Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

NITROGEN dan BELERANG TANAH smno 2012 PEREDARAN NITROGEN Sisa tumbuhan & binatang Amonia Bahan Organik Tanah Nitrat & Nitrit Nitrogen Atmosfer Pencucian.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "NITROGEN dan BELERANG TANAH smno 2012 PEREDARAN NITROGEN Sisa tumbuhan & binatang Amonia Bahan Organik Tanah Nitrat & Nitrit Nitrogen Atmosfer Pencucian."— Transcript presentasi:

1

2 NITROGEN dan BELERANG TANAH smno 2012

3 PEREDARAN NITROGEN Sisa tumbuhan & binatang Amonia Bahan Organik Tanah Nitrat & Nitrit Nitrogen Atmosfer Pencucian Reaksi khemo- elektrik & Hujan penyerapan ekskresi Fiksasi simbiotik Fiksasi non-simbiotik denitrifikasi nitrifikasi amonifikasi penguapan

4 NITROGEN AMONIUM N-NH 4 AMONIFIKASI: hidrolisis R-NH 2 + HOH R-OH + NH 3 + energi enzimatik 2 NH3 + H2CO3 (NH4) 2 CO 3 2NH CO 3 = Reaksi amonifikasi berlangsung lancar bila tanah berdrainasi dan aerasi yg baik, mengandung banyak kation basa, pH sekitar netral Penggunan Senyawa Amonium 1. Digunakan / diserap oleh jasad renik tanah 2. Diserap oleh akar tanaman / tumbuhan 3. Difiksasi oleh mineral liat tertentu, seperti Ilit 4. Dioksidasi secara enzimatis melalui proses nitrifikasi 5. Pd kondisi pH tinggi dpat berubah menjadi NH3 dan menguap

5 NITRIFIKASI Nitrifikasi mrpk proses oksidasi enzimatik: oksidasi 2 NH O2 2NO H2O + 4H + +energi enzimatik oksidasi 2 NO2- + O2 2NO energi enzimatik Pd tanah yg bereaksi sngt alkalin, reaksi ke dua agak lambat Jasad Renik yg terlibat : 1. Jasad renik nitrifikasi: Nitrobacter Nitrosomonas: amonia menjadi nitrit Nitrobacter : nitrit menjadi nitrat 2. Mungkin ada jasad renik lain yg mempunyai kemampuan serupa dengan kedua jasad tsb LAJU NITRIFIKASI : 1. Pada kondisi tanah, suhu, dan kelengasan yg ideal proses nitrifikasi berlangsung cepat 2. Laju harian kg N setiap kg tanah terjadi bila 100 kg ammonium diberikan ke tanah.

6 FAKTOR TANAH yg berpengaruh thd NITRIFIKASI Bakteri nitrifikasi sangat peka thd kondisi lingkungan: Faktor lingkungan tanah yg berpengaruh: 1. Aerasi : ……. Aerasi optimal? 2. Suhu : ……. Suhu optimal ? 3. Kelengasan: ……. Kelengasan optimal? 4. Kapur aktif : ……. Kondisi optimal? 5. Pupuk: ……. Kondisi optimal ? 6. C/N ratio: ……. kisaran optimal? PENGARUH PUPUK : 1. Sedikit pupuk yg mengandung unsur makro dan/atau mikro dapat membantu nitrifikasi 2. Keseimbangan antara N-P-K sangat menolong nitrifikasi 3. Pemberian pupuk amonium dosis tinggi menghambat nitrifikasi 4.Ternyata amonia dapat bersifat toksik bagi Nitrobacter, tetapi tidak bagi Nitrosomonas C/N ratio : 1. Karbohidrat merupakan sumber energi bagi jasad renik tanah 2. Kalau tanah banyak karbohidrat (C/N ratio tinggi), jasad nitrifikasi tidak mampu bersaing dengan jasad renik lainnya.

7 Penambahan N ke dalam tanah: 1. Hujan dan debu 2. Fiksasi N non-simbiotik 3. Fiksasi N simbiotik 4. Limbah Pertanian: ternak, tanaman, ikan, manusia 5. Pemupukan Kehilangan N dari tanah: 1. Volatilisasi, penguapan 2. Denitrifikasi 3. Pencucian, Erosi dan run-off 4. Serapan tanaman.

8 7

9 1. Kontribusinya sebesar kg N/ha/tahun 2. Aktivitas elektris selama thunderstorms 3. Debu, asap, partikulat dalam udara mengandung N 4.Nitrogen ini dapat berupa senyawa organik atau anorganik yang terikat pada partikulat

10 9 ossperc.wordpress.com/2009/02/04...ndhills/

11 1. Tempat terjadinga: Tajuk tanaman, seresah/litter, tanah, rhizosfer 2. Pd helai daun: oleh Azotobacter dan Beijerinckia spp. 3. Kontribusi tahunan sebesar kg N/ha/thn, di daerah rainforest hingga 40 kg N/ha. 4. Fiksasi dlm tanah (sawah) oleh Blue green algae 5. Fiksasi dlm rhizosfer tebu, padi, rumput : Azotobacter, Beijerinckia, dan Derxia. 6. Kontribusi No. 5 sekitar < 10 kg N/ha/thn.

12 1. Kontribusinya tgt pada jumlah spesies legume 2. Kontribusi single legume stand 16 - >500 kg N/ha/th 3. Kendala fiksasi : rendahnya P-tersedia, tingginya Al dd, kekeringan, kurangnya inokulum spesifik 4. Kontribusinya pd lahan pertanian kg N/ha 5. Kontribusinya pd lahan hutan tropis kg N/ha 6.

13 12

14 1. Dekomposisi N-organik menjadi N-anorganik ada tiga tahap: 1. Aminisasi: Protein menjadi amine 2. Amonifikasi: amine menjadi ammonium (NH 4 + ) 3. Nitrifikasi: Ammonium menjadi nitrit dan nitrat 2. Kecepatannya tgt pada suhu, C/N rasio, pH tnh, mineralogi liat dan kandungan air tanah 3. Pada tanah masam, mineralisasi karbon lebih cepat dp nitrogen, shg menurunkan C/N-rasio 4. Mineralisasi N lebih cepat kalah nilai C/N rasio rendah 5. Pada Andepts, mineralisasi N berbanding terbalik dg kandungan alofan 6. Mineralisasi N masih dapat berlangsung pd tegangan air > 15 bar; alternate wetting & drying mempercepat mineralisasi N

15 Pola fluktuasi musiman Nitrat tanah terdiri atas: 1. Akumulasi nitrat secara lambat dlm topsoil pd musim kering 2. Peningkatan cepat dlm waktu singkat pd awal musim hujan 3. Penurunan cepat selama musim hujan sisanya. Periode Kering singkat pd musim hujan mengakibatkan “Birch Effect atau FLUSHES”: Peningkatan N-anorganik cepat dan diikuti penurunanya secara bertahap.

