Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Teknik Penyuntingan Naskah Suminar Setiati Achmadi

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Teknik Penyuntingan Naskah Suminar Setiati Achmadi"— Transcript presentasi:

1 Teknik Penyuntingan Naskah Suminar Setiati Achmadi

2 Materi Berkala artikel asli (hasil penelitian) catatan pendek ttg penelitian atau metode ulasan (tinjauan pustaka dan tren riset) tanggapan/sanggahan surat, koreksi

3 JUDUL ARTIKEL Nama Penulis (-penulis) Unit Kerja, Alamat Tanggal terima dan persetujuan terbit Abstrak ____ Kata kunci Latar Belakang Metode Hasil Pembahasan, Simpulan, Saran Ucapan Terima Kasih Daftar Pustaka

4 Judul Jumlah kata kata Mencerminkan isi dengan pas Memuat kata-kata kunci Tidak ada singkatan, rumus, jargon Tidak ada kata “pengaruh”, “studi”, “beberapa”, “pengamatan pada”,... Biasanya tidak mengandung kata kerja Tak ada metafora seperti puisi, peribahasa Terjemahannya dalam bahasa Inggris Contoh kurang baik: “Beras: Materi sejati untuk hidup”

5 PENULIS Urutan nama penulis harus sudah disepakati Penulis harus bertanggung jawab atas isi Taat asas dalam menuliskan nama, khususnya mereka yang tidak memiliki nama keluarga Jangan seperti ini: Johara Dj. Tetapkan penulis korespondensi (diberi tanda) Semua nama ditulis tanpa gelar

6 ALAMAT Alamat pos (lebih permanen) Alamat lebih lengkap untuk penulis korespondensi Kelaziman sekarang dengan alamat Untuk mahasiswa pascasarjana, tuliskan nama perguruan tinggi tempat studi dan lembaga asal (jika ada) Contoh tidak baik: Staf pengajar pada Jurusan xxx, Universitas...

7 ABSTRAK Periksa ketentuan jumlah kata maksimum (biasanya 200) Supaya hemat kata, jangan mengulang judul dalam abstrak Periksa ketentuan jumlah paragraf Periksa keutuhan isi abstrak (bukan pengantar) Hal yang perlu dimuat: pendapat baru, pendekatan atau metode yang diterapkan, hasil-hasil penting, simpulan Tidak ada pengacuan ke tabel, ilustrasi, rujukan Singkatan harus dijelaskan, atau kalau tidak akan digunakan lagi dalam abstrak, singkatan tidak perlu diperkenalkan Abstrak berbahasa Inggris: gunakan bantuan program Word

8 PENDAHULUAN Berisi latar belakang permasalahan Hipotesis (kalau ada) Status ilmiah dewasa ini Sering mengacu pustaka yang menjadi landasan atau alasan penelitian Cara pendekatan atau memecahkan masalah (Mungkin tidak semua masalah yang akan diatasi) Tujuan penelitian Biasanya tidak terlalu ekstensif: ada yang hanya 3-4 paragraf, atau 2 halaman ketik spasi ganda Manfaat penelitian tidak perlu (terbawa dari format usulan penelitian)

9 TINJAUAN PUSTAKA Tidak dituliskan sebagai bagian terpisah Masuk dalam Pendahuluan, Metode, Pembahasan Pustaka yang diacu harus ada dalam Daftar Pustaka Acuan harus relevan, mutakhir, dan dari acuan primer Ulasan pustaka tidak terlalu ekstensif Pernyataan umum tidak memerlukan pustaka rujukan. Contoh: Cita rasa dan warna biji kakao terbentuk saat proses fermentasi (Shamsuddin & Dimick 1986). Jangan mengutip kutipan, misalnya... Ahmad dalam Badu...

