Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TEORI RESPON STIMULUS John Dollard & Neil Miller Nadya Erika - 1324090266.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TEORI RESPON STIMULUS John Dollard & Neil Miller Nadya Erika - 1324090266."— Transcript presentasi:

1 TEORI RESPON STIMULUS John Dollard & Neil Miller Nadya Erika

2 Sejarah hidup John Dollard  John Dollar dilahirkan di Menasha,Wisconsin,pada tanggal 29 Agustus Ia menerima gelar A.B dari Universitas Wisconsin pada tahun 1922 dan berturut-turut meraih M.A (1930) dan Ph.D- nya (1931) dalam bidang sosiologi di Universitas Chichago. Dollar memperoleh pendidikan dalam psikoanalisa dari Institut Berlin dan menjadi anggota dari Westren England Psychoanalytic Society. Keyakinan dollar dan dedikasi pribadinya terhadap penyatuan ilimu- ilmu pengetahuan sosial tercemin tidak hanya dalam tulisan- tulisannya tetapi juga dalam fakta bahwa ia pernah mengemban tugas-tugas akademik dibidang antropologi,sosiologi,dan psikologi pada satu universitas. Ia telah mengarang sejumlah buku yang juga mencermikan minatnya yang luas itu. Caste and class in a Southern town (1937) adalah salah satu penelitian lapangan yang sangat dihargai mengenai peranan orang-orang kulit hitam dalam suatu masyarakat di bagian selatan di AS dan merupakan salah satu contoh karya awal analisis kebudayaan dan kepribadian.[1]

3 Sejarah hidup Neil Miller  Neal E. Miller dilahirkan di Milwaukee, Wisconsin, pada tanggal 3 Agustus 1909 dan meraih gelar B.S-nya dari Universitas Washington pada tahun 1932 dan Ph.D-nya di bidang psikologi dari Universitas Yale pada tahun Dari tahun 1932 sampai degan tahun 1935 ia menjadi asisten dibidang psikologi pada Institute of Human Relations dan antara tahun ia mendapat beasisiwa dari Social Science Research Council dan memanfaatkannya untuk mengikuti pendidika analisis pada Institut Psikoanalisis Wina. Selain karena kerjasamanya dengan John Dollar, miller juga sangat terkenal di kalangan psikologi berkat karya eksperimental dan teoretisnya yang cermat tentang proses pemerolehan dorongan- dorongan,hakikat perkuatan,dan penelitian tentang konflik. Penelitian awalnya semata-mata bersifat behavioral,tetapi sejak tahun1950-an miller mulai menaruh perhatian pada mekanisme fisiologis yang mendasari dorongan dan perkuatan serta gejala-gejala sejenis lainnya.  Miller dan Dollar bersama-sama telah menulis dua buku yang berisi penerapan versi psikolog klinis atau psikolog kepribadian (Personality and psychotherapy). Inti teori mereka merupakan suatu deskripsi tentang proses belajar.[1]

4 Pandangan filsafat  Behavior dikembangkan oleh tokoh Watson yang berpemahaman positivisme terhadap manusia. Positivism adalah metode yang mempelajari/ mengamati sesuatu yang dapat diamati dengan nyata, bukan metafisik. Disimbolkan dari ilmu muncullah prediksi, dari prediksi maka muncullah aksi. Behaviorisme memandang pula bahwa ketika dilahirkan, pada dasarnya manusia tidak membawa bakat apa-apa. Manusia akan berkembang berdasarkan stimulus yang diterimanya dari lingkungan sekitarnya. Lingkungan yang buruk akan menghasilkan manusia buruk, lingkungan yang baik akan menghasilkan manusia baik. Manusia hanya merespon stimulus dari lingkungan. Ciri khas pada bahavior adalah tidak ada nya respon apabila tidak ada stimulus yang disebut mekanistik.