16 15 ohioline.osu.edu/aex-fact/0463.html

17 NASIB N-NITRAT TANAH N-nitrat tanah 1. Digunakan oleh jasad renik tanah (IMOBILISASI) 2. Diserap oleh akar tanaman/ tumbuhan (ABSORPSI) 3. Hilang bersama air drainase (pencucian, leaching) 4. Hilang ke atmosfer dalam bentuk gas (denitrifikasi) DIGUNAKAN JASAD RENIK & TANAMAN : 1. N-Nitrat dapat diserap oleh jasad renik tanah dan akar tanaman. Kapan persaingan kedua jenis jasad ini sangat intensif? LEACHING & VOLATILIZATION : 1. Bila tanah ditumbuhi tanaman, biasanya kehilangan nitrat dalam air drainase tidak terlalu banyak 2. Rata-rata kehilangan per tahun melalui pencucian di daerah humid berkisar antara 5 dan 6 kg setiap hektar 3. Pada kondisi drainse dan aerasi tanah yg jelek, N-nitrat direduksi melalui proses denitrifikasi menjadi gas N2.

18 1. Akumulasi nitrat pd topsoil terjadi karena nitrifikasi pd kondisi tegangan air tanah bar 2. Pergerakan air tanah dari subsoil ke topsoil mendukung mineralisasi N 3. Hasil mineralisasi N pd subsoil terbawa naik bersama air kapiler dan terakumulasi pd tanah lapisan atas setebal 5 cm 4. Selama musim hujan, nitrat akan terangkut kembali ke subsoil

19 Musim HorisonPola tanam: kg N/ha sbg NO 3 - FallowJagungPasture Hujan A (190 mm/bl)B KeringA (38 mm/bl)B Sumber: Hardy (1946)

20 1. Bbrp hari setelah hujan lebat pertama, terjadi peningkatan N- anorganik dlm tanah 2. Kontribusinya kg N/ha dalam jangka 10 hari 3. Puncak akumulasi N ini berbanding langsung dg durasi dan intensitas periode kering sebelumnya 4. Bberapa alasan terjadinya N-flushes ini : 1. Populasi mikroba aktif meningkat cepat 2. Banyak tersedia substrat yg mudah didekomposisi 3. Musim kering menurunkan C/N rasio humus, krn mineralisasi C lebih cepat selama periode kering 4. C/N rasio rendah mempercepat mineralisasi N 5. Bangkai jasad renik menjadi substrat tambahan

21 1. Serapan tanaman, Pencucian dan Denitrifikasi 2. Kecepatan pencucian nitrat: 0.5 mm/ mm hujan; untuk tanah berpasir mm/mm hujan 3. Kehilangan akibat denitrifikasi sulit dikuantifikasikan 4.

22 Pupuk nitrogen yang lazim digunakan: 1. Urea 2. ZA (Ammonium sulfat) 3. Ammonium nitrat 4. Anhydrous ammonia 4. Ammonium Fosfat

23 1. Pd tanah yg lembab, urea mengalami hidrolisis ensimatis: CO(NH2)2 + H2O (NH4) 2 CO 3 NH CO 3 = 2. Sebelum terhidrolisis, urea bersifat mobil dan dapat tercuci 3. Proses hidrolisis urea pd tanah lembab hari 4. Laju hidrolisis urea pada tanah tergenang hampir sama dg tanah tidak tergenang 5. Urease

24 1. Pd tanah yg pH nya > 7.0 : mis. VERTISOLS NH 4 + NH 3 (menguap bila tnh mengering) 2.Kehilangan penguapan dpt mencapai 4% kalau urea disebar permukaan tanah (pasir berlempung pH 7.1) dg dosis 28 kg N/ha, kalau dosisnya 277 kg N/ha kehilangan penguapan mencapai 44%. 3. Penguapan dapat dikurangi dengan membenamkan urea pd kedalaman > 5 cm 4.Deep placement sangat penting untuk lahan kering berkapur.

25 DOSIS UREA: 222 kg N/ha KedalamanKehilangan (% dosis pupuk) pupuk (cm)Aplikasi sebelum IrigasiSetelah Irigasi Permukaan tanah Sumber: Shankaracharya dan Meta (1971)

26 1.ZA yg disebar di permukaan tanah tdk mengalami kehilangan penguapan sebanyak Urea 2.Pd tnh lempung-liat nitrifikasi ammonium berlangsung cepat pada musim hujan; sebagian besar N-pupuk ditemukan sebagai nitrat pd kedalaman tanah cm. 3. Pd tanah berpasir, akumulasi NH 4 + pada kedalaman cm setelah 3 hari sejak aplikasinya 4.Setelah 21 hari sejak aplikasi ZA, terjadi akumulasi nitrat pd lapisan permukaan 8 cm.

27 Persen recovery ZA yg disebar permukaan tanah Laterit berpasir dg dosis 80 kg N/ha KedalamanSetelah 3 hari (%)Setelah 21 hari (%) (cm)N - NH 4 + N - NO 3 - N - NH 4 + N - NO Total Sumber: Wetselaar (1962).

28 1. Pemupukan lebih efisien dibanding dg disebar 2. ZA atau Urea 80 kg N/ha dibenamkan 15 cm pd saat tanam, nitrifikasi dalam beberapa hari lebih dari 80%. 3. Nitrat yg dihasilkan tercuci ke luar zone akar, sebelum tanaman menumbuhkan akarnya 4.Pada dosis pupuk yg tinggi bakteri nitrifikasi tdk tahan terhadap tekanan osmotik yg tinggi dan pH > Dg waktu konsentrasi NH4+ di sekitar lokasi pupuk berkurang, pH menjadi sekitar 7-8, nitrifikasi menghasilkan nitrit (akumulasi nitrit toksik). Kalau pH menurun < 7.0 akibat dari peningkatan CO2, terbentuklah nitrat. 6.Pertumbuhan akar di sekitar lokasi urea ditangguhkan selama 4 minggu sampai nitrit berubah menjadi nitrat

29 Pembentukan nitrit dan nitrat setelah pembenaman pupuk N (1000 ppm N) pd tanah berkapur PupukMinggu inkubasi Ureappm Nitrit ppm Nitrat pH tanah ZAppm Nitrit0000 ppm Nitrat pH tanah Sumber: Wetselaar et al. (1972).

30 KEBUTUHAN N TANAMAN TROPIKA Nutrient Removal by Tropical Crops TanamanBagianHasil (t/ha)kg N/ha JagungBiji Jerami Biji Jerami PadiBiji Jerami1.5 7 Biji Jerami UbikayuUmbi KentangUmbi Kac tanahUnhulled nuts Sumber: Sanchez, 1976.

