Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Dini R. Andrias, MSc Dept. GIzi/ FKM UNAIR PROGRAM KEP UNIVERSITAS AIRLANGGA Excellence with Morality.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Dini R. Andrias, MSc Dept. GIzi/ FKM UNAIR PROGRAM KEP UNIVERSITAS AIRLANGGA Excellence with Morality."— Transcript presentasi:

1 Dini R. Andrias, MSc Dept. GIzi/ FKM UNAIR PROGRAM KEP UNIVERSITAS AIRLANGGA Excellence with Morality

2 Pengantar Excellence with Morality UNIVERSITAS AIRLANGGA

3 Pengantar Excellence with Morality UNIVERSITAS AIRLANGGA

4 Kurang Energi Protein Excellence with Morality UNIVERSITAS AIRLANGGA Dari penilaian AntropometriBentuk Klinis Underweight (BB/U)Gizi buruk: Marasmus Stunting (TB/U)Gizi buruk: Kwashiorkor Wasting (BB/TB) KEP adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG)

5 Kurang Energi Protein Excellence with Morality UNIVERSITAS AIRLANGGA Untuk KEP ringan dan sedang, gejala klinis yang ditemukan hanya anak tampak kurus. Gejala klinis KEP berat/gizi buruk secara garis besar dapat dibedakan sebagai marasmus, kwashiorkor atau marasmic- kwashiorkor Penderita KEP berat umumnya isertai dengan anemia dan defisiensi mikronutrien lain

6 KEP - Gizi Buruk : Marasmus Wajah spt orang tua Rambut masih hitam Iga gambang, sangat kurus Atrofi otot, Lemak sangat tipis/habis

7 KEP - Gizi Buruk : Kwashiorkor Kurus, Tulang Selangka & Tulang Rusuk Kelihatan Edema

8 KEP-Gizi Buruk : Kwashiorkor Crazy Pavement Dermatosis

9 Gizi buruk : Kwashiorkor Rambut jarang Wajah Edema ‘Puffy’

10 Kwashiorkor Edema Hepatomegali

11 Severity of malnutrition StuntingUnderweightWasting Low<20% <10% <5% Medium20-29%10-19%5-9% High30-39%20-29%10-14% Very high≥40%≥30%≥15% Situasi di Indonesia StuntingUnderweightWasting Th %18.4%13.6% Th %17.9%13.3% Situasi di Indonesia

12 Excellence with Morality UNIVERSITAS AIRLANGGA

13 Membangun berat badan potensial (rapid increase in cell size) MASA “EMAS” DAN KRITIS Membangun tinggi badan potensial (rapid increase in cell number) Untuk Mencapai Tinggi dan Berat badan optimal Dibutuhkan seluruh zat gizi (makro dan mikro) secara seimbang Butuh gizi mikro & protein Butuh Kalori Konsepsi 20 mg LAHIR 2 TAHUN Kehamilan & Pertumbuhan Janin Pertumbuhan Bayi & Anak Pertumbuhan otak

14 Excellence with Morality UNIVERSITAS AIRLANGGA

15 LANGKAH- LANGKAH UNTUK MENURUNKAN KEJADIAN GIZI BURUK MENCEGAH KEJADIAN KASUS GIZI BURUK MENEMUKAN SEMUA KASUS GIZI BURUK MEMULIHKAN SEMUA KASUS GIZI BURUK

16

17 MENCEGAH KEJADIAN KASUS GIZI BURUK 1.MENINGKATKAN PEMANTAUAN PERTUMBUHAN MELALUI  REVITALISASI POSYANDU 2.MENYAMAKAN & MEMANTAPKAN PEMAHAMAN POLA TUMBUH BALITA DENGAN MEMAKAI KARTU MENUJU SEHAT (KMS)  5 POLA TUMBUH 3.MENINGKATKAN  PENGENALAN DINI PENYIMPANGAN PERTUMBUHAN DNG KMS DI POSYANDU  T (T 1, T 2, T 3 ) 4.MELAKUKAN TINDAK LANJUT TERHADAP PENYIMPANGAN DINI PERTUMBUHAN DENGAN MEMBERIKAN PENGOBATAN & NASEHAT PEMBERIAN MAKANAN & MINUMAN SEHAT  PADAT GIZI  T  N 1