5 Teori  1) Struktur Kepribadian Kebiasaan merupakan satu-satunya elemen dalam teori Dollard & Miller yang merupakan ikatan atau asosiasi antara stimulus dengan respon, yang relatif stabil dan bertahan lama dalam kepribadian. Namun, Struktur-struktur kebiasaan itu tergantung pada peristiwa unik yang pernah dialami oleh individu yang bersangkutan. Struktur kepribadian ini hanya bersifat sementara karena dapat berubah bila individu tersebut mendapatkan pengalaman baru keesokan harinya. Misalnya : Adi biasa terlambat masuk kelas, suatu ketika Dosen terlebih dahulu memasuki kelas sehingga Adi mendapat hukuman tidak dapat mengikuti pelajaran. Peristiwa ini merupakan peristiwa unik yang dapat merubah kepribadian Adi yang sering terlambat menjadi rajin masuk tepat pada waktu nya.

6  2) Dinamika Kepribadian a. Motivasi-Dorongan (Motivation-Drives) Dollard dan Miller sangat memperhatikan motivasi atau drive. Dalam kehidupan manusia banyak sekali muncul dorongan yang harus dipelajari. Secondary drives berdasarkan dorongan seperti cemas, takut, gelisah. Sedangkan, primary drivesberdasarkan dorongan primer seperti lapar,haus dan seks. Dollar dan Miller juga mengemukakan bahwa bukan hanya dorongan primer yang diganti oleh dorongan sekunder, tetapi penguat yang primer ternyata juga diganti dengan penguat sekunder. Misalnya,senyum orang tua secara bijak terus menerus dihubungkan dengan aktivitas pemberian makanan, penggantian popok dan aktivitas yang memberi kenyamanan lainnya. ”senyum” akan menjadi penguat sekunder yang sangat kuat bagi bayi sampai dewasa.

7 Proses Belajar Dollard dan Miller melakukan eksperimen rasa tajut terhadap tikus. Yang memperlihatkan prinsip belajar.  Peralatannya adalah - kotak yang dasarnya diberi aliran listrik yang menimbulkan rasa sakit. -Kotak itu diberi sekat yang dapat dilocati tikus. -Sisi yang satu di beri warna putih dan sisi lain diberi warna hitam. -Dibunyikan bel bersamaan dengan pemberian kejutan listirk Pada kotak putih yang telah diberi kejutan listrik akan membuat tikus kesakitan, tikus merespon bel sebagai tanda ada kejutan listrik disebut CLASICAL CONDITIONING. Kotak itu di beri sekat yang dapat diloncati tikus. Pembunyian bel selalu dibarengi dengan pemberian kejutan listrik yang membuat tikus meloncat dari kotak putih ke kotak hitam. Respon tikus meloncati sekat disebut INSTRUMENTAL LEARNING. Setelah tikus belajar meloncat untuk menghindari rasa sakit, percobaan kemudian ditingkatkan dan mengganti sekatan dengan memasang pengumpil yang harus ditekan tikus unyuk membuka sekat hitam. Ternyata tikus berhenti menabrak sekat dan menemukan cara lain yaitu dengan menekan pengumpil untuk membuka sekat hitam. Pengganti tingkah laku pada tikus dari menabrak sekt menjadi menekan pengumpil disebut EXTINCTION. Primary drive (rasa sakit) memunculkan secondary drive(rasa takut) yang kemudian memotivasi tingkah laku organisme.

8 Inilah kemudian yang menjadi empat komponen utama belajar, yakni drive,cue,response,dan reinforcement. 1) Drive: stimulus (dari dalam diri organisme) yang mendorong terjadinya kegiatan tetapi tidak menentukan bentuk kegiatannya. Terbagi menjadi 2: primary drive dan secondary drive. 2) Cue: stimulus yang memberi petunjuk perlunya dilakukan respon yang sesungguhnya. Isyarat yag ada dalam proses belajar. 3) Reasioning : pemecahan masalah atau pertimbangan logika, tidak memerlukan try and error terleih dahulu dapar memecahkan masalah dengan cepat. 4) Response: aktivitas yang dilakukan seseorang. Menurut Dollard dan Miller sebelum suatu respon dikaitkan dengan suatu stimulus, respon itu harus terjadi lebih dahulu. 5) Reinforsemen: agar belajar terjadi, harus ada reinforsemen atau hadiah. Dollard dan Miller mendefinisikan reinforsemen sebagai drive pereda dorongan (drive reduction). Misalnya: Adi lapra(primary drive) ia menjadi cemas (secondary drive) selanjutnya ada pilihan yang dapat Adi pilih(cue) meminta kepada teman atau membeli ke kantin sekolah. Akhirnya, Adi memilih untuk membeli makanan ke kantin(respon) jadi, Adi tidak merasa lapar lagi(reinforcement).