10 METODE Apakah uraian sudah terperinci (bahan – penarikan contoh – analisis – pengolahan data)  keterulangan hasil dapat dijamin Jika metode mengacu pada prosedur standar, tulis standarnya Jangan mengacu prosedur praktikum Kurang baik: Penelitian ini merupakan penelitian bersifat “deskriptif” atau Penelitian ini merupakan penelitian bersifat “eksperimen” Jangan gunakan bentuk kalimat perintah Alat seperti gunting, gelas ukur, pensil,...  tak perlu ditulis, tetapi perincilah peralatan analitis (bahkan sampai ke tipe) Satuan SI untuk kuantitas Singkatan yang sudah standar

11 HASIL Sajikan secara bersistem  lihat ‘tujuan penelitian’ atau hipotesis Hanya data yang berkait dengan tujuan Sederhanakan tabel yang terlalu besar & rumit Tidak ada data yang ditampilkan berulang Hasil didukung oleh olahan data dan ilustrasi yang baik (beri nomor dan diacu dalam teks) Jangan menarasikan angka dalam tabel atau ilustrasi tetapi nyatakan dengan kalimat yang memberi penguatan temuan penelitian

12 PEMBAHASAN Tidak mengulang hasil secara ekstensif Tidak sekadar menarasikan hasil Tunjukkan hubungan yang ada di antara fakta-fakta selama pengamatan Sudahkah hasil penelitian diberi makna? Beri kesan kecendekiaan peneliti Berargumentasi secara logis dalam menafsir dan memberi implikasi Adakah keterbatasan temuan? Adakah spekulasi yang berlebihan? Apakah pendapat penulis terkemas dalam paragraf yang baik?

13 SIMPULAN dan SARAN Tidak mengulang hasil secara verbatim Buatlah generalisasi dengan hati-hati (perhatikan keterbatasan hasil temuan) Implikasi temuan dapat ditulis Saran harus berkait dengan pelaksanaan atau hasil penelitian (tidak mengada-ada) Kalau penelitian harus dilanjutkan, yang mana? bagaimana?

14 UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kepada pihak pemberi dana, bahan dan sarana penelitian, sponsor, yang pantas? Semua nama yang tercantum sudah dikonfirmasi Ungkapan secara wajar Hindari catatan kaki dalam teks karena dapat mengganggu konsentrasi pembaca Lebih hemat: gunakan catatan akhir (end note) Lambang yang digunakan: angka superior ( 1,2 ), huruf superior ( a, b ), atau lambang ( *, § ) CATATAN KAKI

15 DAFTAR PUSTAKA/KEPUSTAKAAN/REFERENSI Lihat aturan jurnal (sistem nomor atau nama-tahun) Perhatikan singkatan untuk nama jurnal: Phys. (= Physics), Biol. (= Biology) Cermati mutu pustaka acuan (keprimeran dan kemutakhiran > 80%) Periksa kelengkapan nama pengarang (nama depan dan nama belakang) Sesuaikan dengan acuan di dalam teks Periksa kelengkapan identitas artikel jurnal (volume, namar halaman) Periksa nama penerbit dan satu nama kota: New York: Academic Press

16 KEBAHASAAN Ejaan: Pedoman Ejaan yang Disempurnakan  Penggunaan tanda baca koma, titik koma, titik dua, huruf kapital  Contoh:... lemari, meja, dan kursi.  Penyesuaian ejaan: phospat  fosfat  et al.  et al. Kata  Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)  dirubah  diubah  coklat  cokelat  seluruh vs. semua  masing-masing vs. setiap  berat vs. bobot  sirop vs. sirup  respon  respons

17 Peristilahan  lihat Glosarium Istilah (Pusat Bahasa)  mikroba  mikrob  temperatur  suhu  bromocresol purple  ungu bromokresol  berat vs. bobot  dirjen vs. ditjen Ragam kalimat  Tesaurus bahasa Indonesia Paragraf: 1 paragraf  1 kalimat? Tata bahasa: penggunaan kata “di mana” “sehingga”, “sedangkan” (k. hubung) bukan awal kalimat Lainnya: ... antara... dan... (bukan... antara... dengan...) ... terdiri dari... ... terdiri atas... ... tergantung dari... ... bergantung pada... ... 2,0 – 2,5 gr  2,0-2,5 g

