Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Social Learning Theory Julian Rotter & Albert Bandura.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Social Learning Theory Julian Rotter & Albert Bandura."— Transcript presentasi:

1 Social Learning Theory Julian Rotter & Albert Bandura

2 Abstract Bandura’s Learning Theory posits that people learn from one another, via observation, imitation, and modeling. The theory has often been called a bridge between behaviorist and cognitive learning theories because it encompasses attention, memory, and motivation.

3 Menurut Bandura ada interaksi terus-menerus antara keadaan internal seseorang dan penguatan sosial yang mengikuti dari perilaku seseorang dengan orang lain. Jadi kita belajar berperilaku dari interaksi kita dengan orang lain. Seseorang belajar melalui pengamatan terhadap perilaku orang lain, sikap dan hasil pengamatan

4 Kebanyakan perilaku manusia dipelajari melalui observasi “pemodelan” : dari mengamati orang lain, bagaimana perilaku baru dilakukan dan pada kesempatan berikutnya berfungsi sebagai panduan untuk bertindak Teori pembelajaran sosial menjelaskan perilaku manusia dalam hal interaksi timbal balik yang berkesinambungan antara kognitif, perilaku, dan pengaruh lingkungan

5 Persuasi bisa dipandang sebagai sebuah cara belajar. Manusia, bisa mengubah respon yang berkaitan dengan sikapnya berdasarkan komunikasi persuasif. Teori ini sejajar dengan model S – R (stimulus- response) yang memandang manusia sebagai suatu entitas pasif dari model S-O-R (stimulus-organisme- response), yang memandang belajar persuasif sebagai suatu gabungan produk pesan yang diterima individu dan mengantarai berbagai kekuatan di dalam individu yang bertindak berdasarkan pesan – pesan tersebut agar menghasilkan akibat – akibat persuasif.

6 Seorang pendengar bisa dikondisikan untuk menanggapi sebuah produk yang diiklankan setelah produk tersebut dihubungkan dengan kewibaan sumber pesan. Bila sejumlah S – R tidak memuaskan, hal itu mungkin saja terjadi, mengingat teori ini tidak menyatakan apapun mengenai keadaan internal seorang penerima pada saat dia dipersuasi.

7 Keadaan internal seseorang ini meliputi : * Apa yang mendorong penerima mendengarkan sebuah iklan di salah satu media ? * Mengapa dia hanya menghendaki produk itu dan membiarkan pikirannya dikuasai produk tsb? * Pendeknya, apa landasan yang memotivasi perilaku penerima ?

8 Kondisi yang diperlukan untuk pemodelan yang efektif Attention ; berbagai faktor kenaikan dan penurunan jumlah perhatian yang diberikan. Termasuk di dalamnya kekhasan, kejadian dan karakteristik seseorang ini mempengaruhi tingkat perhatian Retention (‘penyimpanan’) ; mengingat pada apa anda menaruh perhatian. Hal ini mencakup pengkodean simbolik, citra mental, ‘pengorganisasian kognisi, latihan simbolik, latihan motorik

9 Reproduction : reproducing the image. Termasuk di dalamnya pengamatan fisik dan kemampuan diri untuk mereproduksi Motivation ; having a good reason to intimate. Termasuk motif seperti masa lalu, dorongan untuk membayangkan, melihat dan mengingat model diperkuat. Keinginan untuk mengadopsi perilaku

10 Pada tingkat tertentu, teori belajar S-O-R menerima dalil beberapa keadaan motivasi internal yang harus ‘digerakkan’ sehingga persuasi bisa dilangsungkan Dorongan biologis seperti haus dan lapar, boleh dikatakan sebagai kekuatan primer dan penting Sedangkan rasa ingin tahu, persetujuan sosial dan ketrampilan diyakini oleh sebagian para ahli teori belajar sebagai dorongan pemenuhan kebutuhan sekunder

11 Bandura believed in “reciprocal determinism”. Dimana dunia dan perilaku sesorang menimbulkan hubungan timbal balik. Bandura mempertimbangkan kepribadian, sebagai interaksi antara 3 komponen ; lingkungan, perilaku dan proses psikologis seseorang

12 Teori pembelajaran sosial menunjukkan perilaku yang dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan atau stimulus, dan tidak hanya dipengaruhi faktor psikologis saja Teori ini menggabungkan aspek pembelajaran perilaku dan kognitif. Teori belajar ini mengasumsikan bahwa faktor-faktor psikologis juga mempengaruhi bagaimana seseorang berperilaku. Pembelajaran sosial menunjukkan kombinasi perilaku faktor pengaruh lingkungan (sosial) dan psikologis.

13 Prinsip tingkat tertinggi observasi pembelajaran dicapai dengan terlebih dahulu mengatur dan melatih perilaku model secara simbolis dan kemudian memberlakukan itu terang-terangan. individu lebih cenderung mengadopsi perilaku model jika menghasilkan hasil yang mereka nilai baik individu lebih cenderung mengadopsi perilaku model, jika model mirip dengan pengamat dan memiliki status serta mengagumi perilaku yang memiliki nilai fungsional

14 Tiga bagian dari proses belajar 1.Memperoleh informasi baru * Memahami persuasif sebagai pemrosesan informasi. * Tahap pertama, dari konsepsi pesan ke penerimaan. Dalam tahap ini terjadi terpaan pesan (informasi) * Selanjutnya, memahami, memperhatikan atau memberi persetujuan terhadap pesan * Tahap terakhir, mengingat pesan – pesan tersebut secara akurat dan mengambil tindakan / aksi yang jelas

15 2. Dorongan untuk bertindak * Para ahli persuasif meyakini, bahwa dorongan (incentive) sangat esensial untuk mempengaruhi seorang dalam bertindak. * Dalam pandangan umum, semakin besar insentif, semakin besar kemungkinan suksesnya persuasif * Seorang cenderung untuk menyimpulkan sikap mereka dari tindakan mereka, ketika mereka memiliki alasan untuk percaya bahwa tindakan mereka bukan hasil dari penyebab eksternal.

16 3. Persuasi dengan asosiasi : * Seluruh bentuk tipe manusia diasosiasikan dengan objek, beberapa sadar tapi yang lain tak sadar * Kesimpulan dari tipe ini sering spontan dan otomatis. Berdasarkan Uleeman dan Baragh, mereka bukan berarti melahirkan penilaian tentang orang lain * Contoh ; kita mencoba membandingkan jeruk dan anggur berdasarkan ‘ciri’ / mengasosiasikannya dengan ; bersinar vs mendung, intim vs berjarak, cepat vs lambat, tua vs muda, dll


Download ppt "Social Learning Theory Julian Rotter & Albert Bandura."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google