Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

3. Ragam Teknik Evaluasi Investasi Teknologi Informasi

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "3. Ragam Teknik Evaluasi Investasi Teknologi Informasi"— Transcript presentasi:

1 3. Ragam Teknik Evaluasi Investasi Teknologi Informasi
Suwirno Mawlan S.Kom., MTI Manajemen Investasi v [STMIK MDP]

2 Ragam Teknik Evaluasi Investasi Proyek Teknologi Informasi
Return-on-Investment (ROI); Cost-Benefit Analysis (CBA); Multi-Objective, Multi-Criteria Methods (MOMC); Boundary Values; Return-on-Management (ROM); Information Economics (IE); Critical Success Factor (CSF); Value Analysis (VA); Experimental Methods. Manajemen Investasi v [STMIK MDP]

3 1. Return-on-Investment (ROI)
Pendekatan ROI ini terdiri dari sejumlah teknik pendekatan formal. Contoh yang paling sederhana dari ROI adalah payback method dimana menghitung durasi waktu yang diperlukan untuk mengembalikan investasi yang telah dialokasikan. Namun, sebagian kalangan menganggap pendekatan ini terlampau sederhana. Mereka lebih suka menggunakan metode ROI dimana menghitung nilai atau value atau manfaat investasi yang akan diperoleh di masa depan dan memproyeksikan besaran nilai tersebut pada saat ini (ketika investasi dilakukan). Manajemen Investasi v [STMIK MDP]

4 1. Return-on-Investment (ROI)
Metode yang paling banyak dipilih adalah dengan menggunakan Internal Rate of Return (IRR) yang biasanya digunakan bersama dengan Net Present Value (NPV). Sebuah proyek teknologi informasi yang diusulkan untuk dibiayai terlebih dahulu dihitung IRR-nya. Jika ternyata nilai IRR tersebut lebih besar dari hurdle rate of return atau ambang batas minimal rasio pengembalian yang telah disepakati perusahaan, maka proposal tersebut disetujui. Sebaliknya, jika nilai IRR berada di bawah ambang tersebut, proyek teknologi informasi yang diusulkan biasanya ditolak oleh manajemen untuk dibiayai. Manajemen Investasi v [STMIK MDP]

5 2. Cost-Benefit Analysis (CBA)
Metode CBA adalah pendekatan yang menghitung nilai dari setiap elemen teknologi informasi yang memiliki kontribusi terhadap biaya yang dikeluarkan dan manfaat yang diperoleh. Kekuatan utama dari metode ini adalah karena telah berhasilnya manajemen dalam mengkuantifikasikan biaya dan manfaat yang bersifat kualitatif maupun intangible. Sementara, kelemahan utama dari metode ini adalah sering terjadi perselisihan atau perdebatan dalam menentukan teknik yang sesuai dalam mencari value elemen yang nilainya tidak jelas tersebut. Manajemen Investasi v [STMIK MDP]

6 3. Multi-Objective, Multi-Criteria Methods (MOMC)
Salah satu variasi dari CBA yang cukup banyak dipergunakan adalah MOMC. Pendekatan ini selain cocok digunakan untuk investasi proyek dengan multi obyektif, sangat tepat dipergunakan untuk meredam konflik yang terjadi antara beberapa orang yang tidak sepakat dengan value maupun manfaat dari teknologi informasi yang akan dikembangkan. Kelebihan lain adalah metode MOMC ini dapat digunakan jika terdapat lebih dari satu jenis proyek investasi dengan ragam obyektif maupun biaya/manfaat. Manajemen Investasi v [STMIK MDP]

7 4. Boundary Values Metode ini merupakan salah satu cara heuristik yang cukup banyak digemari karena kemudahan dan kesederhanaannya. Prinsip yang digunakan adalah melakukan komparasi atau perbandingan antara rasio perusahaan dengan rasio rata-rata industri yang diperoleh dengan cara menghitung biaya total yang harus dikeluarkan untuk investasi teknologi informasi dibandingkan dengan sebuah ukuran agregrat tertentu, seperti total pendapatan (revenue) atau total pengeluaran operasional (operating expenses). Manajemen Investasi v [STMIK MDP]

8 4. Boundary Values Jika rasio perusahaan lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata industri sejenis, maka kenaikan biaya investasi dipertimbangkan sebagai hal yang normal atau seharusnya dilakukan. Sementara jika terjadi sebaliknya, perlu dipertanyakan kelayakan investasi tersebut. Manajemen Investasi v [STMIK MDP]