18 DETEKSI KESEIMBANGAN GIZI DENGAN POLA TUMBUH DI KMS POLA TUMBUH KEJAR  N1 POLA TUMBUH NORMAL  N2 POLA TUMBUH TIDAK MEMADAI  T1 POLA TIDAK TUMBUH  T2 POLA TUMBUH NEGATIF  T3

19 N2 N1 T1 T3 T2 B G M N = Pertumbuhan baik N1 : BB naik, grafik BB pindah masuk ke pita diatasnya  Tumbuh Kejar N2 : BB naik, grafik BB tetap pada pita yang sama  Tumbuh Normal T = Pertumbuhan tidak baik T1: BB naik, grafik BB pindah, masuk ke pita di bawahnya  Tumbuh Tidak Memadai T2 : BB tetap  Tidak Tumbuh T3 : BB berkurang  Tumbuh Negatif POLA PERTUMBUHAN

20 DETEKSI KESEIMBANGAN GIZI DI POSYANDU Timbang Plot BB Buat grafik Interpretasi N T N1 N2 T1 T2 T3 Cari kemungkinan penyebab Tentukan penyebab Tentukan tindak-lanjut Evaluasi SKDN/SKDT

21 Penemuan Kasus Posyandu/Pusat Pemulihan Gizi Pada penimbangan bulanan di posyandu dapat diketahui apakah anak balita berada pada daerah pita warna hijau, kuning, atau dibawah garis merah (BGM). Bila hasil penimbangan BB balita dibandingkan dengan umur di KMS terletak pada pita kuning, dapat dilakukan perawatan di rumah, tetapi bila anak dikategorikan dalam KEP sedang-berat/BGM, harus segera dirujuk ke Puskesmas. Excellence with Morality UNIVERSITAS AIRLANGGA

22 Penemuan Kasus Puskesmas Apabila ditemukan BB anak pada KMS berada di bawah garis merah (BGM) segera lakukan penimbangan ulang dan kaji secara teliti. Bila KEP Berat/Gizi buruk, lakukan pemeriksaan klinis –bila tanpa penyakit penyerta dapat dilakukan rawat inap di puskesmas –Bila KEP berat/Gizi buruk dengan penyakit penyerta harus dirujuk ke rumah sakit umum. Excellence with Morality UNIVERSITAS AIRLANGGA

23 LANGKAH KADER MENEMUKAN GANGGUAN GIZI AKUT & GIZI BURUK UNTUK DIDAMPINGI BALITA DI MASYARAKAT GIZI BAIK GANGGUAN GIZI KRONIS GANGGUAN GIZI AKUT / GIZI BURUK BERKUNGUNJUNG KE POSYANDU DICATAT TIDAK BERKUNJUNG KE POSYANDU DICARI DIRUMAHNYA DIDAMPINGI

24 PENANGANAN GANGGUAN GIZI AKUT BERBASIS MASYARAKAT (CTC) CARI BB/TB antara -2 s.d -3 SD atau Lila < 12,5 cm < - 3 SD atau ≥ - 3 SD dg edema pada 2 kaki atau Lila < 11,0 cm PMT Biasa (Supplementary Feeding) Pengobatan, KIE Komplikasi Tanpa Komplikasi Stabilisasi PMT Terapi (Therapeutic Feeding) Pengobatan KIE BB/TB ≥ - 3 SD & Edema -- SEMBUH BB/TB ≥ - 2 SD Tanpa KomplikasiKomplikasi

25 DOSIS PEMBERIAN PMT PMT TERAPI (THERAPEUTIC FEEDING)  DIBERIKAN 3 X 200 KALORI/ HARI  SELAMA ± 60 HARI SAMPAI  BB/TB > - 3SD PMT BIASA (SUPPLEMENTARY FEEDING)  DIBERIKAN 2 X 200 KALORI/HARI  SELAMA ± 30 HARI SAMPAI BB/TB ≥ - 2 SD.