31 Nitrogen used by corn (kg/ha) Hasil jagung, t/ha Sumber: Bartholomew (1972). Total Biji Jeram i

32 1. Tiga parameter unt estimasi dosis pupuk: 1. Serapan N tnm unt menghasilkan tingkat hasil ttt. 2. Suplai N oleh tanah 3. Persen recovery pupuk N 2.Kebutuhan internal N: Jumlah (kadar) minimum N dlm tajuk tanaman yg berhubungan dg hasil maksimum: 1. Tebu: 0.2 % N 2. Jagung: 1.2% N 3. Padi: 0.8% N 3. Suplai N dari tanah dpt diestimasi dari rataan hasil tanpa pemupukan N; atau serapan N tanaman tanpa pemupukan N

33 1. Efisiensi PUPUK dpt dihitung berdasarkan recovery pupuk dari percobaan lapangan. Serapan N dg dosis N - Serapan N tanpa pupuk % Recovery = x 100% Dosis N 2. Recovery pupuk N berkisar %; nilai yang tinggi biasanya oleh tanaman yg berakarannya ekstensif; nilai rendah terjadi pada tanah- tanah yg mengalami pembasahan & pengeringan. 3. Dosis pupuk optimum ditentukan: Serapan N pd tingkat hasil ttt - Serapan N tanpa pupuk Dosis N = % Recovery

34 1. Respon jagung thd Pupuk N biasanya positif, dosis pupuk menentukan tingkat hasil biji 2.Populasi (jarak tanam ) dan varietas menentukan respon pupuk dan produktivitas tanaman 3.Varietas unggul mempunyai respon N yg lebih tinggi 4. Rekomendasi di daerah tropis : Amerika latin : kg N/ha Meksiko : kg N/ha Indonesia : ……………. 5. Bentuk Kurva respon dipengaruhi oleh populasi tanaman 6. Respon padi juga dipengaruhi oleh tipe tanaman, radiasi, jarak tanam, dan lama pertumbuhan 7.

35 INTERAKSI RESPON N DAN POPULASI JAGUNG Hasil tongkol (t/ha) Populasi tanaman (1000/ha) 120 N 80 N 40 N 0 N

36 PENGARUH REZIM AIR TANAH THD RESPON N Hasil biji jagung (t/ha) Pupuk N (kg/ha) Sumber: Sanchez, Air tnh optimu m Excess moisture Drought

37 % dari Pupuk N diambil tanaman, sisanya tinggal dlm tanah dan hilang tercuci dan denitrifikasi 2.Perilaku residu N tgt kondisi tanah & iklim 3.Oxisols & Ultisols mengandung > 300 kg N/ha N- anorganik di dlm profilnya stl mengalami pemupukan terus menerus (Fox et al. 1974) 4.Umumnya kehilangan pencucian & denitrifikasi lebih dominan, shg efek residue N dlm tanah jarang diketahui 5.

38 PERUBAHAN SIFAT & CIRI TANAH 1. ZA dan Urea mempunyai efek residu kemasaman: (NH4) 2 SO 4 + 4O NO H2O +4H + + SO 4 = CO(NH2)2 + 2 H2O (NH4) 2 CO 3 + 4O2 2NO H 2 O + 2H + + CO2 2. Aplikasi ZA dosis tinggi terus-menerus menurunkan pH dan kejenuhan basa tanah lapisan bawah. Kedua hal ini dapat diperbaiki dg pengapuran.

39 EFEK PUPUK N thd pH TANAH pH (0-20 cm) kg N/ha ZA Urea NaNO3 Dosis pupuk selama 5 tahun terus

40 EFEK PENCUCIAN N-PUPUK thd KB SUBSOIL % Kejenuhan Basa kg N/ha cm 0-15 cm Dosis pupuk ZA Tanah Liat

41 Pengelolaan N-Tanah Dua Tujuan Pokok: 1. Memelihara ketersediaan N yg cukup dalam tanah 2. Pengaturan ketersediaan N sedemikian rupa shg selalu tersedia dlm jumlah yg diperlukan tanaman. NERACA NITROGEN N-tersedia Fiksasi-NPupuk buatan Simbiotik Non-simbiotik N-atmosfer Erosi - run offPencucian Diserap tanaman BOT Sisa tnm + Rabuk

42 SUMBER BELERANG ALAMI Mineral Tanah: Sulfida besi, nikel dan tembaga biasanya dijumpai pada tanah- tanah yg drainasenya jelek Pirits juga sering dijumpai pd tanah-tanah rawa pasang-surut Gips (Gipsum) terakumulasi pd horison bawah Mollisol & Aridisol BELERANG ATMOSFER 1. Tanaman dpt menyerap langsung belerang atmosfer, sekitar % dari total kebutuhannya 2. Tanah juga dapat menyerap langsung belerang atmosfer 3. Air hujan menganjung sejumlah belerang, kg setiap hektar BELERANG ORGANIK 1. Asam amino tertentu 2. Senyawa lain yang mempunyai mikatan C-S 3. Sulfat organik

43 PEREDARAN BELERANG Sulfur (S) Belerang organik Sulfida (S = ) Sulfat (SO 4 = ) reduksi Oksidasi reduksi Oksidasi Dekomposisi Mineral tanah Pencucian Serapan Sisa-sisa Biomasa tanaman Gas H 2 S Volatilisasi

44 43

45 Perilaku Belerang dlm Tanah MINERALISASI - IMOBILISASI: Reaksi mineralisasi: S-Organik Hasil dekomposisi Sulfat (Protein & senyawa (Senyawa sulfida) Organik lain) Reaksi Imobilisasi: Ion Sulfat Jasad renik S-organik OKSIDASI - REDUKSI: reaksi-reaksi biokimia H 2 S + 2O 2 H 2 SO 4 2H + + SO 4 = 2S + 3 O 3 + 2H 2 O 2H 2 SO 3 2H + + SO 3 = Alkohol-organik + Sulfat Asam organik + H2O + S= Bakteri belerang Fe ++ + S = FeS Sulfat Sulfit Tiosulfat direduksi oleh bakteri Sulfida S-elementer OKSIDASI - REDUKSI: reaksi-reaksi biokimia H 2 S + 2O 2 H 2 SO 4 2H + + SO 4 = 2S + 3 O 3 + 2H 2 O 2H 2 SO 3 2H + + SO 3 = Alkohol-organik + Sulfat Asam organik + H2O + S= Bakteri belerang Fe ++ + S = FeS Sulfat Sulfit Tiosulfat direduksi oleh bakteri Sulfida S-elementer

46 45

47 Perilaku Belerang dlm Tanah OKSIDASI BELERANG & KEMASAMAN: Oksidasi belerang pd akhirnya menghasilkan ion H + yg dpt menurunkan pH tanah Didaerah pasang-surut, tanahnya disebut TANAH SULFAT MASAM, mengandung “cat-clay”. Kalau tanah ini tetap tergenang dapat ditanami padi; kalau tanah ini dikeringkan akan terjadi oksidasi belerang dan sulfida menjadi sulfat yg mampu mengasamkan tanah secara ekstrim RETENSI SULFAT Retensi sulfat dalam tanah rendah, baik jumlah & kekuatannya. Tanah bagian bawah biasanya mempunyai retensi sulfat lebih tinggi daripada topsoil Retensi sulfat berhubungan dg hidroksida Fe dan Al, dan Kaolinit K H O SO 4 -Al Al- + KHSO 4 -Al Al- + H 2 O OO HH RETENSI SULFAT Retensi sulfat dalam tanah rendah, baik jumlah & kekuatannya. Tanah bagian bawah biasanya mempunyai retensi sulfat lebih tinggi daripada topsoil Retensi sulfat berhubungan dg hidroksida Fe dan Al, dan Kaolinit K H O SO 4 -Al Al- + KHSO 4 -Al Al- + H 2 O OO HH

