Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Teknik Elektro – Kampus Duren tiga Komunikasi Data Kuliah 4 Media Transmisi Media Transmisi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Teknik Elektro – Kampus Duren tiga Komunikasi Data Kuliah 4 Media Transmisi Media Transmisi."— Transcript presentasi:

1 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga Komunikasi Data Kuliah 4 Media Transmisi Media Transmisi

2 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 2 What is Telecommunication ? In the Wild Wild West How far can you see the sign?...

3 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 3 Telekomunikasi adalah teknologi yang digunakan untuk berkomunikasi jarak jauh Telekomunikasi adalah teknologi yang digunakan untuk berkomunikasi jarak jauh

4 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 4

5 5 Sejarah

6 6 Standardisasi  Jaringan telekomunikasi dirancang untuk melayani beragam pengguna yang menggunakan berbagai macam perangkat yang berasal dari vendor yang berbeda  Untuk merencanakan dan membangun suatu jaringan secara efektif, diperlukan suatu standard yang menjamin interoperability, compatibility, dan kinerja yang dipersyaratkan secara ekonomis  Suatu standard yang terbuka (open standard) diperlukan untuk memungkinkan interkoneksi sistem, perangkat maupun jaringan yang berasal dari vendor maupun operator yang berbeda

7 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 7 Organisasi-organisasi Standard  Otoritas standard nasional Menetapkan standard resmi suatu negara tertentu Menetapkan standard resmi suatu negara tertentu Indonesia : MenkominfoIndonesia : Menkominfo Inggris : British Standard Institute (BSI)Inggris : British Standard Institute (BSI) Jerman : Deutsche Industrie-Normen (DIN)Jerman : Deutsche Industrie-Normen (DIN) Amerika : American National Standard Institute (ANSI)Amerika : American National Standard Institute (ANSI)

8 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 8 Badan Standard Indonesia  BRT : Badan Regulasi Telekomunikasi

9 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 9 Badan Standard Eropa  ETSI: European Telecommunications Standards Institute Suatu badan independent yang menetapkan standard untuk komunitas Eropa Suatu badan independent yang menetapkan standard untuk komunitas Eropa Contoh : standard GSM Contoh : standard GSM  CEN/CENELEC: European Committee for Electrotechnical Standardization/European Committee for Standardization Badan standardisasi teknologi informasi Badan standardisasi teknologi informasi  CEPT: Conférence Européenne des Administrations des Postes et des Telecommunications Sebelum ada ETSI, melakukan pekerjaan yang dilakukan ETSI Sebelum ada ETSI, melakukan pekerjaan yang dilakukan ETSI

10 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 10 Badan Standard Amerika IEEE : Institute of Electrical and Electronics Engineers Asosiasi engineer elektro internasional Contoh standard : LAN EIA: Electronic Industries Association Organisasi pabrik perangkat elektronika Amerika Contoh standar: RS232 FCC: Federal Communications Commission Badan regulasi pemerintah Amerika TIA: Telecommunications Industry Association Bertugas mengadaptasi standard dunia ke dalam lingkungan Amerika

11 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 11 Organisasi Global  ITU : International Telecommunication Union Badan khusus PBB yang bertanggung jawab di dalam bidang telekomunikasi Badan khusus PBB yang bertanggung jawab di dalam bidang telekomunikasi Dibagi ke dalam dua badan standard: Dibagi ke dalam dua badan standard: ITU-T (huruf T berasal dari kata telekomunikasi)ITU-T (huruf T berasal dari kata telekomunikasi) Berasal dari CCITT (Comité Consultatif International de Télégraphique et Téléphonique, atau International Telegraph and Telephone Consultative Committee) Berasal dari CCITT (Comité Consultatif International de Télégraphique et Téléphonique, atau International Telegraph and Telephone Consultative Committee) Mempublikasikan rekomendasi untuk jaringan telekomunikasi publik Mempublikasikan rekomendasi untuk jaringan telekomunikasi publik ITU-R (huruf R berasal dari kata radio)ITU-R (huruf R berasal dari kata radio) Berasal dari CCIR (Comité Consultatif International des Radiocommunications atau International Radio Consultative Committee) Berasal dari CCIR (Comité Consultatif International des Radiocommunications atau International Radio Consultative Committee) Mempublikasikan rekomendasi yang berhubungan dengan aspek- aspek radio seperti penggunaan frekunsi di seleuruh dunia Mempublikasikan rekomendasi yang berhubungan dengan aspek- aspek radio seperti penggunaan frekunsi di seleuruh dunia