9 Proses Mental yang Lebih Tinggi a) Perluasan Stimulus-Respon Kasus yang dialami artis cantik yang bernama Donita adalah fobia terhadap ambulan. Hal tersebut dikarenakan pengalaman di masa lalunya yang berawal ketika Donita masih duduk di bangku sekolah dasar tepatnya kelas 2, dimana pada saat itu ia melihat berbagai sosok mahluk halus yang menyeramkan di ambulan. Semenjak saat itu, Ia menyadari bahwa dirinya memiliki kemampuan melihat dunia gaib lewat Indra keenamnya dan juga karena hal tersebut Donita fobia terhadap ambulan. Donita pun berusaha mengalahkan rasa takutnya tersebut, namun semua usahanya sia-sia, lantaran hingga saat ini ia masih kerap histeris terhadap berbagai jenis ambulans dan hal-hal yang berhubungan dengan ambulans termasuk rumah sakit. Fobia Donita terhadap ambulan juga mengakibatkan dirinya tidak mau dirawat di rumah sakit, sekalipun ia sakit parah.  Sesuai dengan dinamika kepribadian Dollard & Miller, kasus fobia yang dialami Donita terjadi karena adanya proses mental yang lebih tinggi, yaitu adanya perluasan stimulus-respon. Fobia terhadap ambulan yang disebabkan karena pengalamannya di masa lalu, dimana ia melihat berbagai sosok mahluk halus yang menyeramkan di ambulan. Hal tersebut mengakibatkan Donita menjadi fobia dengan ambulan dan berbagai hal yang berhubungan dengan ambulan. Stimulus penyebab rasa takut pada Donita bukan lagi disebabkan karena ia melihat atau mendengar bunyi ambulans, namun karena adanya perluasan stimulus dan respon yaitu pikiran mengenai ambulan dan ingatannya terhadap pengalaman melihat berbagai sosok mahluk halus di ambulan. Tidak hanya itu, dalam dinamika kepribadian Dollard & Miller terdapat generalisasi stimulus, dimana pada kasus fobia yang dialami Donita terjadi adanya immediate effect (respon yang berdampak segera). Ketika Donita melihat atau mendengar bunyi ambulans, dengan segera ia meresponnya dengan histeris ketakutan bahkan menangis.

10  Generalisasi Stimulus Menurut Dollard dan Miller, ada dua tipe interaksi individu dengan lingkungannya. Pertama interaksi yang umumnya memiliki respon berdampak segera (immediate effect) terhadap lingkungan dan dituntun oleh cue dan atau situasi tunggal (segera menginjak pedal jika ada anak ingin menyembrang jalan). Kedua respon menghasilkan isyarat (cue-producing response) yang fungsi utamanya membuka jalan terjadinya generalisasi atau diskriminasi.

11  Reasoning Dollard & Miller dalam proses mental yang lebih tinggi ini juga membahas mengenai reasoning. Reasoning merupakan proses pemecahan masalah yang lebih efektif. Tidak memerlukan try and erroe lagi. Ada proses berfikir yang biasanya disebut alur berfikir (train of thought) sebelum individu tersebut melakukan kegiatan.  Bahasa (ucapan,fikiran,tulisan maupun sikap tubuh) Bahasa sering digunakan untuk memberi label pada peristiwa yang hampir sama agar dapat merespon berbeda peristiwa tersebut. Bahasa juga mempengaruhi prilaku. Misalnya: Adi memakan mangga muda pasti dengan sambal rujak berbeda apabila mangga aromanis yang bisa langsung dimakan.