48 47 filebox.vt.edu/users/chagedor/bi...uct.html

49 Nitrat esential bagi pertumbuhan tanaman Serapan akar Nitrat tanah NO 3 - Protein tanaman SIKLUS NITROGEN 1.Aliran Masa 2.Difusi 3.Pertukaran ion Ion larut dalam air tanah (larutan tanah)

50 Nitrat di-daur-ulang oleh mikroba tanah Nitrifikasi Ammonium NH 4 + Ammonifikasi Nitrit NO 2 - N organik tanah Protein Hewan Serapan akar Nitrat tanah NO 3 - Protein tanaman Bakteri nitrit Bakteri nitrat

51 Amonifikasi Nitrogen memasuki sistem tanah melalui dekomposisi protein yang ada pada bahan organik : Asam amino / 2 O 2  CO 2 + H 2 O + NH kJ Proses ini membebaskan banyak energi yang dapat digunakan oleh mikroba saprotrofik

52 Nitrifikasi Nitrifikasi melibatkan dua tahap proses oksidasi Ammonia yang dihasilkan oleh proses ammonifikasi menjadi substrat yang kaya energi bagi bakteri Nitrosomas Bakteri ini mengoksidasi amonia menjadi nitrit: NH / 2 O 2  NO H 2 O + 276kJ Nitrit ini menjadi substrat bagi bakteri Nitrobacter yang mengoksidasi nitrit menjadi nitrat : NO / 2 O 2  NO kJ Energi ini menjadi satu-satunya sumber energi bagi jasad prokaryote tersebut Jasad itu bersifat chemoautotroph

53 Serapan akar Nitrat tanah NO 3 - Protein tanaman N organik dalam tanah Nitrogen dari atmosfir Fiksasi biologis Fixation di atmosfir Out gassing Nitrogen di atmosfir Gt Simbiosis & Non- simbiosis Dekomposisi Bahan Organik

54 Fiksasi nitrogen di atmosfir Aliran listrik Kilat cahaya menyediakan cukup energi untuk memecah ikatan atom nitrogen dalam gas N2 di atmosfir, Reaksi-reaksinya menghasilkan NO x dan NO 2

55 Polusi Atmosfir Reaksi-reaksi nitrogen juga terjadi dalam pembakaran internal dalam mesin mobil Gas emisi yang dikeluarkan oleh mobil menyumbang banyak polutan udara dalam bentuk NO x Senyawa-senyawa ini membentuk photochemical smogs Substansi ini merupakan “Gas Rumah Kaca” NOx dapat larut dalam air hujan menjadi “Hujan Asam” dalam bentuk asam nitrat Air hujan jatuh di permukaan tanah dan mengalir ke sungai Aenyawa nitrogen tersebut juga dapat menyebabkan “eutrophication” perairan.

56 Fiksasi nitrogen secara biologis PerlakuanHasil / g OatsPeas Tanpa nitrat & tanah steril Tambah Nitrat & tanah steril Tanpa nitrat & tanah non-steril Tambah Nitrat & tanah non-steril © 2008 Paul Billiet ODWSODWS

57 University of Sydney Alafalfa (Medicago sativa) USDA - ARS Bintil Akar

58 Hanya jasad prokaryotik yang memfiksasi nitrogen Organisme ini mempunyai kompleks gen nif yang mengendalikan sintesis protein, seperti ensim nitrogenase, yang digunakan dlaam fiksasi nitrogen Nitrogenase merupakan senyawa metallo-protein, subunit protein yang berikatan dnegan besi, sulfur dan molybdenum Reaksi-reaksi melibatkan pemecahan molekul gas N2 dan penambahan hidrogen membentuk ammonia N 2  2N- 669 kJ 2N + 8H +  NH 3 + H kJ Reaksi ini memerlukan banyak energi, sebanyak 16 molekul ATP untuk setiap molekul nitrogen yang difiksasi Mikroba yang dapat memfiksasi nitrogen memerlukan suplai energi yang cukup banyak

59 Pemfiksasi Nitrogen Cyanobacteria merupakan pemfiksasi nitrogen, juga mampu memfiksasi karbon (melalui proses fotosintesis) Bakteri Rhizobium bersifat mutualistik dengan spesies tanaman tertentu, misalnya Legumes Bakteri itu tumbuh berkembang dalam bintil akar Azotobacter adalah bakteri yang berhubungan dengan zone perakaran (rhizosir) tumbuhan © 2008 Paul Billiet ODWSODWS

60 Nitrat NO 3 - Fiksasi N di Atmosfir Out gassing P rotein tumbuhan Nitrogen di atmosfir Ammonium NH 4 + N-organik dalam tanah Dampak Kegiatan Manusia Biological fixation Fiksasi N secara Industri © 2008 Paul Billiet ODWSODWS

61 Industri Fiksasi N Proses Haber-Bosch N 2 + 3H 2  2NH kJ Proses Haber menggunakan katalisator besi Suhu tinggi (500°C) Tekanan tinggi (250 atmospheres) Memerlukan energi yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil (batubara, gas atau minyak) Hidrogen dihasilkan dari gas alam (methane) atau hidrokarbon lainnya

62 Sumber-sumber fiksasi nitrogen Sumber fiksasi nitrogenProduksi / M ton a -1 Biologis175 Industri50 Pembakaran Internal20 Atmosfir10 © 2008 Paul Billiet ODWSODWS

63 Eutrofikasi Pengayaan hara pada tubuh perairan Nitrat dan ammonia mudah larut dalam air Keduanya mudah tercuci dari tanah-tanah yang drainasenya bagus Tanah-tanah seperti ini cenderung defisien nitrogen Kalau pupuk ditambahkan ke tanah-tanah ini, juga akan mengalami pencucian dan memasuki tubuh perairan Ada jenis-jenis algae yang dapat memanfaatkan ekstra nitrogen ini Hal ini dapat mengakibatkan pencemaran perairan yang serius

64 Pupuk mengalami pencucian dan hara memasuki perairan sungai atau danau Faktor pembatas internal Air limbah atau limbah organik lainnya Eutrofikasi © 2008 Paul Billiet ODWS

65 Peningkatan BOD Air panas dari industri (Thermal pollution) Pencemaran dari minyak atau deterjen Penurunan konsentrasi O2 terlarut Ancaman bahaya! Bakteri dekomposer meningkat jumlahnya

66 Kematian suatu Danau Kematian / emigration fauna air tawar Methaemoglobinaemia pada infants Stomach cancer link (baku mutu WHO untuk nitrat 10mg dm -3 ) Peningkatan kandungan nitrat NO 3 -  NO 2 - Penurunan kandungan oksigen terlarut dalam perairan KONDISI ANAEROBIK

67 Masa depan industri fiksasi nitrogen Produksi pangan bertumpu pada pupuk-pupuk sintetik yang dibuat dengan menggunakan banyak energi fosil Bahan pangan akan menjadi lebih mahal untuk diproduksi Mikroba fiksasi Nitrogen, dengan menggunakan sistem ensim, melakukan proses yang sama pada kondisi suhu dan tekanan baku, menggunakan energi matahari Jawaban: Fiksasi nitrogen biologis yang direkayasa secara genetik?

