Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KOMUNIKASI DATA – ST014 TRANSMISI DATA ANALOG-DIGITAL S1 Teknik Informatika DOSEN PENGAMPU : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs Joko Dwi Santoso, M.Kom Naskan,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KOMUNIKASI DATA – ST014 TRANSMISI DATA ANALOG-DIGITAL S1 Teknik Informatika DOSEN PENGAMPU : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs Joko Dwi Santoso, M.Kom Naskan,"— Transcript presentasi:

1 KOMUNIKASI DATA – ST014 TRANSMISI DATA ANALOG-DIGITAL S1 Teknik Informatika DOSEN PENGAMPU : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs Joko Dwi Santoso, M.Kom Naskan, S.Kom Rico Agung F., S.Kom Rikie Kartadie, S.T., M.Kom

2 Frequency, Spectrum and Bandwidth (Review)  Time domain concepts (berdasarkan waktu)  Analog signal Various in a smooth way over time (bervariasi, kontinyu)  Digital signal Memelihara suatu level konstan kemudian mengubah ke level konstan yang lain  Periodic signal (berkala/berulang) Pola mengulangi dari waktu ke waktu  Aperiodic signal Pola tidak mengulang dari waktu ke waktu

3 Analogue & Digital Signals

4 Periodic Signals

5 Gelombang sinus  Amplitudo puncak (A)  Kekuatan maksimum dari sinyal  volts  Frequency (f)  Perubahan rata – rata dari sinyal  Hertz (Hz) or cycles per second  Period = time for one repetition (T)  T = 1/f  Phase (  )  Posisi relatif pada waktunya

6 Bentuk2 Gelombang Sinus s(t) = A sin(2  ft +  )

7 Panjang gelombang ( )  Jarak dalam satu kali beredar  Jarak antara dua poin yang berfasa sama di dalam dua siklus berurutan  Assuming signal velocity v (arah gelombang)  = vT  f = v  = c/f  c = 3*10 8 ms -1 (speed of light in free space)

8 Frequency Domain Concepts  Sinyal biasanya terdiri dari banyak frekuensi  Komponennya adalah gelombang sinus  Dapat ditunjukkan (dengan analisia fourier) bahwa semua sinyal terdiri dari komponen gelombang sinus  Dapat merencanakan fungsi dari frequency domain

9 Addition of Frequency Components (T=1/f)

10 Frequency Domain Representations

11 Spectrum & Bandwidth  Spectrum  range frekuensi yang terdapat dalam sinyal yang dapat diukur  Absolute bandwidth  Lebar dari spektrum  Effective bandwidth  Sering disebut bandwidth  Frekuensi Narrow band yang berisi kebanyakan dari energi  DC Component  Component of zero frequency

12 Elektromagnetic Spread Spectrum Komunikasi Data - S1 Teknik Informatika (ST014) 12

13 Radiowave Spread Spectrum Komunikasi Data - S1 Teknik Informatika (ST014) 13

14 Microwave Spread Spectrum Komunikasi Data - S1 Teknik Informatika (ST014) 14

15 Komunikasi Data - S1 Teknik Informatika (ST014) 15

16 Komunikasi Data - S1 Teknik Informatika (ST014) 16

17 Data Rate and Bandwidth  Sistem transmisi manapun mempunyai band frekuensi yang terbatas  Batas ini adalah bahwa data rate dapat dibawa (carrier)

18 Analog and Digital Data Transmission  Data  Kesatuan yang menyampaikan arti/maksud  Signals  Penyajiian data yang elektrik atau elektromagnetik  Transmission  Komunikasi data dengan propagasi dan pengolahan sinyal

19 Analog and Digital Signals  Berarti bahwa data dipropagasikan  Analog  Variabel kontinyu  Macam media wire, fiber optic, space  Bandwidth suara 100Hz to 7kHz  Telephone bandwidth 300Hz to 3400Hz  Video bandwidth 4MHz  Digital  Menggunakan dua komponen DC

20 Advantages & Disadvantages of Digital  Murah  Sedikit peka terhadap noise  Attenuation lebih besar  Pulses menjadi lebih bulat dan kecil  Leads terhadap hilangnya informasi

21 Komponen Suara  Frequency range (of hearing) 20Hz-20kHz  Suara 100Hz-7kHz  Dengan mudah dikonversi menjadi sinyal elektromagnetik untuk transmisi  Frekuensi bunyi dengan volume yg bermacam – macam yg diubah menjadi frekuensi elektromagnetik dengan tegangan yg bermacam  Batas range frekuensi untuk kanal suara  Hz

