Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Perbedaan Individu dan Prilaku Kerja Prepared by Dr. Herman Ruslim SE., Ak., MM.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Perbedaan Individu dan Prilaku Kerja Prepared by Dr. Herman Ruslim SE., Ak., MM."— Transcript presentasi:

1 Perbedaan Individu dan Prilaku Kerja Prepared by Dr. Herman Ruslim SE., Ak., MM

2 Perbedaan Individu di Tempat Kerja

3 Faktor Keturunan Keturunan memberikan penjelasan genetis mengenai beberapa aspek keragaman manusia. Yang termasuk dalam pembahasan mengenai hereditas adalah perdebatan mengenai gender, ras, dan latar belakang etnis. Perbedaan psikologis, mental dan moral dipengaruhi oleh warisan genetis. Keturunan memberikan penjelasan genetis mengenai beberapa aspek keragaman manusia. Yang termasuk dalam pembahasan mengenai hereditas adalah perdebatan mengenai gender, ras, dan latar belakang etnis. Perbedaan psikologis, mental dan moral dipengaruhi oleh warisan genetis. Keanekaragaman: merujuk pada atribut yang menjadikan orang berbeda satu sama lain. Dimensi utama dari keanekaragaman termasuk usia, etnis, gender, atribut fisik, ras dan orientasi seksual Keanekaragaman: merujuk pada atribut yang menjadikan orang berbeda satu sama lain. Dimensi utama dari keanekaragaman termasuk usia, etnis, gender, atribut fisik, ras dan orientasi seksual

4 Kemampuan dan Ketrampilan Kemampuan adalah bakat seseorang untuk melakukan tugas mental atau fisik; Kemampuan adalah bakat seseorang untuk melakukan tugas mental atau fisik; Ketrampilan adalah bakat yang dipelajari yang seseorang miliki untuk melakukan suatu tugas. Kemampuan seseorang pada umumnya labil selama beberapa waktu. Ketrampilan berubah seiring dengan pelatihan atau pengalaman orang dapat dilatih untuk memiliki ketrampilan baru Ketrampilan adalah bakat yang dipelajari yang seseorang miliki untuk melakukan suatu tugas. Kemampuan seseorang pada umumnya labil selama beberapa waktu. Ketrampilan berubah seiring dengan pelatihan atau pengalaman orang dapat dilatih untuk memiliki ketrampilan baru

5 Kemampuan Kemampuan Mental: merujuk pada tingkat inteligensi sesorang dan dapat dibagi kedalam subkategori, yang mencakup kelancaran dan pemahaman verbal, alasan induktif dan deduktif, memori assosiatif dan orientasi spatial; Kemampuan Mental: merujuk pada tingkat inteligensi sesorang dan dapat dibagi kedalam subkategori, yang mencakup kelancaran dan pemahaman verbal, alasan induktif dan deduktif, memori assosiatif dan orientasi spatial; Inteligensi Emosi: Penanganan hubungan dan interaksi dengan orang lain Inteligensi Emosi: Penanganan hubungan dan interaksi dengan orang lain

6 Tacit Knowledge Tacit Knowledge: Pengetahuan praktis yang berhubungan dengan pekerjaan yang diperoleh karyawan melalui pengamatan dan pengalaman langsung dalam pekerjaan. Tacit Knowledge: Pengetahuan praktis yang berhubungan dengan pekerjaan yang diperoleh karyawan melalui pengamatan dan pengalaman langsung dalam pekerjaan.

7 Sikap Sikap merupakan penentu dari prilaku karena keduanya berhubungan dengan persepsi, kepribadian, perasaan, dan motivasi. Sikap merupakan keadaan mental yang dipelajari dan diorganisasikan melalui pengalaman, menghasilkan pengaruh spesifik pada respons seseorang terhadap orang lain, objek, situasi yang berhubungan. Kita semua memiliki sikap terhadap berbagai topik-komputer, jogging, restoran, teman, pekerjaan, agama, pemerintah, perawatan orang tua, kejahatan, pendidikan, dan pajak penghasilan Sikap merupakan penentu dari prilaku karena keduanya berhubungan dengan persepsi, kepribadian, perasaan, dan motivasi. Sikap merupakan keadaan mental yang dipelajari dan diorganisasikan melalui pengalaman, menghasilkan pengaruh spesifik pada respons seseorang terhadap orang lain, objek, situasi yang berhubungan. Kita semua memiliki sikap terhadap berbagai topik-komputer, jogging, restoran, teman, pekerjaan, agama, pemerintah, perawatan orang tua, kejahatan, pendidikan, dan pajak penghasilan