68 Bagaimana sebaiknya? Kebutuhan pupuk sintetik dapat dikurangi melalui rekayasa teknologi budidaya tanaman Pencucian hara pupuk dapat dihindarkan dengan jalan tidak menggunakan pupuk sintetik yang mudah larut ke tanah-tanah berpasir. Pergiliran tanaman memungkinkan tanah untuk memulihkan diri dari tanaman yang lapar nitrogen (misalnya jagung) Menanam tanaman yang mampu memfiksasi nitrogen dari udara Mengolah tanah untuk memperbaiki aerasi tanah dan mengurangi denitrifikasi Mengatuskan tanah yang tergenang juga membantu mereduksi denitrifikasi

69 Kembali ke Atmosfir : Denitrifikasi Nitrat dan nitrit dapat digunakan sebagai sumber olsigen oleh bakteri Pseudomonas Kondisi yang cocok: Tanah-tanah tergenang yang dingin (anaerobik): 2NO 3 -  3O 2 + N 2  menghasilkan 2385kJ 2NO 2 -  2O 2 + N 2  Oksigen yang dibebaskan akan digunakan sebagai aseptor elektron dalam proses yang mengoksidasi molekul organik seperti glukose. Mikroba ini bersifat heterotroph.

70 Sediments 10 Gt Nitrification Root uptake Biological fixation Nitrification Ammonium NH 4 + Ammonification Nitrite NO 2 - Dissolved in water 6000 Gt Denitrification Leaching Nitrate NO 3 - Soil organic nitrogen 9500 Gt Atmospheric fixation Out gassin g Industrial fixation Plant protein 3500 Gt Animal protein Atmospheric Nitrogen Gt © 2008 Paul Billiet ODWS

71 ORGANIC MATTER MESQUITE RHIZOBIUM ALFALFA SOYBEAN BLUE-GREEN ALGAE AZOTOBACTER CLOSTRIDIUM PLANT AND ANIMAL RESIDUES R-NH 2 + ENERGY + CO 2 R-NH 2 + H 2 O R-OH + ENERGY + 2NH 3 MATERIALS WITH N CONTENT < 1.5% (WHEAT STRAW) MATERIALS WITH N CONTENT > 1.5% (COW MANURE) MICROBIAL DECOMPOSITION HETEROTROPHIC AMINIZATION BACTERIA (pH>6.0) FUNGI (pH<6.0) AMMONIFICATION GLOBAL WARMING pH>7.0 2NH OH - FIXED ON EXCHANGE SITES +O 2 Nitrosomonas 2NO H 2 O + 4H + IMMOBILIZATION NH 3 AMMONIA-3 NH 4 + AMMONIUM-3 N 2 DIATOMIC N0 N 2 O NITROUS OXIDE1 NO NITRIC OXIDE2 NO 2 - NITRITE3 NO 3 - NITRATE5 OXIDATION STATES ATMOSPHERE N 2 O NO N 2 N2O2-N2O2- NH 3 SYMBIOTICNON-SYMBIOTIC + O 2 Nitrobacter FERTILIZATION LIGHTNING, RAINFALL N2 FIXATION DENITRIFICATION PLANT LOSS AMINO ACIDS NO 3 - POOL LEACHING AMMONIA VOLATILIZATION NITRIFICATION NH 2 OH Pseudomonas, Bacillus, Thiobacillus Denitrificans, and T. thioparus MINERALIZATION + NITRIFICATION IMMOBILIZATION NO 2 - MICROBIAL/PLANT SINK TEMP 50°F pH 7.0 LEACHING DENITRIFICATION LEACHING VOLATILIZATION NITRIFICATION ADDITIONS LOSSES OXIDATION REACTIONS REDUCTION REACTIONS HABER BOSCH 3H 2 + N 2 2NH 3 (1200°C, 500 atm) Joanne LaRuffa Wade Thomason Shannon Taylor Heather Lees Department of Plant and Soil Sciences Oklahoma State University INDUSTRIAL FIXATION

72 Aminisasi: Dekomposisi protein dan pelepasan amina dan asam-asam amino OM (proteins)  R-NH 2 + Energy + CO 2 Amonifikasi: R-NH 2 + HOH  NH 3 + R-OH + energy NH OH - Nitrifikasi: proses oksidasi biologis ammonia menjadi nitrat 2NH O 2  2NO H 2 O + 4H + 2NO O 2  2NO 3 - +H 2 O

73 NITROGEN: Key building block of protein molecule Component of the protoplasm of plants animals and microorganisms One of few soil nutrients lost by volatilization and leaching, thus requiring continued conservation and maintenance Most frequently deficient nutrient in crop production Kondisi oksidasi Ion / Molekul N Range of N oxidation states from -3 to +5. oxidized: loses electrons, takes on a positive charge reduced: gains electrons, takes on a negative charge Illustrate oxidation states using common combinations of N with H and O H can be assumed in the +1 oxidation state (H +1 ) O in the -2 oxidation state (O = )

74 Ion/molekulNama Bilangan Oksidasi NH 3 ammonia-3 NH 4 + ammonium-3 N 2 diatomic N0 N 2 Onitrous oxide+1 NOnitric oxide+2 NO 2 - nitrite+3 NO 3 - nitrate+5 H 2 Shydrogen sulfide-2 SO 4 = sulfate+6 N: 5 electrons in the outer shell loses 5 electrons (+5 oxidation state NO 3 ) gains 3 electrons (-3 oxidation state NH 3 ) O: 6 electrons in the outer shell is always being reduced (gains 2 electrons to fill the outer shell) H: 1 electron in the outer shell N is losing electrons to O because O is more electronegative N gains electrons from H because H wants to give up electrons

75 Hidrogen: Electron configuration in the ground state is 1s 1 (the first electron shell has only one electron in it), as found in H 2 gas. s shell can hold only two electrons, atom is most stable by either gaining another electron or losing the existing one. Gaining an electron by sharing occurs in H 2, where each H atom gains an electron from the other resulting in a pair of electrons being shared. The electron configuration about the atom, where: represents a pair of electrons, and may be shown as : H:H dan ikatan kimianya dapat dilukiskan sebagai H-H Hydrogen most commonly exists in ionic form and in combination with other elements where it has lost its single electron. Thus it is present as the H + ion or brings a + charge to the molecule formed by combining with other elements.