22 Konversi suara kedalam sinyal analog

23 Video Components  USA lines scanned per frame at 30 frames per second  525 lines but 42 lost during vertical retrace  So 525 lines x 30 scans = lines per second  63.5  s per line  11  s for retrace, so 52.5  s per video line  Frekuensi max jika garis mengubah hitam dan putih  Resolusi horisontal sekitar 450 garis memberikan 225 siklus dari gelombang in 52.5  s  Max frequency of 4.2MHz

24 Binary Digital Data (PC)  Dari terminal komputer etc.  Dua komponen dc  Bandwidth bergantung pada data rate

25 Data and Signals  Biasanya menggunakan sinyal digital untuk data digital dan sinyal analog untuk data analog  Dapat menggunakan sinyal analog untuk membawa data digital  Modem  Dapat menggunakan sinyal digital untuk membawa data analog  Compact Disc audio

26 Sinyal analog membawa data digital dan analog

27 Sinyal digital membawa data digital dan analog

28 Analog Transmission  Sinyal analog dipancarkan tanpa melihat isi  Dapat berupa data digital atau analog  Attenuated over distance  Menggunakan amplifiers untuk sinyal boost  Juga memperkuat noise

29 Digital Transmission  Terkait dengan isi  Integritas dibahayakan oleh noise, attenuation etc.  Menggunakan Repeaters  Repeater menerima sinyal  Extracts bit pattern  Retransmits  Attenuation is overcome  Noise tidak diperbesar

30 Keuntungan Transmisi Digital  Digital technology  Low cost LSI/VLSI technology  Data integrity  Longer distances over lower quality lines  Capacity utilization  Bandwith tinggi berhubungan dengan ekonomis  Derajat tinggi dari multiplexing lebih mudah dengan teknik digital  Security & Privacy  Encryption  Integration  Dapat perlakukan data digital dan analog dg cara yg sama

31 Kapasitas Kanal  Data rate  Bits per second  Tingkat di mana data dapat dikomunikasikan  Bandwidth  Satu putaran per second of Hertz  yang dibatasi oleh medium dan pemancar

32 Pelemahan Transmisi  Sinyal yg diterima berbeda dengan yg dipancarkan  Analog - degradation of signal quality  Digital - bit errors  Disebabkan oleh  Attenuation and attenuation distortion  Delay distortion  Noise

33 Attenuation  Kekuatan sinyal mulai jatuh dengan jarak  Bergantung pada media  Kekuatan yg diterima sinyal:  Harus cukup untuk dideteksi  Harus lebih tinggi daripada noise untuk diterima tanpa error  Attenuation adalah suatu peningkatan fungsi frekuensi

34 Attenuation of Digital Signals

35 Noise (1)  Sinyal tambahan dimasukkan antara penerima dan pemancar  Panas  Berkaitan dengan panas dari elektron  Didistribusikan secara seragam  White noise  Intermodulation  Isyarat yang menjadi penjumlahan dan perbedaan dari frekwensi asli yang berbagi suatu medium

36 Noise (2)  Crosstalk  Sinyal dari satu garis diambil oleh yang lain  Impulse  Pulsa tidak beraturan atau spikes  External electromagnetic interference  Short duration  High amplitude

37 Spread Spectrum  Data digital atau analog  Isyarat analog  Spread spectrum yang melebihi lebar bandwidth  Membuat Jamming dan interception harder  Frekwensi harapan * Signal Broadcast melebihi rangkaian frekwensi acak  Urutan Langsung (Direct Sequence) * Masing-Masing bit diwakili oleh berbagai bit dalam sinyal yang dipancarkan * Pemotongan kode (Chipping Code)

38 Konsep Spread Spectrum  Memberi masukan ke dalam channel encoder * Membatasi bandwidth sinyal analog di sekitar frekwensi pusat  Sinyal termodulasi menggunakan digit sequence * penyebaran code/sequence * secara khas dihasilkan oleh pseudonoise/ pseudorandom number generator  menaikkan Bandwidth secara significan * spread spektrum  Receiver menggunakan squence yang sama untuk memodulasi sinyal  Sinyal termodulasi di inputkan kedalam Channel decoder

39 Model Umum dari Sistem Spread Spectrum

40 Gains (Penguatan)  Imunitas dari berbagai noise dan multipath distortion * Termasuk gangguan (Jamming)  Dapat mengacak sinyal * Hanya receiver yang mengetahui pengacakan kode dapat mendapat kembali sinyal  Beberapa user dapat mengunakan bandwidth yang lebih besar dengan sedikit interferency * Telepon seluler * Code division multiplexing (CDM) * Code division multiple access (CDMA)