12  Secondary drives Tingkah laku tak hanya semata-mata diatur oleh primary drive tapi secondary drive juga mempunyai peran yang penting. Bahkan tak jarang dorongan sekunder ini mengganti dan menutupi dorongan primer karena dorongan sekunder yang lebih kuat dari pada dorongan primer. Tetapi dorongan sekunder juga dapat menjadi lemah jika dorongan tersebut berulang-ulang gagal mendapatkan reinforcement. Misalnya: Anita ingin mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya, maka Anita setiap hari selalu membantu Ibunya memasak didapur, ternyata, Ibunya tidak memberikan respon sebagai penguat(reinforcement). Yang membuat Anita menangis dan tidak mau lagi membantu Ibunya.

13 Model Konflik  Ada tiga betuk konflik: - konflik approach-avoidance (orang dihadapkan dengan pilihan nilai positif dan negatif yang ada di satu situasi) - konflik avoidance-avoidance (orang dihadapkan dengan dua pilihan yang sama-sama negatif) - konflik approach-approach (orang dihadapkan dengan pilihan yang sama-sama positif)  Ketiga bentuk konflik itu yang mengikuti lima asumsi dasar mengenai tingkah laku konflik berikut: 1. Kecenderungan mendekat (Gradient of Approach), kecenderungan mengekati tujuan positif makin kuat kalau orang itu dekat dengan tujuannya. 2. Kecenderungan menghindar (Gradient of Avoidance), kecenderungan menghindar dari stimulus negatif dan makin kuat ketika orang makin dekat. 3. Peningkatan Gradient of Avoidance lebih besar dibandingkan dengan Gradient of Appoach. 4. Meningkatnya dorongan yang berkaitan dengan mendekat/menghindar akan meningkatkan gradient. 5. Manakala ada 2 respon bersaing, yang lebih kuat akan terjadi.

14 Ketidaksadaran  Dollard dan miller memandang penting faktor ketidaksadaran, tetapi formula analisis asal muasal faktor ini berbeda dengan freud. Dollard dan miller membagi isi- isi ketidaksadaran menjadi dua. Yang pertama ketidaksadaran yang berisi hal yang tidak pernah disadari seperti stimuli,drive dan respon yang dipelajari bayi sebelum bisa berbicara sehingga tidak memliki label verbal. Yang ke dua berisi apa yang pernah disadari tetapi tidak bertahan dan menjadi tidak disadari karena adanya represi.

15  Perkembangan Kepribadian Perkembangan kepribadian menurut Neal E Miller ada 3 yaitu a.) Perangkat innate: respon sederhana dan primary process Dollard dan miller menganggap perubahan dari bayi yang sederhana menjadi dewasa yang kompleks sebagai proses yang menarik, sehingga banyak karyanya yang menjelaskan masalah ini. Bayi memiliki tiga repertoir primitif yang paling penting, yakni: a. Refleks spesifik (specific reflexes): bayi memiliki beberapa refleks spesifik yang kebanyakan berupa respon tertentu terhadap stimulus atau kelompok stimulus tertentu. b. Respon bawaan yang hirarkis (innate hierarchies of response):kecenderungan melakukan respon tertentu terhadap situasi stimulus tertentu sebelum melakukan respon lainnya. Misalnya, bayi berusaha menghindari stimulus yag tidak menyenangkan sebelum menangis. c. Dorongan primer (primary drives):stimulus internal yang kuat dan bertahan lama, yang biasanya berkaitan dengan proses fisiologik seperti lapar,haus,dan rasa sakit.

16  Konteks sosial Kemampuan memakai bahasa dan respon isyarat sangat dipengaruhi oleh konteks sosial dimana seseorang berkembang. Dollard dan miller menekankan saling ketergantungan antara tingkah laku dengan lingkungan sosiokultural. Bagi dollard dan miller prinsip-prinsip belajarnya dapat diterapkan lintas budaya. Mereka yakin bahwa tingkah laku orang dipengaruhi oleh masyarakatnya. Misalnya: orang yang tinggal di Batak dan di Jawa berbeda cara bersikap dan pengucapan berbahasanya. Jadi, lingkungan mempengaruhi dimana seseorang tinggal.