76 Oksigen: Ground state of O, having a total of eight electrons is 1s 2, 2s 2, 2p 4. Both s orbitals are filled, each with two electrons. The 2p outer or valence orbital capable of holding six electrons, has only four electrons, leaving opportunity to gain two. The common gain of two electrons from some other element results in a valence of -2 for O (O = ). The gain of two electrons also occurs in O 2 gas, where two pairs of electrons are shared as O::O and the double bond may be shown as O=O Nitrogen: Ground state of N is 1s 2, 2s 2, 2p 3. Similar to that for oxygen, except there is one less electron in the valence 2p orbital. Hence, the 2p orbital contains three electrons but, has room to accept three electrons to fill the shell. Under normal conditions, electron loss to for N +, N 2+ or N 3+ or electron gain to form N -, N 2-, or N 3- should not be expected. Instead, N will normally fill its 2p orbital by sharing electrons with other elements to which it is chemically (covalent) bound. Nitrogen can fill the 2p orbital by forming three covalent bonds with itself as in the very stable gas N 2.

77 Siklus Nitrogen masih mengandung sejumlah misteri Termasuk efek Temperature dan pH Reaksi Reduksi / Oksidasi Pengolahan tanah (zero vs. conventional) C:N ratio ( high, low lignin) Sumber pupuk dan tekbnologi aplikasi pupuk. Mechanistic models would ultimately lead to many 'if-then' statements/decisions that could be used within a management strategy. DenitrificationVolatilizationLeaching >50°F <50°F 7.0 soil pH

78 Kalau kita mampu mempercepat siklus nitrogen, apa yang anda ubah? 1. Aerasi (memerlukan O 2 ) 2. Suplai of ammonium 3. Kelembaban / lengas 4. Temperatur (30-35C or 86-95F) <10C or 50F 5. pH tanah 6. Penambahan bahan organik dengan C/N rendah (miskin lignin) Apakah oksigen diperlukan untuk nitrifikasi? Apakah nitrifikasi berlangsung selama siklus pertumbuhan? (C:N ratio rendah)

79 Rekomendasi N : 1. Yield goal (2lb N/bu) a. Applies fertilization risk on the farmer b. Removes our inability to predict 'environment' (rainfall) 2. Soil test a. For every 1 ppm NO 3, N recommendation reduced by 2lbN/ac 3. Potential yield (discussed later in the semester) Nitrite accumulation? 1. high pH 2. high NH 4 levels (NH 4 inhibits nitrobacter)

80 Penyangga N Anorganik Ability of the soil plant system to control the amount of inorganic N accumulation in the rooting profile when N fertilization rates exceed that required for maximum yield.

81 Akumulasi N anorganik profil tanah, kg/ha Hasil biji, kg/ha Dosis pupuk nitrogen tiap musim, kg/ha Titik dimana tambahan dosis pupuk N tidak meningkatkan hasil Point where increasing applied N increases soil profile inorganic N accumulation Kisaran dimana peningkatan dosis pupuk N tidak menambah hasil, tetapi juga tidak ada peningkatan N- anorganik dalam profil tanah Penyangga N-anorganik Tanah-Tanaman

82 Pupuk NH 4, NO 3 Bahan organik tanah N anorganik

83 NO 3 - -N, kg ha -1 Udic Argiustoll, cm, Dosis N kg ha Dosis N kg ha NO 3 - -N, kg ha -1 Udic Argiustoll, cm, Kedalaman, cm

84 If the N rate required to detect soil profile NO 3 accumulation always exceeded that required for maximum yields, what biological mechanisms are present that cause excess N applied to be lost via other pathways prior to leaching? Mekanisme Penyangga Nitrogen 1. Peningkatan dosis N mengakibatkan bertambahnya kehilangan N (NH 3 )

85 Fotosintesis Karbohidrat respirasi Kerangka Karbon Asam amino NH 3 Daya reduksi nitrite reductase nitrate reductase ferredoxin siroheme NO 2 3 NADH or NADPH Bidwell (1979), Plant Physiology, 2nd Ed. Metabolisme reduksi nitrat

86 Mekanisme penyangga Nitrogen 1. Peningkatan dosis pupuk N akan meningkatkan kehilangan N (NH 3 ) 2. Dosis yang lebih tinggi pupuk N – meningkatkan penguapan N 3. Dosis pupuk N yang lebih tinggi – nebibgkatkan denitrifikasi Burford and Bremner (1975) : kehilangan denitrifikasi meningkat pada kondisi anaerobik dengan meningkatnya C-organik dalam tanah (lapisan cm) (pada beragam kondisi pH dan tekstur tanah). Bakteri denitrifikasi yang bertanggung-jawab mereduksi nitrat menjadi gas N2 bersifat anaerob fakultatif yang mempunyai kemampuan menggunakan oksigen dan nitrat (atau nitrit) sebagai aseptor hidrogen. Kalau ada substrat yang dapat dioksidasi, mereka dapat tumbuh pada kondisi anaerobik kalau ada nitrat atau pada kondisi aerobik bila ada sumber N yang cocok.

87 Burford and Bremner, 1975

88 Sumber: Aulakh, Rennie and Paul, 1984

89 MEKANISME PENYANGGA NITROGEN: 1. Increased Applied N results in increased plant N loss (NH 3 ) 2. Higher rates of applied N - increased volatilization losses 3. Semakin tinggi dosis pupuk N - meningkatkan denitrifikasi 4. Semakin tinggi dosis pupuk N – meningkatkan C organik – meningkatkan N organik

90 TSNTSN OCOC N-Total Tanah N, % Karbon organik, % Dosis pupuk N, kg/ha SED TSN = SED OC = 0.03

91 Mekanisme Penyangga Nitrogen: 1. Peningkatan dosis pupuk N akan meningkatkan kehilangan NH 3 2. Dosis pupuk N meningkat - Kehilangan penguapan N meningkat 3. Higher rates of applied N - increased denitrification 4. Higher rates of applied N - increased organic C, - increased organic N 5. Semakin tinggi dosis pupuk N - meningkatkan kadar protein biji

92 Serapan N Biji, kg/ha Dosis pupuk Nitrogen musiman, kg/ha Titik, dimana peningkatan dosis pupuk N tidak diikuti peningkatan hasil biji Increased grain N uptake (protein) at N rates in excess of that required for maximum yield Continued increase in grain N uptake, beyond the point where increasing applied N increases soil profile inorganic N accumulation

93 Dosis N, kg/ha Serapan N biji, kg/ha Y = x x2 r2= =19%

94 MEKANISME PENYANGGA NITROGEN 1. Increased Applied N results in increased plant N loss (NH 3 ) 2. Higher rates of applied N - increased volatilization losses 3. Higher rates of applied N - increased denitrification 4. Higher rates of applied N - increased organic C, - increased organic N 5. Peningkatan dosis pupuk N – meningkatkan kadar protein biji 6. Peningkatan dosis pupuk N - meningkatkan kadar N hijauan 7. Peningkatan dosis pupuk N - meningkatkan kadar N jerami