9 5. Return-on-Management (ROM)
Metode ROM terkait dengan perhitungan nilai manfaat dengan terjadinya perubahan kenaikan tingkat produktivitas manajemen. Tantangan penggunaan metode ini terletak pada kemampuan memperkirakan pendapatan dan biaya di kemudian hari seandainya sistem tersebut diimplementasikan. Jika estimasi ini berhasil dilakukan, kinerja metode ROM akan jauh lebih baik dibandingkan dengan metode ex post evaluation lainnya. Manajemen Investasi v [STMIK MDP]

10 6. Information Economics (IE)
Dari semua metode yang ada, information economics dinilai sebagai satu-satunya cara yang paling komprehensif dan dinilai dapat menjawab sejumlah faktor dan karakteristik unik – serta berbagai isu dan tantangan yang dihadapi – dalam mengevaluasi proyek investasi teknologi informasi. Metode ini bertujuan untuk mengidentifikasikan, mengukur, dan me-ranking dampak ekonomis yang timbul akibat diimplementasikannya sistem baru (perubahan kinerja organisasi). Manajemen Investasi v [STMIK MDP]

11 6. Information Economics (IE)
Metode ini dikatakan merupakan sebuah teknik CBA yang diperluas karena adanya tiga proses tambahan yang diberlakukan, yaitu: Value Linking – yang membahas dampak konsekuensi dari perubahan utama di berbagai fungsi organisasi akibat diterapkannya sebuah sistem baru; Value Acceleration – yang mendefinisikan nilai tambah yang akan dinikmati oleh perusahaan seandainya sistem baru dipergunakan; dan Job Enrichment – yang menggambarkan hasil evaluasi terhadap nilai tambah lainnya terkait dengan peningkatan kompetensi dan keahlian dari karyawan perusahaan yang diperoleh karena diterapkannya sistem baru. Manajemen Investasi v [STMIK MDP]

12 7. Critical Success Factor (CSF)
Setelah menentukan visi, misi, dan obyektif bisnisnya, biasanya para pimpinan perusahaan berusaha untuk mengidentifikasikan critical success factors atau faktor-faktor apa saja yang dipandang sebagai kunci keberhasilan bisnis perusahaan. Setelah CSF berhasil didefinisikan, barulah ditelaah satu per satu, apa saja kontribusi teknologi informasi terhadap masing-masing CSF tersebut. Jika kontribusi teknologi informasi sangat besar terhadap pencapaian sebuah CSF, maka sebaiknya perlu dilakukan investasi terhadapnya. Manajemen Investasi v [STMIK MDP]

13 8. Value Analysis (VA) Metode ini dibangun dengan pemikiran atau prinsip bahwa lebih baik memfokuskan diri pada value atau nilai yang didapat perusahaan dibandingkan dengan usaha untuk mengurangi atau mereduksi biaya. Untuk mendapatkan value yang optimal, kajian terhadap hal-hal yang bersifat intangible harus dilakukan. Metode VA ini sangat rumit dan membutuhkan biaya yang relatif besar untuk diimplementasikan, namun memang hasilnya dinilai dapat memuaskan para stakeholder dalam dunia bisnis. Manajemen Investasi v [STMIK MDP]

14 9. Experimental Methods Protoytping adalah merupakan cara untuk membangun sebuah prototip dari sebuah sistem besar secara cepat. Simulation adalah sebuah proses pemetaan terhadap situasi bisnis yang akan terjadi di kemudian hari dengan menggunakan perangkat lunak tertentu (software) untuk kemudian disimulasikan. Gameplaying adalah sebuah pendekatan dimana dilakukan role play terhadap skenario tertentu yang akan terjadi di kemudian hari seandainya sebuah sistem teknologi informasi diterapkan. Manajemen Investasi v [STMIK MDP]

15 10. Pendekatan Lainnya Art criticism : Menggunakan justifikasi penilaian dari para ahli berdasarkan pengalaman luas mereka mengenai value of IT bagi bisnis. Accreditation : Menggunakan sejumlah kriteria atau ukuran standar kualitas dari sebuah investasi yang baik dan tepat. Adversarial methods : Mengambil keputusan setelah mendengarkan dua belah pihak saling berdebat mengenai pro dan kontra dari rencana investasi. Analogy : Melakukan penggambaran terhadap situasi sejenis yang pernah terjadi sebelumnya. Dan lain sebagainya. Manajemen Investasi v [STMIK MDP]


Download ppt "3. Ragam Teknik Evaluasi Investasi Teknologi Informasi"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google