18 ILUSTRASI Gambar (grafik garis, histogram, bar chart, diagram lingkar, bagan, potret, peta, denah, sketsa, spektrum senyawa) dan tabel Kalau perlu diperkecil, misalnya spektrum dan kromatogram senyawa Fungsi:  makna lebih luas daripada ungkapan dengan kalimat  informasi lebih terperinci tetapi tidak memakan tempat  dapat dilihat secara terpadu  lebih menarik  sarana untuk membangun argumen dalam bagian Pembahasan

19 Syarat keefektifan ilustrasi  kegunaan: artinya ilustrasi harus memperkuat teks  diletakkan berdekatan dengan teks yang bersangkutan (tugas tata letak)  mudah diingat karena jelas, sederhana, menarik, dan self explanatory  seringkali dibedakan spasi dan ukuran font untuk ilustrasi dan teksnya  ilustrasi yang diperoleh dari pustaka perlu disebutkan sumbernya; bila dilindungi hak cipta, mintakan izin resmi

20 Ilustrasi diberi nomor urut sesuai dengan kemunculannya dalam teks Ilustrasi harus dirujuk sekurang-kurangnya satu kali dalam teks sebelumnya, misalnya  … seperti ditunjukkan pada Gb. 7.  … nyata dari lintasan kurva pada Tabel 3.  … menyatakan bentuk sigmoid (Gambar 1).  Perhatikan penggunaan huruf kapital untuk kata gambar dan tabel yang diikuti nomor. Grafik Garis  menampilkan arah kecenderungan dan menggambarkan kisaran; melukiskan nilai kontinum dengan kelakuan peubah bebas (sumbu X) dan peubah takbebas (sumbu Y)  pada area gambar dapat dimuat bermacam-macam garis dan bintik data.

21 Untuk meningkatkan keefektifan:  beri judul (caption)  lengkapi dengan legenda  kurangi atau redam garis bantu yang tidak perlu  bedakan tebal garis: misalnya tebal kisi:sumbu:kurva = 1:1,4:2  bedakan jenis garis, misalnya garis padat dan garis teritik, dan hati-hati bila ada garis yang berpotongan  bedakan bintik data  tak perlu garis tambahan untuk menjelaskan kurva  Untuk informasi kualitatif: tidak diperlukan skala pada sumbunya, cukup arah saja  Untuk informasi kuantitatif: nyatakan skala pada sumbunya, lengkapi satuan (perhatikan letak satuan), dan kadang-kadang diperlukan kisi (grid)

22 Bagan  tidak terperinci seperti potret  Bagan alir: menampilkan kaitan langkah-langkah dalam proses, hubungan antarunsur  Gunakan anak panah (kalau perlu)  Teks dapat ditulis dalam berbagai bentuk kotak, elips, dsb. untuk membedakan mana yang produk dan mana yang proses Diagram Lingkar  = pie chart: pecahan atau porsi dari suatu entitas  Dibandingkan dengan histogram; kurang dapat memperlihatkan perbandingan secara tepat  Dapat dibuat dengan kesan datar (dua dimensi), atau “tiga dimensi”  Uraian sedapat-dapatnya dimasukkan ke dalam diagram → jumlah pangsa < 7, dan pangsa minimum 5%  Kalau mungkin pangsa diurutkan dari yang terbesar, dari posisi pk  Pangsa dapat diberi warna atau shade, asalkan jangan terkesan “ramai”

23 Diagram Batang  menampilkan beberapa perbandingan  Setiap batang masih dapat dibagi menjadi ruas-ruas  data yang ditampilkan bersifat diskret  cara lain untuk menambah informasi: gambar perspektif 3-dimensi  salah satu ragam: posisi batang horizontal  lebar kolom harus seragam, jarak antarkolom bisa dihilangkan kalau jumlah batang banyak, anggota satu set kolom bisa dibedakan dengan shade atau pattern, dan bahkan bisa digabung jika ada pertumpangtindihan data  ragam lain: diagram waktu; batang diposisikan horizontal dan dapat diberi ruas-ruas untuk menunjukkan target dan kenyataan yang dicapai selama pelaksanaan kegiatan