12 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 12  ISO/IEC : The International Standards Organization/International Electrotechnical Commission Organisasi standard bidang teknologi informasi Organisasi standard bidang teknologi informasi ISO berperan dalam standard dan protokol komunikasi data ISO berperan dalam standard dan protokol komunikasi data IEC berperan di dalam standard yang meliputi aspek electromechanical (seperti konektor), lingkungan dan keselamatan IEC berperan di dalam standard yang meliputi aspek electromechanical (seperti konektor), lingkungan dan keselamatan

13 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 13 Organisasi Standard yang lain  IETF: Internet Engineering Task Force Bertanggung jawab terhadap arsitektur Internet Bertanggung jawab terhadap arsitektur Internet Mengatu standardisasi protokol TCP/IP untuk Internet Mengatu standardisasi protokol TCP/IP untuk Internet

14 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga Jaringan Telekomunikasi Dasar

15 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 15  Tujuan dasar dari adanya suatu jaringan telekomunikasi adalah untuk mengirimkan informasi dari suatu user ke user lain yang ada di dalam jaringan User dari suatu jaringan publik disebut subscriber User dari suatu jaringan publik disebut subscriber  Informasi yang berasal dari user dapat beragam (bisa voice, data maupun gambar)  Subscriber dapat mengakses jaringan menggunakan jaringan akses yang beragam (cellular, fixed dsb.)

16 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 16  Tiga teknologi yang yang diperlukan untuk berkomunikasi melalui jaringan telekomunikasi: Transmisi Transmisi Switching Switching Signaling Signaling

17 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 17 Teknologi Transmisi  Transmisi adalah proses membawa informasi antar end points di dalam sistem atau jaringan  Sistem transmisi yang sekarang menggunakan empat buah medium transmisi berikut : Kabel tembaga Kabel tembaga Kabel serat optik Kabel serat optik Gelombang radio Gelombang radio Cahaya pada ruang bebas (misalnya infra merah) Cahaya pada ruang bebas (misalnya infra merah)  Dalam suatu jaringan telekomunikasi, sistem transmisi digunakan untuk saling menghubungkan sentral (router) Keseluruhan sistem transmisi ini disebut jaringan transmisi atau jaringan transport (transport network) Keseluruhan sistem transmisi ini disebut jaringan transmisi atau jaringan transport (transport network)

18 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 18 Teknologi Switching  Suatu teknologi yang digunakan pada switch untuk menghubungkan (men- switch) panggilan (pada jaringan telepon) atau  Mengarahkan/memforward paket dari suatu link ke link yang lain  Kita akan pelajari ini lebih detail

19 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 19 Teknologi Signaling  Signaling adalah mekanisme yang memungkinkan entitas yang berada di dalam jaringan (misalnya perangkat di pelanggan, switch dsb.) untuk membentuk, mempertahankan, dan memutuskan suatu sesi di dalam jaringan  Proses signaling dilaksanakan menggunakan suatu sinyal atau pesan tertentu Contoh: ketika kita mengangkat handset telepon untuk melakukan panggilan akan terdengar nada panggil (dial tone) Contoh: ketika kita mengangkat handset telepon untuk melakukan panggilan akan terdengar nada panggil (dial tone) Dial tone mengindikasikan bahwa sentral telepon siap menerima informasi nomor yang ditujuDial tone mengindikasikan bahwa sentral telepon siap menerima informasi nomor yang dituju  Signaling akan kita pelajari lebih detail lagi

20 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga Medium Transmisi

21 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 21 Tipe-tipe Media Transmisi  Guided transmission media Kabel tembaga Kabel tembaga Open WiresOpen Wires CoaxialCoaxial Twisted PairTwisted Pair Kabel serat optik Kabel serat optik  Unguided transmission media infra merah infra merah gelombang radio gelombang radio microwave: terrestrial maupun satellite microwave: terrestrial maupun satellite

22 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 22

23 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga Guided Transmission Media

24 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 24 Kabel Tembaga  Paling lama dan sudah biasa digunakan  Kelemahan: redaman tinggi dan sensitif terhadap interferensi  Redaman pada suatu kabel tembaga akan meningkat bila frekuensi dinaikkan  Kecepatan rambat sinyal di dalam kabel tembaga mendekati km/detik  Tiga jenis kabel tembaga yang biasa digunakan: Open wire Open wire Coaxial Coaxial Twisted Pair Twisted Pair

