sedang (3) = Hub yg rendah (1)

36 Nilai-nilai sasaran (atribut teknis) Evaluasi teknis Apa yang dapat kita lakukan (bagaimana organisasi akan menterjemahkan keinginan pelanggan pada atribut-atribut produk dan proses serta sasaran desain Nilai-nilai dengan pembobotan = 25 (1x3)+(3x4)+(2x5) Apa yang diinginkan pelanggan Hubungan antara hal-hal yang dapat kita lakukan Seberapa baik hal- hal yang kita kerjakan memenuhi keinginan pelanggan (matriks hubungan) Penilaian kompetitif G = baik F = sedang P = jelek Tingkat kepentingan pelanggan (5 = tertinggi) Ringan Mudah digunakan Dapat diandalkan Mudah dipegang dengan stabil Koreksi warna Kebutuhan hemat listrikKomponen aluminium AutofocusAutoexposure Paint palletDesain ergonomis Tingkat kepentingan kami * * ** * * * * * * * * * = Hub yg tinggi (5) = Hub yg sedang (3) = Hub yg rendah (1) Kantor AKantor B GP PG F G P P P P

37 Nilai-nilai sasaran (atribut teknis) Evaluasi teknis Apa yang dapat kita lakukan (bagaimana organisasi akan menterjemahkan keinginan pelanggan pada atribut-atribut produk dan proses serta sasaran desain Nilai-nilai dengan pembobotan = 25 (1x3)+(3x4)+(2x5) Apa yang diinginkan pelanggan Hubungan antara hal-hal yang dapat kita lakukan Seberapa baik hal- hal yang kita kerjakan memenuhi keinginan pelanggan (matriks hubungan) Penilaian kompetitif G = baik F = sedang P = jelek Tingkat kepentingan pelanggan (5 = tertinggi) Ringan Mudah digunakan Dapat diandalkan Mudah dipegang dengan stabil Koreksi warna Kebutuhan hemat listrikKomponen aluminium AutofocusAutoexposure Paint palletDesain ergonomis Tingkat kepentingan kami * * ** * * * * * * * * * = Hub yg tinggi (5) = Hub yg sedang (3) = Hub yg rendah (1) Kantor AKantor B GP PG F G P P P P 0,5 A 75 % 2’ untuk ∞2 lingkaran Kegagala 1/10.000Peningkatan panel 0,7 60%yes1okG 50% 0,6yes 2 ok F Gyes0,575%2

38 ORGANISASI PENGEMBANGAN PRODUK Tim pengembangan produk : tim yang bertanggung jawab mengubah permintaan pasar menjadi suatu produk yg mencapai tahap keberhasilan. Rekayasa simultan : penggunaan tim yang terlibat dalam aktivitas desain dan rekaya- sa.

39 Kemampuan untuk diproduksi dan rekaya- sa nilai : aktivitas yg membantu meningkat kan kualitas, desain, produksi, pemeliha- raan, dan penggunaan dari produk. Kemampuan untuk diproduksi dan rekaya- sa nilai menghasilkan keuntungan lain : a. Mengurangi kerumitan produk b. Standardisasi tambahan dari berbagai komponen c. Perbaikan aspek-aspek fungsional dari produk

40 d. Peningkatan desain pekerjaan dan keamanan pekerjaan e. Memudahkan produk untuk dirawat (diperbaiki) f. Desain yang tangguh

41 PERMASALAHAN DESAIN PRODUK Untuk mengembangkan sebuah sistem dan struktur organisasi untuk pengem- bangan produk, ada 7 teknik penting : 1. Desain yg tangguh 2. Desain moduler 3. Computer Aided Design (CAD) 4. Computer Aided Manufacturing (CAM) 5. Teknologi Virtual Reality

42 6. Analisis nilai 7. Etika dan desain yg ramah lingkungan

43 1. Desain Tangguh : Desain yang dapat diproduksi sesuai dgn persyaratan, bahkan dgn adanya kondisi proses produksi yang tidak sempurna. Contoh : Lucent mengembangkan sebuah IC (Integrated Circuit) yang dapat diguna- kan pada banyak produk untuk memper- kuat sinyal suara.

44 2. Desain Moduler : Desain dimana bagian atau komponen dari suatu produk dibagi-bagi menjadi modul-modul yang dapat dipertukarkan dan diganti dengan mudah. Contoh : Semua stereo yang mempunyai high fidelity diproduksi dan dijual dengan cara desian moduler. Harley Davidson yg menggunakan mesin, gardan, tangki bensin, dan suspensi yg perbedaannya relatif sedikit untuk memproduksi beragam variasi motor.