8 Lanjutan Kognisi: Hal ini pada dasarnya adalah apa yang diketahui individu mengenai diri mereka sendiri dan lingkungan mereka. Kognitif mengimplikasikan proses sadar dalam memperoleh pengetahuan. Kognisi: Hal ini pada dasarnya adalah apa yang diketahui individu mengenai diri mereka sendiri dan lingkungan mereka. Kognitif mengimplikasikan proses sadar dalam memperoleh pengetahuan. Afeksi: Komponen emosional dari suatu sikap, sering kali dipelajari dari orang tua, guru dan anggota kelompok kerja. Afeksi: Komponen emosional dari suatu sikap, sering kali dipelajari dari orang tua, guru dan anggota kelompok kerja. Disonansi Kognitif: Suatu keadaan mental dari kecemasan yang muncul ketika terdapat konflik antara berbagai kognitif individu (misalkan sikap dan keyakinan) setelah suatu kepuasan dibuat. Disonansi Kognitif: Suatu keadaan mental dari kecemasan yang muncul ketika terdapat konflik antara berbagai kognitif individu (misalkan sikap dan keyakinan) setelah suatu kepuasan dibuat.

9 Tiga Komponen dari Sikap; Kognisi, Afeksi dan Prilaku

10 Mengubah Sikap Manajer sering kali bertugas mengubah sikap karyawan mereka agar mereka dapat bekerja lebih keras dan mencapai kinerja pekerjaan lebih tinggi. Walau terdapat banyak variabel yang mempengaruhi perubahan sikap, perosesnya bergantung pada tiga faktor umum: komunikator, pesan itu sendiri, dan situasi. Manajer sering kali bertugas mengubah sikap karyawan mereka agar mereka dapat bekerja lebih keras dan mencapai kinerja pekerjaan lebih tinggi. Walau terdapat banyak variabel yang mempengaruhi perubahan sikap, perosesnya bergantung pada tiga faktor umum: komunikator, pesan itu sendiri, dan situasi.

11 Komunikator Karyawan lebih mungkin mengubah sikap mereka (misalnya agar lebih baik) jika mereka mempercayai manajer, menyukai manajer dan mempersepsikan manajer memiliki kelebihan. Jika manajer tidak dipercaya, usahanya untuk mengubah sikap akan menjadi tidak berguna karena karyawan tidak akan menyakini atau menerima pesan manajer. Himbauan untuk memberikan tingkat pelayanan konsumen yang lebih baik akan dipersepsikan sebagai jalan untuk mendapatkan nilai yang lebih baik dalam penilaian kinerja perusahaan dan kenaikan gaji (sebagai kebalikan dari usaha yang tulus untuk membuat konsumen merasa lebih nyaman tinggal di hotel.) Karyawan lebih mungkin mengubah sikap mereka (misalnya agar lebih baik) jika mereka mempercayai manajer, menyukai manajer dan mempersepsikan manajer memiliki kelebihan. Jika manajer tidak dipercaya, usahanya untuk mengubah sikap akan menjadi tidak berguna karena karyawan tidak akan menyakini atau menerima pesan manajer. Himbauan untuk memberikan tingkat pelayanan konsumen yang lebih baik akan dipersepsikan sebagai jalan untuk mendapatkan nilai yang lebih baik dalam penilaian kinerja perusahaan dan kenaikan gaji (sebagai kebalikan dari usaha yang tulus untuk membuat konsumen merasa lebih nyaman tinggal di hotel.)

