Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERTEMUAN KE TIGAPERIILAKU ORGANISASI1 Di Sampaikan Pada Perkuliahan PERILAKU ORGANISASI Di STMIK PRINGSEWU PERILAKU ORGANISASI (0rganizational Behavior)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERTEMUAN KE TIGAPERIILAKU ORGANISASI1 Di Sampaikan Pada Perkuliahan PERILAKU ORGANISASI Di STMIK PRINGSEWU PERILAKU ORGANISASI (0rganizational Behavior)"— Transcript presentasi:

1 PERTEMUAN KE TIGAPERIILAKU ORGANISASI1 Di Sampaikan Pada Perkuliahan PERILAKU ORGANISASI Di STMIK PRINGSEWU PERILAKU ORGANISASI (0rganizational Behavior) NURHAYADI, S.Pd, M.M.Pd

2 PERTEMUAN KE TIGAPERIILAKU ORGANISASI2 FUNGSI KOGNITIF SISTEM KOGNITIF MEMPUNYAI BEBERAPA FUNGSI. SISTEM KOGNITIF MEMPUNYAI BEBERAPA FUNGSI. DIANTARA FUNGSI-FUNGSI ITU ANTARA LAIN: DIANTARA FUNGSI-FUNGSI ITU ANTARA LAIN: 1. MEMBERIKAN PENGERTIAN PADA KOGNITIF BARU 1. MEMBERIKAN PENGERTIAN PADA KOGNITIF BARU 2. MENGHASILKAN EMOSI 2. MENGHASILKAN EMOSI 3. MEMBENTUK SIKAP 3. MEMBENTUK SIKAP 4. MEMBERIKAN MOTIVASI TERHADAP KONSEKUENSI PELAKU 4. MEMBERIKAN MOTIVASI TERHADAP KONSEKUENSI PELAKU

3 PERTEMUAN KE TIGAPERIILAKU ORGANISASI3 1. MEMBERIKAN PENGERTIAN MENURUT TEORI KOGNITIF: MENURUT TEORI KOGNITIF: _PENGERTIAN TERJADI JIKA SUATU KOGNITIF BARU DI HUBUNGKAN DENGAN SISTEM KOGNITIF YANG TELAH ADA. _PENGERTIAN TERJADI JIKA SUATU KOGNITIF BARU DI HUBUNGKAN DENGAN SISTEM KOGNITIF YANG TELAH ADA. KOGNISI MEMERLUKAN ATRIBUT-ATRIBUT TERTENTU, TERGANTUNG PADA BAGAIMANA IA BERINTERAKSI DENGAN SATU ATAU LEBIH SISTEM KOGNITIF. KOGNISI MEMERLUKAN ATRIBUT-ATRIBUT TERTENTU, TERGANTUNG PADA BAGAIMANA IA BERINTERAKSI DENGAN SATU ATAU LEBIH SISTEM KOGNITIF. EX. MENCOBA MAKANAN BARU RASANYA....? EX. MENCOBA MAKANAN BARU RASANYA....? MAKANAN YANG ASIN MAKANAN YANG ASIN

4 PERTEMUAN KE TIGAPERIILAKU ORGANISASI4 2.EMOSI ATAUKONSEKUENSI YANG MENUNJUKAN SIKAP (PERASAAN). INTERAKSI ANTARA KOGNISI-KOGNISI DAN SISTEM KOGNITIF TIDAK HANYA MEMBERIKAN PENGERTIAN PADA KOGNISI SAJA, TETAPI DAPAT PULA MEMBERIKAN KONSEKUNSI- KONSEKUENSI YANG BERUPA SIKAP ATAU PERASAAN. INTERAKSI ANTARA KOGNISI-KOGNISI DAN SISTEM KOGNITIF TIDAK HANYA MEMBERIKAN PENGERTIAN PADA KOGNISI SAJA, TETAPI DAPAT PULA MEMBERIKAN KONSEKUNSI- KONSEKUENSI YANG BERUPA SIKAP ATAU PERASAAN. MISAL; SENANG> < TIDAK SENANG BAIK> < BURUK CINTA > < BENCI