25 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 25  Open wire Sudah jarang digunakan Sudah jarang digunakan Kelemahan: Kelemahan: Terpengaruh kondisi cuaca dan lingkunganTerpengaruh kondisi cuaca dan lingkungan Kapasitas terbatas (hanya sekitar 12 kanal voice)Kapasitas terbatas (hanya sekitar 12 kanal voice)

26 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 26  Coaxial (A) (B) (C) (D) Bandwidth tinggi dan lebih kebal terhadap interferensi Contoh penggunaan : pada antena TV, LAN dsb. RG58 coax and BNC Connector

27 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 27  Twisted pair Kabel dipilin untuk mengeliminasi crosstalk Menggunakan “balance signaling” untuk mengeliminasi pengaruh interferensi (noise)

28 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 28  Twist length kabel telepon: 5-15 cm  Twist length Cat-3 UTP : cm  Twist length Cat-5 : 2-4 cm  Pada suatu bundel twisted pair (lebih dari satu pasang), twist length masing-masing pasangan dibedakan untuk mencegah crosstalk antar pasangan

29 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 29  About crosstalk NEXT: Near-end crosstalk FEXT: Far-end crosstalk Sumber Sinyal Penerima Sinyal

30 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 30 Max Data Rate AttenuationNEXT Category-3 UTP 16 Mbps Category-4 UTP 20 Mbps10.1 Category-5 UTP100 Category-5e UTP200  Category 5 Unshielded Twisted Pair (UTP) digunakan sebagai kabel standard untuk local area computer networks  Ada juga jenis kabel Shielded Twisted Pair (STP)

31 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 31 Twisted Pair Connectors  Kabel twisted pair untuk komputer menggunakan konektor RJ45 (8 pin)  Kabel twisted pair untuk telepon menggunakan konektor RJ11

32 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 32 Serat Optik Kabel serat optik terdiri dari :  Silinder dalam berbahan gelas yang disebut inti atau core  Silinder luar terbuat dari bahan gelas atau plastik yang disebut cladding atau pembungkus inti  Bahan pelidung serat yang membungkus cladding

33 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 33 Mengapa cahaya bisa bergerak sepanjang serat optik?  Karena ada proses yang disebut Total Internal Reflection (TIR)  TIR dimungkinkan dengan membedakan indeks bias (n) antara core dan clading Dalam hal ini n core > n cladding Dalam hal ini n core > n cladding Memanfaatkan hukum Snellius Memanfaatkan hukum Snellius

34 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 34 Pantulan terjadi Bila sudut jatuh > sudut kritis Pembiasan n core > n cladding

35 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 35 Apabila kabel serat optik dilengkungkan, dapat terjadi loss

36 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 36 Cahaya yang dapat dimasukkan ke dalam serat optik harus disuntikkan pada sudut yang lebih kecil daripada θ NA. Ini dipersyaratkan sebagai Numerical Apperture (NA) θ NA

37 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 37

38 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 38  Salah satu cara untuk mengidenifikasi konstruksi kabel optik adalah dengan menggunakan perbandingan antara diameter core dan cladding. Sebagai contoh adalah tipe kabel 62.5/125. Artinya diamater core 62,5 micron dan diameter cladding 125 micron  Contoh lain tipe kabel:50/125, 62.5/125 dan 8.3/125  Jumlah core di dalam satu kabel bisa antara 4 s.d. 144

39 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 39 Klasifikasi Serat Optik  Berdasarkan mode gelombang cahaya yang berpropagasi pada serat optik Multimode Fibre Multimode Fibre Singlemode Fibre Singlemode Fibre  Berdasarkan perubahan indeks bias bahan Step index fibre Step index fibre Gradded index fibre Gradded index fibre

40 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 40 Step Index Fiber vs Gradded Index Fiber  Pada step index fiber, perbedaan antara index bias inti dengan index bias cladding sangat drastis

41 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 41  Pada gradded index fiber, perbedaan index bias bahan dari inti sampai cladding berlangsung secara gradual  Contoh profile gradded index: Untuk 0 ≤r ≤ a Untuk 0 ≤r ≤ a r = jari-jari di dalam inti serat r = jari-jari di dalam inti serat a = jari-jari maksimum inti serat a = jari-jari maksimum inti serat

42 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 42

43 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 43 Jenis-jenis kabel serat optik Step-index multimode. Used with 850nm, 1300 nm source. Graded-index multimode. Used with 850nm, 1300 nm source. Single mode. Used with 1300 nm, 1550 nm source.