26 JADWAL PEMBERIAN PMT PMT TERAPI MAKAN PAGI PMT PAGI MAKAN SIANG PMT SORE MAKAN MALAM PMT MALAM PMT BIASA (SUPLEMENTASI) MAKAN MALAM MAKAN PAGI PMT SORE PMT PAGI MAKAN SIANG

27 PEMECAHAN MASALAH GIZI MELALUI PEMBERDAYAAN KELUARGA (PENDAMPINGAN) ADVOKASI MASALAH POTENSI PEMECAHAN MASALAH KELUARGA - MASYARAKAT

28 KEGIATAN PENDAMPINGAN PETUGAS GIZI/  BIDAN/PERAWAT KADER  MENDAMPINGI KADER KELUARGA MENDAMPINGI KELUARGA

29 ISI KEGIATAN PENDAMPINGAN 1.MEMOTRET POTENSI KELUARGA * UANG BELANJA PERHARI * UANG ROKOK PERHARI * POTENSI PEKARANGAN * ASET KELUARGA DLL 2.MEMOTRET MASALAH KELUARGA * STATUS GIZI ANAK & IBU * KONSUMSI MAKANAN (3 J  JENIS, JUMLAH,JADWAL) * KEBERSIHAN * KETRAMPILAN MERAWAT ANAK DLL 3.MELAKSANAKAN ADVOKASI * PEMANFAATAN UANG BELANJA/ROKOK  MENU SEDERHANA * PEMANFAATAN PEKARANGAN & SAMPAH * LATIHAN MEMBERI MAKAN ANAK * LATIHAN PERAWATAN ANAK * PEMAHAMAN TUMBUH KEMBANG DLL

30 SASARAN & TOLOK UKUR KEBERHASILAN PENDAMPINGAN SASARAN 1.KELUARGA DENGAN BALITA GIZI BURUK 2.KELUARGA DENGAN BALITA KURUS 3.KELUARGA DENGAN BALITA 3 X T BERTURUT TURUT TOLOK UKUR KECENDERUNGAN TUMBUH KEMBANG ANAK MEMBAIK  TUMBUH KEJAR (N1) PERBAIKAN STATUS GIZI, AKTIVITAS DAN MENTAL MAMPU MEMANFAATKAN SUMBERDAYA KELUARGA LEBIH BAIK  UANG BELANJA / ROKOK UNTUK BELI BAHAN MAKANAN, MENYUSUN MENU SEHAT, MERAWAT ANAK DLL

31 KOMPETENSI PETUGAS PENDAMPINGAN 1.MAMPU MENGGUNAKAN KMS SEBAGAI ALAT PANTAU TUMBUH KEMBANG DAN MEMAHAMI SECARA DINI GANGGUAN TUMBUH KEMBANG 2.MAMPU MENGGALI MASALAH KESEHATAN & GIZI LAINNYA MELALUI PENGAMATAN & WAWANCARA DNG KELUARGA MITRA  MISAL CARA PEMBERIAN MAKANAN 3.MAMPU MENGENALI SUMBERDAYA KELUARGA MITRA, MELALUI PENGAMATAN & WAWANCARA,  POTENSI UANG BELANJA & PEKARANGAN 4.MAMPU MEMBERIKAN SARAN PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN & GIZI KELUARGA MITRA DNG MEMANFAATKAN SECARA OPTIMAL POTENSI & SUMBERDAYA YG DIMILIKI  MEMBUAT MPASI YANG MEMENUHI SYARAT GIZI & SANITASI