17  Situasi pembelajaran (training situation) ada 4 situasi yang menimbulkan emosi: 1. Situasi makan (feeding situation): adalah situasi pertama yang banyak mengajarkan sesuatu. Misalnya jika anak yang menangis kelaparan tidak segera diberi makan, akan belajar bersikap apatis dan gelisah (apprehensive). Sebaliknya situasi pemberian makanan yang memuaskan dan tepat menjadi dasar belajar sikap sosial dan cinta. Tapi,bayi yang diberi makan sebelum lapar mungkin tidak pernah belajar meghargai nilai makanan serta kurang menghargai kehadiran ibunya akibatnya kurang berkembangnya rasa sosial. Hal penting yang perlu diingat adalah bayi belajar banyak hal dari rasa lapar dan pengaturan makannnya disebut rahasia belajar pada usia awal (secret learning of the early years). 2. Pendidikan kebersihan (cleanliness training): belajar mengontrol proses urinasi dan defakasi merupakan tugas yang kompleks dan sulit bagi bayi. Toilet training dianggap sangat penting bagi banyak orang tua. Agar bayi menerti dimana ia dapat menempatkan. 3. Pendidikan seks awal (early sex training): Orang tua yang menanamkan pendidikan seks awal pada diri anak akan membuat anak tidak merasa cemas dan merasa berdosa karena telah melakukan masturbasi. 4. Pengendalian marah dan agresi (anger-anxiety): apabila anaknya marah, orang tua sering mengamuk,menghukum sehingga anak belajar menekan rasa marahnya. Tanpa rasa marah ini akan membuat kepribadian anak tidak dapat berkembang.

18 APLIKASI Ada tiga cara yang biasa dipakai orang melakukan represi agar tidak muncul fikiran-fikiran yang menimbulkan kecemasan: 1. Memberi nama lain (mislabeling), kehilangan uang dalam jumlah yang besar dikatakan sedikit. 2. Respon pengganti (response substitution), kecelakaan membuat kaki menjadi pincang dan gerak dengan berjalan diganti dengan gerak naik motor tanpa mengenal lelah. 3. Tidak memikirkan (not thingking), marah karena difitnah tidak memikirkan fitnahan itu.

19 PSIKOTERAPI Pembaharuan dollard dan miller terhadap psikoterapi tradisional adalah pemakaian analisis teori belajar mengenai apa yang telah terjadi. a. Displacement: merubah arah implus yang dicegah agar tidak diekspresikan (baik oleh event eksternal maupun oleh kecaman dari diri sendiri). Displacement dapat berperan sebagai defense(pertahanan). b. Sublimasi: bentuk displacement yang lebih adaftif, karena energi yang ada tidak ditumpahkan pada bentuk asli yang dicegah, tetapi disalurkan ke dorongan lain yang bisa diterima. c. Belajar (menguasai) sistem syaraf otonom: eksperimen dollard dan miller menunjukan bahwa binatang dan manusia pada tahap tertentu dapat belajar mengontrol respon sistem syaraf otonom. Mereka dapat belajar mempercepat dan memperlambat denyut jantungnya atau konstraksi ususnya.

20 EVALUASI Konsep-konsep utamanya jelas dan memiliki rincian yang didukung oleh data empirik.Serta Jarang ada formulasi yang kabur semacam intuisi,karena memakai pendekatan positif secara keras. Teori dollard dan miller secara khas adalah teori proses belajar, sesuatu yang sangat penting dari semua teori kepribadian, tetapi tidak banyak mendapat perhatian. Karena teorinya menjadi model dari teoritisi lainnya. Dollard dan miller memakai variabel sosiokultural lebih dari pakar lainnya. Karena teorinya banyak dipakai oleh pakar antropologi kultural setara dengan pemakaian psikoanalisa.

21 DAFTAR PUSTAKA  Alwisol. Psikologi Kepribadian:2009. Umm press  Hall, s Calvin. Psikologi behavior:  Rabani, Sofia. Dollard dan Miller. fpsi10.web.unair.ac.id diakses 07 agustus 2007http://sofia_rabbani- fpsi10.web.unair.ac.id


Download ppt "TEORI RESPON STIMULUS John Dollard & Neil Miller Nadya Erika - 1324090266."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google