44 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 44 Available Bandwidth and Range MediaBandwidthRange Voice quality twisted pair 0 to 1 MHz 5 km Coax cable (broadband)1k - 1GHz1-100 km Category 5 twisted pair1k MHz0.1-2 km Fiber optic cable THz1-100 km

45 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga Unguided Transmission Media

46 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 46 Microwave  Range frekuensi: GHz  Transmisi dilakukan secara line of sight (LOS)  Tidak dapat menembus dinding (solid objects; contoh: bangunan)  Digunakan untuk komunikasi terrestrial (earth-to-earth) dan satelit  Di atas 8 GHz, diserap oleh partikel air Jadi hujan dapat menggagalkan transmisi Jadi hujan dapat menggagalkan transmisi

47 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 47 Satellite Microwave  Range frekuensi optimal yang digunakan adalah: GHz Dibawah 1 GHz akan terpengaruh dari alam dan man-made sources Dibawah 1 GHz akan terpengaruh dari alam dan man-made sources Di atas 10 GHz akan teredam atmosfir Di atas 10 GHz akan teredam atmosfir

48 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 48 Satellite Systems  Sistem orbit Low dan medium memiliki delay yang lebih rendah Menawarkan kecepatan 2Mbps Menawarkan kecepatan 2Mbps

49 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 49 Terrestrial Wireless  Digunakan untuk keperluan telekomunikasi komersial, telepon seluler, serta LAN jarak pendek dan menengah  Contoh: wireless LAN IEEE yang bekerja pada band 2.4

50 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 50  Terrestrial communication (microwave)

51 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga So..you’ve heard about dB.. What is it?

52 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 52 Decibel, Gain, dan Loss  Power loss : penurunan daya sinyal  Power gain : penguatan daya sinyal  Decibel : “satuan” untuk menyatakan power loss/gain Decibel merupakan satuan ukuran daya yang logaritmis Decibel merupakan satuan ukuran daya yang logaritmis Pertama kali digunakan oleh Alexander Graham Bell (satuan decibel digunakan untuk menghormati jasanya) Pertama kali digunakan oleh Alexander Graham Bell (satuan decibel digunakan untuk menghormati jasanya) Decibel : dB Decibel : dB Alexander Graham Bell Born Died 1922

53 Decibel in Action Gain g = P out /P in Gain in dB g dB = 10 log (P out /P in ) Loss L = P in /P out Loss in dB L dB = 10 log (P in /P out ) Overall Gain g = g 1 *g 2 Overall Gain in dB g dB = g 1(dB) + g 2(dB) Contoh: - Bila daya output 10 Watt dan daya input 1 Watt, maka Gain = 10 dB - Bila daya input 10 Watt dan daya output 1 Watt, maka Loss = 10 dB (atau Gain = -10 dB) Teknik Elektro – Kampus Duren tiga

54 54  Rumus dB menyatakan ukuran daya  Jika kita lebih tertarik akan perubahan pada tegangan maka faktor impedansi harus dimasukkan pada perhitungan dB

55 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 55 Power Levels in dB  Sampai titik ini kita masih melihat penerapan dB untuk menyatakan perbandingan daya  Bagaimana cara menyatakan level daya absolut menggunakan dB? Gunakan suatu daya referensi

56 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 56  Daya referensi yang banyak digunakan adalah 1 mW  Satuan dB yang dihasilkan adalah dBm  Contoh: suatu level daya 10 mW bila dinyatakan di dalam dB adalah 10 dBm  Daya referensi lain yang dapat digunakan: 1 Watt (satuan dB yang digunakan dBW)

57 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 57  Contoh penggunaan dB Daya pancar P 1 = 1W atau +30 dBm Gain antena = 30 dB Redaman link = 110 dB Daya diterima terima P 2,dBm = +30 dBm + 30 dB –110 dB +30 dB = –20 dBm Bila dinyatakan di dalam Watt P 2 = 10 μW.