5 PERTEMUAN KE TIGAPERIILAKU ORGANISASI5 3. SIKAP MENURUT TEORI KOGNITIF JIKA SUATU SISTEM KOGNITIF DARI SESUATU MEMERLUKAN KOMPONEN- KOMPONEN YANG MENGANDUNG AFEKTIF(EMOSI), MAKA SIKAP UNTUK MENCAPAI SUATU TUJUAN ATAU OBJEK ITU TELAH TERBENTUK. MENURUT TEORI KOGNITIF JIKA SUATU SISTEM KOGNITIF DARI SESUATU MEMERLUKAN KOMPONEN- KOMPONEN YANG MENGANDUNG AFEKTIF(EMOSI), MAKA SIKAP UNTUK MENCAPAI SUATU TUJUAN ATAU OBJEK ITU TELAH TERBENTUK. BERSATUNYA SISTEM KOGNITIF DAN KOMPONEN AFEKFIF MENGHASILKAN TENDENSI PERILAKU UNTUK MENCAPAI SESUATU OBJEK. BERSATUNYA SISTEM KOGNITIF DAN KOMPONEN AFEKFIF MENGHASILKAN TENDENSI PERILAKU UNTUK MENCAPAI SESUATU OBJEK. SIKAP SESORANG ITU MEMPUNYAI KOGNITIF (PENGETAHUAN ), AFEKTIF (EMOSI) DAN TIDAKAN (TENDENSI PERILAKU). SIKAP SESORANG ITU MEMPUNYAI KOGNITIF (PENGETAHUAN ), AFEKTIF (EMOSI) DAN TIDAKAN (TENDENSI PERILAKU).

6 PERTEMUAN KE TIGAPERIILAKU ORGANISASI6 4. MOTIVASI HUBUNGAN TEORI KOGNITIF UNTUK MENGANALISIS DAN MEMAHAMI PERILAKU MANUSIA YANG MUDAH DIAMATI ADALAH TERLETAK PADA MOTIVASI DARI PERILAKU SESEORANG. DISEBABKAN KARENA: HUBUNGAN TEORI KOGNITIF UNTUK MENGANALISIS DAN MEMAHAMI PERILAKU MANUSIA YANG MUDAH DIAMATI ADALAH TERLETAK PADA MOTIVASI DARI PERILAKU SESEORANG. DISEBABKAN KARENA: A, Perilaku itu tidak hanya terdiri dari tindakan- tindakan yang terbuka saja, melainkan juga termasuk faktor2 internal, ( berpikir, emosi, persepsi, dan kebutuhan) A, Perilaku itu tidak hanya terdiri dari tindakan- tindakan yang terbuka saja, melainkan juga termasuk faktor2 internal, ( berpikir, emosi, persepsi, dan kebutuhan) B. Perilaku itu di hasilkan oleh ketidak selaran yang timbul dalam struktur kognitif. B. Perilaku itu di hasilkan oleh ketidak selaran yang timbul dalam struktur kognitif.

7 PERTEMUAN KE TIGAPERIILAKU ORGANISASI7 Ahli-ahli kognitif beranggapan bahwa manusia ini mempunyai pembawaan membutuhkan baik organisasi kognitif maupun keselarasan kognitif. Ahli-ahli kognitif beranggapan bahwa manusia ini mempunyai pembawaan membutuhkan baik organisasi kognitif maupun keselarasan kognitif.

8 PERTEMUAN KE TIGAPERIILAKU ORGANISASI8 PENDEKATAN STUDI PERILAKU 1. Pendekatan COGNITIF : Edward Tolman Berdasarkan pemahaman seseorang terhadap informasi 2. Pendekatan BEHAVIORISTIC : I.P. Pavlov dan J.B. Watson Berdasarkan Response yang muncul apabila diberi stimulus tertentu 3. Pendekatan Social Learning : Albert. Bandura Berdasarkan penggabungan pendekatan Cognitif dan behavioristic

9 PERIILAKU ORGANISASI 9 PERTEMUAN KE TIGA PERSEPSI Adalah suatu proses dimana seseorang melakukan pemilihan, penerimaan, pengorganisasian, dan penginterpretasian atas informasi yang diterimanya dari lingkungan. Merupakan suatu proses kognitif yang dialami oleh setiap orang dalam memahami informasi tentang lingkungannya.

10 PERIILAKU ORGANISASI 10 PERTEMUAN KE TIGA 2.Hampiran Penguatan (Reinforcement Approach) 1. analisa tentang perilaku: _ Ivan Pavlov dan Edward Thorndike Kesimpulan: Bahwa Hubungan S dan R dapat melemah seandainya tidak di latih atau di lakukan berulang-ulang.

11 PERIILAKU ORGANISASI 11 PERTEMUAN KE TIGA Konsepsi penguatan (reinforcement concept) Konsepsi Penguatan menjelaskan bahwa stimulus adalah sesuatu yang terjadi untuk mengubah perilaku seseorang. Konsepsi Penguatan menjelaskan bahwa stimulus adalah sesuatu yang terjadi untuk mengubah perilaku seseorang. Respon adalah setiap perubahan dalam perilaku manusia. Respon adalah setiap perubahan dalam perilaku manusia. Perubahan yang terjadi : Perubahan yang terjadi : Positif Positif negatif negatif StimulusRespon