32 MENEMUKAN SEMUA KASUS GIZI BURUK MELALUI USAHA BERSAMA ANTARA PEMDA & MASYARAKAT MEMAKAI KRITERIA YANG SAMA MELALUI BERBAGAI SARANA : a. PELAYANAN KESEHATAN : RS, PUSKESMAS, POLINDES b. MELALUI POSYANDU c. KUNJUNGAN RUMAH “TERARAH” KE KELUARGA BALITA YANG JARANG / TIDAK BERKUNJUNG KE POSYANDU

33 MENEMUKAN KASUS GIZI BURUK KUNJUNGAN RUMAH TERARAH PADA UMUMNYA ANAK GIZI BURUK  LAHIR DENGAN BERAT BADAN NORMAL ANAK GIZI BURUK PADA UMUMNYA BUKAN PENGUNJUNG TETAP POSYANDU KETIDAKHADIRAN DI POSYANDU KARENA ADA HAMBATAN SOSIAL ANAK GIZI BURUK HANYA AKAN “MUNCUL” DI PELAYANAN KESEHATAN  BILA MENDERITA ISPA ATAU DIAREA PERLU KUNJUNGAN RUMAH TERARAH PADA KELUARGA BERBALITA YANG JARANG HADIR DI POSYANDU  UTK MENEMUKAN “GIZI BURUK”

34 MEMULIHKAN SEMUA KASUS GIZI BURUK MENYIAPKAN SISTEM RUJUKAN YANG BAKU MENYIAPKAN PUSAT STABILISASI (TFC) YANG MAMPU MELAKSANAKAN TATALAKSANA GIZI BURUK MENYIAPKAN PUSAT (PANTI) PEMULIHAN GIZI DI MASYARAKAT UTK ANAK KURUS (WASTED) & GIZI BURUK MENYIAPKAN ANGGARAN, TERMASUK BIAYA MAKAN IBU YG MENUNGGUI DI TFC DIANGGAP BERHASIL, BILA ANGKA KEMATIAN KASUS (CFR)  < 5 %

35 SELURUH KELUARGA 1.Penyuluhan/Konseling Gizi ; a. ASI Eksklusif dan MP-ASI b. Gizi seimbang c. Pola asuh ibu dan anak 2. Pemantauan pertumbuhan anak 3. Penggunaan garam beryodium 4. Pemanfaatan pekarangan 5. Peningkatan daya beli KELUARGA MISKIN 6. Bantuan pangan darurat; a. PMT balita, ibu hamil b. Raskin POSYANDU Penimbangan balita (D) Konseling Suplementasi gizi Pelayanan kesehatan dasar Kunjungan Rumah PMT Terapi / Biasa Periksa Kesehatan Konseling (KIE) Puskesmas Rumah Sakit (Pusat Stabilisasi) Sehat, BB Naik (N ) Sakit, Gizi Buruk (Komplikasi) (T), Gizi Kurang (Kurus) Sehat, BB Naik (N) Sembuh, tidak perlu PMT Sembuh perlu PMT Intervensi jangka menengah/ panjang Intervensi jangka pendek, darurat KELUARGA MASYARAKAT dan LINTAS SEKTOR PELAYANAN KESEHATAN emua Balita Punya K MS Surveilens sosial, kesehatan, pangan dan gizi

36 PEMULIHAN BALITA GIZI BURUK ASUHAN MEDIS ASUHAN KEPERAWATANASUHAN GIZI

37 Fitria – Umur 18 bulan (Juli 1999), BB : 5.1 Kg Marasmus (+ ISPA) Intervensi selama 9 bulan: Perawatan + PMT BB menjadi 10.5 kg. Kasus Gizi Buruk, Kec. L. Abang, Bekasi

38 Dini R. Andrias, MSc Dept. GIzi/ FKM UNAIR TERIMAKASIH UNIVERSITAS AIRLANGGA Excellence with Morality


Download ppt "Dini R. Andrias, MSc Dept. GIzi/ FKM UNAIR PROGRAM KEP UNIVERSITAS AIRLANGGA Excellence with Morality."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google