58 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 58 Redaman serat optik 0,5 dB/km Daya pancar P 1,dBm = 0 dBm Redaman serat optik = 0,5 dB/km, maka redaman total serat optik = 0,5*40 =20 dB Daya terima P 2,dBm = 0 dBm – 20 dB = –20 dBm

59 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 59  Satuan lain yang biasa digunakan untuk menyatakan suatu perbadingan adalah Neper  1 Neper (Np) = 8, dB  1 dB = 0, Np John Napier or Neper nicknamed Marvellous Merchiston (1550, 1617) Penemu Logaritma

60 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 60  Derau suhu adalah suatu gejolak thermal elektron. Muncul di semua perangkat elektronik dan media transmisi serta merupakan fungsi temperatur. Derau suhu secara keseluruhan disebarkan sepanjang spektrum frekuensi dan sering juga disebut sebagai white noise. Derau suhu tidak dapat dihilangkan dan karena itu menempatkan suatu batas atas pada unjuk kerja sistem komunikasi. Jumlah derau suhu yang dapat ditemukan dalam suatu bandwidth sebesar 1 Hz untuk segala jenis perangkat atau konduktor adalah No = kT ( W / Hz) dimana ; No = kerapatan kekuatan derau dalam watt per 1 Hz bandwidth K = konstanta Boltzmann = x 10"23 J/°K K = konstanta Boltzmann = x 10"23 J/°K T = Temperatur, derajat kelvin  Contoh Pada temperatur kamar, T = 17°C, atau 290°K, dan kerapatan tenaga derau suhu-nya adalah No = ( x ) x 290 = 4 x W /Hz = -204 dBW /Hz

61 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 61  Derau diasumsikan sebagai keleluasaan frekuensi, Sehingga derau suhu dalam watt yang ditampilkan dalam suatu bandwidth B hertz dapat dinyatakan sebagai N = kTB Atau, dalam desibel-watt, N = 10 log k + 10 log T + 10 log B = - 228,6 dBW + 10 log T + 10 log B = - 228,6 dBW + 10 log T + 10 log B  Contoh Sebuah receiver tertentu dengan temperatur derau efektif sebesar 100°K dan bandwidth 10 MHz, tingkat derau suhu pada output receiver adalah Sebuah receiver tertentu dengan temperatur derau efektif sebesar 100°K dan bandwidth 10 MHz, tingkat derau suhu pada output receiver adalah  N= -228,6 dBW + 10 log log 10 7 = -228, = -138,6 dBW = -228, = -138,6 dBW

62 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 62 Rumus Nyquist :  Dengan multilevel pensinyalan, rumus Nyquistnya menjadi C = 2B log 2 M C = 2B log 2 M  Di mana M adalah jumlah signal yang berlainan atau level voltase. Sehingga, untuk M = 8, nilai yang dipergunakan dengan berbagai modem, C menjadi bps.

63 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 63 Rumus Shanon  Signal-to-Noise Ratio sangatlah penting dalam transmisi digital data karena menyusun batas atas terhadap rate data yang mampu dicapai. Yang dihasilkan Shannon adalah kapasitas canel maksimum, dalam bit per detik, sesuai dengan persamaan C = B log 2 (1 + SNR)

64 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 64 Hubungan Rumus Nyquist dengan Rumus Shanon  Contoh  Sekarang kita lihat sebuah contoh yang mengaitkan rumus Nyquist dan rumus Shannon. Anggap saja spektrum sebuah channel berkisar antara 3 MHz dan 4 MHz serta SNR sebesar 24 dB. Maka B = 4 MHz -3 MHz = 1 MHz, SNR dB = 24 dB = 10 log 10 (SNR), jadi SNR = 251  Dengan menggunakan rumus Shannon, C = 10 6 x log 2 (1+251) =10 6 x 8 = 8 Mbps  Hal ini merupakan batas teoritis dan, sebagaimana yang telah kita katakan, nampaknya sulit dicapai. Namun anggap saja kita dapat mencapai batas tersebut. Berdasarkan atas rumus Nyquist, berapa banyak signalling level yang diperlukan? Kita dapatkan C = 2 B log 2 M 8 x 10 6 = 2 x (10 6 ) x log 2 M 4 = log M M = 16

65 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 65 Energi bit / kerapatan daya derau  Terakhir, disebutkan sebuah parameter yang berkaitan dengan SNR yang lebih sesuai untuk menentukan rate data digital dan rate error. Parameter tersebut adalah perbandingan energi sinyal per bit terhadap kerapatan daya derau per hertz, Eb/No. Anggap saja sebuah sinyal, digital ataupun analog, yang berisikan biner data digital yang ditransmisikan pada suatu bit rate R tertentu. Ingat lagi bahwa 1 watt = 1 J/s, energi per bit dalam sebuah sinyal diperlihatkan melalui Eb = STb, dimana S adalah daya sinyal dan Tb adalah waktu yang diperlukan untuk mengirim satu bit. Data rate R, R = 1 /Tb. Maka : E b / N o = S/R : N o = S / k T R = S dBW - 10 log R - 101og k - 10 logT = S dBW - 10 log R - 101og k - 10 logT  = S dBW -10 log R dBW - 10 log T