24 Tabel  memungkinkan satu atau beberapa set fakta disajikan secara tepat  mirip seperti sumbu X dan Y tetapi tidak perlu ada makna kuantitatif dan beberapa “peubah bebas” dapat dimasukkan  dapat memuat informasi dengan magnitude yang beragam. Narasi bisa lebih banyak daripada narasi gambar jika penulis bisa memanfaatkan potensinya  cara mengefektifkan tabel: satuan harus seragam (di seluruh tabel, atau kolom, atau baris) angka signifikan perlu diperhatikan, tidak perlu semua desimal ditulis gunakan hanya satuan SI penyejajaran angka berdasarkan desimal rata kiri lebih baik bedakan 0, tak ada data, dan tak diuji kurangi garis bantu terutama garis vertikal; biasanya 3 garis horizontal sudah cukup bentuk tidak terlalu panjang dan “kurus”, optimumkan pemakaian ruang; pemecahan: potong dua berdasarkan panjang dan letakkan berdampingan atau: tukar dimensi tabelnya

25 Kerangka Tabel  Unsur penting untuk tabel: judul, tajuk (heading), catatan kaki tabel (table footnote). Nomor tabel. Judul Panel Kepala kolom  Kepala kolom Sub-entri Kepala baris- barisMedan informasi - baris Baris kosong antara entri utama dan sub-entri Sub-entri - baris

26 Contoh yang kurang baik Contoh yang lebih baik PASIENTINGKAT HEMOGLOBINBILIRUBIN SERUMRETIKULOSITDCT /B /A TD - Pos - Pos SampelHb g/dl Bilirubin mmol/l Antiglobulin Langsung /B /A Negatif Positif

27 Judul  singkat tetapi memberi informasi lengkap mengenai isi tabel  diakhiri titik  hanya huruf pertama yang kapital  dapat mencantumkan satuan  dapat mencantumkan pustaka sumber Kepala kolom  tempat sempit: buat kepala yang singkat tetapi jangan membingungkan  menjelaskan data yang muncul dalam kolom ybs.  dapat memuat satuan

28 Baris entri:  huruf kapital hanya pada kata pertama  menjelaskan data yang muncul dalam baris ybs.  dapat memuat satuan Catatan kaki tabel dapat memuat  perincian eksperimen  keterbatasan data  jumlah eksperimen  keterangan statistika  pustaka sumber  arti lambang a, b, c, dan non-numerik lain yang tercantum dalam tabel

29 Daftar  daftar hanya memiliki 1 atau 2 kolom  tidak perlu diberi nomor, judul, catatan kaki  dapat disusun vertikal, rata kanan tetapi tidak sejajar dengan teks  dapat diberi nomor “entri” tetapi tidak perlu diberi bullet  nomori dengan angka arab  setiap “entri” tidak perlu diakhiri titik dan tidak perlu diawali huruf kapital susunan daftar yang lebih baik ialah horizontal dengan urutan (1) ….., (2), ….., dan (n) contoh tabel atau daftar yang kurang berguna → lebih baik diungkapkan dengan teks KomponenHasil Hemoglobin Bilirubin serum Retikulosit Antiglobulin langsung Menurun Meningkat Positif Perubahan komposisi darah akibat penyakit hemolitik pada bayi

30 Foto  umumnya redaksi meminta foto dicetak pada kertas glossy  untuk meningkatkan keefektifan potret: gambar yang fokus (tidak kabur) benar-benar menampilkan yang dimaksud, tidak terganggu oleh objek lain jumlahnya tidak banyak ada skala (pembanding ukuran)


Download ppt "Teknik Penyuntingan Naskah Suminar Setiati Achmadi"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google