95 VolatilizationVolatilization DenitrifikasiDenitrifikasi NH 3, N 2 Pencucian NO 3 Mikroba tanah NH 4 NO 3 NO kg N/ha/yr NONO N2ON2ON2ON2O N2ON2ON2ON2O N2N2N2N2 N2N2N2N kg N/ha/yr NH kg N/ha/yr UreaUrea Organic Immobilization kg N/ha/yr 0-20 kg N/ha/yr Dosis pupuk N Olson and Swallow, 1984 Sharpe et al., 1988 Timmons and Cruse, 1990 Olson and Swallow, 1984 Sharpe et al., 1988 Timmons and Cruse, Mills et al., 1974 Matocha, 1976 DuPlessis and Kroontje, 1964 Terman, 1979 Sharpe et al., Aulackh et al., 1984 Colbourn et al., 1984 Bakken et al., 1987 Prade and Trolldenier, 1990 Aulackh et al., 1984 Colbourn et al., 1984 Bakken et al., 1987 Prade and Trolldenier, Francis et al., 1993 Hooker et al., 1980 O’Deen, 1986, 1989 Daigger et al., 1976 Parton et al., 1988 Francis et al., 1993 Hooker et al., 1980 O’Deen, 1986, 1989 Daigger et al., 1976 Parton et al., 1988 Chaney, 1989 Sommerfeldt and Smith, 1973 Macdonald et al., 1989 Kladivko, 1991 Chaney, 1989 Sommerfeldt and Smith, 1973 Macdonald et al., 1989 Kladivko, 1991 NH 4 +OH - NH 3 + H 2 O Mekanisme Penyangga N NH 4 fixation (physical)

96 Siklus Nitrogen : Increased acidity? Ammonia Volatilization · Urease activity (organic C)· Air Exchange · Temperature· N Source and Rate · CEC (less when high)· Application method · H buffering capacity of the soil· Crop Residues · Soil Water Content NH 4 +  NH 3 + H + If pH and temperature can be kept low, little potential exists for NH 3 volatilization. At pH 7.5, less than 7% of the ammoniacal N is actually in the form of NH 3 over the range of temperatures likely for field conditions.

97 Equilibrium relationship for ammoniacal N and resultant amount of NH 3 and NH 4 as affected by pH for a dilute solution. H 2 0  H + + OH -

98 Keseimbangan Kimia A+B  AB Kf = AB/A x B AB  A+B Kd= A x B/AB Kf = 1/Kd (hubungan antara konstante pembentukan dan disosiasi) Konstante pembentukan (Log K°) menghubungkan dua spesies yang secara numerik sama dengan pH pada saat mana spesies-spesies yang bereaksi mempunyai aktivitas yang sama (kondisi larutan encer) pKa dan Log K° kadangkala dianggap sinonim Henderson-Hasselbalch pH = pKa + log [(basa)/(asam)] kalau (basa) = (asam), pH = pKa

99 Urea 1.Urea merupakan pupuk padatan yang sangat penting hingga saat ini. 2.Pada tahun 1960-an, ammonium sulfat (ZA) merupakan pupuk N yang mendominasi perdagangan dunia (Bock and Kissel, 1988). 3.Sejak 1968, aplikasi langsung anhydrous ammonia berkisar % dari total penggunaan N (Bock and Kissel, 1988) 4.Urea: kandungan tinggi, aman, ekonomis produksinya, transpor dan distribusinya mudah sehingga mendominasi perdagangan dunia. 5.Pada 1978, negara-negara berkembang menyerap 44% dari pasar dunia (Bock and Kissel, 1988). 6.Hingga 1987, negara-negara berkembang berkontribusi kurang dari 33%

100 Pangsa konsumsi N dunia menurut kelompok produk Ammonium sulfate85 Ammonium nitrate2715 Urea937 Ammonium phosphates15 Other N products (NH 3 )3629 Other complex N products168 Hidrolisis Urea increase pH (less H + ions in soil solution) CO(NH 2 ) 2 + H + + 2H 2 O > 2NH HCO 3 - pH 6.5 to 8 HCO H + ---> CO 2 + H 2 O (added H lost from soil solution) CO(NH 2 ) 2 + 2H + + 2H 2 O > 2NH H 2 CO 3 (carbonic acid) pH <6.3 H 2 CO 3  CO 2 + H 2 O

101 Selama proses hidrolisis urea, pH tanah dapat meningkat hingga >7 karena reaksinya memerlukan H + dari sistem tanah. (Berapa banyak H + dikonsumsi untuk hidrolisis urea?) In alkaline soils less H + is initially needed to drive urea hydrolysis on a soil already having low H +. Pada tanah-tanah alkalis, pengambilan banyak H + ( dari larutan tanah yang miksin H + ), dapat meningkatkan pH lebih tinggi lagi NH OH - ---> NH 4 OH ---->NH 3 + H 2 O pH = pKa + log [(basa)/(asam)] Pada nilai pH = 9.3 (pKa 9.3) 50% NH 4 dan 50% NH 3 pHBasa (NH 3 )Asam (NH 4 )

102 As the pH increases from urea hydrolysis, negative charges become available for NH 4 + adsorption because of the release of H + (Koelliker and Kissel) Decrease NH 3 loss with increasing CEC (Fenn and Kissel, 1976) Assuming that pH and CEC are positively correlated, what is happening? Relationship of pH and BI (?) none In acid soils, the exchange of NH 4 + is for H + on the exchange complex (release of H here, resists change in pH, e.g. going up) In alkaline soils with high CEC, NH 4 exchanges for Ca,precipitation of CaCO 3 (CO 3 = from HCO 3 - above) and one H + released which helps resist the increase in pH However, pH was already high, pH CEC ** on soils where organic matter dominates the contribution to CEC then there should be a positive relationship of pH and CEC.

103 Soil surface pH and cumulative NH 3 loss as influenced by pH buffering capacity (from Ferguson et al., 1984). N Rate = 112 kg/ha

104 Ernst and Massey (1960) found increased NH 3 volatilization when liming a silt loam soil. The effective CEC would have been increased by liming but the rise in soil pH decreased the soils ability to supply H + Rapid urea hydrolysis: greater potential for NH 3 loss. Why? Pengelolaan Urea: dry soil surface Incorporate localized placement- slows urea hydrolysis

105 Kemampuan tanah menyangga ion H+ : Ferguson et al., 1984 (Kemasaman total suatu tanah, terdiri atas kemasaman dapat ditukar + kemasaman tidak dapat ditukar) A large component of a soils total acidity is that associated with the layer silicate sesquioxide complex (Al and Fe hydrous oxides). These sesquioxides carry a net positive charge and can hydrolyze to form H + which resist an increase in pH upon an addition of a base. Ion H + berasal dari: 1. BOT 2. Hidrolisis molekul air 3. Al dan Fe oksida hidrous 4. Kandungan liat yang tinggi (terutama liat tipe 2:1, KTK lebih tinggi pada liat-liat “non-weathered” karena adanya substitusi isomorfik – muatan yang tidak tergantung pH)

106 Tanah yang mempunyai kapasitas besar untuk menyangga H+ juga akan menunjukkan sedikit kehilangan NH 3 ketika urea disebar di permukaan tanah. 1.Penambahan polimer hydroksi-Al (bermuatan positif) untuk meningkatkan kapasitas penyangga H +. 2.Penambahan resin pertukaran kation asam kuat (kapasitas penyangga berubah tanpa mempengaruhi KTK, misalnya resin dijenuhkan dengan H + ). 3.Resin: substansi organik amorfus (sekresi tumbuhan), larut dalam pelarut organik dan tidak larut air (digunakan dalam plastik, tinta). Perhatikan hal-hal berikut: 1.H + diperlukan untuk hidrolisis urea 2.Ability of a soil to supply H + is related to amount of NH 3 loss 3.H + is produced via nitrification (after urea is applied): acidity generated is not beneficial 4.Apa yang dapat diaplikasikan bersama urea untuk meminimumkan kehilangan NH 3 ?