45 3. Computer-Aided Design (CAD) : Penggunaan komputer secara interatif untuk mengembangkan dan mendoku- mentasikan produk. Perluasan dari CAD : a. Design for manufacture and asembly (DFMA) b. Pemodelan objek tiga dimensi. c. Standard for exchange of product data (STEP).

46 4. Computer Aided Manufacturing (CAM) : Penggunaan komputer khusus untuk me- mandu dan mengendalikan peralatan produksi. 5. Teknologi Virtual Reality : Bentuk komunikasi visual dimana berba- gai citra digunakan sebagai pengganti dari benda aslinya, tetapi masih me- mengkinkan pengguna untuk merespon- nya secara interaktif.

47 6. Analisis nilai : Suatu tinjauan atas produk yang berhasil yang dilakukan selama produksi. 7. Etika dan desain yang ramah lingkungan Suatu aktivitas manajer operasi yang paling etis dan peka terhadap lingkungan adalah meningkatkan produktivitas ketika mengirimkan barang dan jasa yg diingin- kan.

48 PERSAINGAN BERDASARKAN WAKTU Persaingan berdasarkan waktu adalah persaingan yang dipengaruhi oleh waktu, mengembangkan produk dengan cepat dan melemparkannya ke pasar. Contoh : Perusahaan obat menginvestasi- kan waktu rata-rata tahun dan dana sebesar $400 juta sebelum mendapatkan pengesahan untuk setiap obat baru. 1 dari 5 yang benar-benar sukses.

49 Kontinuum Pengembangan Produk : Strategi Pengembangan Eksternal : Aliansi Usaha Patungan Membeli teknologi atau keahlian dengan mengakuisisi pihak pengembang Strategi Pengemabangan Internal : Migrasi produk yang ada Perbaikan terhadap produk yang ada Pengembangan produk baru secara internal

50 MENDEFINISIKAN PRODUK Setelah suatu barang atau jasa yang baru diper- kenalkan ke pasar, barang atau jasa tersebut harus didefinisikan : 1. Sebuah barang dan jasa didefinisikan dari segi fungsinya, yaitu : apa yang dapat dilakukan olehnya. 2. Produk tersebut harus dirancang dan perusahaan menentukan bagaimana fungsi tersebut dapat dicapai

51 Contoh : Saat jam alarm diproduksi, aspek warna, ukuran, atau lokasi tombol, dapat membu- at perbedaan mendasar pada kemudahan produksi, kualitas, dan penerimaan pasar. Daftar bahan baku mendaftarkan semua semua komponen beserta penjelasannya dan kuantitas yang dibutuhkan setiap komponen untuk membuat sebuah produk sebanyak satu unit.

52 Pada industri jasa makanan, daftar bahan baku diwijudkan dalam standar pengenda- lian porsi. Pada produk bahan kimia, cat, dan bahan bakar, dapat ditetapkan dengan rumus atau proporsi yang menunjukkan bagaima- na membuatnya. Pada produk film, didefinisikan dengan naskah film. Perlindungan asuransi, dengan dokumen hukum yang disebut polis.

53 DOKUMEN UNTUK PRODUKSI Sebuah produk dipilih dan dirancang pro- ses produksinya dibantu oleh dokumen yang bermacam-macam, antara lain : 1. Gambar perakitan (assambly drawing) 2. Diagram perakitan (assambly chart) 3. Lembar rute (rute sheet) 4. Perintah kerja (work order) 5. Engeneering change notices (ECN)

54 6. Manajemen konfigurasi (configuration management).

55 RANGKUMAN Strategi produk yang efektif membutuhkan pemilihan, pemilihan, perancangan, serta penetapan sebuah produk dan kemudian memindahkan produk tersebut ke bagian produksi. Jika strategi ini dijalankan dengan efektif, maka fungsi produksi dapat berkontribusi seca maksimal pada organisasi.

56 Disaat produk berjalan melintasi siklus hidupnya (pengenalan, pertumbuhan, ke- matangan, dan penurunan), pilihan yang harus diambil oleh manajer operasi me- ngalami perubahan. Baik produk manufak- tur maupun produk jasa mempunyai teknik yang bervariasi untuk membantu menja- lankan aktivitas secara efisien. Spesifikasi tertulis, daftar bahan baku, dan gambar teknik membantu menetapkan produk.

57 Gambar perakitan, diagram perakitan, lembar rute, dan urutan kerja yang sering digunakan untuk membantu produksi aktual produk. Saat produk mulai diproduksi, analisis nilai sesuai untuk memastikan nilai produk yang maksimum.


Download ppt "Pertemuan-6 DESAIN PRODUK DAN JASA OLEH IR. INDRAWANI SINOEM, MS."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google