12 Pesan Meskipun manajer dipercaya, disukai dan dilihat memiliki kelebihan, pesannyapun harus jelas, dapat dipahami, dan meyakinkan. Manajer berusaha untuk mengubah sikap dengan mengirikan pesan yang persuasif. Seperti yang akan dibahas dalam bab 13, manajer mengirimkan pesan baik dengan sengaja maupun tidak sengaja melalui komunikasi verbal dan nonverbal. Meskipun manajer dipercaya, disukai dan dilihat memiliki kelebihan, pesannyapun harus jelas, dapat dipahami, dan meyakinkan. Manajer berusaha untuk mengubah sikap dengan mengirikan pesan yang persuasif. Seperti yang akan dibahas dalam bab 13, manajer mengirimkan pesan baik dengan sengaja maupun tidak sengaja melalui komunikasi verbal dan nonverbal.

13 Sikap dan Kepuasan Kerja Kepuasan Kerja adalah sikap seseorang terhadap pekerjaan mereka. Hal tersebut dihasilkan dari persepsi mereka mengenai pekerjaan mereka dan tingkat kesesuaian antara individu dan organisasi. Sejumlah faktor dihubungkan dengan kepuasan kerja. Beberapa faktor penting adalah Kepuasan Kerja adalah sikap seseorang terhadap pekerjaan mereka. Hal tersebut dihasilkan dari persepsi mereka mengenai pekerjaan mereka dan tingkat kesesuaian antara individu dan organisasi. Sejumlah faktor dihubungkan dengan kepuasan kerja. Beberapa faktor penting adalah

14 Lanjutan Imbalan – Jumlah pembayaran yang diterima dan tingkat kesesuaian antara pembayaran tersebut dengan pekerjaan yang dilakukan; Imbalan – Jumlah pembayaran yang diterima dan tingkat kesesuaian antara pembayaran tersebut dengan pekerjaan yang dilakukan; Pekerjaan itu Sendiri – Sejauh mana pekerjaan dianggap menarik, menyediakan kesempatan untuk belajar, dan memberikan tanggung jawab. Pekerjaan itu Sendiri – Sejauh mana pekerjaan dianggap menarik, menyediakan kesempatan untuk belajar, dan memberikan tanggung jawab. Peluang Promosi- Ketersediaan peluang untuk maju; Peluang Promosi- Ketersediaan peluang untuk maju; Supervisi- Kompetensi teknis dan keterampilan interpersonal dari atasan langsung; Supervisi- Kompetensi teknis dan keterampilan interpersonal dari atasan langsung; Rekan kerja – Sejauh mana lingkungan kerja fisik memberikan kenyamanan mendukung produktivitas; Rekan kerja – Sejauh mana lingkungan kerja fisik memberikan kenyamanan mendukung produktivitas; Kondisi Pekerjaan – Sejauh mana lingkungan kerja fisik memberikan kenyamanan mendukung produktivitas; Kondisi Pekerjaan – Sejauh mana lingkungan kerja fisik memberikan kenyamanan mendukung produktivitas; Keamanan Pekerjaan – Keyakinan bahwa seseorang relatif aman dan ada peluang untuk dapat terus bekerja dalam organisasi; Keamanan Pekerjaan – Keyakinan bahwa seseorang relatif aman dan ada peluang untuk dapat terus bekerja dalam organisasi;

15 Kepuasan dan Kinerja Pekerjaan Tiga pandangan umum mengenai hubungan ini telah ditemukan: 1. Kepuasan kerja berpengaruh pada kinerja pekerjaan; 2. Kinerja Pekerjaan berpengaruh pada kepuasan kerja dan 3. Hubungan kepuasan kerja – kinerja pekerjaan diperantarai oleh variabel lain seperti penghargaan Tiga pandangan umum mengenai hubungan ini telah ditemukan: 1. Kepuasan kerja berpengaruh pada kinerja pekerjaan; 2. Kinerja Pekerjaan berpengaruh pada kepuasan kerja dan 3. Hubungan kepuasan kerja – kinerja pekerjaan diperantarai oleh variabel lain seperti penghargaan