41 Jumlah Pseudorandom  Dihasilkan Oleh Algoritme menggunakaninitial seed  Algoritma Deterministic * tidak benar-benar acak  Jika algoritma baik, hasil lewat test acak layak  Harus mengetahui algoritma dan seed untuk memprediksikan sequence

42 Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS)  Sinyal broadcastmelebihi rangkaian frekwensi acak  Receiver meloncat antar frekwensi dalam sync dengan transmitter  Eavesdroppers hear unintelligible blips  Jamming pada satu frekwensi hanya mempengaruhi sedikit bit

43 Operasi Dasar  2 k frekuensi carier menhasilkan 2 k channels  Saluran yang mengatur jarak bersesuaian dengan bandwidth masukan  Masing-masing saluran digunakan untuk memperbaiki interval * 300 m didalam IEEE * Beberapa jumlah bit dikirim beberapa penggunaan rencana Maka jadilah pecahan bit  Sequence yang didikte dengan Spreading kode

44 Contoh Frequncy Hopping (frequansi Harapan)

45 Sistem Frequency Hopping Spread Spectrum pada Transmitter

46 Sistem Frequency Hopping Spread Spectrum pada Receiver

47 Slow and Fast FHSS  Frekwensi bergeser tiap-tiap Tc Detik  Durasi dari signal element adalah T s detik  Slow FHSS memiliki T c  T s  Fast FHSS memiliki T c < T s  Biasanya fast FHSS memberikan improved performance dalam noise (or jamming)

48 Slow Frequency Hop Spread Spectrum menggunakan MFSK (M=4, k=2)

49 Fast Frequency Hop Spread Spectrum menggunakan MFSK (M=4, k=2)

50 FHSS Performance Considerations  Typically large number of frequencies used  Improved resistance to jamming

51 Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS)  Masing-Masing Bit yang diwakili oleh berbagai bit yang menggunakan spreading kode  Kode Penyebaran menyebar sinyal ke seberang frekwensi band lebih luas * Sebanding dengan jumlah bit yang digunakan * 10 kode penyebaran bit menyebar sinyal ke seberang 10 kali luas bidang 1 kode bit  Satu metoda: * Kombinasi masukan dengan kode penyebaran (spreading code ) yang menggunakan XOR * Bit Masukan 1 membalikkan bit kode penyebaran * Bit Masukan 0 tidak bisa membalikkan bit kode penyebaran * Data rate samadengan spreading code asli  Performance similar ke FHSS

52 Contoh Direct Sequence Spread Spectrum

53 Direct Sequence Spread Spectrum pada Transmitter

54 Direct Sequence Spread Spectrum pada Receiver

55 Contoh Direct Sequence Spread Spectrum Menggunakan BPSK

56 Approximate spectrum sinyal DSSS

57 Code Division Multiple Access (CDMA)  Diri dari banyak bagian Teknik yang digunakan di spektrum di/tersebar  Mulai dengan tingkat tarip isyarat data D  Tingkat tarip Data Bit yang [disebut/dipanggil]  Pecah;Kan masing-masing menggigit ke dalam k memotong menurut pola teladan ditetapkan;perbaiki dikhususkan untuk pemakai masing-masing  User’S kode  Saluran baru mempunyai data chip menilai kD chip per detik  E.G. K=6, tiga para pemakai ( A,B,C) memberitahukan penerima dasar R  Kode untuk A=  Kode untuk B=  Kode untuk C=

58 Contoh CDMA

59 CDMA Explanation  Mempertimbangkan Suatu memberitahukan dasar  Dasar mengetahui A’S kode  Asumsikan komunikasi telah menyamakan  Suatu kekurangan untuk mengirimkan suatu 1  Irimkan chip mempola  A’S kode  Suatu kekurangan untuk mengirimkan 0  Irimkan chip[ mempola  Komplemen A’S kode  Ahli sandi mengabaikan lain sumber ketika penggunaan A’S kode untuk memecahkan kode  Orthogonal Kode

60 Terima Kasih 60 Komunikasi Data - S1 Teknik Informatika (ST014)


Download ppt "KOMUNIKASI DATA – ST014 TRANSMISI DATA ANALOG-DIGITAL S1 Teknik Informatika DOSEN PENGAMPU : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs Joko Dwi Santoso, M.Kom Naskan,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google