12 Konsepsi penguatan  Ada 2 hal yang sering mendapat perhatian dalam konsepsi panguatan  1, PEMADAMAN ( EXTINCTION)  Adalah Suatu gejala melemahnya hubungnan antara stimulus dan respon,  Istilah lain u/ menjelaskan perilaku pemadaman adalah hambatan reaktif.  Atau merupakan versi psikologi. Hkm 3 newton ( untuk setiap aksi terdapat suatu reaksi) PERTEMUAN KE TIGAPERIILAKU ORGANISASI 12

13 2.Hukuman (punishment) 2.Hukuman (punishment) Hukuman adalah suatu usaha bail yang berupa menunda pemberian hadiah (reward) atau pengetrapan stimulus yang tidak menyenangkan dalam rangka untuk memadamkan suatu respon Hukuman adalah suatu usaha bail yang berupa menunda pemberian hadiah (reward) atau pengetrapan stimulus yang tidak menyenangkan dalam rangka untuk memadamkan suatu respon PERIILAKU ORGANISASI 13 PERTEMUAN KE TIGA

14 Hampiran psikoanalitis Menunjukan bahwa perilaku manusia ini di kuasai oleh personalitasnya atau kepribadiaannya. Menunjukan bahwa perilaku manusia ini di kuasai oleh personalitasnya atau kepribadiaannya. hampir semua kegiatan mental adlah tidak dapat diketahui dan tidak bisa didekati secara mudah bagi setiap individu, namun dapat mempengaruhi perilaku manusia. hampir semua kegiatan mental adlah tidak dapat diketahui dan tidak bisa didekati secara mudah bagi setiap individu, namun dapat mempengaruhi perilaku manusia. PERIILAKU ORGANISASI 14 PERTEMUAN KE TIGA

15 FREUD, menganalisis mimpi sebahgai suatu studi dari ketidaksadaran tersebut. FREUD, menganalisis mimpi sebahgai suatu studi dari ketidaksadaran tersebut. Mimpi adalah; suatu bentuk pengharapan menyenangkan yang kemudian memberikan eksesbagi seseorang terhadap kegiatan ketidaksadarannya. Mimpi adalah; suatu bentuk pengharapan menyenangkan yang kemudian memberikan eksesbagi seseorang terhadap kegiatan ketidaksadarannya. PERIILAKU ORGANISASI 15 PERTEMUAN KE TIGA

16 Susunan kepribadian Konsep psikoanalitis merangkum 3 hal. Konsep psikoanalitis merangkum 3 hal. Kepribadian terdiri dari 3 sub sistem: Kepribadian terdiri dari 3 sub sistem: 1. Id 1. Id 2. Ego 2. Ego 3. super ego 3. super ego PERIILAKU ORGANISASI 16 PERTEMUAN KE TIGA

17 1. Konsepsi Id Id. Adalah Penampungan dan sumber dari semua kekuatn jiwa yang menyebabkan berfungsinya suatu sistem. Id. Adalah Penampungan dan sumber dari semua kekuatn jiwa yang menyebabkan berfungsinya suatu sistem. Id berisikan pengharapan dan keinginan keinginan. Id berisikan pengharapan dan keinginan keinginan. Id tidak terbelenggu olah, moral, etik, alasan atau logika. Id tidak terbelenggu olah, moral, etik, alasan atau logika. PERIILAKU ORGANISASI 17 PERTEMUAN KE TIGA

18 Konsepsi ego Ego adalah sumber rasa sadar, ia mewakili logika dan yang di hubungkan dengan prinsip prinsip realitas. Ego adalah sumber rasa sadar, ia mewakili logika dan yang di hubungkan dengan prinsip prinsip realitas. Tujuan ego adalah untuk melindungi kehidupan ini dengan cara menafsirkan dan menggali apa yang terjadi di dalam lingkungan luar, sehingga ego menjadi sadar tentang apa yang terjadi di dunia dan apa yang ada di dalamnya. Tujuan ego adalah untuk melindungi kehidupan ini dengan cara menafsirkan dan menggali apa yang terjadi di dalam lingkungan luar, sehingga ego menjadi sadar tentang apa yang terjadi di dunia dan apa yang ada di dalamnya. PERIILAKU ORGANISASI 18 PERTEMUAN KE TIGA

19 Konsepsi super ego Super ego adalah kekuatan moral dari personalitas, ia adlah sumber norma atau standar yang tidak sadar yang menilai dari semua aktivitas ego. Super ego adalah kekuatan moral dari personalitas, ia adlah sumber norma atau standar yang tidak sadar yang menilai dari semua aktivitas ego. PERIILAKU ORGANISASI 19 PERTEMUAN KE TIGA


Download ppt "PERTEMUAN KE TIGAPERIILAKU ORGANISASI1 Di Sampaikan Pada Perkuliahan PERILAKU ORGANISASI Di STMIK PRINGSEWU PERILAKU ORGANISASI (0rganizational Behavior)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google