16 Hubungan Kepuasan Kinerja: Tiga Pandangan

17 Beberapa Kekuatan Utama yang mempengaruhi Kepribadian

18 Dimensi Kepribadian Big Fives Extroversion: Merujuk kecenderungan orang untuk bersosialisasi, asertif, suka berteman, berbicara, dan aktif; Extroversion: Merujuk kecenderungan orang untuk bersosialisasi, asertif, suka berteman, berbicara, dan aktif; Emotional Stability: Merupakan kecenderungan seorang mengalami keadaan emosi yang positif seperti merasa aman secara psikologis, tenang dan santai. Dilain pihak, kecemasan, depresi, kemarahan, dan rasa malu merupakan karakteristik dan stabilitas emosional yang rendah; Emotional Stability: Merupakan kecenderungan seorang mengalami keadaan emosi yang positif seperti merasa aman secara psikologis, tenang dan santai. Dilain pihak, kecemasan, depresi, kemarahan, dan rasa malu merupakan karakteristik dan stabilitas emosional yang rendah; Agreeableness: Salah satu dimensi kepribadian Big Five, merupakan kecenderungan untuk memiliki rasa hormat, pemaaf, toleran, mudah percaya dan berhati lunak; Agreeableness: Salah satu dimensi kepribadian Big Five, merupakan kecenderungan untuk memiliki rasa hormat, pemaaf, toleran, mudah percaya dan berhati lunak; Conscientiousness: Salah satu dimensi kepribadian big five, merupakan kecenderungan untuk dapat diandalkan, terorganisir, menyeluruh dan bertanggung jawab; Conscientiousness: Salah satu dimensi kepribadian big five, merupakan kecenderungan untuk dapat diandalkan, terorganisir, menyeluruh dan bertanggung jawab; Openness to Experience: Hal ini mencerminkan sejauh mana seorang individu berpikiran luas, kreatif, ingin tahu, dan pintar; Openness to Experience: Hal ini mencerminkan sejauh mana seorang individu berpikiran luas, kreatif, ingin tahu, dan pintar;

19 Locus of Control Locus of Control: Menentukan tingkatan sampai dimana individu meyakini bhwa prilaku mereka mempengaruhi apa yang terjadi pada mereka. Beberapa orang merasa yakin bahwa mereka mengatur dirinya sendiri secara sepenuhnya-bahwa mereka merupakan penentu dari nasib mereka sendiri dan memiliki tanggung jawab pribadi untuk apa yang terjadi terhadap diri mereka Locus of Control: Menentukan tingkatan sampai dimana individu meyakini bhwa prilaku mereka mempengaruhi apa yang terjadi pada mereka. Beberapa orang merasa yakin bahwa mereka mengatur dirinya sendiri secara sepenuhnya-bahwa mereka merupakan penentu dari nasib mereka sendiri dan memiliki tanggung jawab pribadi untuk apa yang terjadi terhadap diri mereka

20 Self Efficacy Self Efficacy berhubungan dengan keyakinan pribadi mengenai kompetensi dan kemampuan diri. Secara spesific, hal tersebut merujuk pada keyakinan seseorang terhadap kemampuan untuk menyelesaikan suatu tugas secara berhasil. Individu dengan tingkat efficacy yang tinggi sangat yakin dalam kemampuan kinerja mereka. Konsep Self Efficacy memasukkan tiga dimensi: Besarnya, kekuatan dan generalitas. Self Efficacy berhubungan dengan keyakinan pribadi mengenai kompetensi dan kemampuan diri. Secara spesific, hal tersebut merujuk pada keyakinan seseorang terhadap kemampuan untuk menyelesaikan suatu tugas secara berhasil. Individu dengan tingkat efficacy yang tinggi sangat yakin dalam kemampuan kinerja mereka. Konsep Self Efficacy memasukkan tiga dimensi: Besarnya, kekuatan dan generalitas.

21 Kreativitas Kreativitas merupakan ciri kepribadian yang melibatkan kemampuan untuk meloloskan diri dari pemikiran kaku dan menghasilkan ide yang baru dan berguna. Kreativitas menghasilkan inovasi dan inovasi merupakan sumber kehidupan dari sejumlah perusahaan. 3M terkenal atas kreativitas dan inovasi produknya. Kreativitas merupakan ciri kepribadian yang melibatkan kemampuan untuk meloloskan diri dari pemikiran kaku dan menghasilkan ide yang baru dan berguna. Kreativitas menghasilkan inovasi dan inovasi merupakan sumber kehidupan dari sejumlah perusahaan. 3M terkenal atas kreativitas dan inovasi produknya.


Download ppt "Perbedaan Individu dan Prilaku Kerja Prepared by Dr. Herman Ruslim SE., Ak., MM."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google