66 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 66  Contoh Untuk pindahan fase biner (ditentukan dalam Bab 5), E b /No = 8,4 dB diperlukan untuk suatu rate bit error sebesar = (satu bit error keluar setiap ). Bila derau temperatur efektif besarnya 290 °K (temperatur kamar) dan data rate sebesar 2400 bps, berapa level sinyal yang diterima yang diperlukan?  Kita dapatkan 8,4 = S (dBW) -10 log ,6 dBW -10 log 290 = S (dBW) - (10)(3,38) + 228,6 - (10)(2,46) S = -161,8 dBW = S (dBW) - (10)(3,38) + 228,6 - (10)(2,46) S = -161,8 dBW

67 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 67  Amplifier dengan temperatur derau efektif sebesar °K dan bandwidth 10 MHz, berapa level derau thermal yang bisa diharapkan pada outputnya?  Jawab : N = kTB N = kTB N = 10 log k + 10 log T + 10 log B N = 10 log k + 10 log T + 10 log B = dBW + 10 log T + 10 log B = dBW + 10 log T + 10 log B = dBW + 10 log log 10 7 = dBW + 10 log log 10 7 = dBW + (10) (4) + (10) (7) = dBW + (10) (4) + (10) (7) = dBW = dBW = dBW = dBW

68 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 68  Suatu sistem pensinyalan digital diperlukan agar beroperasi pada 9600 bps. a. Bila suatu elemen sinyal memberi kode suatu kata kata 4 bit, berapa bandwidth minimum yang diperlukan channel-nya? a. Bila suatu elemen sinyal memberi kode suatu kata kata 4 bit, berapa bandwidth minimum yang diperlukan channel-nya? b. B. Ulangi bagian (a) untuk 8 bit kata-kata. b. B. Ulangi bagian (a) untuk 8 bit kata-kata.  Jawab : a. C = 2 B log 2 M a. C = 2 B log 2 M 9600 = 2 B log = 2 B log = 2 B 4800 = 2 B B = 2400 B = 2400 b. C = 2 B log 2 M b. C = 2 B log 2 M 9600 = 2 B log = 2 B log = 3 B 4800 = 3 B B = 1600 B = 1600

69 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 69  Bila level sinyal yang diterima untuk suatu sistem digital khusus adalah -151 dBW dan temperatur derau efektif pada sistem receiver sebesar 1500° K, berapa E b / N o untuk jalur yang mentransmisikan 2400 bps?  Jawab : E b / N o = S/R : N o = S / k T R E b / N o = S/R : N o = S / k T R = S dBW - 10 log R - 101og k - 10 logT = S dBW - 10 log R - 101og k - 10 logT = S dBW -10 log R dBW - 10 log T = S dBW -10 log R dBW - 10 log T = dBW – 10 log – 10 log 1500 = dBW – 10 log – 10 log 1500 = dBW – (10) (3.38) – (10) ( ) = dBW – (10) (3.38) – (10) ( ) =

70 Teknik Elektro – Kampus Duren tiga 70  Contoh  Desibel bermanfaat dipergunakan untuk menentukan keuntungan dan kerugian terhadap serangkaian elemen- elemen transmisi. Dengan mempertimbangkan suatu rangkaian dimana input berada pada suatu level tenaga sebesar 4 mW, elemen pertamanya adalah suatu jalur transmisi dengan suatu kerugian sebesar 12 dB (-12 dB), elemen keduanya adalah amplifier dengan keuntungan sebesar 35 dB, sedangkan elemen ketiganya adalah jalur transmisi dengan kerugian sebesar 10 dB. Keuntungan dan kerugi an bersihnya adalah ( ) = 13 dB. Untuk mengkalkulasikan output daya P 2, maka diperoleh ; 13 = 10 log ( P 2 / 4 mW) P 2 = 4 x 10 1,3 mW = 79,8 mW


Download ppt "Teknik Elektro – Kampus Duren tiga Komunikasi Data Kuliah 4 Media Transmisi Media Transmisi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google