107 Suatu asam; elektrolit kuat; disosiasinya menghasilkan H + ; meningkatkan kapasitas penyangga H + ; menurunkan pH Reduksi kehilangan NH 3 dengan jalan menjaga pH rendah di sekitar granula pupuk (misalnya H 3 PO 4 ) Menurut Ferguson et al. (1984). “When urea is applied to the soil surface, NH 3 volatilization probably will not be economically serious unless the soil surface pH rises above 7.5”

108 Faktor-faktor yang mempengaruhi kemasaman tanah: Acid: substansi yang cenderung menghasilkan proton (H + ) kepada beberapa jenis substansi lain Basa: Menerima proton Anion: Ion bermuatan negatif Kation:Ion bermuatan positif Bation Basa: ? ( …………………………………..) Elektrolit: Konduktor elektris non-metalik yang menyalurkan arus listtrik melalui pergerakan ion-ion H 2 SO 4 (elektrolit kuat) CH 3 COOH (elektrolit lemah) H 2 O HA > H + + A - Kemasaman potensial Kemasaman aktif

109 1.Pemupukan Nitrogen Sumber pupuk N amoniakal 2.Dekomposisi Bahan Organik OM > R-NH 2 + CO 2 CO 2 + H 2 O > H 2 CO 3 (asam karbonat) H 2 CO > H + + HCO 3 - (bikarbonat) humus mengandung gugusan reaktif karboksilat, fenolat, yang berperilaku sebagai asam lemah yang terdisosiasi melepaskan H +

110 3.Pencucian basa tukar Ca, Mg, K dan Na (ke luar dari zone akar efektif) Problematik pada tanah berpasir yang KTK nya rendah a.Replaced first by H and subsequently by Al (Al is one of the most abundant elements in soils. 7.1% by weight of earth's crust) b.Al displaced from clay minerals, hydrolyzed to hydroxy aluminum complexes c.Hidrolisis monomerik membebaskan H + d.Al(H 2 O) H 2 O -----> Al(OH)(H 2 O) ++ + H 2 O + Monomerik: senyawa kimia yang dapat mengalami polimerisasi Polimerisasi: Reaksi kimia dimana dua atau lebih molekul-molekul kecil berkombinasi menjadi molekul yang lebih besar yang mengandung unit-struktural molekul aslinya secara berulang-ulang.

111 4.Liat-liat Aluminosilikat Ada Al – dapat ditukar Al +3 + H 2 O -----> AlOH = + H + 5.Hujan asam

112 Acidifikasi Pupuk N (R.L. Westerman) 1.Kompleks jerapan tanah dapat ditulis dengan simbol CaX 2.Ca mencerminkan basa-basa tukar yang berikatan dengan anion X dalam bentuk tukar, sehingga X hanya dapat berikatan dengan satu Ca 3.H 2 X menunjukkan asam dibasis (misalnya H 2 SO 4 ) (NH 4 ) 2 SO > NH 4 + diikat oleh kompleks jerapan, SO 4 = berikatan dengan basa dari kompleks jerapan yang digantikan oleh NH 4 + Volatilization losses of N as NH 3 preclude the development of H + ions produced via nitrification and would theoretically reduce the total potential development of acidity. Kehilangan N melalui denitrifikasi meninggalkan residu yang bersifat alkaline (OH - )

113 Reaction of N fertilizers when applied to soil (Westerman, 1985) ______________________________________________________________________ 1.Ammonium sulfate a.(NH 4 ) 2 SO 4 + CaX ----> CaSO 4 + (NH 4 ) 2 X b.(NH 4 ) 2 X + 4O 2 nitrification > 2HNO 3 + H 2 X + 2H 2 O c.2HNO 3 + CaX ----> Ca(NO 3 ) 2 + H 2 X Resultant acidity = 4H + /mole of (NH 4 ) 2 SO 4 2.Ammonium nitrate a.2NH 4 NO 3 + CaX ----> Ca(NO 3 ) 2 + (NH 4 ) 2 X b.(NH 4 ) 2 X + 4O 2 nitrification > 2HNO 3 + H 2 X + 2H 2 O c.2HNO 3 + CaX ----> Ca(NO 3 ) 2 + H 2 X Resultant acidity = 2H+ /mole of NH 4 NO 3 3.Urea a.CO(NH 2 ) 2 + 2H 2 O ----> (NH 4 ) 2 CO 3 b.(NH 4 ) 2 CO 3 + CaX ----> (NH 4 ) 2 X + CaCO 3 c.(NH 4 ) 2 X + 4O 2 nitrification > 2HNO 3 + H 2 X +2H 2 O d.2HNO 3 +CaX ----> Ca(NO 3 ) 2 + H 2 X e.H 2 X + CaCO 3 neutralization > CaX + H 2 O + CO 2 Resultant acidity = 2H + /mole of CO(NH 2 ) 2

114 4.Anhydrous Ammonia a.2NH 3 +2H 2 O ----> 2NH 4 OH b.2NH 4 OH + CaX ----> Ca(OH) 2 + (NH 4 ) 2 X c.(NH 4 ) 2 X + 4O 2 nitrification > 2HNO 3 + H 2 X +2H 2 O d.2HNO 3 + CaX ----> Ca(NO 3 ) 2 + H 2 X e.H 2 X + Ca(OH) 2 neutralization > CaX + 2H 2 O Resultant acidity = 1H+/mole of NH 3 5.Aqua Ammonia a.2NH 4 ON + CaX ----> Ca(OH) 2 + (NH 4 ) 2 X b.(NH 4 ) 2 X + 4O 2 nitrification > 2HNO 3 + H 2 X +2H 2 O c.2HNO 3 +CaX ----> Ca(NO 3 ) 2 + H 2 X d.H 2 X + Ca(OH) 2 neutralization > CaX +2H 2 O Resultant acidity = 1H+/mole of NH 4 OH 6.Ammonium Phosphate a.2NH 4 H 2 PO 4 + CaX ----> Ca(H 2 PO 4 ) 2 + (NH 4 ) 2 X b.(NH 4 ) 2 X + 4O 2 nitrification > 2HNO 3 + H 2 X +2H 2 O c.2HNO 3 +CaX ----> Ca(NO 3 ) 2 + H 2 X Resultant acidity = 2H+/mole of NH 4 H 2 PO 4 ______________________________________________________________________

115 NITROGEN dan BELERANG TANAH


Download ppt "NITROGEN dan BELERANG TANAH smno 2012 PEREDARAN NITROGEN Sisa tumbuhan & binatang Amonia Bahan Organik Tanah Nitrat & Nitrit Nitrogen Atmosfer Pencucian."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google